Akun Facebook Muhamad Putra membagikan tautan artikel (19/082020) dari Merdeka.com yang berjudul “Tol Layang Jakarta-Cikampek Bergelombang Buat Boros BBM Kendaraan” dengan narasi sebagai berikut:
“GARA GARA DIGUNAKAN UNTUK UJI COBA ESEMKA RIBUAN UNIT JALAN LAYANG TOL CIKAMPEK JADI BERGELOMBANG 😜😜😜”
(GFD-2020-4685) [SALAH] “Jalan Layang Tol Cikampek Bergelombang Gara-Gara Digunakan Untuk Uji Coba Esemka Ribuan Unit”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/08/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, artikel Merdeka.com yang berjudul “Tol Layang Jakarta-Cikampek Bergelombang Buat Boros BBM Kendaraan” yang tayang pada Selasa, 31 Desember 2019 tidak memuat informasi tentang penyebab jalan bergelombang karena digunakan untuk uji coba ribuan unit mobil Esemka, melainkan penilaian Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin yang menyatakan bahwa jalan bergelombang di tol layang Jakarta-Cikampek mengakibatkan pemborosan bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan yang melaluinya. Sebab, tarikan gas, menjadi lebih sering.
Sementara itu, tidak terdapat berita yang menginformasikan adanya uji coba ribuan unit mobil esemka di jalan Tol Jakarta-Cikampek. Sehingga, tidak ada hubungannya jalan tol Japek yang bergelombang dengan uji coba mobil esemka.
Direktur Oprasional PT Waskita Karya (Persero) Bambang Rianto selaku salah satu kontraktor jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated atau Japek membeberkan alasan konstruksi jalan tol yang baru dibuka tersebut bergelombang. Bambang mengatakan konstruksi Japek layang bergelombang karena banyaknya proyek di sekeliling jembatan, mulai dari jembatan penyebrangan orang (JPO) hingga simpang susun.
Dengan demikian, bukan disebabkan uji coba ribuan unit mobil esemka, tapi tol Japek layang bergelombang karena berada di antara proyek lain sehingga harus ada jarak dengan proyek lainnnya yang membuat konstruksi tol Japek layang mau tak mau harus dibuat bergelombang.
Sementara itu, tidak terdapat berita yang menginformasikan adanya uji coba ribuan unit mobil esemka di jalan Tol Jakarta-Cikampek. Sehingga, tidak ada hubungannya jalan tol Japek yang bergelombang dengan uji coba mobil esemka.
Direktur Oprasional PT Waskita Karya (Persero) Bambang Rianto selaku salah satu kontraktor jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated atau Japek membeberkan alasan konstruksi jalan tol yang baru dibuka tersebut bergelombang. Bambang mengatakan konstruksi Japek layang bergelombang karena banyaknya proyek di sekeliling jembatan, mulai dari jembatan penyebrangan orang (JPO) hingga simpang susun.
Dengan demikian, bukan disebabkan uji coba ribuan unit mobil esemka, tapi tol Japek layang bergelombang karena berada di antara proyek lain sehingga harus ada jarak dengan proyek lainnnya yang membuat konstruksi tol Japek layang mau tak mau harus dibuat bergelombang.
Kesimpulan
Akun Facebook Muhamad Putra membagikan link berita milik merdeka.com, namun dengan caption atau keterangan yang tidak sesuai pada isi pemberitaan.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/08/21/salah-jalan-layang-tol-cikampek-bergelombang-gara-gara-digunakan-untuk-uji-coba-esemka-ribuan-unit/
- https://www.merdeka.com/uang/tol-layang-jakarta-cikampek-bergelombang-buat-boros-bbm-kendaraan.html
- https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4829805/ternyata-ini-biang-kerok-jalan-tol-japek-layang-bergelombang
(GFD-2020-4686) [SALAH] Foto Jokowi Mengukur Baju Karya Desainer Ivan Gunawan
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/08/2020
Berita
Akun Facebook Ratno Kubil mengunggah foto Presiden Joko Widodo tengah memegang baju batik. Dalam narasinya, Akun Ratno menyebutkan bahwa foto tersebut merupakan foto Presiden Jokowi sedang mengukur baju karya desainer terkenal Ivan Gunawan.
Berikut kutipan narasinya:
“Contoh Pemimpin Merakyat Tapi Hati Buat KONGLOMERAT.
Lagi Ngukur Baju Gaesss Biar Kelihatan Merakyat, Buat Hadiri DEKLARASI KITA Dan JURI DANGDUT AKADEMI INDOSIAR😂😂
Karya Desainer Terkenal Ivan Gunawan.”
Berikut kutipan narasinya:
“Contoh Pemimpin Merakyat Tapi Hati Buat KONGLOMERAT.
Lagi Ngukur Baju Gaesss Biar Kelihatan Merakyat, Buat Hadiri DEKLARASI KITA Dan JURI DANGDUT AKADEMI INDOSIAR😂😂
Karya Desainer Terkenal Ivan Gunawan.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari liputan6.com, diketahui bahwa foto tersebut bukan foto Presiden Jokowi saat mengukur baju karya desainer Ivan Gunawan. Foto tersebut terkait kunjungan pedagang pasar tradisional ke Istana Negara pada 3 September 2015.
Hal tersebut diketahui dari kesamaan baju yang dipegang Presiden Jokowi pada foto pada laman tempo.co pada artikel foto berjudul “Jokowi Jamu Makan Siang Pedagang Pasar Tradisional di Istana” yang tayang pada 3 September 2015.
Pada keterangan foto disebutkan bahwa momen tersebut diambil saat Presiden Jokowi memperhatikan hasil pemberian seorang pedagang pasar tradisional yang diundang untuk makan siang di Istana Negara. Foto serupa juga terdapat pada artikel foto suara.com berjudul “Jokowi Makan Bersama Pedagang Tradisional” yang tayang pada 3 September 2015.
Hal tersebut diketahui dari kesamaan baju yang dipegang Presiden Jokowi pada foto pada laman tempo.co pada artikel foto berjudul “Jokowi Jamu Makan Siang Pedagang Pasar Tradisional di Istana” yang tayang pada 3 September 2015.
Pada keterangan foto disebutkan bahwa momen tersebut diambil saat Presiden Jokowi memperhatikan hasil pemberian seorang pedagang pasar tradisional yang diundang untuk makan siang di Istana Negara. Foto serupa juga terdapat pada artikel foto suara.com berjudul “Jokowi Makan Bersama Pedagang Tradisional” yang tayang pada 3 September 2015.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim akun Ratno Kubil tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1266036187062247/
- https://turnbackhoax.id/2020/08/21/salah-foto-jokowi-mengukur-baju-karya-desainer-ivan-gunawan/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4336303/cek-fakta-tidak-benar-dalam-foto-ini-jokowi-mengukur-baju-karya-ivan-gunawan-untuk-menjadi-juri-dangdut-akademi-indosiar
- https://foto.tempo.co/read/33743/jokowi-jamu-makan-siang-pedagang-pasar-tradisional-di-istana#foto-4
- https://www.suara.com/foto/2015/09/03/174629/jokowi-makan-bersama-pedagang-tradisional?page=3
(GFD-2020-8237) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Lukisan Tahun 1962 Ini Telah Ramalkan Kehidupan pada 2022 Usai Pandemi Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 20/08/2020
Berita
Lukisan yang memperlihatkan jalanan yang dipenuhi dengan kendaraan roda empat bertudungkan kaca yang hanya memuat satu orang beredar di media sosial. Lukisan itu diklaim sebagai lukisan tahun 1962 yang telah meramalkan kehidupan pada 2022 usai pandemi Covid-19.
Dalam lukisan tersebut, terdapat tulisan yang berbunyi "Painting from 1963, called 'life in 2022'". Di Facebook, lukisan dengan tulisan itu diunggah salah satunya oleh akun Faj Satria, yakni pada 18 Agustus 2020.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Faj Satria.
Apa benar lukisan di atas adalah lukisan tahun 1962 yang telah meramalkan kehidupan pada 2022 usai pandemi Covid-19?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital lukisan itu denganreverse image tool Source dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa lukisan itu adalah karya seniman komik dan ilustrator Italia, Walter Molino. Lukisan tersebut juga tidak terkait dengan ramalan akan pandemi Covid-19. Dalam lukisan aslinya, tidak ada tulisan "Painting from 1962, called 'live in 2022'".
Dilansir dari situs cek fakta Italia, Facta.news, gambar tersebut memang pernah digunakan dalam sampul belakang koran mingguan Italia Domenica del Corriere terbitan 16 Desember 1962. Namun, menurut keterangan yang terdapat dalam kotak di pojok kiri bawah gambar itu, ilustrasi tersebut ingin menawarkan solusi untuk masalah lalu lintas di kota dengan menunjukkan mobil skuter mini.
Lewat keterangan dalam kotak itu, diketahui pula bahwa kota yang digunakan sebagai model oleh Molino adalah New York, yang padat menjelang Natal. Ilustrasi ini memang bisa dianggap sebagai pemikiran inovatif tentang alat transportasi yang dirancang untuk mengangkut satu individu pada satu waktu, seperti Renault Twizy. Namun, ilustrasi tersebut tidak ada hubungannya dengan pandemi Covid-19, dan tidak menyebut tahun 2022.
Gambar itu juga pernah dimuat oleh situs Plurale.net pada 16 Februari 2014 dalam artikelnya yang berjudul "'Singoletta', nenek moyang Segway yang dirancang pada 1962 oleh Walter Molino". Artikel tersebut pun menyatakan bahwa gambar itu merupakan gambar pada sampul belakang koran mingguan Italia, Domenica del Corriere, edisi 16 Desember 1962.
Menurut artikel itu, Walter Molino mengilustrasikan bahwa para pengemudi di masa depan bakal mengendarai semacam skuter roda empat, dan bersandar di dalamnya dengan posisi tegak. Kubah transparan setengah lingkaran, yang sisi sampingnya diberi jendela yang bisa dibuka, bakal menjadi pelindung pengemudi. Sebuah pintu dengan pegangan akan menjadi penutup kompartemen penumpang.
Gambar ini berkaitan dengan gambar dalam sampul depan Domenica del Corriere edisi 16 Desember 1962. Edisi tersebut memuat laporan tentang episode aneh yang terjadi di New York, yang padat menjelang Natal. Kisah ini diambil redaksi sebagai titik awal untuk membicarakan masa depan lalu lintas kota. Gambar dalam sampul depan memperlihatkan seorang pria yang melompat dari satu mobil ke mobil lainnya karena kemacetan lalu lintas.
Dilansir dari Futuro Esistito, ide kendaraan masa depan yang bernama Singoletta itu datang dari koresponden terkenal Cesare Armano. Hal tersebut diceritakan di halaman 6, 7, dan 36 Domenica del Corriere edisi 16 Desember 1962. Cesare Armano merupakan ahli masalah lalu lintas yang sejak Februari 1958 telah menulis untuk majalah informasi dan teknis Pirelli tentang hasil studi toksisitas udara di kota metropolitan.
Meskipun begitu, Cesare Armano sebenarnya hanyalah nama samaran dari seorang jurnalis, seperti yang terungkap dalam Buku Tahunan Pers Italia 1959. Jurnalis yang dimaksud adalah Franco Bandini, lahir pada 1921, koresponden Corriere della Sera dan surat kabar bergengsi lainnya. Singoletta bukanlah visi dari mereka yang telah meramalkan bahwa masyarakat akan membutuhkan skuter berpelindung. Sebaliknya, Singoletta adalah tawaran untuk memerangi kemacetan lalu lintas dan polusi.
Dilansir dari Italian Ways, Walter Molino (1915-1997) mulai bekerja untuk Domenica del Corriere pada 1941. Ia bekerja selama dua puluh lima tahun dengan koran mingguan yang diterbitkan oleh surat kabar harian Corriere della Sera pada 1899-1989. Publikasi ini sangat populer, dan mencapai puncak ketenarannya pada 1950-an dengan sirkulasi lebih dari satu juta eksemplar.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa lukisan tahun 1962 tersebut telah meramalkan kehidupan pada 2022 usai pandemi Covid-19, menyesatkan. Gambar itu dibuat oleh ilustrator Italia Walter Molino untuk sampul belakang koran mingguan Domenica del Corriere edisi 16 Desember 1962. Lukisan tersebut tidak terkait dengan ramalan akan pandemi Covid-19. Dalam gambar aslinya pun, tidak ada tulisan "Painting from 1962, called 'live in 2022'". Ilustrasi itu ingin menawarkan solusi untuk masalah lalu lintas di kota dengan menunjukkan mobil skuter mini yang bernama Singoletta.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://archive.fo/lkmOr
- https://www.tempo.co/tag/pandemi-covid-19
- https://bit.ly/3gfhQtO
- https://www.tempo.co/tag/mobil
- https://www.plurale.net/la-singoletta-la-nonna-del-segwaydisegnata-nel-1962-da-walter-molino/
- https://bit.ly/2Yg8WXa
- https://www.tempo.co/tag/italia
- https://bit.ly/31ds35R
- https://www.tempo.co/tag/skuter
(GFD-2020-4675) [SALAH] Rekrutmen PT Pertamina 20 Agustus 2020
Sumber: twitter.comTanggal publish: 20/08/2020
Berita
Melalui media sosial Twitter, akun @t3r0_ichida melaporkan adanya surat undangan panggilan wawancara kerja oleh PT Pertamina. Dalam surat dituliskan calon pegawai yang dipanggil harus menyetorkan sejumlah dana untuk akomodasi tour dan travel selama dua hari tes berlangsung.
Hasil Cek Fakta
Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina pun angkat bicara. Melalui media sosial resminya @pertamina menyatakan informasi tersebut adalah palsu alias hoaks. Pihak Pertamina mengimbau masyarakat untuk waspada dikarenakan adanya indikasi penipuan di dalamnya.
Berikut klarifikasi lengkap oleh PT Pertamina:
Hai Sobat
@t3r0_ichida
. Kami sampaikan terkait informasi e-mail yang diterima adalah indikasi penipuan yang mengatasnamakan Pertamina. Mohon dapat diabaikan dan berhati-hati. Terima kasih ? -Rahmat-
Berikut klarifikasi lengkap oleh PT Pertamina:
Hai Sobat
@t3r0_ichida
. Kami sampaikan terkait informasi e-mail yang diterima adalah indikasi penipuan yang mengatasnamakan Pertamina. Mohon dapat diabaikan dan berhati-hati. Terima kasih ? -Rahmat-
Kesimpulan
Informasi palsu. PT Pertamina tidak melakukan rekrutmen seperti halnya yang beredar. Masyarakat diimbau waspada, dan mengupdate segala informasi melalui website dan media sosial resmi PT Pertamina.
Rujukan
Halaman: 7176/7906



