(GFD-2020-5563) [SALAH] Penyanyi Drake Meninggal Dunia
Sumber: twitter.comTanggal publish: 17/11/2020
Berita
Pengguna Twitter 0rnis mengunggah sebuah hasil tangkapan layar (14/11) situs genius.com yang memberitakan kabar bahwa penyanyi Drake telah meninggal dunia. Unggahan tersebut juga disertai dengan tagar #RIPDrake.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, genius.com tidak pernah mengunggah berita bahwa Drake telah meninggal dunia. Lebih lanjut, baik perwakilan dari Drake maupun situs media terpercaya lainnya tidak pernah merilis pernyataan bahwa Drake telah meninggal dunia. Pihak Twitter juga telah memberi bantahan pada tagar #RIPDrake yang sempat menjadi tren Twitter di Amerika Serikat, bahwa Drake tidak meninggal dunia. Drake sendiri masih aktif di media sosial Instagram miliknya, champagnepapi, dan sempat mengunggah sebuah Instagram story pada 15 November 2020 waktu setempat.
Informasi dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs Snopes dengan judul artikel ‘No, Drake is Not Dead’ dan mengategorikannya sebagai false.
Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh Pengguna Twitter 0rnis dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.
Informasi dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs Snopes dengan judul artikel ‘No, Drake is Not Dead’ dan mengategorikannya sebagai false.
Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh Pengguna Twitter 0rnis dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.
Rujukan
(GFD-2020-8379) Tuduhan Covid-19 Hanya Konspirasi karena Hasil Tes Positif pada Pepaya dan Kambing di Tanzania Tidak Terbukti
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 17/11/2020
Berita
KLAIM
Klaim bahwa "hasil tes positif Covid-19 pada pepaya dan kambing di Tanzania menunjukkan penyakit tersebut hanyalah konspirasi" beredar di Facebook. Klaim itu terdapat dalam unggahan akun M Ulum pada 15 November 2020. Akun tersebut membagikan gambar yang memuat foto Presiden Tanzania John Magufuli.
Dalam gambar itu, terdapat pula teks yang berbunyi, "Presiden Tanzania, John Magufuli, sengaja mengimpor test kit yang disediakan WHO untuk menguji keabsahan alat tersebut. Hasilnya, buah pepaya, kambing, hingga oli dinyatakan positif corona!” Akun M Ulum pun menulis, "Waduh kalau begini semua bisa terinfeksi virus corona dong, corona sebenarnya konspirasi atau beneran?”
Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 1.700 reaksi dan 434 komentar serta dibagikan sebanyak 95 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook M Ulum.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo membandingkannya dengan pemberitaan media asing yang kredibel. Dikutip dari kantor berita Reuters, pada 3 Mei 2020, Presiden Tanzania John Magufuli memang menyatakan bahwa alat tes Covid-19 yang diimpor oleh negaranya mengalami kesalahan teknis karena mendeteksi kambing dan pepaya positif Covid-19.
Pernyataan itu disampaikan Magufuli dalam sebuah acara di Chato, barat laut Tanzania. Magufuli telah menginstruksikan pasukan keamanan Tanzania untuk memeriksa kualitas alat tes. Secara acak, mereka mengumpulkan beberapa sampel non-manusia, termasuk pepaya, kambing, dan domba, namun ditulis dengan nama dan usia manusia.
Sampel-sampel ini kemudian dikirim ke laboratorium Tanzania untuk diuji Covid-19. Teknisi laboratorium tidak mengetahui asal-usul sampel tersebut. Sampel dari pepaya dan kambing kemudian dinyatakan positif Covid-19, dan hal ini dikaitkan dengan adanya kemungkinan beberapa orang yang dikonfirmasi positif padahal tidak terinfeksi virus Corona.
Sehari setelah menyatakan hal itu, Magufuli melakukan skorsing terhadap kepala laboratorium kesehatan nasional yang bertanggung jawab atas pengujian Covid-19, seperti dilansir dari Al Jazeera. Magufuli mencurigai adanya “permainan kotor” di laboratorium dan memerintahkan penyelidikan dengan membentuk tim yang beranggotakan 10 orang pada 4 Mei 2020.
Masalahnya, Magufuli tidak terbuka mengenai merek dan asal alat tes Covid-19 tersebut diimpor. Al Jazeera menulis bahwa pemerintahan Magufuli konsisten meremehkan virus Corona. Dia banyak menerima kritik karena sebelumnya merahasiakan pandemi Covid-19 dan meminta rakyat Tanzania berdoa untuk menyingkirkan virus Corona.
Pihak oposisi di Tanzania menuduh pemerintahan Magufuli menyembunyikan informasi dan gagal menangani penyakit itu dengan serius. Sekolah dan universitas telah ditutup, tapi pasar, halte bus, dan toko ramai seperti biasanya. Bahkan, Magufuli mendesak warga untuk terus bekerja keras dan tetap pergi ke gereja atau masjid.
Tanzania mengumumkan kasus Covid-19 pertamanya pada 16 Maret 2020, dan telah mencatatkan 480 kasus serta 16 kematian pada awal Mei 2020. Infeksi dan kematian Covid-19 yang dilaporkan di seluruh Afrika memang relatif rendah dibandingkan dengan di Amerika Serikat atau sebagian Asia dan Eropa. Tapi Afrika juga memiliki tingkat pengujian yang sangat rendah, hanya sekitar 500 tes per satu juta orang.
Hasil Investigasi
Dilansir dari kantor berita Xinhua, hasil investigasi terhadap laboratorium kesehatan nasional Tanzania dipublikasikan pada 24 Mei 2020. Menurut menteri kesehatan setempat, Ummy Mwalimu, hasil penyelidikan menunjukkan beberapa kekurangan, termasuk mesin yang rusak untuk menguji sampel Covid-19.
Kekurangan lain yang diidentifikasi oleh tim penyelidikan antara lain adalah kurangnya pengawasan teknis untuk pengujian sampel Covid-19, buruknya kualitas hasil tes Covid-19, dan jeleknya penyimpanan sampel yang diuji untuk tes Covid-19. Tim juga mengungkap laboratorium yang didirikan pada 1968 itu kekurangan tenaga profesional di bidang bioteknologi dan biologi molekuler.
Menindaklanjuti temuan itu, Kementerian Kesehatan Tanzania memindahkan pengujian sampel Covid-19 ke laboratorium kesehatan nasional yang baru, yang selesai dibangun pada Mei 2020. Laboratorium yang dilengkapi dengan fasilitas berteknologi tinggi ini berada di kawasan Mabibo, Dar es Salaam.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "hasil tes positif Covid-19 pada pepaya dan kambing di Tanzania menunjukkan penyakit tersebut hanyalah konspirasi" tidak terbukti. Pertama, tidak ada informasi bahwa alat tes yang digunakan di Tanzania tersebut diimpor dari WHO mengingat, sebagai organisasi kesehatan di bawah PBB, mereka tidak menangani penjualan alat tes Covid-19. Kedua, hasil penyelidikan tim Kementerian Kesehatan Tanzania menemukan kerusakan pada mesin tes Covid-19, kurangnya pengawasan teknis untuk pengujian sampel Covid-19, buruknya kualitas hasil tes Covid-19, dan jeleknya penyimpanan sampel yang diuji untuk tes Covid-19 di laboratorium kesehatan nasional mereka yang dibangun pada 1968. Faktor-faktor ini mempengaruhi hasil positif Covid-19 pada pepaya dan kambing.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://archive.is/C0uxd
- https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-tanzania-idUSKBN22F0KF
- https://www.tempo.co/tag/tanzania
- https://www.aljazeera.com/news/2020/5/3/tanzania-president-questions-coronavirus-kits-after-animal-test
- https://www.tempo.co/tag/corona
- http://www.xinhuanet.com/english/2020-05/24/c_139082096.htm
- https://www.tempo.co/tag/tes-covid-19
(GFD-2020-5564) [SALAH] Masjid di Jerman Diteror Surat Kebencian Anti Islam pada 6 November 2020
Sumber: artikelTanggal publish: 17/11/2020
Berita
Diketahui website dengan nama UMMA mengunggah sebuah artikel berjudul “Masjid di Jerman diteror surat kebencian anti islam”, dalam artikel tersebut tercantum tanggal diterima surat yakni 6 November 2020.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, berita tersebut pernah diunggah pada laman Artikel Buletin Islami dengan Judul “Serangan perang salib di masjid Jerman” pada 2 oktober 2018, dalam narasinya dinyatakan bahwa Masjid Nadhir Kahraman digambari simbol swastika dan pesan rasis pada dindingnya di malam hari.
Berdasarkan penjelasan dan referensi yang ditemukan, postingan laman UMMA dengan judul Masjid di Jerman diteror Surat Anti Islam adalah salah dan termasuk dalam konten yang menyesatkan.
Berdasarkan penjelasan dan referensi yang ditemukan, postingan laman UMMA dengan judul Masjid di Jerman diteror Surat Anti Islam adalah salah dan termasuk dalam konten yang menyesatkan.
Rujukan
(GFD-2020-8380) Tidak Benar Ini Foto-foto Helikopter Jatuh di Perkebunan Tomohon Sulawesi Utara
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 17/11/2020
Berita
Foto-foto yang memperlihatkan bangkai helikopter yang jatuh di sebuah perbukitan beredar di Facebook. Menurut klaim yang menyertai foto-foto itu, helikopter tersebut mengalami kecelakaan di perkebunan sekitar Tomohon, Sulawesi Utara.
Akun yang membagikan foto-foto beserta klaim itu adalah akun Aldrian Rambitan, tepatnya pada 6 November 2020. Akun ini menulis, “Kecelakan hely di perkebunan d tomohon.” Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan 64 reaksi serta dibagikan lebih dari 200 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Aldrian Rambitan.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, helikopter yang jatuh di perbukitan dalam foto-foto tersebut bukan berada Tomohon, Sulawesi Utara, melainkan di Portugal. Kecelakaan helikopter ini telah terjadi beberapa bulan yang lalu, yakni pada 31 Mei 2020.
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tempo menelusuri jejak digital foto-foto tersebut denganreverse image toolSource, Google, Yandex, dan Bing. Salah satu foto pernah dimuat dalam artikel situs Proyecto Cinco pada 3 September 2020.
Menurut laporan Proyecto Cinco, ketika itu, beredar isu yang menyebut telah terjadi kecelakaan helikopter di kawasan hutan La Malinche, Meksiko. Warga yang khawatir pun melapor ke nomor darurat 911. Sejumlah perusahaan keamanan kemudian dikerahkan untuk mendatangi lokasi yang diduga sebagai titik jatuhnya helikopter. Namun, informasi itu ternyata palsu.
Foto-foto yang identik juga pernah dimuat dalam artikel di situs milik saluran berita televisi kabel Portugal, TVI 24, pada 31 Mei 2020. Artikel itu berjudul “Helikopter Pemadam Kebakaran Jatuh di Gois”. Gois merupakan sebuah kota di distrik Coimbra, Portugal.
Selain foto, dalam artikel tersebut, diunggah pula video yang memperlihatkan reporter yang sedang melaporkan kecelakaan helikopter tersebut dari lokasi kejadian. Menurut laporan TVI 24, helikopter itu jatuh di daerah yang sulit diakses di wilayah Aigra Velha, Gois, dalam kegiatan pelatihan saat bersiap untuk mengambil air.
Dilansir dari surat kabar harian Portugal, Jornal de Noticias (JN), helikopter tersebut jatuh pada 31 Mei 2020 sekitar pukul 17.20 waktu setempat di daerah pegunungan dalam kegiatan pelatihan pemadaman kebakaran. Helikopter jatuh sesaat setelah lepas landas. Dua pengemudi helikopter itu mengalami luka ringan. Mereka pun dibawa ke Rumah Sakit Coimbra.
Menurut otoritas Portugal, helikopter itu milik perusahaan swasta Helibravo, yang biasanya bekerja sama dengan pemerintah dalam memadamkan kebakaran. "Itu adalah manuver untuk mengumpulkan air di dalam tangki, untuk melatih pilot, yang menyebabkan dua orang terluka ringan," kata komandan pemadam kebakaran Gois, Fernando Goncalves.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto-foto di atas adalah foto-foto helikopter jatuh di perkebunan Tomohon, Sulawesi Utara, keliru. Kecelakaan helikopter dalam foto-foto itu terjadi di Gois, Portugal, pada 31 Mei 2020. Helikopter tersebut jatuh saat para awak sedang berlatih untuk misi pemadaman kebakaran.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/helikopter
- https://archive.vn/DjtVX
- https://www.tempo.co/tag/tomohon
- https://bit.ly/3kDrUPQ
- https://tvi24.iol.pt/sociedade/31-05-2020/helicoptero-de-combate-a-incendios-cai-em-gois
- https://www.tempo.co/tag/kecelakaan-helikopter
- https://bit.ly/38MCbH3
- https://www.tempo.co/tag/helikopter-jatuh
Halaman: 7174/8116



