“Pertarungan Calon Presiden RI 2024 mendatang Mengerucut tinggal dua Nama.
Capres no 1.
Habib Rizieq Shihab-Abdul Somad.
Capres No 2.
Gangjar Pranowo-Sandal Jepit Amoh.
Anda berhak menentukan Pilihan Demokrasi diajang Pilpres mendatang. Karena Suara anda menentukan Perjalanan dan Arah Bangsa ini.
Falsafah Jawa : Ibarat Telor ingin tahu #DadarE, ibarat Keris ingin tahu Ajine, Ibarat Buah ingin tahu RasanE.
#Monggo..,” tulis akun Facebook Adib Widodo atau @adib.widodo.9 dengan mengunggah foto tokoh FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) yang disandingkan dengan Ustadz Abdul Somad dengan diberi nomor 1 dan foto Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo yang disandingkan dengan sandal japit dan diberi nomor 2 pada Jumat (14/8).
(GFD-2020-4716) [SALAH] Pertarungan Pilpres 2024 Mengerucut Dua Pasang Calon
Sumber: facebook.comTanggal publish: 26/08/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Adib Widodo atau @adib.widodo.9 mengunggah foto tokoh FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) yang disandingkan dengan Ustadz Abdul Somad (UAS) dengan diberi nomor 1 dan foto Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo yang disandingkan dengan sandal japit dan diberi nomor 2 pada Jumat (14/8).
Dalam unggahan tersebut dituliskan narasi yang intinya mengatakan bahwa pada pemilihan presiden (pilpres) 2024 nanti telah mengerucut dua pasang calon presiden dan wakil presiden. Pasangan calon pertama yakni HRS yang berpasangan dengan UAS dan pasangan calon kedua yakni Gubernur Ganjar dengan sandal japit.
Setelah menelusuri melalui mesin pencari, faktanya unggahan akun Facebook Adib Widodo adalah salah atau keliru.
Dengan mengetikan kalimat “pilpres 2024 mengerucut dua nama” tidak ditemukan berita dari media daring seperti yang dimaksudkan oleh unggahan akun Facebook Adib Widodo. Diketahui juga Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mengumumkan jadwal pilpres 2024 dan menetapkan pasangan calon yang akan berkompetisi di pilpres. Begitu juga partai politik, mereka belum memutuskan bakal calon yang diusung pada pilpres 2024.
Ada pun, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan HRS dan UAS punya peluang untuk maju pilpres 2024, namun tak hanya mereka tetapi juga elit-elit lainnya. “Para tokoh, baik yang di parpol ataupun ormas punya peluang maju di Pilpres 2024. Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad seperti juga para ketua parpol, para menteri dan utamanya para kepala daerah yang sukses punya peluang maju Pilpres 2024,” katanya.
Dengan begitu, unggahan akun Facebook Adib Widodo yang menyatakan bahwa ada dua pasang calon yang mengerucut pada pilpres 2024, menurut kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft dapat disebut sebagai konten yang menyesatkan dengan definisi penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu.
Dalam unggahan tersebut dituliskan narasi yang intinya mengatakan bahwa pada pemilihan presiden (pilpres) 2024 nanti telah mengerucut dua pasang calon presiden dan wakil presiden. Pasangan calon pertama yakni HRS yang berpasangan dengan UAS dan pasangan calon kedua yakni Gubernur Ganjar dengan sandal japit.
Setelah menelusuri melalui mesin pencari, faktanya unggahan akun Facebook Adib Widodo adalah salah atau keliru.
Dengan mengetikan kalimat “pilpres 2024 mengerucut dua nama” tidak ditemukan berita dari media daring seperti yang dimaksudkan oleh unggahan akun Facebook Adib Widodo. Diketahui juga Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mengumumkan jadwal pilpres 2024 dan menetapkan pasangan calon yang akan berkompetisi di pilpres. Begitu juga partai politik, mereka belum memutuskan bakal calon yang diusung pada pilpres 2024.
Ada pun, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan HRS dan UAS punya peluang untuk maju pilpres 2024, namun tak hanya mereka tetapi juga elit-elit lainnya. “Para tokoh, baik yang di parpol ataupun ormas punya peluang maju di Pilpres 2024. Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad seperti juga para ketua parpol, para menteri dan utamanya para kepala daerah yang sukses punya peluang maju Pilpres 2024,” katanya.
Dengan begitu, unggahan akun Facebook Adib Widodo yang menyatakan bahwa ada dua pasang calon yang mengerucut pada pilpres 2024, menurut kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft dapat disebut sebagai konten yang menyesatkan dengan definisi penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu.
Kesimpulan
Unggahan akun Facebook Adib Widodo adalah salah. KPU belum menentukan jadwal pilpres 2024 dan menetapkan pasangan calon. Partai politik pun diketahui belum memutuskan bakal calon yang akan diusung mereka.
Rujukan
(GFD-2020-4717) [SALAH] Foto Jokowi dan Ahok di Panti Rehabilitasi Gangguan Mental
Sumber: facebook.comTanggal publish: 26/08/2020
Berita
Beredar status dari akun Facebook You Siy Ung dengan sebuah foto Jokowi dan Ahok berada pada tempat yang bertuliskan “PANTI REHABILITASI GANGGUAN MENTAL”. Status ini telah dikomentari sebanyak 4 kali.
Berikut kutipan narasinya:
“Masalah di NKRI ini,saling Caci,Toleransi antar umat beragama hilang,itu terjadi semenjak munculnya 2 iblis ini”
Berikut kutipan narasinya:
“Masalah di NKRI ini,saling Caci,Toleransi antar umat beragama hilang,itu terjadi semenjak munculnya 2 iblis ini”
Hasil Cek Fakta
Setelah melakukan penelurusan terhadap foto tersebut menuju sebuah artikel berita dari tribunnews.com yang berjudulkan “Mereka Yang Terbuang Dari Keluarga” yang dipublikasikan pada 22 April 2013. Pada artikel tersebut dijabarkan tentang penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, Ceger, Ciracas, Jakarta Timur yang terbuang dari keluarganya.
Kesimpulan
Melihat dari penjelasan tersebut, foto Jokowi dan Ahok di panti rehabilitasi gangguan mental adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Dimanipulasi/Manipulated Content.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/08/26/salah-foto-jokowi-dan-ahok-di-panti-rehabilitasi-gangguan-mental/
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/5b2XR0dK-foto-jokowi-dan-ahok-gunakan-daster-di-panti-rehabilitasi-gangguan-mental
- https://www.tribunnews.com/metropolitan/2013/04/22/mereka-yang-terbuang-dari-keluarga
(GFD-2020-4718) [SALAH] Nyawa Presiden Jokowi Terancam
Sumber: facebook.comTanggal publish: 26/08/2020
Berita
Sebuah akun Facebook bernama Tokoh Nasional Indonesia mengunggah foto yang memperlihatkan ketika Presiden Jokowi sedang memimpin upacara 17 Agustus lalu menggunakan baju adat khas Nusa Tenggara Timur. Di depan presiden terdapat benda yang diklaim sebagai senjata yang mengarah padanya.
Berikut kutipan narasinya:
“NYAWA PRESIDEN JOKOWI TERANCAM
Saat menjadi komandan upacara 17 Agustus 2020 kemarin, sepucuk moncong senjata mengarah ke perut beliau. Untung senjata tersebut tidak sempat menyalak atau mendadak macet, akibat kesaktian Jokowi. Begitu kata sumber yang tidak mau disebut jatidirinya.
Masih diusut siapa yang memasang benda tersebut!
🤭
#Jokowi”
Berikut kutipan narasinya:
“NYAWA PRESIDEN JOKOWI TERANCAM
Saat menjadi komandan upacara 17 Agustus 2020 kemarin, sepucuk moncong senjata mengarah ke perut beliau. Untung senjata tersebut tidak sempat menyalak atau mendadak macet, akibat kesaktian Jokowi. Begitu kata sumber yang tidak mau disebut jatidirinya.
Masih diusut siapa yang memasang benda tersebut!
🤭
#Jokowi”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan pencarian gambar di Google Search Image, foto tersebut dimuat pada laman www.presidenri.go.id yang menampilkan baju-baju yang dipakai presiden beserta jajarannya. Seperti narasi yang terlampir di laman tersebut. “Presiden Joko Widodo mengenakan busana adat dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kain tenun Berantai Kaif Nunkolo pada saat memimpin upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020 di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 17 Agustus 2020.
Sementara itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak mengenakan busana nasional dan sejumlah pejabat yang hadir dan bertugas dalam rangkaian upacara juga mengenakan busana adat yang berbeda-beda. Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang mengenakan busana adat Teluk Belangga dari Kepulauan Riau.”
Ada pun benda yang diklaim senjata tersebut merupakan ujung mimbar yang nampak moncong ke arah presiden.
Sementara itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak mengenakan busana nasional dan sejumlah pejabat yang hadir dan bertugas dalam rangkaian upacara juga mengenakan busana adat yang berbeda-beda. Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang mengenakan busana adat Teluk Belangga dari Kepulauan Riau.”
Ada pun benda yang diklaim senjata tersebut merupakan ujung mimbar yang nampak moncong ke arah presiden.
Kesimpulan
Benda yang mengarah pada Presiden Jokowi saat memimpin upacara 17 Agustus lalu bukan senjata, melainkan ujung mimbar yang difoto berhadapan dengan presiden.
Rujukan
(GFD-2020-8241) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Burj Khalifa Nyalakan Lampu Bendera Israel Sebagai Tanda Perdamaian?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 25/08/2020
Berita
Foto menara Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yang menyalakan lampu dengan gambar bendera Israel beredar di media sosial. Dinyalakannya lampu bergambar bendera Israel itu diklaim sebagai simbol era baru dalam sejarah perdamaian Timur Tengah.
Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh grup Indonesian Crusaders, yakni pada 15 Agustus 2020. Akun ini pun menulis, “Bendera ISRAEL di Burj Khalifa Dubai, United Arab Emirates (UAE). Era Baru dalam Sejarah Perdamaian Timur Tengah telah dimulai."
Di Twitter, klaim serupa dibagikan oleh sejumlah akun yang berasal dari luar Indonesia. Akun Mark Kennedy misalnya, membagikan foto Burj Khalifa dengan lampu bergambar bendera Israel tersebut dengan narasi, “Israeli Flag displayed on the Burj Khalifa in Dubai, UAE.”
Gambar tangkapan layar unggahan grup Facebook Indonesian Crusaders.
Apa benar Burj Khalifa menyalakan lampu bergambar bendera Israel sebagai tanda perdamaian?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, menara Burj Khalifa tidak pernah menyalakan lampu bergambar bendera Israel. Foto yang beredar di media sosial, yang memperlihatkan Burj Khalifa tengah menyalakan lampu bergambar bendera Israel, adalah hasil suntingan.
Untuk memverifikasi foto tersebut, Tempo mula-mula menelusuri apakah akun Twitter resmi Burj Khalifa, @BurjKhalifa, pernah mencuit tentang Israel. Pencarian ini dilakukan dengan fitur Twitteradvanced search, dengan memasukkan kata kunci “Israel”. Hasilnya, ditemukan bahwa akun Burj Khalifa tidak pernah mengunggah sesuatu tentang Israel.
Lewat akun tersebut, Burj Khalifa selalu mengabarkan ketika mereka menyalakan lampu dengan gambar bendera negara tertentu. Pada 17 Agustus 2020 misalnya, bertepatan dengan HUT ke-75 Indonesia, akun Burj Khalifa mengunggah video pendek saat mereka menyalakan lampu berwarna bendera Merah-Putih. Hal yang sama juga dilakukan saat Burj Khalifa menyalakan lampu bendera Afganistan, India, Pakistan, Singapura, Lebanon, Mesir, Kolombia, dan sebagainya.
Tempo pun menggunakan reverse image tool Bing untuk menelusuri jejak digital foto yang memperlihatkan Burj Khalifa tengah menyalakan lampu bergambar bendera Israel tersebut. Lewat cara ini, ditemukan bahwa foto yang identik pernah dipublikasikan oleh blog Our Healthy Lifestyle pada 2019 dalam artikelnya yang berjudul "Best 12 Things To Do In Dubai".
Blog itu memberikan keterangan terhadap foto Burj Khalifa yang diambil pada malam hari itu sebagai berikut: “At 2,722 ft (829.8 m) high, Burj Khalifa is the tallest skyscraper in the world. It’s a major tourist attraction. Next to Burj Khalifa is a spectacular Dubai Fountain, a dancing fountain that shoots water as high as 500 feet (150 m).”
Terdapat enam kesamaan antara foto yang dimuat oleh blog Our Healthy Lifestyle dengan foto yang beredar di media sosial.
Foto yang diklaim sebagai foto saat Burj Khalifa menyalakan lampu bergambar bendera Israel (kiri) dan foto yang dimuat oleh blog Our Healthy Lifestyle pada 2019 (kanan).
Perjanjian Israel-UEA
Foto Burj Khalifa dengan lampu bergambar bendera Israel itu beredar setelah, pada pekan kedua Agustus 2020, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Israel dan Uni Emirat Arab telah mencapai kesepakatan untuk menormalkan hubungan. Dilansir dari BBC, Israel telah sepakat menangguhkan rencana kontroversialnya untuk kembali mencaplok wilayah Tepi Barat yang masih diduduki Palestina.
Hingga saat ini, Israel belum memiliki hubungan diplomatik dengan negara-negara Teluk Arab. Tapi kekhawatiran bersama terhadap Iran telah memicu terjadinya kontak tidak resmi di antara mereka.
Trump menyebut kesepakatan antara Perdana Menteri Israel Netanyahu dan Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan itu sebagai momen yang benar-benar bersejarah. Ini merupakan kesepakatan damai ketiga antara Israel dan negara Arab sejak deklarasi kemerdekaan Israel pada 1948, setelah Mesir dan Yordania.
"Sekarang es telah pecah. Saya berharap lebih banyak negara Arab dan muslim yang mengikuti Uni Emirat Arab," kata Trump, seraya mengatakan bahwa akan ada upacara penandatanganan di Gedung Putih dalam beberapa pekan mendatang.
Para pemimpin Palestina dilaporkan terkejut atas kesepakatan itu. Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa kesepakatan itu sama halnya dengan "pengkhianatan", dan Duta Besar Palestina untuk UEA bakal ditarik kembali.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa menara Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab, menyalakan lampu bergambar bendera Israel, keliru. Foto Burj Khalifa dengan gambar bendera Israel itu merupakan hasil suntingan. Foto yang identik dengan enam kesamaan ditemukan dalam artikel di blog Our Healthy Lifestyle pada 2019. Dalam foto di blog tersebut, Burj Khalifa tidak menyalakan lampu bergambar bendera Israel.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/israel
- https://archive.fo/7z33E
- https://www.tempo.co/tag/burj-khalifa
- https://tryourhealthylifestyle.blogspot.com/2019/10/best-12-things-to-do-in-dubai.html
- https://www.bbc.com/news/world-middle-east-53770859
- https://www.tempo.co/tag/palestina
- https://www.tempo.co/tag/uni-emirat-arab
Halaman: 7168/7907




