(GFD-2020-4721) [SALAH] “INNALILLAHI; Kabar Duka Dari Ustaz Yusuf, Semoga Husnul Hotima”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 27/08/2020
Berita
Beredar informasi melalui pesan berantai Whatsapp yang bersumber dari sebuah blog dengan klaim “INNALILLAHI; Kabar Duka Dari Ustaz Yusuf, Semoga Husnul Hotima”, beserta cover Ustaz Yusuf Mansur. Kabar tersebut rupanya cukup mengejutkan masyarakat dan juga awak media.
Hasil Cek Fakta
Menanggapi hal tersebut, Yusuf Mansur melalui Instagram resminya @yusufmansurnew mengabarkan dirinya dalam kondisi sehat. Berikut klarifikasi yang dituturkan oleh Yusuf Mansur:
“Hehehe. Panjang umur. Aamiin. Semua juga panjang umur… al Faatihah…”
“Hehehe. Panjang umur. Aamiin. Semua juga panjang umur… al Faatihah…”
Kesimpulan
Informasi palsu. Yusuf Mansur melalui media sosial Instagram resminya mengklarifikasi perihal kabar bohong tersebut, dan menyatakan dirinya dalam kondisi sehat.
Rujukan
(GFD-2020-4722) [SALAH] Foto Kebobrokan Indonesia yang Harus Ditutupi
Sumber: twitter.comTanggal publish: 27/08/2020
Berita
Akun Twitter 477U811 (@8R1774NS) mengunggah cuitan berupa narasi dengan disertai foto beberapa siswa sedang belajar di suatu tempat dengan keadaan yang memprihatinkan pada 26 Agustus 2020. Cuitan tersebut telah mendapatkan respon sebanyak 59 likes dan 29 retweets serta komentar.
Berikut kutipan narasinya:
"Hari kemerdekaan telah berlalu
Ada yg merayakan dng suka cita
Begitu jg pemerintah pusat meski hany seremonial tahunan biar di anggap Indonesia msh merdeka
Selogan Indonesia maju brsama dzancuk hrus terus dipoles
Kebobrokan hrus di tutupi
Yg vokal bungkam
Pada kenyataannya?🤔"
Berikut kutipan narasinya:
"Hari kemerdekaan telah berlalu
Ada yg merayakan dng suka cita
Begitu jg pemerintah pusat meski hany seremonial tahunan biar di anggap Indonesia msh merdeka
Selogan Indonesia maju brsama dzancuk hrus terus dipoles
Kebobrokan hrus di tutupi
Yg vokal bungkam
Pada kenyataannya?🤔"
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto pada cuitan tersebut bukan berlokasi di Indonesia. Foto serupa dengan sudut pengambilan gambar yang berbeda ditemukan pada dua buah artikel yang berasal dari portal berita Kamboja, Post Khmer. Artikel pertama yang menggunakan foto tersebut berjudul "Anak-anak Kita, Anak-anak Mereka" ditulis oleh Thou Veasna dari Provinsi Ratanakiri dan dipublikasikan pada 26 Maret 2015. Pada artikel tersebut, disebutkan bahwa foto tersebut diambil saat kegiatan belajar di sebuah desa dan dipaparkan opini mengenai kondisi pendidikan di Kamboja.
Sedangkan artikel kedua dengan foto yang sama merupakan berita dengan judul "Pemerintah Memberikan Beasiswa kepada Siswa Miskin dari Kelas 1 sampai 12" yang dipublikasikan pada 3 April 2015. Pada berita tersebut, disebutkan berdasarkan Surat Keputusan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, diputuskan untuk memberikan beasiswa kepada siswa miskin dari tingkat 1 sampai tingkat 12 dengan besar nominal yang berbeda mulai tahun ajaran 2014-2015 sampai seterusnya. Menteri Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kamboja Hang Chuon Naron mengatakan, sebelumnya beasiswa terbatas untuk siswa kelas satu dan nantinya, beasiswa akan difokuskan pada siswa miskin dan berprestasi.
“Beasiswa membantu siswa sekolah dasar untuk belajar secara konsisten, tidak lagi meninggalkan jalan tengah, membantu meningkatkan kehidupan siswa miskin, dan juga akan mengurangi putus sekolah untuk mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Sebagai tambahan, ditemukan sebuah artikel dengan foto yang sama pada situs Migrant Today yang dipublikasikan pada 18 Agustus 2015 dengan judul "Cambodian schools: poverty is not a reason not to study". Pada artikel itu, disebutkan bahwa anak-anak di Kamboja sering diberikan berbagai keperluan sekolah karena di sebuah negara miskin, orangtua tidak bisa selalu mencari nafkah untuk membelikan anak-anaknya kebutuhan sekolah.
Sedangkan artikel kedua dengan foto yang sama merupakan berita dengan judul "Pemerintah Memberikan Beasiswa kepada Siswa Miskin dari Kelas 1 sampai 12" yang dipublikasikan pada 3 April 2015. Pada berita tersebut, disebutkan berdasarkan Surat Keputusan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, diputuskan untuk memberikan beasiswa kepada siswa miskin dari tingkat 1 sampai tingkat 12 dengan besar nominal yang berbeda mulai tahun ajaran 2014-2015 sampai seterusnya. Menteri Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kamboja Hang Chuon Naron mengatakan, sebelumnya beasiswa terbatas untuk siswa kelas satu dan nantinya, beasiswa akan difokuskan pada siswa miskin dan berprestasi.
“Beasiswa membantu siswa sekolah dasar untuk belajar secara konsisten, tidak lagi meninggalkan jalan tengah, membantu meningkatkan kehidupan siswa miskin, dan juga akan mengurangi putus sekolah untuk mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Sebagai tambahan, ditemukan sebuah artikel dengan foto yang sama pada situs Migrant Today yang dipublikasikan pada 18 Agustus 2015 dengan judul "Cambodian schools: poverty is not a reason not to study". Pada artikel itu, disebutkan bahwa anak-anak di Kamboja sering diberikan berbagai keperluan sekolah karena di sebuah negara miskin, orangtua tidak bisa selalu mencari nafkah untuk membelikan anak-anaknya kebutuhan sekolah.
Kesimpulan
Narasi dengan foto yang salah. Faktanya, foto tersebut merupakan foto kegiatan belajar di sebuah desa di Kamboja.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/08/27/salah-foto-kebobrokan-indonesia-yang-harus-ditutupi/
- https://www.postkhmer.com/%E1%9E%9C%E1%9E%B7%E1%9E%97%E1%9E%B6%E1%9E%82%E1%9E%9F%E1%9E%84%E1%9F%92%E1%9E%82%E1%9E%98/%E1%9E%80%E1%9E%BC%E1%9E%93%E1%9E%99%E1%9E%BE%E1%9E%84%E1%9E%80%E1%9E%BC%E1%9E%93%E1%9E%82%E1%9F%81
- https://www.postkhmer.com/%E1%9E%96%E1%9F%90%E1%9E%8F%E1%9F%8C%E1%9E%98%E1%9E%B6%E1%9E%93%E1%9E%87%E1%9E%B6%E1%9E%8F%E1%9E%B7/%E1%9E%9A%E1%9E%8A%E1%9F%92%E1%9E%8B%E1%9E%B6%E1%9E%97%E1%9E%B7%E1%9E%94%E1%9E%B6%E1%9E%9B%E1%9E%93%E1%9E%B9%E1%9E%84%E1%9E%95%E1%9F%92%E1%9E%8F%E1%9E%9B%E1%9F%8B%E1%9E%A2%E1%9E%B6%E1%9E%A0%E1%9E%B6%E1%9E%9A%E1%9E%BC%E1%9E%94%E1%9E%80%E1%9E%9A%E1%9E%8E%E1%9F%8D%E1%9E%8A%E1%9E%9B%E1%9F%8B%E1%9E%9F%E1%9E%B7%E1%9E%9F%E1%9F%92%E1%9E%9F%E1%9E%80%E1%9F%92%E1%9E%9A%E1%9E%B8%E1%9E%80%E1%9F%92%E1%9E%9A%E1%9E%96%E1%9E%B8%E1%9E%90%E1%9F%92%E1%9E%93%E1%9E%B6%E1%9E%80%E1%9F%8B%E1%9E%91%E1%9E%B8%E1%9F%A1%E1%9E%8A%E1%9E%9B%E1%9F%8B%E1%9E%90%E1%9F%92%E1%9E%93%E1%9E%B6%E1%9E%80%E1%9F%8B%E1%9E%91%E1%9E%B8%E1%9F%A1%E1%9F%A2
- https://www.migrant.today/kambodzha-bednost-ne-prichina-chtoby-ne/
(GFD-2020-8244) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Pesawat N250 BJ Habibie yang Jatuh di Tol Banyumanik Semarang?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 26/08/2020
Berita
Video yang memperlihatkan pesawat N250 yang berada di bawah pintu tol beredar di media sosial. Menurut pria yang suaranya terekam dalam video itu, pesawat karya mantan Presiden RI BJ Habibie tersebut jatuh di gerbang tol Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.
"Telah terjadi pesawat jatuh di tol Banyumanik, salah jalur. Ini pilotnyasekolahenembak, SIM-e,dadinemasuk ke pintu tol. Waduh, kasian pengendara mobil lainnya ini," demikian narasi yang dilontarkan oleh pria yang merekam video tersebut.
Di YouTube, video itu diunggah salah satunya oleh kanal Alimil Hakim Ahmad pada 21 Agustus 2020. Video berdurasi 21 detik ini diberi judul "Gerbang tol//. dijalan tol banyumanik semarang". Hingga artikel ini dimuat, video itu telah ditonton lebih dari 1.300 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan kanal YouTube Alimil Hakim Ahmad.
Apa benar pesawat N250 dalam video tersebut jatuh di tol Banyumanik, Semarang?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula memasukkan kata kunci “pesawat di tol Banyumanik” dalam kolom pencarian YouTube. Hasilnya, ditemukan banyak video yang memperlihatkan pesawat N250 yang berada di gerbang tol tersebut. Namun, pesawat itu bukan pesawat jatuh.
Kanal KompasTV, pada 20 Agustus 2020, pernah mengunggah video pesawat yang berada di gerbang tol itu dengan judul “Lebarnya Badan Pesawat, Truk Pengangkut N-250 Kesulitan Keluar dari Gerbang Tol”.
Dalam keterangannya, disebutkan bahwa truk pengangkut komponen pesawat N250 yang akan dipindahkan ke Museum Pusat Dirgantara Mandala, Yogyakarta, sempat mengalami kesulitan saat keluar dari gerbang Tol Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.
Lebarnya badan pesawat diduga menjadi penyebab truk mengalami kesulitan saat melewati gardu tol pada 20 Agustus 2020. Akhirnya, truk berhasil keluar dari gerbang tol setelah melalui lajur yang lebih lebar.
Dilansir dari Kompas.com, pesawat N250 Gatot Kaca karya mantan Presiden RI BJ Habibie itu memang akan menjadi koleksi Museum Pusat Dirgantara Mandala, Yogyakarta. Pemindahan komponen pesawat bercat putih-biru dan bergambar tokoh wayang Gatot Kaca itu dilakukan melalui jalur darat dengan truk.
Dalam perjalanan dari Bandung menuju Yogyakarta, truk yang mengangkut komponen pesawat N250 Gatot Kaca sempat melintas di tol Semarang-Solo, tepatnya di ruas tol Banyumanik Colomadu pada 20 Agustus 2020 malam. Namun, truk itu mengalami kendala lantaran badan pesawat tidak cukup melewati pintu tol tersebut.
Peristiwa ini ramai dibicarakan warganet. Selain disebut jatuh, ada warganet yang mengatakan bahwa pesawat N250 Gatot Kaca tersangkut di pintu tol Banyumanik. PT Trans Marga Jawa Tengah, pengelola tol Semarang-Solo, pun meluruskan informasi tersebut. "Kami meluruskan tidak ada badan pesawat atau sayap yang menyangkut di gardu tol Banyumanik," kata Junior Spesialist Corporate Communications & Secretary PT TMJ Shintya Putranti Ika.
Shintya menjelaskan truk yang mengangkut pesawat itu tiba di gerbang tol Banyumanik sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, petugas PT TMJ dan Patroli Jalan Raya (PJR) Jawa Tengah telah mengarahkan truk tersebut untuk melintasi gardu 16 jalur A yang memiliki lebar 4,1 meter. Sementara lebar badan pesawat kurang lebih 4 meter setelah sayap dilepas.
"Untuk mengantisipasi risiko lain-lain, sebelum truk trailer pengangkut badan pesawat melintasi gardu tersebut, dilakukan ukur ulang dan ternyata ada space yang nantinya bisa menganggu ketika harus melintas di gardu 16 jalur A," ujarnya.
Karena itu, petugas PT TMJ memberikan solusi dengan memindahkan truk ke gardu 24 jalur B atau exit tol Banyumanik karena lebih lebar. Solusi ini pun dianggap lebih aman meskipun harus melawan arus. "Proses pada saat pindah jalur dilakukan dengan mundur karena panjangnya trailer," katanya.
Dilansir dari IDN Times, butuh waktu sekitar 2,5 jam agar bodi pesawat N250 Gatot Kaca itu bisa melintasi gerbang tol Banyumanik. Ketinggian maksimal gerbang tol Banyumanik, yakni 4,2 meter, membuat truk yang mengangkut pesawat itu perlu penyesuaian agar bisa melintas.
"Karena ukurannya besar, jadi sama teman-teman diarahkan untuk mundur ke gerbang yang lebar di sisi paling kanan gerbang tol (Banyumanik), karena lebih tinggi," kata Direktur Utama PT TMJ, David Wijayanto, saat dihubungi IDN Times pada 21 Agustus 2020.
Pesawat N250 Gatot Kaca ini dibawa dengan truk dari Depo Pemeliharaan (Depohar) 10 Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung. Pesawat karya BJ Habibie itu akan ditempatkan di Museum Pusat Dirgantara Mandala Lapangan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta.
Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Nomor 284/VIII/2020 pada 14 Agustus 2020 tentang Penugasan Penerimaan Hibah Pesawat Prototype Aircraft PA01 N-250 milik PT Dirgantara Indonesia (DI) ke Museum Pusat Dirgantara Mandala.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa pesawat N250 dalam video di atas adalah pesawat jatuh di tol Banyumanik, Semarang, keliru. Pesawat itu merupakan pesawat N-250 Gatot Kaca karya BJ Habibie yang, ketika diangkut dengan truk, sempat mengalami kesulitan untuk keluar dari gerbang tol Banyumanik lantaran badan pesawat tidak cukup melewati pintu tol tersebut. Pada 20 Agustus 2020 lalu, pesawat ini dipindahkan dari Depohar 10 Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung, ke Museum Pusat Dirgantara Mandala, Yogyakarta, dan melewati tol Semarang-Solo.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/bj-habibie
- http://archive.ph/WOokG
- https://www.tempo.co/tag/pesawat-jatuh
- https://www.youtube.com/watch?v=R50L3m1fxH4
- https://www.tempo.co/tag/kota-semarang
- https://bit.ly/34xgUif
- https://www.tempo.co/tag/tol
- https://www.idntimes.com/news/indonesia/dhana-kencana-1/begini-nasib-pesawat-n250-yang-sempat-nyangkut-di-gerbang-tol-semarang-nasional/3
- https://www.tempo.co/tag/habibie
(GFD-2020-8245) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ketua PBNU Said Aqil Jual Tanah Masjid di Malang ke Gereja?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 26/08/2020
Berita
Klaim bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU, Said Aqil Siradj, menjual tanah untuk masjid ke gereja beredar di media sosial. Menurut klaim itu, tanah tersebut merupakan tanah milik Haji Qosim yang berlokadi di Karangbesuki, Malang, Jawa Timur.
Klaim itu juga menyebut, awalnya, tanah milik Qosim ini ditawar oleh para misionaris dengan harga Rp 9 miliar. Di atas tanah itu, akan didirikan sebuah gereja. Namun, Qosim yang seorang muslim menolak tawaran itu. Beberapa saat kemudian, menurut klaim tersebut, Said Aqil yang ketika itu masih menjadi pengurus PBNU mendatangi Qosim dan menawar tanah tersebut.
Lewat percakapan telepon yang disaksikan oleh menantu Qosim, menurut klaim itu, Said Aqil meminta agar tanah tersebut dijual kepadanya seharga Rp 1,7 miliar untuk didirikanIslamic center. Qosim pun menyetujui tawaran itu. "Tak dinyana, setelah sepakat dengan SAS atas penjualan tanah tersebut, dan dibayarkan sebesar Rp 700 juta, tanah itu dijual kepada para misionaris. Sehingga, saat ini, telah berdiri di atas tanah tersebut gedung seminari milik misionaris Kristen."
Di Facebook, klaim tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Rahmad Rivai, yakni pada 24 Agustus 2020. Klaim ini disertai dengan tautan artikel di situs Bangsa Online pada 26 Desember 2016 yang berjudul “Keluarga Korban Penjualan Tanah ke Gereja Bicara, KH Lutfi Abdul Hadi: Said Aqil Kejam”.
Terdapat pula gambar tangkapan layar sebuah artikel yang tidak diketahui sumbernya yang dipublikasikan pada 28 Desember 2016. Artikel ini memuat foto headline koran Harian Bangsa dengan judul “KH Lutfi Abdul Hadi: Said Aqil Kejam, Sadis, Ayo Sumpah Li’an Kalau Berani”. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Rahmad Rivai telah dibagikan lebih dari 300 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Rahmad Rivai.
Apa benar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menjual tanah untuk masjid di Malang ke gereja?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri artikel yang dimuat oleh situs Bangsa Online yang tautannya terdapat dalam unggahan akun Rahmad Rivai. Lewat cara ini, ditemukan bahwa artikel tersebut telah dilaporkan ke Dewan Pers dan memperoleh hak jawab dari Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.
Di antara foto dan paragraf pertama artikel itu, terdapat keterangan yang berbunyi: "Berita ini telah diklarifikasi berdasarkan Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi Nomor 05/PPRDP/II/2017 yang diterbitkan Dewan Pers pada 28 Februari 2017. Berikut hak jawab dari KH Said Aqil Siradj."
Dalam hak jawabnya pada 21 Maret 2017, Said Aqil menyatakan bahwa dua artikel yang dimuat oleh Bangsa Online dan Harian Bangsa tentang keterlibatannya dalam penjualan tanah untuk gedung seminari di Malang tidak benar. "Pemberitaan Bangsaonline.com dan Harian Bangsa tentang jual-beli tanah di Malang yang dikaitkan dengan diri saya dapat dikualifikasi sebagai berita bohong dan fitnah," ujar Said Aqil dalam hak jawabnya.
Dua artikel yang dimaksud oleh Said Aqil adalah, pertama, dimuat pada 1 Agustus 2015 dengan judul "Merasa Tertipu Kiai Said Aqil, Janji Bangun Islamic Center, Ternyata Bangun Seminari", dan kedua, dipublikasikan pada 26-27 Desember 2016 dengan judul "Keluarga Korban Penjualan Tanah ke Gereja Bicara, KH Lutfi Abdul Hadi: Said Aqil Kejam".
Artikel pertama didasarkan pada wawancara dengan narasumber yang bernama Subaryo, yang merupakan Ketua Forum Independen Masyarakat Malang (FIMM). Namun, pada 23 Juli 2016, Subaryo telah membantah pernah membuat pernyataan tentang keterlibatan Said Aqil dalam penjualan tanah untuk gedung seminari di Malang. Dalam surat bantahannya, Subaryo juga menuturkan bahwa ia tidak pernah diwawancara oleh situs Bangsa Online maupun Harian Bangsa.
Pada 29 Desember 2016, terdapat pula klarifikasi oleh Denny Syaifullah selaku pembeli tanah milik Haji Qosim. Dalam surat pernyataannya pada 29 Desember 2016, dia menyatakan bahwa Said Aqil tidak ada kaitannya dengan proses jual-beli tanah di Malang tersebut.
Kemudian, pada 13 Januari 2017, Lutfi Abdul Hadi yang merupakan narasumber dalam artikel kedua di situs Bangsa Online pun membuat pernyataan tertulis bahwa apa yang disampaikannya mengenai Said Aqil berdasarkan testimoni yang tidak benar. Pernyataan ini pernah dimuat dalam artikel di situs resmi NU yang berjudul "Luthfi Abdul Hadi Akui Bersalah Kaitkan Kiai Said dengan Penjualan Tanah di Malang".
Menyusul pernyataan dan permohonan maaf dari Luthfi tersebut, pada 14 Januari 2017, situs Bangsa Online memuat berita dengan judul “Pencabutan Berita KH Lutfi Abdul Hadi dan Permohonan Maaf kepada KH Said Aqil Siraj”. "Meski berita itu dihasilkan lewat wawancara, tapi karena yang bersangkutan mencabut, maka Bangsaonline.com dan Harian Bangsa juga mencabut dan menganggap berita itu tak pernah ada."
Di bawah hak jawab Said Aqil Siradj pada 21 Maret 2017, situs Bangsa Online kembali memuat permohonan maafnya kepada Said Aqil karena dua artikelnya tersebut melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik. "Bersama ini, Bangsaonline.com mohon maaf sebesar-besarnya pada Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA. dan keluarga, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, masyarakat, pembaca, serta semua pihak yang dirugikan dengan pemberitaan tersebut."
Dilansir dari Okezone, pelaporan atas pemberitaan situs Bangsa Online dan Harian Bangsa ke Dewan Pers tersebut dilakukan pada 16 Januari 2017. Setelah digelar berbagai pemeriksaan, termasuk mediasi, pada akhir Februari 2017, Dewan Pers menyatakan bahwa situs Bangsa Online dan Harian Bangsa bersalah. Mereka pun diharuskan menayangkan hak jawab serta permintaan maaf kepada Said Aqil Siradj dan pembaca.
Sebagaimana tertuang dalam Surat Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi Nomor 05/PPRDP/II/2017 tertanggal 28 Februari 2017, situs Bangsa Online dan Harian Bangsa dinyatakan melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik perihal pemberitaan yang tidak uji informasi, tidak berimbang, dan memuat opini menghakimi.
“Ya betul. Dewan Pers sudah menjatuhkan keputusan. Itu setelah proses mediasi dan pemeriksaan perkara. Saya dan Pak Andi Najmi hadir mewakili KH Said Aqil,” kata Ketua PBNU Bidang Hukum Robikin Emhas pada 2 Maret 2017.
Robikin menjelaskan, kesimpulan Dewan Pers antara lain memuat tiga rekomendasi. Rekomendasi tersebut berupa kewajiban melayani hak jawab dari pengadu, melakukan permintaan maaf kepada pengadu dan masyarakat, serta memuat hak jawab dari pengadu di media tersebut. Robikin menambahkan, khusus untuk situs Bangsa Online, wajib memuat berita permintaan maaf kepada Said Aqil dan masyarakat selama tujuh hari berturut-turut.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj menjual tanah untuk masjid di Malang ke gereja, keliru. Narasumber dalam artikel yang memuat klaim itu telah membantah pernah membuat pernyataan tentang keterlibatan Said Aqil dalam penjualan tanah tersebut. Narasumber lainnya juga telah menyatakan bahwa apa yang disampaikannya mengenai Said Aqil berdasarkan testimoni yang tidak benar. Selain itu, oleh Dewan Pers, situs Bangsa Online dan Harian Bangsa yang memuat artikel tersebut telah dinyatakan melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik perihal pemberitaan yang tidak uji informasi, tidak berimbang, dan memuat opini menghakimi.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/said-aqil
- https://archive.ph/0cKPB
- https://www.bangsaonline.com/berita/29593/keluarga-korban-penjualan-tanah-ke-gereja-bicara-kh-lutfi-abdul-hadi-said-aqil-kejam
- https://www.bangsaonline.com/berita/32075/hak-jawab-said-aqil-siroj-dan-permintaan-maaf-bangsaonline-com-2
- https://www.dutaislam.com/2016/12/berita-kiai-said-makelar-tanah-di-malang-adalah-fitnah.html
- https://www.nu.or.id/post/read/74605/luthfi-abdul-hadi-akui-bersalah-kaitkan-kiai-said-dengan-penjualan-tanah-di-malang
- https://m.bangsaonline.com/berita/30104/%E2%80%8Bpencabutan-berita-kh-lutfi-abdul-hadi-dan-permohonan-maaf-kepada-kh-said-aqil-siraj?browsefrom=mobile
- https://www.tempo.co/tag/said-aqil-siradj
- https://nasional.okezone.com/read/2017/03/02/337/1632794/catat-fitnah-kh-said-aqil-siraj-media-ini-harus-tayangkan-permintaan-maaf-selama-7-hari
- https://www.tempo.co/tag/pbnu
- https://m.bangsaonline.com/berita/30104/%E2%80%8Bpencabutan-berita-kh-lutfi-abdul-hadi-dan-permohonan-maaf-kepada-kh-said-aqil-siraj?browsefrom=mobile
Halaman: 7166/7907



