• (GFD-2020-5283) [SALAH] Pesan Whatsapp Bupati Sargen Galang Dana untuk Pondok dan Panti

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 10/10/2020

    Berita

    Beredar pesan pada Whatsapp bahwa Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sedang menggalang donasi berupa uang untuk berbagai panti dan pondok. Pesan yang menggunakan foto profil gambar Bupati Sragen ini beredar pada Rabu (7/10/2020).

    Hasil Cek Fakta

    Bedasarakan penelusuran, pesan Whatsapp yang beredar ini sudah ada beberapa pengurus pondok yang mengonfirmasi kepada Bupati Sragen bahwa telah menerima pesan Whatsapp tersebut.

    Sekda Sragen, Tatag Prabawanto memastikan bahwa tidak pernah ada pesan Whatsapp dari bupati terkait penggalangan donasi untuk pondok maupun panti. Ia memastikan bahwa pesan hanya modus penipuan. Dilansir dari JOGLOSEMARNEWS.COM Yuni menegaskan pesan itu tidak benar.

    “Iya benar, foto dan nama saya dicatut oknum tak bertanggungjawab. Modusnya mengirim pesan ke WA seolah-olah bupati menggalang donasi untuk berbagai panti dan pondok. Kami pastikan bahwa itu tidak benar,” ujar Yuni.

    Ketika mendapat konfirmasi dari salah satu pengurus pondok perihal pesan Whatsapp atas nama bupati yang masuk ke Whatsapp, Yuni yang saat ini berstatus Calon Bupati (Cabup) Pilkada Sragen itu menyadari aksi pembajakan nama dan fotonya. Menanggapi hal tersebut ia kemudian menjawab bahwa pesan Whatsapp itu bukan dirinya dan diminta tidak usah mempercayai.

    Dengan demikian, pesan Whatsapp yang mengatas namakan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati tidak benar dan masuk ke dalam fabricated content/konten palsu.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5167) [SALAH] Akun Instagram Birds & Bees (@birdsnbeessbaby)

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 09/10/2020

    Berita

    Akun Instagram @birdsnbeessbaby menggunakan logo toko peralatan bayi Birds & Bees. Akun tersebut diikuti oleh 483 pengikut dan mengikuti 2.364 akun.

    Narasi pada profil akun tersebut:

    “birdsnbeesbaby
    🌎Indonesia's BEST Baby
    Mon-Fri 08.30-17.30
    📲Whatsapp : 081384422575
    api.whatsapp.com/send?phone=6281384422575&text=Hallo..Admin..BirdsNbees..S”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa akun tersebut bukan milik Birds & Bees. Adapun, pihak Birds & Bees sudah memberikan klarifikasinya di akunt @birdsnbeesbaby. Berikut kutipan klarifikasinya:

    […] “Hallo moms & dads!
    Tolong diperhatikan ya, dimasa pandemic saat ini sangat banyak penipuan terutama untuk transaksi belanja online.
    Terdapat beberapa fake account BIRDS&BEES .

    Salah satunya birdsnbeessbaby perhatikan perbedaannya dengan official account kami, di account tersebut melebihkan huruf S pada kalimat "BEESS" .

    Account tersebut juga memiliki transaksi via OVO dan CIMB mengatas namakan BIRDS&BEEES.
    .
    PERHATIAN!
    Transaksi Birds&Bees via online website dan whatsapp atau
    #shopfromhome dari toko atas nama rekening kami hanya
    PT. NANA TREND LESTARI .
    Kami tidak ada rekening atas nama BIRDS AND BEES. […]

    Kesimpulan

    Akun tersebut bukan milik Birds & Bees. Akun Instagram Birds & Bees asli bernama @birdsnbeesbaby.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5181) [SALAH] “Info valid dari org dlm Istana: LBP siap2 utk melarikan diri ke luar negeri, kemungkinan ke Cina”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/10/2020

    Berita

    Akun محمد ابیدن ارینی (fb.com/leonardo.ghagra) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar cuitan akun Twitter @hani_titik yang berisi narasi sebagai berikut:

    “”BREAKING NEWS*
    Info valid dari org dlm Istana: LBP siap2 utk melarikan diri ke luar negeri, kemungkinan ke Cina
    # diminta blokade semua pintu bandara n pelabuhan
    Info GWA”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa Luhut Binsar Pandjaitan siap-siap untuk melarikan diri ke luar negeri adalah klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, bukan melarikan diri. Rencana keberangkatan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebagai bagian dari Tim dari pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dijadwalkan berkunjung ke Tiongkok pada pertengahan Oktober 2020 untuk meninjau vaksin Covid-19.

    Dilansir dari Okezone.com, Tim dari pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dijadwalkan berkunjung ke Tiongkok pada pertengahan Oktober 2020 untuk meninjau vaksin Covid-19. Adapun tim dari pemerintah terdiri dari Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dan Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir.

    Sedangkan dari MUI terdiri dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) dan Komisi Fatwa. Mereka akan mengecek keamanan dari segi kesehatan dan kehalalan vaksin Covid-19.

    Dilansir dari Sindonews.com, Kunjungan Luhut dan tim ini, dalam rangka memastikan keamanan vaksin. Luhut dan tim ingin memastikan vaksin tersebut dijamin aman dari segala hal untuk rakyat Indonesia.

    Hal ini diungkapkan Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi. Pasalnya Luhut dan sejumlah pihak melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Jumat 2 Oktober 2020 lalu. Luhut melaporkan perkembangan terkait pengadaan vaksin.

    Masduki menegaskan kunjungan Luhut dan tim, termasuk pihak MUI untuk memverifikasi lebih lanjut. Dari proses verifikasi itu akan diketahui hal-hal yang menjadi keraguan atau pertanyaan sebelumnya. Antara lain soal halal atau tidak.

    Kesimpulan

    Bukan melarikan diri. Rencana keberangkatan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebagai bagian dari Tim dari pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dijadwalkan berkunjung ke Tiongkok pada pertengahan Oktober 2020 untuk meninjau vaksin Covid-19.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5182) [SALAH] Video “BANDUNG Hari Ini, Masyarakat Bandung Bersorak DPR GOBLOK”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/10/2020

    Berita

    Akun KAMI (fb.com/selamatkanbangsaindonesia) mengunggah sebuah video pada Selasa, 6 Oktober 2020 dengan narasi sebagai berikut:

    “BANDUNG Hari Ini, Masyarakat Bandung Bersorak DPR GOBLOK”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim adanya video aksi unjuk rasa masyarakat Bandung yang bersorak “DPR GOBLOK” pada 6 Oktober 2020 adalah klaim yang salah.

    Faktanya, bukan demo pada 6 Oktober 2020. Video itu adalah video aksi unjuk rasa pada September 2019. Tidak ada berkaitan dengan penolakan UU Cipta Kerja.

    Dilansir dari Medcom, video serupa ditemukan pada kanal Youtube Gaga Teeel melalui video berjudul “Mahasiswa yang orasi STM yg EKSEKUSI!”. Video itu dimuat pada pada 25 September 2019.

    Dikutip dari detikcom, di tengah aksi buruh menolak omnibus law UU Cipta Tenaga Kerja, video lama terkait demo bermunculan kembali. Polisi mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh viralnya video lama tersebut.

    “Banyak beredar video-video hoax, salah satunya video yang beredar padahal itu beberapa tahun lalu demo di depan gedung DPR,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus ketika dihubungi wartawan, Selasa (6/10/2020).

    Kesimpulan

    Bukan demo pada 6 Oktober 2020. Video itu adalah video aksi unjuk rasa pada September 2019. Tidak ada berkaitan dengan penolakan UU Cipta Kerja.

    Rujukan