(GFD-2020-5654) [SALAH] “KONDISI KRITIS IMAM BESAR POSITIVE KORONA”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/11/2020
Berita
“Semoga di segerakan…” unggah akun Facebook Utomo Mulyow Prayogo, Kamis (26/11/2020).
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Utomo Mulyow Prayoga mengunggah gambar tangkapan layar sebuah ambulan dan foto Rizieq Shihab yang sedang berbaring, pada gambar tersebut juga terdapat narasi bahwa Imam besar saat ini sedang dalam keadaan kritis karena terjangkit virus Corona, tangkapan layar tersebut diunggah pada Kamis (26/11/2020).
Dari hasil penelusuran foto ambulan dan Rizieq Shihab tersebut tidak ada kaitannya dengan kondisinya saat ini, foto ambulan tersebut pernah tayang pada artikel milik palu.tribunnews.com dengan judul “Pasien Positif Covid-19 Kabur dari Ambulans dan Berbaur dengan Massa Demo UU Cipta Kerja” yang tayang pada Rabu (21/09/2020), sedangkan foto Rizieq Shihab yang sedang berbaring pernah tayang pada artikel milik wartakota.tribunnews.com dengan judul “Habib Rizieq Dirawat di Rumah Sakit Ummi Bogor Sejak Selasa Siang” yang tayang pada, Selasa (06/12/2016).
Melalui penelusuran lebih lanjut, melansir detik.com, Habib Rizieq Syihab saat ini memang sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor. Direktur Utama RS UMMI Bogor Andi Tatat, mengatakan bahwa kondisi Habib Rizieq Shihab tidak mengarah keterjangkit virus Corona, melainkan lemas dan kecapekan.
“Jadi beliau (Habib Rizieq) ke sini, dari hasil screening di tim kami alhamdulillah, tidak mengarah ke COVID,” kata Direktur Utama RS UMMI Bogor, Andi Tatat, di RS UMMI Bogor, Jalan Empang II No. 2, Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (26/11/2020).
“Tidak (positif Corona). Negatif,” jawabnya saat kembali dikonfirmasi.
Saat ini, istri Habib Rizieq juga dirawat di rumah sakit tersebut. Pihak RS menyebut kondisi mereka tidak kritis, tapi tidak bisa dijenguk.
“Cuma memang dari beliau, dari keluarga, tidak menerima tamu siapa pun. Bahkan dari DPP FPI juga tidak diberi perkenankan masuk (menjenguk). Nggak ada, (Rizieq) nggak boleh (dijenguk),” imbuhnya.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa informasi dengan klaim Rizieq Shihab kritis karena positif Corona adalah salah dan masuk ke dalam kategori Konten yang Salah
Dari hasil penelusuran foto ambulan dan Rizieq Shihab tersebut tidak ada kaitannya dengan kondisinya saat ini, foto ambulan tersebut pernah tayang pada artikel milik palu.tribunnews.com dengan judul “Pasien Positif Covid-19 Kabur dari Ambulans dan Berbaur dengan Massa Demo UU Cipta Kerja” yang tayang pada Rabu (21/09/2020), sedangkan foto Rizieq Shihab yang sedang berbaring pernah tayang pada artikel milik wartakota.tribunnews.com dengan judul “Habib Rizieq Dirawat di Rumah Sakit Ummi Bogor Sejak Selasa Siang” yang tayang pada, Selasa (06/12/2016).
Melalui penelusuran lebih lanjut, melansir detik.com, Habib Rizieq Syihab saat ini memang sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor. Direktur Utama RS UMMI Bogor Andi Tatat, mengatakan bahwa kondisi Habib Rizieq Shihab tidak mengarah keterjangkit virus Corona, melainkan lemas dan kecapekan.
“Jadi beliau (Habib Rizieq) ke sini, dari hasil screening di tim kami alhamdulillah, tidak mengarah ke COVID,” kata Direktur Utama RS UMMI Bogor, Andi Tatat, di RS UMMI Bogor, Jalan Empang II No. 2, Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (26/11/2020).
“Tidak (positif Corona). Negatif,” jawabnya saat kembali dikonfirmasi.
Saat ini, istri Habib Rizieq juga dirawat di rumah sakit tersebut. Pihak RS menyebut kondisi mereka tidak kritis, tapi tidak bisa dijenguk.
“Cuma memang dari beliau, dari keluarga, tidak menerima tamu siapa pun. Bahkan dari DPP FPI juga tidak diberi perkenankan masuk (menjenguk). Nggak ada, (Rizieq) nggak boleh (dijenguk),” imbuhnya.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa informasi dengan klaim Rizieq Shihab kritis karena positif Corona adalah salah dan masuk ke dalam kategori Konten yang Salah
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Rizky Maulana (Universitas Bina Sarana Informatika).
Klaim tersebut tidak benar. Direktur Utama RS UMMI Bogor Andi Tatat mengatakan bahwa kondisi Habib Rizieq tidak mengarah ke terjangkit virus Corona melainkan hanya lemas dan kecapekan.
Klaim tersebut tidak benar. Direktur Utama RS UMMI Bogor Andi Tatat mengatakan bahwa kondisi Habib Rizieq tidak mengarah ke terjangkit virus Corona melainkan hanya lemas dan kecapekan.
Rujukan
- https://palu.tribunnews.com/2020/10/21/pasien-positif-covid-19-kabur-dari-ambulans-dan-berbaur-dengan-massa-demo-uu-cipta-kerja
- https://wartakota.tribunnews.com/2016/12/06/habib-rizieq-dirawat-di-rumah-sakit-ummi-bogor-sejak-selasa-siang
- https://news.detik.com/berita/d-5271261/rs-ummi-habib-rizieq-dirawat-di-president-suite-tak-mengarah-ke-covid
(GFD-2020-5655) [SALAH] Erdogan Tidak Mau Duduk Bersama Macron
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/11/2020
Berita
“Lope yuuu pak Erdogan…😍😍
Erdogan memang TOP dia memberi tahu (Macron) yang najis ini,
Izinkan saya pergi dengan Anda Merkel,
Saya tidak bisa duduk bersamanya ..”
Erdogan memang TOP dia memberi tahu (Macron) yang najis ini,
Izinkan saya pergi dengan Anda Merkel,
Saya tidak bisa duduk bersamanya ..”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Bang Biem Biem mengunggah sebuah potongan video berdurasi 0.08 detik yang memperlihatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tengah bersalaman dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin sedangkan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang berada di belakang Erdogan dihiraukan dan seolah-olah Erdogan ingin pergi dan tidak mau duduk bersama Macron. Postingan tersebut diunggah pada 27/11/2020 dan sudah mendapat 5 komentar dan 37 kali dibagikan oleh pengguna akun Facebook lain.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Erdogan tidak mau duduk bersama Macron adalah salah. Faktanya, potongan video itu adalah bagian dari video ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri konferensi pers di Istana Presiden Vahdettin setelah KTT Suriah di Istanbul, Turki pada 27 Oktober 2018 yang kemudian diakhiri dengan bergandengan tangan.
Video serupa juga pernah ditayangkan oleh akun resmi Youtube Ruptly sebuah situs berita yang berbasis di Berlin, Jerman dengan judul “LIVE: Erdogan, Putin, Macron, Merkel give statement following Syiria summit” tayang pada 27/10/2018.
Para pemimpin empat negara tersebut memberikan pernyataan pers bersama setelah pertemuan puncak untuk membahas situasi yang sedang berlangsung di Suriah. Konferensi tingkat tinggi ini digelar sehari setelah terbunuhnya tujuh warga sipil oleh pasukan pemerintah Suriah dalam pertempuran di barat laut provinsi Idlib. Menurut lembaga pemantau hak asasi manusia, jumlah korban itu tertinggi sejak gencatan senjata disepakati pada bulan lalu.
Dengan demikian, klaim Erdogan tidak mau duduk bersama Macron adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Erdogan tidak mau duduk bersama Macron adalah salah. Faktanya, potongan video itu adalah bagian dari video ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri konferensi pers di Istana Presiden Vahdettin setelah KTT Suriah di Istanbul, Turki pada 27 Oktober 2018 yang kemudian diakhiri dengan bergandengan tangan.
Video serupa juga pernah ditayangkan oleh akun resmi Youtube Ruptly sebuah situs berita yang berbasis di Berlin, Jerman dengan judul “LIVE: Erdogan, Putin, Macron, Merkel give statement following Syiria summit” tayang pada 27/10/2018.
Para pemimpin empat negara tersebut memberikan pernyataan pers bersama setelah pertemuan puncak untuk membahas situasi yang sedang berlangsung di Suriah. Konferensi tingkat tinggi ini digelar sehari setelah terbunuhnya tujuh warga sipil oleh pasukan pemerintah Suriah dalam pertempuran di barat laut provinsi Idlib. Menurut lembaga pemantau hak asasi manusia, jumlah korban itu tertinggi sejak gencatan senjata disepakati pada bulan lalu.
Dengan demikian, klaim Erdogan tidak mau duduk bersama Macron adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Klaim yang salah. Faktanya, potongan video itu adalah bagian dari video ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin ketika mengakhiri konferensi pers di Istana Presiden Vahdettin setelah KTT Suriah di Istanbul, Turki, 27 Oktober 2018 yang kemudian diakhiri dengan bergandengan tangan.
Klaim yang salah. Faktanya, potongan video itu adalah bagian dari video ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin ketika mengakhiri konferensi pers di Istana Presiden Vahdettin setelah KTT Suriah di Istanbul, Turki, 27 Oktober 2018 yang kemudian diakhiri dengan bergandengan tangan.
Rujukan
(GFD-2020-5625) [SALAH] Video Pesan Terakhir Bupati Situbondo Sebelum Meninggal Akibat Covid-19
Sumber: FacebookTanggal publish: 28/11/2020
Berita
Sebuah video yang diklaim sebagai pesan terakhir dari Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto viral di media sosial. Pesan itu diklaim dibuat Dadang Wigiarto sebelum meninggal dunia akibat virus corona covid-19.
Salah satu akun yang mengunggah klaim pesan terakhir Bupati Situbondo sebelum meninggal dunia akibat covid-19 adalah Hotspot Manado. Dia mengunggah video itu pada Jumat (27/11/2020) pagi.
Begini narasinya:
"Pesan Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto, S.H Sebelum Meninggal Dunia Akibat Covid 19".
Dalam video, orang yang diklaim sebagai Dadang Wigiarto mengatakan:
"Gaes, jaga kesehatan, jangan disepelekan tapi juga jangan takut. Ingat covid-19 itu ada
Aku wis 3 hari isolasi di RS. Jangan disepelekan, cuci tangan, pakai masker, rasane ora enak blas, sesek demam.
Tetap semangat, jaga kesehatan semuanya, GBU all"
Salah satu akun yang mengunggah klaim pesan terakhir Bupati Situbondo sebelum meninggal dunia akibat covid-19 adalah Hotspot Manado. Dia mengunggah video itu pada Jumat (27/11/2020) pagi.
Begini narasinya:
"Pesan Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto, S.H Sebelum Meninggal Dunia Akibat Covid 19".
Dalam video, orang yang diklaim sebagai Dadang Wigiarto mengatakan:
"Gaes, jaga kesehatan, jangan disepelekan tapi juga jangan takut. Ingat covid-19 itu ada
Aku wis 3 hari isolasi di RS. Jangan disepelekan, cuci tangan, pakai masker, rasane ora enak blas, sesek demam.
Tetap semangat, jaga kesehatan semuanya, GBU all"
Hasil Cek Fakta
Untuk menelusuri klaim tersebut, Cek Fakta Liputan6.com mencarinya dengan menggunakan CrowdTangle dengan kata kunci: 'hoaks'. Hasil penelusuran mengarahkan ke akun Facebook resmi pemerintah Kabupaten Situbondo.
Akun Facebook resmi pemerintah Kabupaten Situbondo itu membantah pria yang berada di video viral tersebut adalah Dadang Wigiarto. Begini bantahan mereka atas video viral tersebut:
"Telah beredar video dan caption yang menyatakan bahwa kabar diatas adalah Alm. Bapak Bupati Situbondo. Namun kami, Selaku Pemerintah Kabupaten Situbondo menyatakan bahwa info yang telah beredar bukan Alm. Bapak Bupati.
Info yang telah beredar tersebut adalah HOAX!, maka untuk seluruh masyarakat Situbondo kita harus tetap waspada terhadap info yang tidak benar, dan tetap selalu patuhi protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.
Stay safe untuk seluruh masyarakat Kabupaten Situbondo."
Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan bantahan serupa di Instagram Kabupaten Situbondo, @situbondokab. Akun Instagram itu ditemukan di Twitter Kabupaten Situbondo yang sudah memiliki centang biru atau terverifikasi.
Merujuk artikel di Liputan6.com dengan judul: "Bupati Situbondo Dadang Wigiarto Meninggal Dunia karena COVID-19", Dadang Wigiarto meninggal dunia akibat virus corona covid-19 di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, Kamis (26/11/2020) sore WIB.
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dinyatakan terpapar COVID-19 sejak 24 November 2020. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Situbondo Syaifullah mengatakan, Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Situbondo telah melakukan sterilisasi Pendopo Kabupaten dan ruang kantor Bupati Dadang di Pemkab Situbondo.
Akun Facebook resmi pemerintah Kabupaten Situbondo itu membantah pria yang berada di video viral tersebut adalah Dadang Wigiarto. Begini bantahan mereka atas video viral tersebut:
"Telah beredar video dan caption yang menyatakan bahwa kabar diatas adalah Alm. Bapak Bupati Situbondo. Namun kami, Selaku Pemerintah Kabupaten Situbondo menyatakan bahwa info yang telah beredar bukan Alm. Bapak Bupati.
Info yang telah beredar tersebut adalah HOAX!, maka untuk seluruh masyarakat Situbondo kita harus tetap waspada terhadap info yang tidak benar, dan tetap selalu patuhi protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.
Stay safe untuk seluruh masyarakat Kabupaten Situbondo."
Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan bantahan serupa di Instagram Kabupaten Situbondo, @situbondokab. Akun Instagram itu ditemukan di Twitter Kabupaten Situbondo yang sudah memiliki centang biru atau terverifikasi.
Merujuk artikel di Liputan6.com dengan judul: "Bupati Situbondo Dadang Wigiarto Meninggal Dunia karena COVID-19", Dadang Wigiarto meninggal dunia akibat virus corona covid-19 di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, Kamis (26/11/2020) sore WIB.
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dinyatakan terpapar COVID-19 sejak 24 November 2020. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Situbondo Syaifullah mengatakan, Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Situbondo telah melakukan sterilisasi Pendopo Kabupaten dan ruang kantor Bupati Dadang di Pemkab Situbondo.
Kesimpulan
Video yang mengklaim tentang pesan terakhir Bupati Situbondo sebelum meninggal dunia akibat virus corona covid-19 adalah hoaks karena pria dalam video bukan Dadang Wigiarto.
Rujukan
- https://www.facebook.com/situbondokabofficial/
- https://www.instagram.com/p/CIFNLmMJuTR/?utm_source=ig_embed
- https://surabaya.liputan6.com/read/4418790/bupati-situbondo-dadang-wigiarto-meninggal-dunia-karena-covid-19?source=search
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4419518/cek-fakta-benarkah-ini-pesan-terakhir-bupati-situbondo-sebelum-meninggal-akibat-covid-19-simak-buktinya
(GFD-2020-5636) [SALAH] Minum Air Panas, Susu Panas, Teh Panas dan Menghirup Uapnya Dapat Membunuh Virus Corona
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/11/2020
Berita
Do you know how Chinese successfully control this Coronavirus? Drink Hot water 6 times / day, Hot Milk and Hot Tea 4 times / day ~ That’s all
(narasi dalam video)
“…..Do you know how they controlled the virus? It was in this manner. The Chinese drink hot water six times a day. They also drink hot milk and tea four times daily. That’s not all, they inhale the steam as many times a day as possible. When you do this for four days, the coronavirus that’s within you slowly dies off and you cured on the fifth day when the whole world is searching for vaccine for COVID-19. This is how China succesfully control this virus….”
(Terjemahan)
Taukah kamu bagaimana China berhasil mengontrol virus corona? Minum air panas 6 kali sehari, susu panas, dan teh panas 4 kali sehari ~itu saja.
(narasi dalam video)
Taukah kamu bagaimana mereka mengontrol virus? Yakni dengan cara ini. Orang-orang China meminum air panas 6 kali sehari. Mereka juga minum susu panas dan teh panas 4 kali sehari. Itu saja, mereka juga menghirup uap air mendidih sebanyak mungkin dalam sehari. Jika kamu melakukan ini dalam sehari, virus corona yang ada di tubuhmu perlahan akan mati dan kamu akan sembuh di hari kelima ketika semua orang di dunia masih mencari vaksin untuk COVID-19. Inilah bagaimana China sukses untuk mengontrol virus.
(narasi dalam video)
“…..Do you know how they controlled the virus? It was in this manner. The Chinese drink hot water six times a day. They also drink hot milk and tea four times daily. That’s not all, they inhale the steam as many times a day as possible. When you do this for four days, the coronavirus that’s within you slowly dies off and you cured on the fifth day when the whole world is searching for vaccine for COVID-19. This is how China succesfully control this virus….”
(Terjemahan)
Taukah kamu bagaimana China berhasil mengontrol virus corona? Minum air panas 6 kali sehari, susu panas, dan teh panas 4 kali sehari ~itu saja.
(narasi dalam video)
Taukah kamu bagaimana mereka mengontrol virus? Yakni dengan cara ini. Orang-orang China meminum air panas 6 kali sehari. Mereka juga minum susu panas dan teh panas 4 kali sehari. Itu saja, mereka juga menghirup uap air mendidih sebanyak mungkin dalam sehari. Jika kamu melakukan ini dalam sehari, virus corona yang ada di tubuhmu perlahan akan mati dan kamu akan sembuh di hari kelima ketika semua orang di dunia masih mencari vaksin untuk COVID-19. Inilah bagaimana China sukses untuk mengontrol virus.
Hasil Cek Fakta
Sebuah video beredar di media sosial yang mengklaim bahwa minum minuman panas dan menghirup uap air mendidih dapat membunuh virus corona. Salah seorang yang menyebarkan video tersebut salah satunya dari akun Facebook bernama Cho Lay yang membuat postingan pada 20 Oktober 2020 dan mendapat likes sebanyak 4 kali.
Klaim tersebut tidak benar. Minuman panas dan menghirup uap air panas tidak bisa mematikan virus corona yang sudah terjangkit dalam tubuh.
Dikatakan langsung oleh Ahli Penyakit Dalam (Dokter Spesialis Paru) FKKMK UGM, dr. Sumardi, Sp.PD, KP., FINASIM., menyatakan bahwa virus corona tidak dapat mati meski kita minum air panas. Dokter Sumardi menambahkan, minum air panas tidak dapat menjangkau atau mematikan virus, karena corona mengendap di sel-sel tubuh.
“Jika virus masuk ke dalam tubuh maka suhu tubuh akan naik dengan sendirinya untuk menetralkan virus tersebut. Jadi tidak perlu minum atau mandi air panas karena akan mengganggu sistem tubuh,” jelas Sumardi.
Selain itu dengan minum air panas dapat membahayakan kesehatan seseorang seperti dapat melemahkan perut.
Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ron Eccles, pakar penyakit pernapasan di Universitas Cardiff di Inggris dan mantan direktur Common Cold Center, pada BBC bahwa minum air panas tidak dapat membunuh virus karena sampai saat ini tidak ada hasil penelitian yang membuktikannya.
Begitu pula dengan menghirup uap air panas juga tidak dapat mematikan virus dalam tubuh. Menurut Dr. Jason McKnight, Asisten Profesor Klinis di Departemen Perawatan Primer dan Population Health di Texas A&M University, mengatakan lewat email pada agensi berita AFP, bahwa menghirup uap air panas mungkin meredakan gejalanya saja, seperti batuk, hidung tersumbat, dan dada tersumbat, namun tidak sampai menyembuhkan infeksi virus corona.
Dokter McKnight juga menambahkan bahwa dengan menghirup uap air panas malah dapat membahayakan kesehatan lain seperti luka bakar pada wajah, mata, hingga saluran pernapasan.
Para dokter menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan minuman panas dan menghirup uapnya dapat mematikan virus corona dalam tubuh, pun WHO tidak pernah memberi imbauan pencegahan ataupun pengobatan dengan cara tersebut. Menurut para dokter dan ahli menyatakan cara yang efektif untuk mencegah diri dari infeksi virus corona adalah dengan mentaati protokol kesehatan secara ketat seperti sering cuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. Sehingga klaim video pada postingan akun Cho Lay adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN MENYESATKAN.
Klaim tersebut tidak benar. Minuman panas dan menghirup uap air panas tidak bisa mematikan virus corona yang sudah terjangkit dalam tubuh.
Dikatakan langsung oleh Ahli Penyakit Dalam (Dokter Spesialis Paru) FKKMK UGM, dr. Sumardi, Sp.PD, KP., FINASIM., menyatakan bahwa virus corona tidak dapat mati meski kita minum air panas. Dokter Sumardi menambahkan, minum air panas tidak dapat menjangkau atau mematikan virus, karena corona mengendap di sel-sel tubuh.
“Jika virus masuk ke dalam tubuh maka suhu tubuh akan naik dengan sendirinya untuk menetralkan virus tersebut. Jadi tidak perlu minum atau mandi air panas karena akan mengganggu sistem tubuh,” jelas Sumardi.
Selain itu dengan minum air panas dapat membahayakan kesehatan seseorang seperti dapat melemahkan perut.
Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ron Eccles, pakar penyakit pernapasan di Universitas Cardiff di Inggris dan mantan direktur Common Cold Center, pada BBC bahwa minum air panas tidak dapat membunuh virus karena sampai saat ini tidak ada hasil penelitian yang membuktikannya.
Begitu pula dengan menghirup uap air panas juga tidak dapat mematikan virus dalam tubuh. Menurut Dr. Jason McKnight, Asisten Profesor Klinis di Departemen Perawatan Primer dan Population Health di Texas A&M University, mengatakan lewat email pada agensi berita AFP, bahwa menghirup uap air panas mungkin meredakan gejalanya saja, seperti batuk, hidung tersumbat, dan dada tersumbat, namun tidak sampai menyembuhkan infeksi virus corona.
Dokter McKnight juga menambahkan bahwa dengan menghirup uap air panas malah dapat membahayakan kesehatan lain seperti luka bakar pada wajah, mata, hingga saluran pernapasan.
Para dokter menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan minuman panas dan menghirup uapnya dapat mematikan virus corona dalam tubuh, pun WHO tidak pernah memberi imbauan pencegahan ataupun pengobatan dengan cara tersebut. Menurut para dokter dan ahli menyatakan cara yang efektif untuk mencegah diri dari infeksi virus corona adalah dengan mentaati protokol kesehatan secara ketat seperti sering cuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. Sehingga klaim video pada postingan akun Cho Lay adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN MENYESATKAN.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).
Faktanya, minum minuman panas dan menghirup uapnya tidak dapat membunuh virus corona. Menurut WHO cara paling efektif agar tidak terjangkit virus corona adalah menerapkan secara ketat protokol kesehatan.
Faktanya, minum minuman panas dan menghirup uapnya tidak dapat membunuh virus corona. Menurut WHO cara paling efektif agar tidak terjangkit virus corona adalah menerapkan secara ketat protokol kesehatan.
Rujukan
Halaman: 6964/7929


