• (GFD-2020-8394) Keliru, Foto Kebakaran Pesantren Alquran di Liberia yang Tewaskan Puluhan Santri dan Guru

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 27/11/2020

    Berita


    KLAIM
    Foto yang memperlihatkan sebuah masjid yang terbakar hebat beredar di media sosial. Foto itu diklaim sebagai foto kebakaran sebuah pondok pesantren Alquran di Kota Monrovia, Liberia, yang menewaskan 26 santri dan dua guru.
    Foto itu terdapat dalam sebuah artikel di situs Viralnesia yang berjudul "nnalillahiwainnalillahirajiun! Pesantren Alquran Terbakar, 28 Santri & Guru Tewas Terpanggang". Artikel tersebut dimuat pada 4 September 2020. Menurut artikel itu, kebakaran tersebut terjadi pada 18 September 2019.
    Artikel ini pun banyak dibagikan di Facebook. Salah satu akun yang mengunggah tautan artikel tersebut adalah akun M Fahri, tepatnya pada 15 November 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun itu telah mendapatkan lebih dari 6.200 reaksi dan 363 komentar serta dibagikan 148 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook M Fahri.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto tersebut bukanlah foto kebakaran pondok pesantren Alquran di Kota Monrovia, Liberia, melainkan foto kebakaran Masjid Mardatillah di Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu, Bengkulu, pada 1 Agustus 2018.
    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tempo menelusuri foto tersebut denganreverse image toolYandex dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa masjid dalam foto itu identik dengan masjid dalam sebuah video di YouTube yang diunggah oleh kanal Pedoman Bengkulu pada 1 Agustus 2018.
    Dalam keterangannya, tertulis bahwa masjid yang terbakar itu merupakan Masjid Pasar Bengkulu. Kesamaan terletak pada bentuk dan warna masjid, bentuk dan warna bangunan di sebelah masjid, adanya sebuah tiang listrik di depan masjid, serta orang-orang di depan masjid yang menyaksikan kebakaran tersebut.
    Dilansir dari situs media lokal Bengkulu, Bengkulu Ekspress, pada 1 Agustus 2018, memang terjadi kebakaran di Masjid Mardhatillah, Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
    Kebakaran Pondok Pesantren Alquran di Liberia
    Dikutip dari The Washington Post, pada 18 September 2019, terjadi kebakaran di sebuah sekolah Alquran di Kota Monrovia, Liberia yang menewaskan sedikitnya 28 anak-anak. Menurut seorang juru bicara kepolisian, para siswa tengah tidur di asrama yang terhubung dengan masjid ketika masalah listrik diduga telah memicu kebakaran.
    Korban diperkirakan adalah anak laki-laki berusia 10-20 tahun yang sedang belajar Alquran di sekolah tersebut. “Doa saya untuk keluarga anak-anak yang meninggal tadi malam di Paynesville, Monrovia, akibat kebakaran mematikan yang melanda gedung sekolah mereka," kata Presiden Liberia George Weah dalam cuitannya di Twitter.
    Dilansir dari CNN, sehari setelah peristiwa kebakaran sekolah asrama di Monrovia tersebut, pemerintah Liberia mengumumkan Hari Berkabung Nasional. Menurut Sekretaris Pers Presiden Liberia, Isaac Solo Kelgbeh, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11 malam waktu setempat.
    Menurut pihak berwenang, api melalap pintu masuk utama gedung. Anak-anak yang tinggal di asrama sekolah itu, beberapa di antaranya berusia 10 tahun, pun tidak bisa melarikan diri karena tidak ada pintu darurat. Ada pula jeruji baja pengaman di jendela. Dalam kebakaran itu, dua guru juga tewas.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas adalah foto kebakaran pondok pesantren Alquran di Kota Monrovia, Liberia, yang menewaskan 26 santri dan dua guru, keliru. Kebakaran memang pernah terjadi di sebuah sekolah Alquran di Monrovia yang menewaskan sedikitnya 28 siswa, tepatnya pada 18 September 2019. Namun, masjid yang terbakar dalam foto tersebut adalah Masjid Mardatillah di Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu, Bengkulu, pada 1 Agustus 2018.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-5623) [SALAH] Rebusan Daun Pepaya Muda hingga Daun Belimbing Bisa Sembuhkan Tumor dalam 24 Jam

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 27/11/2020

    Berita

    Klaim mengonsumsi air rebusan daun pepaya muda, daun cermai muda, bayam merah, dan daun blimbing bisa menyembuhkan tumor dalam 24 jam. Klaim ini disebarkan akun Facebook Perbanyak Lah Berzikir pada 6 September 2019.

    Akun Facebook Perbanyak Lah Berzikir mengunggah narasi berisi tata cara membuat ramuan yang diklaim bisa menyembuhkan tumor dengan daun pepaya muda, daun cermai muda, bayam merah, dan daun belimbing.

    "resep racikan ramuan herbal untuk menyembuhkan penyakit tumor dalam 24 jam. Bahan :

    -½ pelepah daun pepaya muda.

    -½ genggam daun cermai muda.

    -½ genggam daun bayam merah.

    -½ genggam daun belimbing.

    -400 cc air masak.

    Langkah Bikin :

    -Cuci bersih semuanya bahan

    -Giling semua bahan hingga halus.

    -Rebus semua bahan dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc.

    -Peras serta ambil airnya.

    -Imbuhkan madu murni 3 sdm, aduk hingga rata.

    -Sajikan ramuan itu dalam 1 gelas untuk sekali minum.

    -Minum resep ini 3 kali satu hari ½ gelas.

    Demikian informasi ini mudah-mudahan bermanfaat serta berguna buat anda yang membutuhkan semoga resep ramuan ini penyakit tumor anda cepat sembuh..," tulis akun Facebook Perbanyak Lah Berzikir.

    Konten yang disebarkan akun Facebook Perbanyak Lah Berzikir telah 61 kali dibagikan dan mendapat 11 komentar warganet.

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim mengonsumsi air rebusan daun pepaya muda, daun cermai muda, bayam merah, dan daun belimbing bisa menyembuhkan tumor dalam 24 jam.

    Penelusuran dilakukan dengan menghubungi Guru Besar Ilmu Gizi FEMA Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Hardinsyah MS.

    Prof Hardinsyah mengatakan, belum ada bukti dan kajian klinis yang kuat bahwa mengonsumsi air rebusan daun pepaya muda, daun cermai muda, bayam merah, dan daun belimbing dapat menyembuhkan tumor dalam 24 jam.

    "Bukti-bukti kajian klinis yang kuat bahwa berbagai bahan diatas bisa mengobati atau menyembuhkan tumor apalagi dalam sekejap 24 jam," kata Prof Hardinsyah kepada Liputan6.com, Jumat (27/11/2020).

    Menurut Prof Hardinsyah, berbagai sayuran tersebut mengandung zat gizi dan senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan.

    "Bila dikonsumsi secara beragam dalam konteks gizi seimbang akan mengurangi risiko dari gangguan penyakit termasuk tumor," ucap Prof Hardinsyah.

    Kesimpulan

    Klaim mengonsumsi air rebusan daun pepaya muda, daun cermai muda, bayam merah, dan daun belimbing bisa menyembuhkan tumor dalam 24 jam ternyata tidak benar.

    Belum ada bukti ilmiah dan kajian klinis bahwa mengonsumsi air rebusan daun pepaya muda, daun cermai muda, bayam merah, dan daun belimbing bisa menyembuhkan tumor dalam 24 jam.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5624) [SALAH] Donald Trump Bikin Cuitan Twitter soal Meninggalnya Maradona

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 27/11/2020

    Berita

    Beredar di media sosial cuitan Presiden AS Donald Trump setelah Diego Maradona meninggal dunia. Cuitan itu ramai dibagikan sejak tengah pekan ini.

    Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama @karimq1955. Dia mengunggahnya di Twitter pada Jumat (27/11/2020).

    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar dari akun Twitter Donald Trump dengan narasi sebagai berikut:

    "Very sad to hear about the death of Maradona. A great person. Her music was wonderful. I remember listening to her albums in the early 1980's. Rest In Peace!"

    atau dalam Bahasa Indonesia

    "Sangat sedih mendengar tentang kematian Maradona. Orang yang hebat. Musiknya luar biasa. Saya ingat mendengarkan albumnya di awal 1980-an. Istirahat dalam Damai!"

    Selain itu akun tersebut juga menambahkan narasi, "Here Donald Trump tweet about Maradona death" atau "Ini tweet Donald Trum terkait kematian Maradona"

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri fakta dengan melihat akun Twitter Donald Trump, @realDonaldTrump yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.

    Di sana tidak terdapat postingan terkait kematian Maradona. Postingan Donald Trump dalam dua hari terakhir berisi soal Pilpres AS dan Hari Thanksgiving di AS.

    Selain itu menurut website Politwoops, proyek yang digagas Propublica yang menyimpan cuitan Twitter yang dihapus politisi tidak ada cuitan yang dihapus oleh Donald Trump belakangan ini.

    Kesimpulan

    Postingan yang berisi cuitan Donald Trump pada kematian Maradona adalah hoaks. Faktanya Donald Trump tak pernah membuat cuitan tersebut di Twitter.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5632) [SALAH] “DONATUR MUSLIM INDONESIA-ARAB SUMBANG UNTUK PASANG IKLAN BERBAYAR”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/11/2020

    Berita

    Donatur Muslim Indonesia + Arab Sumbang Untuk Pasang Iklan Berbayar.
    Reklame Sudah Ber-ijin dan Ber-pajak Mau Apa Lagi Jing

    By. Wira Permana 212

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Facebook bernama Ilham Karkun membagikan sebuah foto papan reklame yang berisi foto Habib Rizieq Shihab dengan penjelasan bahwa donator Muslim Indonesia-Arab Saudi menyumbang pemasangan iklan di reklame berbayar yang sudah mendapat ijin dan membayar pajak.

    Setelah ditelusuri, foto tersebut merupakan foto editan dari berita Jawa Pos yang berjudul “Dua Reklame Bahayakan Pengendara” yang ditulis pada 12 Februari 2020. Pada gambar aslinya, reklame tersebut masih kosong. Keterangan dalam foto tersebut menjelaskan bahwa reklame tersebut sudah lama rusak dan membahayakan para pengguna jalan.

    Berdasarkan seluruh referensi yang ada, “DONATUR MUSLIM INDONESIA-ARAB SUMBANG UNTUK PASANG IKLAN BERBAYAR” merupakan hoaks dengan kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Faktanya, foto tersebut merupakan editan dari sebuah foto papan reklame yang masih kosong.

    Rujukan