“📢📢📢📢📢📢📢📢
BREAKING NEWS!!!!!!!!!
Berita gempar Dunia : ITALY telah melakukan proses bedah mayat terhadap pasien Corona yg telah meninggal Dunia, yg mana di katakan seperti Wahyu Besar yg diterima seluruh manusia di Dunia ini.
Italy telah menjadi Negara Pertama di Dunia yg melakukan Bedah mayat COVID -19 & setelah penyelidikan menyeluruh dibuat, mendapati bahwa Covid-19 BUKAN Virus, tetapi suatu Rahasia yg sangat besar dibongkar, yg mana yg dikatakan virus itu adalah 1 Penipuan Global sangat besar. Yg terjadi sebenarnya, Penderita Covid-19 yg mati adalah di sebabkan oleh “Amplified Global 5G Electro magnetic Radiation (Poison)”.”
Covid 19 bukan virus
"Kementrian kesehatan italy"
Bedah mayat di Italy
Bedah mayat
Italy melakukan bedah mayat
Kementrian italia
Kementrian italy otopsi pasien covid
Corona italy
Itally melakukan bedah jenasah covid
Covid bakteri italy
Bedah italy
BREAKING NEWS...!!!
ITALY TELAH MENJADI NEGARA PERTAMA YANG MELAKUKAN BEDAH MAYAT COVID-19, YANG DIANGGAP MERUPAKAN WAHYU BESAR YANG DITERIMA OLEH SELURUH MANUSIA DI DUNIA
Berita gempar Dunia : ITALY telah melakukan proses bedah mayat terhadap pasien Corona yg telah meninggal Dunia, yg mana di katakan seperti Wahyu Besar yg diterima seluruh manusia di Dunia ini.
Italy telah menjadi Negara Pertama di Dunia yg melakukan Bedah mayat COVID -19 & setelah penyelidikan menyeluruh dibuat, mendapati bahwa Covid-19 BUKAN Virus, tetapi suatu Rahasia yg sangat besar dibongkar, yg mana yg dikatakan virus itu adalah 1 Penipuan Global sangat besar. Yg terjadi sebenarnya, Penderita Covid-19 yg mati adalah di sebabkan oleh "Amplified Global 5G Electro magnetic Radiation (Poison)".
Dokter di Italy nekat telah Melanggar Undang² WHO, yg mana WHO tidak membenarkan Autopsi (Postmortem) pd mayat orang yg telah mati akibat Virus Corona. Namun begitu, Pakar Pengobatan di Italy telah nekat melakukan Autopsi mayat penderita Covid- 19 untuk mengetahui apa sebab sebenarnya kematian setelah beberapa jenis penemuan Saientifik. Dapat dikatakan sepenuhnya bahwa itu bukan Virus, tetapi Bakteri. Yg menyebabkan kematian adalah Bakteri yg menyebabkan pembekuan darah terbentuk didalam pembuluh darah yaitu gumpalan darah diurat & saraf yg disebabkan oleh Bakteri ini & inilah yg menyebabkan kematian pada pasien.
Pakar pengobatan Italy telah mengalahkan Virus Covid-19 yg tersebar meluas di seluruh Dunia dengan menyatakan bahwa "tidak lain & tidak bukan puncak kematian pada pasien Covid-19 adalah Berpuncak pada pembekuan phelia-intra vaskular (trombosis) & cara menanganinya adalah dengan menyembuhkannya yaitu dengan mengambil Obat²an seperti tablet anti biotik, anti-radang & mengambil anti koagulan (aspirin) & ini dapat menyembuhkan pasien yg terkena Virus COVID-19".
Dengan penemuan ini, maka menunjukkan kepada seluruh Penduduk Dunia bahwa pengobatan bagi penyakit Covid-19 telah di temukan & berita sensasi ini dibagikan keseluruh Dunia. Penemuan ini telah disiapkan oleh Pakar & dokter dari Italy dengan cara Autopsi (Postmortem) mayat pasien Covid-19. Menurut beberapa Saientis Italy yg lain, Ventilator & ICU tidak pernah diperlukan. Protokol untuk ini kini telah dikeluarkan di Italy.
Terdapat pendapat umum mengatakan, bahwa China sebenarnya sudah mengetahui tentang penemuan ini tetapi tidak pernah membuat pengumuman terbuka kepada negara lain didunia.
Dengan penemuan ini, info ini dimohon untuk dibagikan kepada semua keluarga, tetangga, kenalan, kawan sekantor agar mereka dapat keluar dari ketakutan Covid-19 & memahami bahwa ini bukan Virus sama sekali tetapi hanya Bakteri yg terkena radiasi 5G & ini adalah berbahaya bagi orang yg mempunyai Immune yg sangat rendah. Juga menyebabkan radang & hipoksia. Mereka yg menjadi korban ini harus mengambil Asprin-100 mg & Apronix atau Paracetamol 650 mg.
Kenapa?, Kerena telah terbukti bahwa Covid-19 menyebabkan darah membeku yg menyebabkan Trombosis orang tsb & disebabkan oleh darah beku di vena & disebabkan oleh otak, jantung & paru² tidak dapat mendapat Oksigen kerena orang tersebut menjadi sukar bernafas & seseorang mati dg cepat kerena Sesak Nafas.
Dokter di Italy tidak mematuhi Protokol WHO & melakukan bedah mayat yg mati kerena Covid-19. Dokter membuka lengan, kaki & bagian tubuh yg lain & setelah memeriksa dengan betul, mereka melihat bahwa saluran darah melebar & vena penuh dengan Trombi yg bisa menghentikan darah mengalir, & juga mengurangi aliran Oksigen ke dlm badan yang menyebabkan pasien mati. Setelah mengetahui penyelidikan ini, Kementerian Kesehatan Italy segera mengubah Protokol Covid-19, & memberikan Aspirin 100 mg kepada pasien yg Positif, & memberi Empromax. Hasilnya, para pasien mulai pulih & kesehatan mereka mulai menunjukkan peningkatan yg baik. Kementerian Kesehatan Italy mengeluarkan lebih dari 14,000 pasien dlm 1 (satu) hari & mereka pulang ke rumah masing².
Sumber : Kementerian Kesehatan Italy
Aspirin 100 mg dan paracetamol 650 mg
Covid bukan virus
Bedah mayat di Italia
Covid bohong
Corona bohong
Covid19 tidak ada
Virus buatan
Corona virus buatan
Covid-19 BUKAN Virus
(GFD-2021-6344) [SALAH] “Covid-19 BUKAN Virus, Sumber : Kementerian Kesehatan Italy”
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 14/02/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
SUMBER mengedarkan narasi yang tidak berdasarkan fakta sehingga menyebabkan kesimpulan yang menyesatkan.
TIDAK ada pernyataan tersebut dari Pemerintah Italia, situs resmi Kementrian Kesehatan Italia:
“Tentang virus dan penyakitnya
Apa itu SARS-CoV-2? Apa itu COVID-19?
Sindrom pernapasan akut parah Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) adalah nama yang diberikan untuk virus corona 2019 yang baru.
* COVID-19 adalah nama yang diberikan untuk penyakit yang terkait dengan virus.
* SARS-CoV-2 adalah jenis baru virus korona yang sebelumnya belum teridentifikasi pada manusia.”
The Guardian: “Tidak ada bukti ilmiah bahwa teknologi mengancam kesehatan manusia, kata para ahli
5G aman, menurut badan internasional yang bertanggung jawab untuk menetapkan batas paparan radiasi, yang telah memperbarui pedoman penasehatnya untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun. …
Terlepas dari banyak bukti bahwa 5G, seperti standar seluler sebelumnya, aman untuk publik, komunitas besar yang skeptis khawatir hal itu akan menyebabkan – atau sudah menyebabkan – masalah kesehatan, termasuk, diduga, virus corona . Tidak ada bukti yang mendukung hubungan antara keduanya.”
PMC: “Abstrak
…
Akhirnya, kami berpendapat bahwa cara produktif untuk memahami apa yang terjadi dengan 5G adalah dengan melihat melampaui teori konspirasi ke serangkaian masalah yang lebih besar.Kami berpendapat bahwa pertarungan untuk mengontrol infrastruktur 5G dapat dipahami secara produktif dalam istilah geopolitik, sebagai bentuk tata negara ekonomi, yang sebagian menjelaskan mengapa pemerintah semakin khawatir untuk melawan kesalahan informasi dan disinformasi seputar 5G.”
TIDAK ada larangan dari WHO untuk mengautopsi, dokumen panduan untuk autopsi hingga pemakaman sudah tersedia:
“Otopsi, termasuk teknik dan pengendalian lingkungan
* Prosedur keamanan untuk orang meninggal yang terinfeksidengan COVID-19 harus konsisten dengan itu digunakan untuk otopsi orang yang telah meninggal penyakit pernapasan akut. Jika seseorang meninggal selama periode infeksi COVID-19, paru-paru dan organ lain mungkin masih mengandung virus hidup, dan perlindungan pernapasan tambahan diperlukan selama prosedur yang menimbulkan aerosol (misalnya prosedur yang menghasilkan aerosol partikel kecil, seperti penggunaan gergaji listrik atau pencucian usus);
* Jika ada tubuh yang diduga atau terkonfirmasi COVID-19 dipilih untuk otopsi, fasilitas perawatan kesehatan harus memastikan bahwa langkah-langkah keamanan tersedia untuk melindungi mereka yang melakukan otopsi; 4
* Lakukan otopsi di ruangan yang berventilasi memadai, yaitu setidaknya dengan ventilasi alami 160L / s / aliran udara pasien atau ruang tekanan negatif dengan setidaknya 12 perubahan udara per jam (ACH) dan arah aliran udara yang terkontrol saat menggunakan ventilasi mekanis; 5
* Hanya sedikit staf yang harus dilibatkandalam otopsi;
* APD yang sesuai harus tersedia, termasuk a scrub suit, gaun tahan cairan lengan panjang, sarung tangan (baik dua pasang atau satu pasang sarung tangan otopsi), dan pelindung wajah (lebih disukai) atau kacamata, dan sepatu bot. SEBUAH respirator partikulat (masker N95 atau FFP2 atau FFP3 atau padanannya) harus digunakan dalam kasusprosedur yang menghasilkan aerosol.
TIDAK ada pernyataan tersebut dari Pemerintah Italia, situs resmi Kementrian Kesehatan Italia:
“Tentang virus dan penyakitnya
Apa itu SARS-CoV-2? Apa itu COVID-19?
Sindrom pernapasan akut parah Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) adalah nama yang diberikan untuk virus corona 2019 yang baru.
* COVID-19 adalah nama yang diberikan untuk penyakit yang terkait dengan virus.
* SARS-CoV-2 adalah jenis baru virus korona yang sebelumnya belum teridentifikasi pada manusia.”
The Guardian: “Tidak ada bukti ilmiah bahwa teknologi mengancam kesehatan manusia, kata para ahli
5G aman, menurut badan internasional yang bertanggung jawab untuk menetapkan batas paparan radiasi, yang telah memperbarui pedoman penasehatnya untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun. …
Terlepas dari banyak bukti bahwa 5G, seperti standar seluler sebelumnya, aman untuk publik, komunitas besar yang skeptis khawatir hal itu akan menyebabkan – atau sudah menyebabkan – masalah kesehatan, termasuk, diduga, virus corona . Tidak ada bukti yang mendukung hubungan antara keduanya.”
PMC: “Abstrak
…
Akhirnya, kami berpendapat bahwa cara produktif untuk memahami apa yang terjadi dengan 5G adalah dengan melihat melampaui teori konspirasi ke serangkaian masalah yang lebih besar.Kami berpendapat bahwa pertarungan untuk mengontrol infrastruktur 5G dapat dipahami secara produktif dalam istilah geopolitik, sebagai bentuk tata negara ekonomi, yang sebagian menjelaskan mengapa pemerintah semakin khawatir untuk melawan kesalahan informasi dan disinformasi seputar 5G.”
TIDAK ada larangan dari WHO untuk mengautopsi, dokumen panduan untuk autopsi hingga pemakaman sudah tersedia:
“Otopsi, termasuk teknik dan pengendalian lingkungan
* Prosedur keamanan untuk orang meninggal yang terinfeksidengan COVID-19 harus konsisten dengan itu digunakan untuk otopsi orang yang telah meninggal penyakit pernapasan akut. Jika seseorang meninggal selama periode infeksi COVID-19, paru-paru dan organ lain mungkin masih mengandung virus hidup, dan perlindungan pernapasan tambahan diperlukan selama prosedur yang menimbulkan aerosol (misalnya prosedur yang menghasilkan aerosol partikel kecil, seperti penggunaan gergaji listrik atau pencucian usus);
* Jika ada tubuh yang diduga atau terkonfirmasi COVID-19 dipilih untuk otopsi, fasilitas perawatan kesehatan harus memastikan bahwa langkah-langkah keamanan tersedia untuk melindungi mereka yang melakukan otopsi; 4
* Lakukan otopsi di ruangan yang berventilasi memadai, yaitu setidaknya dengan ventilasi alami 160L / s / aliran udara pasien atau ruang tekanan negatif dengan setidaknya 12 perubahan udara per jam (ACH) dan arah aliran udara yang terkontrol saat menggunakan ventilasi mekanis; 5
* Hanya sedikit staf yang harus dilibatkandalam otopsi;
* APD yang sesuai harus tersedia, termasuk a scrub suit, gaun tahan cairan lengan panjang, sarung tangan (baik dua pasang atau satu pasang sarung tangan otopsi), dan pelindung wajah (lebih disukai) atau kacamata, dan sepatu bot. SEBUAH respirator partikulat (masker N95 atau FFP2 atau FFP3 atau padanannya) harus digunakan dalam kasusprosedur yang menghasilkan aerosol.
Kesimpulan
Daur ulang dengan modifikasi dari hoaks yang sudah pernah beredar sebelumnya. FAKTANYA, Kementrian Kesehatan Italia TIDAK pernah membuat pernyataan tersebut. Selain itu, klaim-klaim lainnya mengenai mati karena 5G, WHO melarang autopsi, trombosis, dan penggunaan antibiotik, adalah SALAH.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.”
- http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate),
- http://bit.ly/2rhTadC. [2] salute.gov.it: “Virus corona baru FAQ – Covid-19, pertanyaan dan jawaban”
- http://bit.ly/3jP4nfV (Google Translate) /
- http://bit.ly/3jQEe0m (arsip cadangan). [3] theguardian.com: “5G dipastikan aman oleh pengawas radiasi”
- http://bit.ly/3rPVxkO (Google Translate) /
- http://bit.ly/2ZhDzvs (arsip cadangan). [4] itu.int: “ITU: Tidak ada dasar ilmiah antara 5G dan COVID-19”
- http://bit.ly/3b8kAsq (Google Translate) /
- http://bit.ly/3pj9shM (arsip cadangan). [5] ncbi.nlm.nih.gov: “COVID-19, konspirasi 5G, dan masa depan infrastruktur”
- http://bit.ly/37bbolW (Google Translate) /
- http://bit.ly/3qjSW2n (arsip cadangan). – Pencegahan dan Pengendalian Infeksi untuk pengelolaan jenazah yang aman dalam konteks COVID-19.pdf (Google Translate)Download Infection Prevention and Control for the safe management of a dead body in the context of COVID-19.pdfDownload [6] who.int: “Infection Prevention and Control for the safe management of a dead body in the context of COVID-19”
- https://bit.ly/3rTklZ4 /
- https://archive.md/6iUu2 (arsip cadangan). [7] animalpolitico.com: “Tidak, COVID bukanlah trombosis yang harus diobati dengan antibiotik”
- http://bit.ly/3poozGp (Google Translate) /
- http://bit.ly/3u0uEMM (arsip cadangan). [8] turnbackhoax.id: “[EDUKASI] WHO: “Saran penyakit Coronavirus (COVID-19) untuk umum: membantah Mitos””
- http://bit.ly/2TMZRDa /
- https://archive.md/VUDw0 (arsip cadangan). [9] hopkinsmedicine.org: “Trombosis”
- http://bit.ly/3jRWzKf (Google Translate) /
- http://bit.ly/3dg2bN8 (arsip cadangan). [10] turnbackhoax.id: “[SALAH] “Italia mengalahkan COVID-19 “Koagulasi intravaskular diseminata” (Trombosis)””
- http://bit.ly/2M2TvuA /
- https://archive.md/oDehD (arsip cadangan). [11] turnbackhoax.id: “[SALAH] “Corona Virus adalah BOHONG. bukan dari Virus tapi dari Bakteri. semua ini diketahui oleh negara Itali””
- http://bit.ly/3f08Ysa /
- https://archive.md/tPI5I (arsip cadangan).
(GFD-2021-6338) [SALAH] Video “saya usia udah 25baru sadar kalo KTP ada chip GPS nya”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/02/2021
Berita
Akun Facebook Rifka Aini Putri (fb.com/rifka.aini.311) pada 12 Februari 2021 mengunggah sebuah video ke grup PINJAMAN KTA & APLIKASI PENGHASIL UANG GRATIS dengan narasi sebagai berikut:
“Coba deh cek KTP kalian di tempat gelap dan di senter seperti di video ini anjir saya usia udah 25baru sadar kalo KTP ada chip GPS nya”
Video itu memperlihatkan seseorang yang menemukan chip di dalam KTP elektronik miliknya. Terdapat beberapa tulisan sebagai berikut: “eh ternyata ada, pantes polisi tau keberadaan kita, baru tau njirrrr”
Ktp ada chipnya
Chip e-KTP
Chip e-KTP
Chip e-KTP
Chip ktp
Chip ktp
“Coba deh cek KTP kalian di tempat gelap dan di senter seperti di video ini anjir saya usia udah 25baru sadar kalo KTP ada chip GPS nya”
Video itu memperlihatkan seseorang yang menemukan chip di dalam KTP elektronik miliknya. Terdapat beberapa tulisan sebagai berikut: “eh ternyata ada, pantes polisi tau keberadaan kita, baru tau njirrrr”
Ktp ada chipnya
Chip e-KTP
Chip e-KTP
Chip e-KTP
Chip ktp
Chip ktp
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya chip GPS di KTP elektronik sehingga polisi tahu keberadaan kita adalah klaim yang salah.
Faktanya, bukan chip GPS. Chip yang tertanam di KTP itu berisi identitas diri, data biometrik dua sidik jari telunjuk, iris mata dan gambar tanda tangan penduduk. Dengan adanya chip tersebut menjadikan KTP elektronik sulit digandakan atau dipalsukan. Kemendagri meminta masyarakat untuk tidak membongkar chip itu.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan bahwa chip tersebut untuk menyimpan data penduduk di KTP elektronik bukan untuk menyadap atau melacak pergerakan warga.
“Tolong jangan dicopot chip ktp el-nya ya. Chip itu untuk menyimpan data seperti di ktp elektronik,” kata Zudan melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (13/2/2021).
Selain itu, Zudan meminta kepada masyarakat jika KTP elektronik mereka sudah tidak dipakai, disarankan untuk dikembalikan ke Dukcapil dan diganti dengan yang baru.
Meski berhasil mencopot chip tersebut, Zudan menyebutkan data yang ada di dalamnya tak bisa dibaca dengan mudah. Sebab, chip tersebut hanya bisa dibaca melalui card reader dan melalui perjanjian kerja sama dengan Dukcapil. Ia memastikan, chip pada KTP-el tidak bisa digunakan untuk menyadap dan melacak keberadaan pemiliknya.
Ketika ditanya apakah akan ditindakan secara hukum bila ada seseorang yang kembali merusak KTP elektroiknya, Zudan mengatakan pihaknya ingin mengedukasi masyarakat terlebih dahulu. Jika nantinya terbukti ada yang merusak KTP elektroniknya, maka pihak Dukcapil tidak akan memberikan KTP elektronik yang baru.
Sebelumnya, klaim yang mirip dengan klaim ini pernah beredar pada tahun 2020. Saat itu beredar klaim bahwa E KTP yang dibuat oleh China sudah dipasangi chip dan bisa merekam segala kegiatan serta menyadap pembicaraan.
Klaim ini sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul “[SALAH] E KTP Yang Diproduksi China Sudah Dipasang Chip Untuk Menyadap Pembicaraan” yang dimuat di situs turnbackhoax.id pada 2 September 2020.
Saat itu, Mantan Kepala Program Penelitian dan Perekayasa KTP-el BPPT, Gembong S Wibowanto, membantah isu tersebut. Ia menegaskan cip KTP-el tidak dapat merekam pembicaraan pemiliknya.
Dilansir dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), cip KTP-el merupakan kartu pintar mikroprosessor dengan kapasitas memori sebesar 8 kilo bytes. Di dalam cip itu, tersimpan biodata pemilik, tanda tangan, pas foto, dan 2 data sidik jari dengan kualitas terbaik saat dilakukan perekaman.
Dilansir dari tribunnews.com, Chip yang digunakan untuk eKTP di pasok dari perusahaan terkemuka dunia yaitu NXP (Belanda), STMicro (Perancis) dan Infinion (Jerman).
NXP adalah perusahaan penemu chip contactless yang sahamnya sekarang dimiliki oleh Qualcom (USA) Untuk bisa membaca chip ini, harus menggunakan alat pembaca e-KTP yang dilengkapi dengan SAM (Secure Acces Module) atau dapat kita sebut anak kuncinya.
Faktanya, bukan chip GPS. Chip yang tertanam di KTP itu berisi identitas diri, data biometrik dua sidik jari telunjuk, iris mata dan gambar tanda tangan penduduk. Dengan adanya chip tersebut menjadikan KTP elektronik sulit digandakan atau dipalsukan. Kemendagri meminta masyarakat untuk tidak membongkar chip itu.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan bahwa chip tersebut untuk menyimpan data penduduk di KTP elektronik bukan untuk menyadap atau melacak pergerakan warga.
“Tolong jangan dicopot chip ktp el-nya ya. Chip itu untuk menyimpan data seperti di ktp elektronik,” kata Zudan melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (13/2/2021).
Selain itu, Zudan meminta kepada masyarakat jika KTP elektronik mereka sudah tidak dipakai, disarankan untuk dikembalikan ke Dukcapil dan diganti dengan yang baru.
Meski berhasil mencopot chip tersebut, Zudan menyebutkan data yang ada di dalamnya tak bisa dibaca dengan mudah. Sebab, chip tersebut hanya bisa dibaca melalui card reader dan melalui perjanjian kerja sama dengan Dukcapil. Ia memastikan, chip pada KTP-el tidak bisa digunakan untuk menyadap dan melacak keberadaan pemiliknya.
Ketika ditanya apakah akan ditindakan secara hukum bila ada seseorang yang kembali merusak KTP elektroiknya, Zudan mengatakan pihaknya ingin mengedukasi masyarakat terlebih dahulu. Jika nantinya terbukti ada yang merusak KTP elektroniknya, maka pihak Dukcapil tidak akan memberikan KTP elektronik yang baru.
Sebelumnya, klaim yang mirip dengan klaim ini pernah beredar pada tahun 2020. Saat itu beredar klaim bahwa E KTP yang dibuat oleh China sudah dipasangi chip dan bisa merekam segala kegiatan serta menyadap pembicaraan.
Klaim ini sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul “[SALAH] E KTP Yang Diproduksi China Sudah Dipasang Chip Untuk Menyadap Pembicaraan” yang dimuat di situs turnbackhoax.id pada 2 September 2020.
Saat itu, Mantan Kepala Program Penelitian dan Perekayasa KTP-el BPPT, Gembong S Wibowanto, membantah isu tersebut. Ia menegaskan cip KTP-el tidak dapat merekam pembicaraan pemiliknya.
Dilansir dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), cip KTP-el merupakan kartu pintar mikroprosessor dengan kapasitas memori sebesar 8 kilo bytes. Di dalam cip itu, tersimpan biodata pemilik, tanda tangan, pas foto, dan 2 data sidik jari dengan kualitas terbaik saat dilakukan perekaman.
Dilansir dari tribunnews.com, Chip yang digunakan untuk eKTP di pasok dari perusahaan terkemuka dunia yaitu NXP (Belanda), STMicro (Perancis) dan Infinion (Jerman).
NXP adalah perusahaan penemu chip contactless yang sahamnya sekarang dimiliki oleh Qualcom (USA) Untuk bisa membaca chip ini, harus menggunakan alat pembaca e-KTP yang dilengkapi dengan SAM (Secure Acces Module) atau dapat kita sebut anak kuncinya.
Rujukan
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210213111823-20-605798/kemendagri-respons-video-viral-chip-e-ktp-dibongkar
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/13/094400765/ramai-video-pembongkaran-chip-ktp-elektronik-apa-saja-data-di-dalamnya
- https://turnbackhoax.id/2020/09/02/salah-e-ktp-yang-diproduksi-china-sudah-dipasang-chip-untuk-menyadap-pembicaraan/
- https://www.bppt.go.id/profil/organisasi/100-press-release/press-release-2013/1664-press-release-pusat-teknologi-informasi-dan-komunikasi-bppt
- https://www.tribunnews.com/techno/2019/10/21/mengenal-lebih-dekat-teknologi-chip-yang-tertanam-di-e-ktp
(GFD-2021-6339) [SALAH] Dana Hibah dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 13/02/2021
Berita
Beredar chat dari oknum yang mengatasnamakan kepada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, memberikan dana hibah sebesar 100jt. Informasi tersebut diberikan lewat chat Whatsapp dan meminta target untuk mengirimkan KTP dan no. Rekening guna mentransfer dana hibah.
Hasil Cek Fakta
Melalui akun resmi Instagram @diskopukm.jatim, pihaknya mengklarifikasi bahwa informasi dibagikannya dana hibah sebesar 100jt mengatasnamakan kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Timur adalah PENIPUAN.
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menyatakan tidak pernah mengeluarkan statement secara personal, adapun segala bentuk pemberitahuan ataupun pengumuman disampaikan melalui surat resmi. Kemudian, pihaknya juga tidak memungut dana dalam bentuk apapun. Segala bentuk kegiatan dilaksanakan berdasarkan peraturan dan ketentuan berlaku.
Berikut pihaknya mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur, baik yang mengaku sebagai Kepala Dinas, Pejabat lainnya, maupun staff. Apabila masyarakat menemukan keganjalan serupa, harap untuk melaporkan kepada pihak berwajib.
Berdasarkan data yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa, pemberitahuan pemberian dana hibah lewat Whatsapp yang mengatasnamakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur adalah HOAX dan termasuk kategori Konten Palsu.
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menyatakan tidak pernah mengeluarkan statement secara personal, adapun segala bentuk pemberitahuan ataupun pengumuman disampaikan melalui surat resmi. Kemudian, pihaknya juga tidak memungut dana dalam bentuk apapun. Segala bentuk kegiatan dilaksanakan berdasarkan peraturan dan ketentuan berlaku.
Berikut pihaknya mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur, baik yang mengaku sebagai Kepala Dinas, Pejabat lainnya, maupun staff. Apabila masyarakat menemukan keganjalan serupa, harap untuk melaporkan kepada pihak berwajib.
Berdasarkan data yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa, pemberitahuan pemberian dana hibah lewat Whatsapp yang mengatasnamakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur adalah HOAX dan termasuk kategori Konten Palsu.
Rujukan
(GFD-2021-6340) [SALAH] Undangan Pemakzulan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin oleh BEM SI
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/02/2021
Berita
Beredar narasi di Facebook dalam bentuk undangan oleh akun bernama Ryan. Undangan tersebut berjudul “Demonstrasi Rencana Pemakzulan Presiden Jokowi”, yang rencananya akan diselenggarakan pada Jumat, 12 Februari 2021 dan berlokasi di beberapa titik yakni Tugu Proklamasi, dilanjutkan konvoi di kantor Kemenkopolhukam dan titik terakhir di Taman Pandang, Monumen Nasional. Adapun rencana pemakzulan tersebut dilatar belakangi karena Presiden Jokowi dianggap tidak amanah, penyalahgunaan jabatan, dan tidak adil menegakkan hukum.
Demonstrasi tersebut juga menuntut untuk dikembalikannya dwifungsi ABRI, mengembalikan Pancasila dan UUD 45, meminta untuk dibubarkannya kabinet dan parlemen dan membentuk DPR dan MPRS. Dalam undangan tersebut tertulis “BEM Indonesia”.
Demonstrasi tersebut juga menuntut untuk dikembalikannya dwifungsi ABRI, mengembalikan Pancasila dan UUD 45, meminta untuk dibubarkannya kabinet dan parlemen dan membentuk DPR dan MPRS. Dalam undangan tersebut tertulis “BEM Indonesia”.
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari kompas.com, saat pihaknya mencoba mengonfirmasi kepada Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Remy Hastian, Remy menyatakan bahwa kabar adanya undangan BEM SI untuk pemakzulan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin adalah TIDAK BENAR.
“Tidak benar adanya BEM SI akan melaksanakan aksi pemakzulan Presiden Jokowi pada Jumat 12 Februari 2021. Serta tidak terlibat sama sekali di dalamnya,” ujar Remy, dikutip dari Kompas.com, Kamis (11/2/2021).
Bersumber dari nasional.tempo.co, Koordinator Media Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) Andi Khiyarullah, menyatakan tidak ada keterlibatan BEM SI dalam undangan pemakzulan tersebut, serta tidak mengetahui adanya perkumpulan BEM Indonesia.
“Bukan dari kami. Ini tidak benar,” ungkap Andi melalui pesan singkat, Minggu (07/02/2021).
Remy menambahkan, BEM SI tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi dan bertindak secara konstitusional sehingga tidak membenarkan tindakan pemakzulan. Selain itu, adanya dwifungsi ABRI akan menciderai cita-cita reformasi.
Namun ia menambahkan bahwa BEM SI masih kontra terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat, seperti disahkannya omnibus UU Cipta Kerja, UU Minerba, UU KPK dan UU lainnya yang menyengsarakan rakyat.
“BEM SI masih konsisten menolak adanya kebijakan tidak pro-rakyat seperti disahkannya omnibus UU Cipta Kerja, UU Minerba, UU KPK dan UU lainnya yang memberangus hak dan menyengsarakan rakyat Indonesia,” jelas Remy.
Remy berharap agar masyarakat Indonesia tidak termakan hoaks yang beredar serta fokus untuk menyelesaikan pandemi COVID-19.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa undangan dari BEM SI untuk gelar demo pemakzulan Presiden dan Wapres adalah HOAKS dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.
“Tidak benar adanya BEM SI akan melaksanakan aksi pemakzulan Presiden Jokowi pada Jumat 12 Februari 2021. Serta tidak terlibat sama sekali di dalamnya,” ujar Remy, dikutip dari Kompas.com, Kamis (11/2/2021).
Bersumber dari nasional.tempo.co, Koordinator Media Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) Andi Khiyarullah, menyatakan tidak ada keterlibatan BEM SI dalam undangan pemakzulan tersebut, serta tidak mengetahui adanya perkumpulan BEM Indonesia.
“Bukan dari kami. Ini tidak benar,” ungkap Andi melalui pesan singkat, Minggu (07/02/2021).
Remy menambahkan, BEM SI tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi dan bertindak secara konstitusional sehingga tidak membenarkan tindakan pemakzulan. Selain itu, adanya dwifungsi ABRI akan menciderai cita-cita reformasi.
Namun ia menambahkan bahwa BEM SI masih kontra terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat, seperti disahkannya omnibus UU Cipta Kerja, UU Minerba, UU KPK dan UU lainnya yang menyengsarakan rakyat.
“BEM SI masih konsisten menolak adanya kebijakan tidak pro-rakyat seperti disahkannya omnibus UU Cipta Kerja, UU Minerba, UU KPK dan UU lainnya yang memberangus hak dan menyengsarakan rakyat Indonesia,” jelas Remy.
Remy berharap agar masyarakat Indonesia tidak termakan hoaks yang beredar serta fokus untuk menyelesaikan pandemi COVID-19.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa undangan dari BEM SI untuk gelar demo pemakzulan Presiden dan Wapres adalah HOAKS dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
Halaman: 6793/7945



