• (GFD-2021-6656) [SALAH] Presiden Boleh Hadiri Pesta Artis, Sementara Hajatan Warga Digusur

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/04/2021

    Berita

    ” Kumaha DiNDinWe..
    Bukan Persoalan Kondangan, tapi Persoalan KEADiLAN.”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Facebook bernama Ubung M. Sobur membagikan sebuah unggahan berisi dua video. Video pertama adalah video Presiden Jokowi yang menghadiri pernikahan artis Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, sementara video lain adalah seorang warga yang ditegur karena mengadakan acara hajatan di masa pandemi. Pemilik akun membandingkan dua video tersebut dengan kesimpulan bahwa pemerintah tidak adil dalam memberi izin pengadaan acara bagi masyarakat.

    Namun setelah ditelusuri, perbandingan antara dua video tersebut keliru. Kedua video tersebut memiliki konteks yang berbeda.

    Video warga yang ditegur karena mengadakan hajatan, adalah video yang sempat viral pada Maret 2020 lalu. Melansir dari pikiran-rakyat.com, diketahui bahwa warga tersebut nekat mengadakan hajatan dimana saat itu merupakan masa awal-awal pandemi.

    Saat itu, pemerintah tengah gencar menerapkan PSBB bahkan lockdown di berbagai daerah di Indonesia karena pasien positif Covid-19 semakin meningkat. Bahkan pihak Polri telah mengeluarkan maklumat untuk memberikan sanksi pidana bagi masyarakat yang melanggar aturan terkait hal ini.

    “Kami akan proses hukum dengan Pasal 212 KUHP, kepada masyarakat yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang melaksanakan tugas untuk kepentingan bangsa dan negara. Kami juga tambahkan pasal 216 dan 218,” kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2020) kepada media Suara.com.

    Maklumat ini pun mendapat pengecualian untuk hal-hal mendesak yang mengakibatkan kerumunan. Dalam hal ini, pihak penanggung jawab wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Sementara melihat kepada video pernikahan artis Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, acara pernikahan yang digelar pada April 2021 ini telah memasuki masa new normal. Maklumat tentang larangan kerumunan pun sudah dicabut, jauh sebelum acara pernikahan ini digelar yaitu pada Juni 2020.

    Di masa new normal, masyarakat sudah diperbolehkan melakukan aktifitas seperti biasa, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pemerintah pun telah mengeluarkan peraturan melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

    Melansir dari media CNNIndonesia, pihak WO (Wedding Organizer) acara pernikahan Atta Aurel ini telah menyatakan bahwa mereka telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

    “Akad semua tamu dan vendor telah menjalani swab. Syukuran semua dengan swab antigen,” ujar Dhanny melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/4).

    Dhanny kemudian menerangkan, pihaknya juga mematuhi batas maksimal tamu yang hadir yaitu 25 persen dari kapasitas gedung.

    “Kami memilih venue yang sudah dapat izin dari Kemenkraf. Menggunakan barcode dan tidak ada buku tamu. Menggunakan salam namaste.”

    “Memberikan masker ke semua tamu dan menyediakan hand sanitizer serta peralatan keselamatan. Makanan menggunakan menu set dan satu meja isi empat kursi,” kata Dhanny.

    Berdasar pada penjelasan dan seluruh referensi, dapat disimpulkan bahwa unggahan oleh akun Facebook Ubung M. Sobur tidak sesuai fakta dan masuk dalam hoaks dengan kategori false context atau konteks yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Suamtera Utara)

    Faktanya, kedua video memiliki konteks berbeda. Video polisi menegur warga merupakan kejadian di tahun 2020 saat pemerintah gencar melakukan larangan berkerumun. Sementara pernikahan artis yang dihadiri Jokowi dilakukan pada April 2021, yakni di masa new normal.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6657) [SALAH] Video “Lebih banyak mayat bertumpuk akibat COVID, tapi salah satunya menghisap rokok”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/04/2021

    Berita

    Akun Facebook Advance NZ (fb.com/AdvanceNZParty) pada 31 Maret 2021 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan tumpukan kantong plastik hitam berisi manusia di dalam bak sebuah truk yang di salah satu kantong itu, terlihat seorang pria yang kepalanya menyembul yang sedang merokok dengan narasi sebagai berikut:

    “More dead bodies piled up from COVID, but one of them is smoking a cigarette?” atau yang jika diterjemahkan: “Lebih banyak lagi mayat yang menumpuk akibat COVID, tapi salah satunya menghisap rokok?”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video seseorang yang merokok di tumpukan kantong plastik hitam yang diklaim sebagai jenazah akibat Covid-19 adalah konten yang salah.

    Faktanya, bukan mayat akibat Covid-19. Kantong-kantong plastik hitam dan pria yang merokok di video itu hanyalah properti dalam video klip itu. Video itu direkam dari lokasi pembuatan video klip lagu “Never-Ever” karya rapper asal Rusia, Dmitry Nikolayevich Kuznetsov alias Husky.

    Dilansir dari AFP, video yang identik diunggah oleh pengguna aplikasi TikTok Vasya Ivanov (tiktok.com/@vasyaivanovdesign) pada 28 Maret 2021 dengan narasi sebagai berikut:

    “Съемки клипа Хаски – Никогда-нибудь #Хаски#рэперхаски#бекстейдж#какснимали#съемки#backstage#рекомендации#хочуврек#рек#хаски Никогда-нибудь – Хаски”

    Atau yang jika diterjemahkan: “Syuting video Husky – Never #Husky#rapperhusky#backstage#howtoshoot#shooting#backstage#rekomendasi#hotevrek#sungai#husky Pernah – Husky”

    Kemudian, dilansir dari Tempo, video klip lagu berjudul “Хаски – Никогда-нибудь” itu diunggah oleh kanal kanal YouTube resmi Husky pada 26 September 2020. Tempo pun menonton video berdurasi 2 menit 39 detik itu secara menyeluruh. Pada menit 2:23, terlihat truk berwarna oranye yang identik dengan yang terlihat dalam video yang beredar. Di dalam bak truk itu, juga terlihat tumpukan kantong plastik hitam yang serupa.

    Dalam keterangannya, tertulis bahwa video klip ini disutradarai oleh Evgeny Bakirov. Sementara direktur fotografinya adalah Kirill Groshev dan desainer produksinya adalah Vasya Ivanov.

    Selain itu, pada September 2020, video lain yang diambil dari lokasi syuting video klip lagu milik Husky juga pernah disebarkan dengan klaim keliru. Video itu memperlihatkan kantong-kantong berwarna hitam yang diturunkan dari atas sebuah gedung dengan tali. Kantong-kantong ini diklaim berisi penghuni sebuah apartemen di Italia yang semuanya meninggal karena Covid-19. Klaim ini sudah diperiksa faktanya di artikel berjudul “[SALAH] 200 Mayat Korban Covid-19 Sekali Kubur di Italia” yang tayang di situs turnbackhoax.id pada 18 September 2020. kantong-kantong hitam itu sebenarnya berisi manekin yang digunakan sebagai properti video klip terbaru rapper asal Rusia tersebut.

    Kesimpulan

    BUKAN mayat akibat Covid-19. Kantong-kantong plastik hitam dan pria yang merokok di video itu hanyalah properti dalam video klip itu. Video itu direkam dari lokasi pembuatan video klip lagu “Never-Ever” karya rapper asal Rusia, Dmitry Nikolayevich Kuznetsov alias Husky.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6658) [SALAH] Akun Facebook Istri Bupati Karanganyar

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/04/2021

    Berita

    “Siti Khomsiyah”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar Akun Facebook Siti Khomsiyah, istri Bupati Karanganyar, dengan menggunakan nama pengguna, foto profil, dan foto dinding yang bersangkutan. Akun tersebut melakukan aksi kejahatan di media sosial dengan meminta sejumlah uang dan pulsa kepada kerabat dekat.

    Berdasarkan hasil penelusuran akun tersebut merupakan akun palsu karena terdapat perbedaan waktu dalam mengunggah foto. Akun palsu hanya mengunggah dua foto yang hanya digunakan sebagai foto profil dan foto sampul yang mirip akun asli. Akun asli Siti Khomsiyah aktif mengunggah fotonya secara berkala dalam beberapa kegiatan.

    Bukti selanjutnya adalah jarak unggah foto yang cukup lama antara akun asli dengan akun yang palsu. Akun palsu mengunggah foto di atas pada tanggal 24 Maret 2021, sedangkan foto yang sama diunggah pertama kali oleh akun asli pada tanggal 5 November 2017.

    Menanggapi hal tersebut, saat dikonfirmasi oleh MNC Portal Indonesia Rabu (24/3/2021), Siti Khomsiyah menjelaskan kronologi terkuaknya akun palsu tersebut saat seorang pengacara, Kadi Sukarna, mengirimkan pesan elektronik kepadanya untuk mengonfirmasi apakah Siti memiliki akun baru atau tidak. Merasa tidak punya, Siti pun mengonfirmasi bahwa Ia hanya memiliki satu akun.

    Menurut Siti, akun palsu tersebut meminta pertemanan pada siapa saja yang dikenalnya. Kemudian, setelah permintaan pertemanan diterima, akun tersebut meminta sejumlah uang dan pulsa.

    Jika mengacu kepada seluruh referensi, dapat dikatakan bahwa akun Facebook atas nama “Siti Khomsiyah” yang beredar itu bukan milik istri Bupati Karanganyar, sehingga akun tersebut masuk dalam hoaks dengan kategori imposter content atau konten tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul Syahida (Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya akun tersebut merupakan akun kloningan/palsu yang sengaja dibuat oleh oknum tertentu untuk melakukan penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8573) Keliru, Klaim Ini Video Tumpukan Jenazah Covid-19 yang Salah Satunya Merokok

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 06/04/2021

    Berita


    Video yang memperlihatkan tumpukan kantong plastik hitam berisi manusia di dalam bak sebuah truk beredar di Facebook. Dari salah satu kantong itu, terlihat seorang pria yang kepalanya menyembul yang sedang merokok. Menurut klaim yang menyertai video ini, kantong-kantong tersebut berisi jenazah Covid-19 palsu yang telah dipersiapkan untuk pemberitaan.
    Di Twitter, akun ini membagikan video itu pada 30 Maret 2021. Akun itu menulis, "Mereka sedang mempersiapkan mayat Rona ( Corona ) untuk diberitakan. Salah satunya masih merokok." Hingga artikel ini dimuat, video itu telah ditonton lebih dari 400 ribu kali. Cuitan tersebut juga mendapatkan 862 komentar, 11 riburetweet, serta 16 ribulike.
    Sementara di Facebook, akun ini mengunggah video tersebut pada 31 Maret 2021. Akun itu menulis, "Lebih banyak mayat menumpuk dari Covid, tapi salah satunya menghisap rokok?" Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 1.500 reaksi dan 335 komentar.
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, video di atas bukanlah video tumpukan jenazah pasien Covid-19 palsu yang telah dipersiapkan. Kantong-kantong plastik hitam berisi manusia yang terlihat dalam video tersebut dipakai dalam syuting video klip lagu rapper asal Rusia, Dmitry Nikolayevich Kuznetsov alias Husky.
    Untuk mendapatkan fakta tersebut, Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Lalu, gambar-gambar ini ditelusuri dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan petunjuk dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube ini pada 31 Maret 2021 yang berjudul serupa dengan narasi dalam cuitan akun Tiwtter di atas.
    Salah satu akun yang mengomentari video itu menyebut bahwa video tersebut direkam dari lokasi pembuatan video klip lagu "Never-Ever" karya Husky. "Mereka membuat video musik 'Never-Ever' oleh rapper Husky," demikian bunyi komentar tersebut.
    Tempo kemudian menelusuri video klip lagu tersebut di kanal YouTube resmi Husky. Video klip lagu berjudul "Never-Ever" diunggah oleh kanal ini pada 26 September 2020. Tempo pun menonton video berdurasi 2 menit 39 detik itu secara menyeluruh. Pada menit 2:23, terlihat truk berwarna oranye yang identik dengan yang terlihat dalam video yang beredar. Di dalam bak truk itu, juga terlihat tumpukan kantong plastik hitam yang serupa.
    Dalam keterangannya, tertulis bahwa video klip ini disutradarai oleh Evgeny Bakirov. Sementara direktur fotografinya adalah Kirill Groshev dan desainer produksinya adalah Vasya Ivanov. Tempo kemudian menelusuri akun-akun media sosial mereka dan juga Husky. Di akun Instagram Groshev, ditemukan video yang sama dengan yang disebarkan oleh akun Twitter dan akun Facebook di atas.
    Groshev menyimpan video itu di salah satu highlight Instagram Story miliknya yang diberi judul "Husky | N-E". Video itu diunggah 27 pekan yang lalu, sekitar akhir September 2020, waktu yang sama ketika video klip lagu "Never-Ever" dirilis ke YouTube oleh Husky.
    Gambar tangkapan layar unggahan direktur fotografi video klip lagu "Never-Ever", Kirill Groshev, di Instagram Story.
    Pada September 2020, video lain yang diambil dari lokasi syuting video klip lagu milik Husky juga pernah disebarkan dengan klaim keliru. Video itu memperlihatkan kantong-kantong berwarna hitam yang diturunkan dari atas sebuah gedung dengan tali. Kantong-kantong ini diklaim berisi penghuni sebuah apartemen di Italia yang semuanya meninggal karena Covid-19.
    Berdasarkan verifikasi Tempo, peristiwa dalam video tersebut merupakan bagian dari proses pembuatan video klip lagu milik Husky di Institut Penelitian dan Klinik Regional MF Vladimirsky (Moniki), Moskow, Rusia. Kantong hitam yang terlihat dalam video itu berisi boneka.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video tumpukan jenazah  Covid-19 palsu yang telah dipersiapkan, karena salah satunya terlihat sedang merokok, keliru. Video itu direkam dari lokasi pembuatan video klip lagu "Never-Ever" karya rapper asal Rusia, Dmitry Nikolayevich Kuznetsov alias Husky. Kantong-kantong plastik hitam yang terlihat dalam video tersebut hanyalah properti dalam video klip itu.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan