Akun Twitter @MurtadhaOne1 mengunggah tweet dengan narasi “PKS adalah salah satu dari 3 varian pendukung khilafah” dan mengunggah penggalan video lama, tahun 2017, berdurasi 1:14 menit yang menampilkan Ustadz Kh. M. Shididq dari DPD HTI menyatakan bahwa terdapat 3 varian cara menegakan khilafah. Pertama, melalui cara kekerasan yang diyakini sebagai jihad. Kedua, terdapat kelompok yang ingin menegakan negara islam dengan cara demokrasi dan mendaftarkan kelompoknya sebagai partai politik. Ketiga, melalui dakwah Islam.
Dalam video tersebut, Ustadz Shiddiq mengklaim bahwa partai PKS berupaya menegakkan negara Islam atau khilafah dengan cara demokrasi, seperti partai politik pada umumnya dan menduduki kursi jabatan negara.
Kemudian, video tersebut juga mendapatkan atensi yang cukup banyak. Tweet yang diunggah pada tanggal 01/04/21 mendapatkan 468 Retweets dan 888 Likes. Selain itu, video tersebut dibagikan kembali di berbagai kanal media. Salah satunya, akun Raga Bumi, mengunggah kembali tangkapan layar video tersebut di Facebook dengan narasi “Fix.. 2024 jangan pilih PKS, Mari Bersatu Tenggelamkan PKS.”
(GFD-2021-6676) [SALAH] PKS Menegakkan Negara Islam Dengan Cara Demokrasi
Sumber: twitter.comTanggal publish: 08/04/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan video lama yang beredar pada tahun 2017 dan pihak PKS telah memberikan bantahan atas hal tersebut pada Juli 2019 silam. Melansir dari harianjogja.com, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DIY memberikan jawaban atas tudingan seringnya PKS dikaitkan dengan khilafah atau Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ketua DWP PKS DIY, Darul Falah, menegaskan bahwa kader PKS yang duduk di parlemen berkomitmen memperjuangkan kepentingan umum sebagai wujud rasa nasionalisme. Selama ini, tidak ada bukti yang kuat yang menyatakan bahwa PKS memiliki paham khilafah.
Melansir dari detik.com, pada 2019, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menyatakan ideologi HTI yang menganut khilafah berbeda dengan PKS dan partai politik lainnya, menurutnya PKS jelas mengakui Pancasila dan eksistensi Indonesia sebagai negara.
Dengan demikian, klaim bahwa PKS berupaya menegakkan islam tidak sesuai dengan fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Melansir dari detik.com, pada 2019, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menyatakan ideologi HTI yang menganut khilafah berbeda dengan PKS dan partai politik lainnya, menurutnya PKS jelas mengakui Pancasila dan eksistensi Indonesia sebagai negara.
Dengan demikian, klaim bahwa PKS berupaya menegakkan islam tidak sesuai dengan fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Faktanya klaim bahwa PKS berupaya menegakkan negara islam/khilafah salah. Video tersebut merupakan video lama yang beredar pada tahun 2017. Pihak PKS telah memberikan bantahan atas hal tersebut pada Juli 2019 silam.
Rujukan
(GFD-2021-6677) [SALAH] “Masker impor china ada cacing atau ulat”
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 08/04/2021
Berita
Beredar vide Youtube pada "Botak Bersinar".
NARASI: “Masker impor china ada cacing atau ulat || waspada
Sumber video dari tim tenaga kesehatan RI
jangan lupa subscribe untuk info menarik lainnya”.
Masker palsu
Masker palsu dari china ada uletnya
Video masker buatan China mengandung cacing
Ulat pada masker
Masker china
Ulat pada masker china
1. Masker ada cacing
Masker mengandung cacing 1
Orang turki temukan cacing di masker impor china
Orang2 turki telah menjumpai sejenis cacing atau ulat yang sangat halus di masker2 yang diimport dari Cina ⬆️⬆️⬆️
Turki dan masker
Masker cacing
1.Orang2 Turki Sudah Menemukan Sejenis Cacing Yang Sangat Halus Dalam Masker Buatan China Yang Memasuki Paru2 Dan Menyebabkan Kematian Pemakai nya Secara Temporer dan Berkala...! dan Terbukti yang Paling Banyak Meninggal Orang2 Yang Pake Masker Ketimbang Tidak Pake Masker dan Negara2 Yang Tidak Pakai Madker Seperti Kamboja Fan Swiss Tingkat Kematian Nya Dalam Kasus Pandemi Corona 0%...!
Iteljen Militer Turki menemukan sejenis Cacing / Ulat yg sangat halus pada masker2 yg diimport dari Cina..,😳
Komunis Cina Yahudi dgn berbagai macam cara membantai ummat Islam dunia, slh satunya dgn virus cacing di masker
Masker berulat
Masker cacing dari cina
Masker dari cina mengandung cacing
masker ulat
NARASI: “Masker impor china ada cacing atau ulat || waspada
Sumber video dari tim tenaga kesehatan RI
jangan lupa subscribe untuk info menarik lainnya”.
Masker palsu
Masker palsu dari china ada uletnya
Video masker buatan China mengandung cacing
Ulat pada masker
Masker china
Ulat pada masker china
1. Masker ada cacing
Masker mengandung cacing 1
Orang turki temukan cacing di masker impor china
Orang2 turki telah menjumpai sejenis cacing atau ulat yang sangat halus di masker2 yang diimport dari Cina ⬆️⬆️⬆️
Turki dan masker
Masker cacing
1.Orang2 Turki Sudah Menemukan Sejenis Cacing Yang Sangat Halus Dalam Masker Buatan China Yang Memasuki Paru2 Dan Menyebabkan Kematian Pemakai nya Secara Temporer dan Berkala...! dan Terbukti yang Paling Banyak Meninggal Orang2 Yang Pake Masker Ketimbang Tidak Pake Masker dan Negara2 Yang Tidak Pakai Madker Seperti Kamboja Fan Swiss Tingkat Kematian Nya Dalam Kasus Pandemi Corona 0%...!
Iteljen Militer Turki menemukan sejenis Cacing / Ulat yg sangat halus pada masker2 yg diimport dari Cina..,😳
Komunis Cina Yahudi dgn berbagai macam cara membantai ummat Islam dunia, slh satunya dgn virus cacing di masker
Masker berulat
Masker cacing dari cina
Masker dari cina mengandung cacing
masker ulat
Hasil Cek Fakta
Serat kain yang bereaksi terhadap kondisi lembap, BUKAN Cacing, Ulat, atau yang lainnya. Tampilan Cacing yang sesungguhnya terlihat berbeda di bawah Mikroskop, lebih tebal tidak setipis serat kain dan terlihat organ dalamnya.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.”
- http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate),
- http://bit.ly/2rhTadC. [2] Microbehunter @ youtube.com: “Mengapa Anda TIDAK perlu khawatir tentang cacing mikroskopis (Morgellons) di Masker Wajah Anda ? 188” (Google Translate Chrome extension),
- https://bit.ly/2Q7wrQG (dengan bahasa asli, English) /
- https://archive.md/NuPIf (arsip cadangan). [3] misbar.com: “Masker Wajah Tidak Mengandung Cacing Hitam” (Google Translate Chrome extension, cetak PDF untuk cadangan),
- https://bit.ly/3wFx19m (dengan bahasa asli, English) /
- https://archive.md/TV5GH (arsip cadangan). [4] logicallyfallacious.com: “Banding ke Otoritas Palsu”,
- https://bit.ly/31YeKpG (Google Translate) /
- https://archive.st/orqg (arsip cadangan).
(GFD-2021-8577) Sesat, Klaim Ini Video saat Densus 88 Geledah Pesantren Lalu Amankan Alquran dan Tabungan Santri
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 08/04/2021
Berita
Video yang diklaim sebagai video ketika Detasemen Khusus 88 Antiteror atau Densus 88 menggeledah sebuah pondok pesantren beredar di YouTube. Video tersebut berjudul "Densus 88 Gledah Pesantren Amankan Al-Quran dan Tabungan Santri". Video ini menyebar usai digeledahnya pondok pesantren di Berbah, Sleman, Yogyakarta, pada 2 April 2021.
Dalam thumbnail video itu, terdapat pula teks "Biadaap..!! Densus 88 Gledah Ponpes Amankan Alquran dan Tabungan Santri. Keterlaluan..!! Di Rezim Jkw Pesantren Di Anggap Sarang T€rror15t". Kanal ini mengunggah video itu pada 4 April 2021. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 32ribu kali dan mendapat mendapat lebih dari 600 komentar.
Gambar tangkapan layar unggahan di YouTube yang berisi klaim menyesatkan terkait video yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan toolInVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image toolGoogle dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut tidak berisi rekaman peristiwa penggeledahan pondok pesantren di Berbah, Sleman, Yogyakarta.
Video ini hanya berisi narasi yang dibacakan oleh narator terkait peristiwa penggeledahan pondok pesantren di Berbah tersebut yang terjadi pada 2 April 2021 lalu. Narasi dalam video itu pun tidak menyebut bahwa Densus 88 mengamankan Alquran. Densus 88 memang mengamankan buku tabungan, namun tidak disebutkan bahwa buku tabungan ini milik santri.
Narasi tersebut bersumber dari artikel di Suara.com pada 2 April 2021 yang berjudul "Densus 88 Geledah Ponpes di Berbah, Amankan Buku Tabungan dan Busur Panah". Berikut isi lengkap artikel itu:
Jajaran Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim di RT 4 RW 7, Dusun Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Jumat (2/4/2021) malam. Penggeledahan itu berlangsung cukup memakan waktu dengan penjagaan ketat dari petugas kepolisian.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lapangan, selama penggeledahan berlangsung sekitar lokasi dijaga ketat petugas kepolisian. Beberapa warga setempat terlihat penasaran dan turut menyaksikan penggeledahan itu dari jauh.
Ketua RT 4, Agus Purwanto (48), membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Pasalnya ia diminta menjadi saksi dalam kegiatan penggeledahan di beberapa ruangan ponpes itu. "Semua kantor diperiksa. Semua ruangan diperiksa kecuali ruang inap tidak. Asrama tidak. Ruang kantor tata usaha, ruang direktur itu dan rumah pribadi," kata Agus, saat ditemui awak media.
Dikatakan Agus, banyak petugas yang terlibat dalam penggeledahan tersebut. Berdasarkan laporan yang disampaikan petugas kepadanya, bahwa petugas itu berasal dari Mabes Polri. Saat Suara.com, datang ke lokasi sekitar pukul 20.23 WIB malam, penggeledahan masih terus berlangsung. Baru sekitar 21.42 WIB petugas mulai meninggalkan lokasi. "Belum lama selesai, sekitar setengah 10 malam baru saja selesai," imbuhnya.
Disampaikan Agus, beberapa barang terlihat juga turut diamankan oleh petugas. Namun ia tidak bisa merinci dari mana tepatnya barang-barang itu diambil. "Yang dibawa laptop, CPU semua dengan komputer, buku-buku yang banyak, dengan buku tabungan, terus anak panah dua dengan busurnya," ungkapnya.
Sedangkan terkait informasi adanya orang yang turut dibawa saat penggeledahan berlangsung, Agus menyampaikan tidak mengetahui secara pasti. Namun diketahui bahwa rumah yang digeledah itu milik seorang berinisial A yang merupakan suami dari direktur pondok. "Itu saya tidak tahu. Saya ngga tanya, pokoknya saya disuruh menjadi saksi penggeledahan itu," ujarnya.
Agus menuturkan bahwa ponpes itu sudah berdiri sejak lama tahun 80an. Saat pemeriksaan pun suami dari direktur yang bersangkutan tidak berada di lokasi. Ditegaskan, Agus sebelumnya belum pernah dilakukan penggeledahan di ponpes tersebut. "Belum pernah digeledah sebelumnya baru kali ini. Tidak ada aktivitas mencurigakan juga," pungkasnya.
Sebelumnya Jajaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri juga telah melakukan penggeledahan sebuah rumah di RT 06 RW 05 Pedukuhan Dawukan, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Jumat (2/4/2021). Saat itu yang disita dari buku-buku hingga senjata tajam. Sementara itu hingga berita ini dinaikan Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto belum dapat dikonfirmasi mengenai giat Densus 88 ini.
Terkait cuplikan-cuplikan dalam video tersebut, merupakan gabungan dari beberapa potongan video yang berbeda. Di antaranya adalah video program televisi Rosi di Kompas TV. Video ini pernah diunggah oleh kanal YouTube milik Kompas TV pada 15 November 2019 dengan judul “Jangan Labelkan Pesantren Sebagai Tempat Mendidik Teroris - ROSI (2)”.
Tayangan itu menampilkan sejumlah narasumber, seperti pengamat terorisme Sydney Jones dan peneliti Kreasi Prasasti Perdamaian, Kharis Khadirin. Menurut tayangan ini, terdapat tudingan bahwa pondok pesantren melahirkan teroris. Tapi, dengan tegas, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid serta Kharis menolak label pesantren sebagai tempat mendidik teroris.
Cuplikan selanjutnya merupakan potongan video dari tayangan Kompas TV lainnya yang menampilkan wawancara dengan pengamat terorisme Noor Huda Ismail tentang aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Video itu diunggah oleh kanal YouTube Kompas TV pada 29 Maret 2021 dengan judul “Pengamat: Pesantren Jadi Tempat Pembajakan Kelompok Teroris untuk Proses Regenerasi”.
Noor Huda menyebut kelompok teroris cenderung menunjukkan perilaku eksklusif seperti tidak mau bergaul atau mengkonsumsi makanan dari kelompok masyarakat yang lain. Selain itu, ada proses regenerasi melalui lembaga pendidikan tertentu. "Saya tidak mengatakan pesantren sebagai pusat terorisme tertentu, bukan. Karena di Indonesia itu ada 28 ribu pesantren, dan Departemen Agama akan selalu monitor mana yang bermasalah," kata Noor Huda.
Menurut dia, bukan hanya dari pendidikan formal, potensi cara didik terorisme juga bisa dimulai dari pendidikan informal. Dia menegaskan tempat-tempat tersebut bukan merupakan tempat lahirnya teroris, melainkan tempat yang sering kali dibajak oleh kelompok teroris tertentu untuk kepentingan proses rekrutmen kelompok. Mirisnya, proses rekrutmen kini dilakukan kepada anak-anak kecil dan wanita.
Adapun cuplikan video lainnya menampilkan salah satu dialog dalam film berjudul “Alif Lam Mim”. Potongan film itu pernah diunggah ke YouTube oleh kanal ini pada 9 Desember 2020 dengan judul "Kembali Viral Cuplikan Film Alif Lam Mim".
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video saat Densus 88 menggeledah pesantren di Berbah, Sleman, Yogyakarta, lalu mengamankan Alquran dan buku tabungan santri, menyesatkan. Video tersebut tidak berisi rekaman peristiwa penggeledahan pondok pesantren di Berbah, melainkan hanya narasi yang dibacakan oleh narator terkait peristiwa tersebut pada 2 April 2021 lalu. Menurut pemberitaan, Densus 88 pun tidak mengamankan Alquran. Densus 88 memang mengamankan buku tabungan, namun tidak disebutkan bahwa buku tabungan ini milik santri. Penggeledahan juga dilakukan di kantor pondok pesantren, bukan di asrama.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/densus-88
- https://archive.ph/dtA1j
- https://www.tempo.co/tag/yogyakarta
- https://www.tempo.co/tag/alquran
- https://jogja.suara.com/read/2021/04/02/234000/densus-88-geledah-ponpes-di-berbah-amankan-buku-tabungan-dan-busur-panah
- https://www.youtube.com/watch?v=1cYUM_aRmV4
- https://www.tempo.co/tag/pesantren
- https://www.youtube.com/watch?v=8tPiehP0aIo
- https://www.tempo.co/tag/teroris
- https://www.youtube.com/watch?v=wcsYxGZ0_VY
- https://www.tempo.co/tag/pondok-pesantren
(GFD-2021-8578) Sesat, Klaim Rizieq Shihab Dapat Penghargaan di Malaysia saat Ditahan di Indonesia
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 08/04/2021
Berita
Gambar tangkapan layar video di YouTube yang berjudul "Penghargaan kepada IB HRS di Malaysia" beredar di Facebook. IB HRS merupakan sebutan bagi mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Penghargaan itu disebut bernama Moeslim Choice Award.
Akun ini membagikan gambar itu pada 5 April 2021. Akun ini pun menulis, "Di Malaysia dapat penghargaan di tanah airnya dapat penghinaan...emas tetap emas, di Rohingya, jangan kan Muslim yang non muslim pun beliau bantu, HR5 ulama ku, semoga Allah selalu melindungi beliau."
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim menyesatkan terkait penghargaan yang diterima oleh mantan pemimpin Front Pembela Islam, Rizieq Shihab.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri gambar tangkapan layar tersebut denganreverse image tool Yandex dan Google. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa Rizieq Shihab memang mendapat penghargaan dalam Moeslim Choice Award 2018 untuk kategori Ulama Award. Namun, penghargaan itu diberikan di Jakarta, Indonesia, bukan di Malaysia.
Cuplikan yang identik dengan yang terlihat dalam gambar tangkapan layar itu terdapat dalam video yang diunggah ke YouTube oleh kanal ini pada 24 Desember 2020. Video itu berjudul "PENGHARGAAN KEPADA IB HRS DI MALAYSIA | Habib Rizieq Dapat Piala Ulama di Moeslim Choice Award". Namun, dalam keterangan video tersebut, dijelaskan bahwa penghargaan itu diberikan di di Hotel Pullman, Jakarta Pusat.
Video yang sama pernah diunggah ke YouTube oleh kanal MOESLIMCHOICE TV pada 16 Desember 2018 dengan judul “ULAMA AWARD: Habib Muhammad Rizieq Shihab”. Dalam keterangannya, Moeslim Choice menyatakan bahwa Rizieq merupakan simbol perlawanan umat terhadap kesewenang-wenangan. "Dengan segala macam kontroversinya, ia tetaplah seorang ulama kharismatik dengan Front Pembela Islam sebagai basis jamaahnya," demikian narasi yang ditulis Moeslim Choice.
Dikutip dari situs resmi Moeslim Choice, Rizieq Shihab diberi penghargaan Moeslim Choice Ulama Award lantaran dianggap sebagai representasi perjuangan Islam. Penghargaan ini diterima oleh Muhammad Hanif Alatas, menantu Rizieq, karena ia tengah berada di luar negeri. "Saya berdiri di sini mewakili Ayahanda, kebetulan beliau mertua saya," ujarnya.
Hal ini juga diberitakan oleh Suara.com. Rizieq Shihab meraih penghargaan dalam Moeslim Choice Award 2018 kategori Ulama Award. Saat nama Rizieq disebutkan oleh pemandu acara, pekik takbir terdengar di dalam ruangan dari para pengikutnya. "Allahu Akbar!" teriak para pengikut Rizieq.
Menantu Rizieq, Muhammad Hanif bin Abdurrahman Alatas, datang mewakili mertuanya yang masih bermukim di Mekah, Arab Saudi. Selain Rizieq, sejumlah penceramah terkemuka yang mendapat penghargaan untuk kategori Ulama Award adalah ustaz Adi Hidayat, ustaz Haikal Hasan, dan ustazah Munifah Syanwani.
Berdasarkan arsip berita Tempo, penyidik Polda Metro Jaya resmi menahan Rizieq Shihab pada 12 Desember 2020, seusai pemeriksaan selama lebih dari 12 jam. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan penahanan Rizieq dilakukan berdasarkan pertimbangan objektif dan subjektif penyidik.
Secara objektif, kata Argo, ancaman hukuman dari pasal yang disangkakan kepada Rizieq lebih dari 5 tahun. Sementara dari sisi objektif, lanjut dia, agar tersangka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya.
Polda Metro Jaya telah menetapkan Rizieq sebagai tersangka terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, pada 14 November lalu. Polisi menjerat Rizieq dengan Pasal 160 dan Pasal 216 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hingga 6 tahun penjara.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa mantan pemimpin FPI Rizieq Shihab mendapat penghargaan di Malaysia saat ditahan di Indonesia, menyesatkan. Rizieq memang mendapatkan penghargaan dalam Moeslim Choice Award 2018 untuk kategori Ulama Award. Namun, acara penghargaan pada 12 Desember 2018 itu digelar di Jakarta, Indonesia, bukan di Malaysia. Penghargaan ini pun diberikan jauh sebelum Rizieq ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polda Metro Jaya pada 2020.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/rizieq-shihab
- https://archive.vn/oK63w
- https://www.tempo.co/tag/malaysia
- https://www.youtube.com/watch?v=8M8MDowv-GQ
- https://www.youtube.com/watch?v=RN90Kyhi6rQ&list=PLH2bbOASErYevsny7UQLb1BOetkO3oGIt&index=15
- https://www.moeslimchoice.com/read/2018/12/13/16421/habib-rizieq-diganjar-penghargaan-moeslimchoice-ulama-award
- https://www.suara.com/news/2018/12/12/235258/habib-rizieq-dapat-piala-ulama-di-moeslim-choice-award-2018
- https://www.tempo.co/tag/arab-saudi
- https://metro.tempo.co/read/1413942/kasus-kerumunan-petamburan-polda-metro-jaya-resmi-menahan-rizieq-shihab/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/polda-metro-jaya
- https://www.tempo.co/tag/fpi
Halaman: 6700/7951



