Beredar informasi di Twitter yang mengklaim bahwa pesawat yang mengeluarkan asap dapat berbahaya bagi tubuh manusia, dalam video yang dibagikan pada Tweet tersebut disebutkan asap yang keluar merupakan proses Chemtrail yang menyebarkan penyakit seperti influenza, mata perih, gangguan paru-paru, hingga demam beberapa hari yang tidak diketahui sebabnya.
Asap dilangit
Covid-19 bisa tersebar lewat udara
Covid tersebar lewat udara
Corona menyebar melalui udara
Covid udara
Covid 19 udara
Hujan mengandung virus
Asap putih dari pesawat chemtrail
Asap putih dari pesawat chemitral
Chemicral
(GFD-2022-9211) [SALAH] Asap Putih dari Pesawat Merupakan Chemtrail Senjata Biologis Berbahaya
Sumber: twitter.comTanggal publish: 17/02/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya, asap putih yang menyerupai awan yang keluar dari pesawat tersebut merupakan condensation trail. Mengutip dari rri.co.id asap menyerupai awan tersebut keluar karena adanya jejak uap air terkondensasi yang muncul dari sisa pembakaran mesin pesawat. Jejak kondensasi ini dapat terlihat dalam waktu beberapa detik atau menit, atau bahkan berjam-jam, tergantung pada kondisi atmosfer.
Dilansir dari Kompas.com, Kepala Dinas Penerbangan TNI Angkatan Udara, Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah asap yang keluar dari pesawat merupakan hal yang biasa. Ia juga menambahkan bahwa hal tersebut merupakan hasil dari pengembunan udara dengan kadar air tinggi yang bergesekan dengan mesin pesawat, “ada juga yang menyebutnya dengan vapor trails tapi jika bentuknya mulai berpendar atau melebar seperti awan biasa juga disebut dengan aviaticus cloud,” ujarnya.
Kabar Chemtrail yang dikeluarkan dari pesawat ini merupakan konspirasi dan hoaks lama yang tersebar kembali. Dengan demikian klaim Asap Putih dari Pesawat Merupakan Chemtrail Senjata Biologis Berbahaya merupakan informasi yang salah dan termasuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Dilansir dari Kompas.com, Kepala Dinas Penerbangan TNI Angkatan Udara, Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah asap yang keluar dari pesawat merupakan hal yang biasa. Ia juga menambahkan bahwa hal tersebut merupakan hasil dari pengembunan udara dengan kadar air tinggi yang bergesekan dengan mesin pesawat, “ada juga yang menyebutnya dengan vapor trails tapi jika bentuknya mulai berpendar atau melebar seperti awan biasa juga disebut dengan aviaticus cloud,” ujarnya.
Kabar Chemtrail yang dikeluarkan dari pesawat ini merupakan konspirasi dan hoaks lama yang tersebar kembali. Dengan demikian klaim Asap Putih dari Pesawat Merupakan Chemtrail Senjata Biologis Berbahaya merupakan informasi yang salah dan termasuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Fathia IS.
Informasi tersebut merupakan hoaks lama yang bersemi kembali (HLBK). Faktanya, asap putih seperti awan tersebut merupakan condensation trail atau jejak uap air terkondensasi yang muncul dari sisa pembakaran mesin pesawat.
Informasi tersebut merupakan hoaks lama yang bersemi kembali (HLBK). Faktanya, asap putih seperti awan tersebut merupakan condensation trail atau jejak uap air terkondensasi yang muncul dari sisa pembakaran mesin pesawat.
Rujukan
- https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_konspirasi_jejak_kimia
- https://rri.co.id/1538-rona/893522/kenapa-pesawat-meninggalkan-jejak-putih-seperti-awan#:~:text=Condensation%20trail%20atau%20jejak%20uap,dari%20sisa%20pembakaran%20mesin%20pesawat.
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/14/120300365/ramai-video-sebut-chemtrail-sebar-bahan-kimia-dari-pesawat-ini-faktanya?page=all#page2
- https://turnbackhoax.id/2021/07/19/salah-chemtrails-penyebar-virus-penyakit-muncul-di-langit-pantura/
(GFD-2022-9212) [SALAH] Video Situasi Terkini Terkait Krisis Antara Rusia dan Ukraina
Sumber: twitter.comTanggal publish: 17/02/2022
Berita
Beredar video di Twitter yang diklaim sebagai video situasi terkini antara Rusia dan Ukraina, dalam video tersebut menunjukkan tank berlapis baja yang berjalan kencang melintasi jalanan di Ukraina. Terlihat dalam video situasi seperti perang yang memanas di antara warga sipil.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya, video tersebut merupakan video lama yang sudah beredar di YouTube sejak 2014. Dilansir dari AFP, video asli tersebut merupakan kejadian di Ukraina pada tahun 2014 yang merupakan konflik antara pasukan Ukraina dengan separatis di Mariupul tidak ada kaitannya dengan krisis situasi terkini antara Rusia dan Ukraina yang sedang memanas.
Dengan demikian klaim Video Situasi Terkini Terkait Krisis Antara Rusia dan Ukraina merupakan informasi yang salah dan termasuk ke dalam kategori konteks yang salah.
Dengan demikian klaim Video Situasi Terkini Terkait Krisis Antara Rusia dan Ukraina merupakan informasi yang salah dan termasuk ke dalam kategori konteks yang salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Fathia IS.
Klaim tersebut salah, faktanya video yang diklaim tersebut merupakan video lama yang tersebar sejak tahun 2014, jauh sebelum krisis antara dua negara tersebut terjadi.
Klaim tersebut salah, faktanya video yang diklaim tersebut merupakan video lama yang tersebar sejak tahun 2014, jauh sebelum krisis antara dua negara tersebut terjadi.
Rujukan
(GFD-2022-9213) [SALAH] BPJS Kesehatan Berikan Dana Bantuan Rp100 Juta
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 17/02/2022
Berita
Beredar sebuah narasi melalui pesan Whatsapp yang mengatakan bahwa terdapat dana bantuan dari BPJS Kesehatan senilai Rp100 juta. Narasi tersebut juga menjelaskan skema pemberian hadiah yaitu penerima hadiah memberikan jaminan terlebih dahulu senilai Rp300 ribu.
Hasil Cek Fakta
Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Melalui akun Facebook resmi BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc.,Ph.D., AAK mengatakan bahwa pihak BPJS tidak pernah memberikan dana apapun, baik dalam bentuk bantuan dana maupun hadiah. Ia juga mengatakan bahwa segala jenis informasi BPJS kesehatan hanya dapat diakses dari situs resmi bpjs-kesehatan.go.id, nomor Pusat Layanan 1500 400 dan sosial media resmi BPJS yang telah terverifikasi dengan tanda centang biru. Hasil periksa fakta dengan narasi serupa juga sudah diunggah pada laman turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] SMS Hadiah dari BPJS Kesehatan Sebesar Rp75 Juta”.
Dengan demikian, narasi pada pesan Whatsapp yang menginformasikan terdapat dana bantuan dari BPJS Kesehatan senilai Rp100 juta tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori imposter content atau konten tiruan.
Dengan demikian, narasi pada pesan Whatsapp yang menginformasikan terdapat dana bantuan dari BPJS Kesehatan senilai Rp100 juta tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori imposter content atau konten tiruan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila
Hal tersebut tidak benar. Melalui akun Facebook resmi BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc.,Ph.D., AAK mengatakan bahwa pihak BPJS tidak pernah memberikan dana apapun, baik dalam bentuk bantuan dana maupun hadiah.
Hal tersebut tidak benar. Melalui akun Facebook resmi BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc.,Ph.D., AAK mengatakan bahwa pihak BPJS tidak pernah memberikan dana apapun, baik dalam bentuk bantuan dana maupun hadiah.
Rujukan
(GFD-2022-9200) [SALAH] “Astagfirullah, Begini Perlakuan Terhadap Wanita Berhijab di India”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 16/02/2022
Berita
“Astagfirullah, Begini Perlakuan Terhadap Wanita Berhijab di India
Dalam video terlihat Wanita berhijab berlari saat disiram air oleh beberapa laki-laki.”
Dalam video terlihat Wanita berhijab berlari saat disiram air oleh beberapa laki-laki.”
Hasil Cek Fakta
Akun Faceboook dengan nama pengguna “Mohammad Ramdani Praja” (https://www.facebook.com/mohammad.ramdani.56) mengunggah sebuah video sekelompok perempuan yang menggunakan hijab tengah berlari dan disiram air oleh beberapa laki-laki. Dalam video tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi di India.
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut tidak menunjukkan peristiwa yang terjadi di India, melainkan merupakan dokumentasi aksi perpeloncoan yang dilakukan di Universitas Eastern, Sri Lanka.
Melansir dari media asal Sri Lanka Puthithu, video tersebut telah beredar sejak tahun 2019. Wakil Rektor Universitas Eastern, Profesor F.C. Raquel menegaskan bahwa aksi tersebut bukan merupakan aksi diskriminasi dan rasisme, melainkan merupakan aksi perundungan yang akan ditindak keras oleh pihak universitas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Faceboook dengan nama pengguna “Mohammad Ramdani Praja” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut tidak menunjukkan peristiwa yang terjadi di India, melainkan merupakan dokumentasi aksi perpeloncoan yang dilakukan di Universitas Eastern, Sri Lanka.
Melansir dari media asal Sri Lanka Puthithu, video tersebut telah beredar sejak tahun 2019. Wakil Rektor Universitas Eastern, Profesor F.C. Raquel menegaskan bahwa aksi tersebut bukan merupakan aksi diskriminasi dan rasisme, melainkan merupakan aksi perundungan yang akan ditindak keras oleh pihak universitas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Faceboook dengan nama pengguna “Mohammad Ramdani Praja” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini
Bukan video peristiwa yang terjadi di India. Video tersebut merupakan dokumentasi aksi perpeloncoan yang dilakukan di Universitas Eastern, Sri Lanka.
Bukan video peristiwa yang terjadi di India. Video tersebut merupakan dokumentasi aksi perpeloncoan yang dilakukan di Universitas Eastern, Sri Lanka.
Rujukan
- https://puthithu.com/?p=40200
- https://factly.in/old-ragging-video-from-sri-lanka-is-shared-as-hindu-extremists-abusing-muslim-girl-students-in-karnataka/
- https://www.indiatoday.in/fact-check/story/fact-check-old-video-from-sri-lanka-shared-muslim-students-harassed-hindu-extremists-hijab-row-1911536-2022-02-10
Halaman: 6254/7995



