• (GFD-2022-9635) [SALAH] Video Paspampres Donald Trump Memakai Tangan Palsu untuk Menyembunyikan Tangan Asli yang Siap Memegang Senjata

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 17/04/2022

    Berita

    “Paspampres Donald Trump selalu memakai Tangan palsu, Tangan asli disembunyikan di dalam jubah dengan senjata yang siap untuk menembak jika ada yang berani macam-macam ke Om Trump”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Instagram dengan nama pengguna “otaklite” mengunggah sebuah video mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang berjalan menuju tempat pelantikannya sebagai Presiden disertai keluarga dan Paspampresnya. Video tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa salah satu anggota Paspamres yang berada di sebelah kiri Melania Trump memakai tangan palsu untuk menyembunyikan tangan aslinya yang siap memegang senjata.

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut tidak menunjukkan salah satu anggota Paspampres Donald Trump yang memakai tangan palsu. Faktanya, dalam video lengkap yang diunggah oleh kanal YouTube CNN pada 21 Januari 2017 lalu dengan judul video “Watch the Trumps walk during inaugural parade”, anggota Paspampres yang dimaksud tampak menggerakkan jari-jarinya pada detik 0:33.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Instagram dengan nama pengguna “otaklite” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.

    Bukan video yang menunjukkan salah satu anggota Paspampres Donald Trump yang memakai tangan palsu. Faktanya, dalam video lengkap yang diunggah oleh kanal YouTube CNN, anggota Paspampres yang dimaksud tampak menggerakkan jari-jarinya.

    Rujukan

  • (GFD-2022-9636) [SALAH] Perwira Polisi Ipda Imam Agus Husain Meninggal Saat Mengamankan Demo di Kendari

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 17/04/2022

    Berita

    “Beliau gugur dalam pengamanan demo di Kendari.

    Apakah @KomnasHam mau mengutuk pelaku demo itu? Atau untuk polisi tidak ada HAM?”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter @Dennysiregar7 menyebarluaskan informasi bahwa Perwira Polisi Sulawesi Tenggara, Ipda Imam Agus Husain, meninggal saat mengamankan demo di Kendari 11 April lalu.

    Berdasarkan hasil penelurusan, Perwira Polisi Ipda Imam Agus Husain meninggal dunia karena kecelakaan, dan tidak ada hubungannya dengan keterlibatan beliau pada demo di Kendari 11 April lalu. Situs berita CNN Indonesia telah mengonfirmasi hal tersebut dalam artikelnya yang berjudul “Polda Sultra:Perwira Polisi Meninggal Bukan Karena Demo”.

    Dalam artikel CNN Indonesia tersebut, Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan bahwa Perwira Ipda Imam Agus Husain meninggal setelah tubuhnya terbentur kendaraan taktis yang dikendarainya.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh @Dennysiregar7 merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Informasi yang salah. Anggota perwira Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Ipda Imam Agus Husain, meninggal dunia akibat kecelakaan, bukan saat mengamankan demo di Kendari 11 April lalu.

    Rujukan

  • (GFD-2022-9638) [SALAH] “Ingin Melawan Tapi Takut Dipenjara, Driver Shopee Food Pasrah Jadi Korban Begal”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 17/04/2022

    Berita

    Akun Facebook Portal Merah Putih – PMP (fb.com/100843472611975) pada 15 April 2022 mengunggah sebuah kolase foto dengan narasi sebagai berikut:

    “Ingin Melawan Tapi Takut Dipenjara, Korban Begal Mulai Berjatuhan, Driver Shopee Food Pasrah Jadi Korban”
    “PMP Yogyakarta – Pasca pembunuhan begal di Lombok dan korbannya dijadikan tersangka langsung viral. Pemotor atau korban diminta polisi untuk tidak melawan begal karena bisa terancam penjara. Pemotor saat ini tengah dilema karena ancaman penjara kalau melawan atau bahkan membunuh begal. Karena informasi tersebut, saat ini korban pembegalan berjatuhan. Dikutip MOTOR Plus-online dari FB Info Seputar Kriminal dan Lakalantas Terbaru, seorang driver Shopee Food jadi korban pembegalan. Seorang pemuda yang enggak disebutkan namanya jadi korban pembegalan. Motor dan HP korban ludes dirampas begal, bahkan wajah korban sampai babak belur. Kasus pembegalan ini terjadi pada Rabu (13/4/2022) di Yogyakarta.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya klaim bahwa seorang pengemudi ojek online spesialis pengantar makanan pasrah menjadi korban begal merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, pria di foto itu diduga menyebarkan berita bohong bahwa dirinya menjadi korban kejahatan jalanan lantaran takut pada istrinya. Memar di wajahnya ternyata karena berkelahi dengan rekannya.

    Dilansir dari CNN Indonesia dan detikcom, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menuturkan peristiwa ini bermula pada Selasa (12/4) pukul 23.00 WIB lalu ketika Rama berkumpul bersama rekannya sesama profesinya berinisial AP, DF, dan PJ. Mereka pindah tongkrongan ke sebuah kafe di Jalan Kaliurang km 5, Depok, Sleman, pada Rabu (13/4) pukul 01.00 WIB. Di sana, mereka mengonsumsi minuman keras jenis Gedang Klutuk sebanyak dua botol kemasan 600 ml.

    “Sambil mengonsumsi, terjadilah ribut antara AK alias Rama dan AP. Saat AP menceritakan keluh kesah urusan pribadinya, AK alias Rama menyela. Tidak terima, AP memukul AK alias Rama dengan tangan sehingga mengenai mata AK alias Rama hingga lebam biru,” kata Ade di Mapolres Sleman, Sabtu (16/4).

    Permasalahan keduanya akhirnya diselesaikan secara damai. Rama kemudian kembali ke kediamannya pukul 05.00 WIB dengan masih berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

    Di depan istrinya, Rama berdalih luka robek dan lebam di mata kirinya itu adalah akibat ulah segerombolan orang tak dikenal yang melakukan aksi kejahatan jalanan. Dia mengaku dipepet delapan orang yang menaiki empat sepeda motor di Blimbingsari, Manggung, Caturtunggal Depok, atau perbatasan antara Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Rama juga menyebut gerombolan yang membawa senjata tajam itu memukulnya dengan menggunakan kunci inggris.

    “Kemudian AK alias Rama dan istrinya P bersepakat tidak melaporkan ke polisi. ‘Biar Gusti Allah saja yang membalas’, katanya gitu. Ada kata-kata ‘percuma lapor juga’ seperti itu,” imbuh Ade, menirukan ucapan Rama. Kabar bohong itu semakin menyebar ketika AK bercerita ke sesama ojek online. Hingga akhirnya viral di media sosial.

    Polisi, lanjut Ade Ary, kemudian menyelidiki peristiwa itu dan menemukan fakta tidak ada kejadian seperti yang menimpa AK. Pihaknya pun kemudian melakukan penelusuran hingga akhirnya mendapatkan identitas AK. Ade menyebut jika AK dari proses prarekonstruksi berbohong kepada polisi, dan menegaskan jika AK adalah korban kejahatan jalanan.

    Namun, seiring berjalannya waktu banyak kejanggalan yang muncul. AK pun pada akhirnya mengakui jika berbohong dan cerita yang dia buat tidak benar.

    Hingga saat ini, baik AK maupun AP masih berstatus sebagai saksi. Akan tetapi, polisi terus melakukan pendalaman dan akan memproses apabila menemukan tindak pidana dalam peristiwa ini. Apalagi AK telah membuat kegaduhan di masyarakat dengan cerita bohongnya.

    Kesimpulan

    Pria di foto itu diduga menyebarkan berita bohong bahwa dirinya menjadi korban kejahatan jalanan lantaran takut pada istrinya. Memar di wajahnya ternyata karena berkelahi dengan rekannya.

    Rujukan

  • (GFD-2022-9639) [SALAH] Jokowi Mengatakan Revolusi Mental Akan Gagal Kalau Agama Tidak Dipisahkan dari Politik

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 17/04/2022

    Berita

    “JOKOWI: Revolusi mental akan gagal kalau agama tidak dipisahkan dari politik”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter @DeeJee_007 menulis cuitan yang menyertakan sebuah meme dengan gambar Jokowi yang mengatakan bahwa revolusi mental akan gagal kalau agama tidak dipisahkan dari politik. Selain itu, @DeeJee_007 juga menambahkan informasi bahwa hanya keturunan PKI yang bisa kerja dengan jargon dan cara-cara komunis.

    Berdasarkan hasil penelurusan, Jokowi tidak pernah berkata demikian. Berdasarkan penjelasan dari detikNews, Presiden Jokowi hanya mengingatkan bahwa keberagaman suku dan budaya yang ada di Indonesia tidak boleh menjadi penyebab pemecah belah negara.

    Kutipan dari pidato Jokowi yang dikutip oleh detikNews sebagai berikut:

    “Saya hanya ingin titip, pada kita semuanya, utamanya para ulama, agar disebarkan, diingatkan, dipahamkan, bahwa kita ini beragam. Ini anugerah Allah bagi Indonesia. Kalau kita bisa merawat ini, ada kekuatan, potensi besar”.

    Terlebih lagi, Jokowi tidak menyebut mengenai revolusi mental sama sekali pada pidatonya.

    Selain itu, meme ini telah beredar sejak 2017 dan telah dibahas oleh situs turnbackhoax.id dengan judul “[DISINFORMASI] “Jokowi: Revolusi mental akan gagal kalau agama tidak dipisahkan dari politik”.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh @DeeJee_007 merupakan konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Informasi yang salah. Foto meme yang mengutip Jokowi berkata demikian merupakan hasil edit, bukan perkataan asli dari Jokowi.

    Rujukan