(GFD-2022-9612) Keliru, Informasi tentang Teka-teki Kehadiran Ade Armando di Gedung DPR RI dari CNN Indonesia
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 14/04/2022
Berita
Informasi yang diklaim berasal dari CNN Indonesia pada 11 April 2022 terkait kedatangan Ade Armando di gedung DPR RI, beredar di Twitter sejak Selasa 12 April 2022.
Informasi itu berupa selebaran digital, berlogo media CNN Indonesia, dan memuat foto Ade Armando setelah dipukuli sekelompok massa.
Selebaran itu berjudul “Teka-teki kehadiran Ade Armando di gedung DPR RI, babak belur dihajar sekelompok orang, terjawab sudah.” Didalamnya tertulis informasi bahwa Tim CNN telah mengkonfirmasi ke Ade Armando bahwa Ia datang ke gedung DPR RI karena diminta oleh Adian Napitupulu. Dia diminta datang untuk meredam aksi mahasiswa yang saat itu berunjuk rasa.
Lalu datanglah sekelompok orang yang melukai Ade. Disebut juga bahwa hasil penelusuran tim CNN, pelaku pengeroyokan itu adalah ormas GMBI Binaan Kepolisian.
Benarkah informasi itu berasal dari CNN Indonesia?
Tangkapan layar unggahan foto dengan klaim informasi tentang teka-teki kehadiran Ade Armando di gedung DPR RI dari CNN Indonesia
Hasil Cek Fakta
Dengan pencarian menggunakan kata kunci, Tempo tidak menemukan berita tersebut dipublikasikan oleh CNN Indonesia.
Dalam pernyataan pada 12 April 2022, Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Titin Rosmasari, mengatakan bahwa selebaran tersebut tidak dibuat oleh CNN Indonesia. Demikian juga situs cnnindonesia.com tidak pernah mempublikasikan berita dengan konteks seperti narasi yang beredar.
“Gambar tangkapan layar di atas, bukan tulisan dan atau dibuat oleh CNNindonesia.com, dan tidak pernah diterbitkan di situs CNNIndonesia.com,” tulis Titin Rosmasari, yang dimuat di akun Twitter CNN Indonesia, 12 April 2022.
Beredarnya informasi keliru itu dianggap dapat menimbulkan keonaran di masyarakat dan menimbulkan konotasi negatif pada CNN Indonesia.
“Kejahatan penyebaran dan pembuatan gambar tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang,” kata dia.
Hingga artikel ini diturunkan, dua orang tersangka pelaku pengeroyokan terhadap Ade Armando telah ditangkap tim Polda Metro Jaya. Dikutip dari Tempo, Polisi masih memburu empat pelaku yang telah berhasil teridentifikasi. Tubagus mengatakan dua orang tersangka pengeroyokan Ade Armando itu tidak berstatus sebagai mahasiswa. Keduanya merupakan wiraswasta. Ade Armando dikeroyok sejumlah orang usai bubaran demo BEM SI yang digelar pada Senin, 11 April 2022 lalu.
Sebelumnya, selebaran digital dengan mencatut logo CNN Indonesia pernah beredar pada 16 April 2020. Poster itu berisi informasi tentang bentrok antara TNI penjaga perbatasan dengan Polri di Papua. Menurut poster tersebut, bentrokan itu dipicu oleh masuknya tenaga kerja asing (TKA) Cina ilegal di perbatasan.
Hasil pemeriksaan fakta Tempo saat itu, CNN Indonesia tidak pernah menayangkan video, foto, ataupun berita sebagaimana yang tercantum dalam poster tersebut. Bentrok TNI-Polri di Papua itu pun, yakni pada 12 April 2020, bukan dipicu oleh masuknya TKA Cina ilegal, melainkan urusan sewa motor.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, selebaran yang berisi klaim berita CNN Indonesia tentang teka-teki kehadiran Ade Armando di gedung DPR RI adalah keliru. CNN Indonesia tidak pernah menerbitkan informasi tersebut.
Tim Cek Fakta Tempo________________
Riset Penulisan Cek Fakta
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan jaringan Cek Fakta yang terdiri atas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) serta Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) sedang melaksanakan riset penulisan Cek Fakta bekerjasama dengan tim akademisi dari Universitas Media Nusantara. Riset ini dilakukan dengan, salah satunya, mengadakan survei.
Tujuan dari survei ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang akurat serta input dari publik terkait dengan produk Cek Fakta, dari aspek format dan model distribusi. Hasil survei ini akan digunakan sebagai masukan perbaikan produk Cek Fakta agar publik membaca produk-produk cek fakta yang dihasilkan media jaringan Cek Fakta sebagai referensi melawan dis/misinformasi yang beredar di masyarakat.
Anda bisa berpa
Rujukan
- https://twitter.com/NurAlam37882842/status/1513845887788728321
- https://twitter.com/CNNIndonesia/status/1513734350331944960/photo/1
- https://metro.tempo.co/read/1581654/2-pelaku-pengeroyokan-ade-armando-ditangkap-tak-berstatus-mahasiswa/full&view=ok
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/739/fakta-atau-hoaks-benarkah-terjadi-bentrok-tni-polri-di-papua-yang-dipicu-oleh-masuknya-tka-cina-ilegal
(GFD-2022-9613) Keliru, Klaim Video Pasukan Pengamanan Aksi Demo 11 April 2022
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 14/04/2022
Berita
Sebuah video yang memperlihatkan pasukan anti huru hara tengah melakukan long march sambil menyanyikan yel-yel beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi pasukan pengamanan aksi demo 11 April 2022 mulai bergerak.
Di Facebook, video tersebut dibagikan akun pada 11 April 2022. Akun inipun menuliskan narasi, “Pasukan pengamanan aksi demo tgl 11 april 2022 mulai bergerak.”
Hingga artikel ini dimuat, video berdurasi 26 detik tersebut telah disaksikan lebih dari 190 kali dan mendapat 43 komentar. Apa benar ini video pasukan pengamanan aksi demo 11 April 2022?
Tangkapan layar unggahan video yang diklaim sebagai persiapan pengamanan demo 11 april
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya video tersebut ditelusuri jejak digitalnya dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex.
Hasilnya, video tersebut merupakan long march pasukan pengamanan tahapan Pemilu 2019.
Video yang identik dengan kualitas gambar lebih baik pernah diunggah ke Internet oleh akun terverifikasi TMC Polda Metro Jaya pada 22 Mei 2019.
“TNI-Polri siap untuk menjaga stabilitas keamanan di tahapan-tahapan Pemilu 2019 selanjutnya. TNI-Polri tidak akan mentolerir dan akan menindak tegas semua upaya yang akan mengganggu ketertiban Masyarakat serta aksi2 inkonstitusional yg merusak proses demokrasi. NKRI harga mati!,” bunyi tweet tersebut.
Video serupa pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Sinatrya Tyas pada 22 Mei 2019 dengan judul, “ TNI-POLRI Jakarta Siaga 1.”
Selanjutnya, pada hari yang sama (22 Mei 2019) video identik juga diunggah ke Youtube oleh kanal Video Tutorial Update Indonesia dengan judul, “ RICUH PENGAMANAN DEMO DI BAWASLU RI 22 MEI.”
Foto yang identik dengan klip video tersebut pernah dimuat situs berita Beritasatu.com pada 22 Mei 2019 dengan keterangan, “Aparat kepolisian bersiaga di sekitar Gedung Bawaslu, 21 Mei 2019. (Foto: TMC Polda Metro).”
Dilansir dari Beritasatu.com, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa menolak hasil pengitungan suara KPU, di sekitar Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).
Setelah itu, massa berangsur-angsur membubarkan diri. Namun, dikabarkan ada sekelompok orang yang tetap bertahan dan mencoba memprovokasi aparat keamanan. Akhirnya, polisi melakukan pembubaran paksa.
Polisi melakukan pembubaran secara paksa terhadap sejumlah orang yang melakukan provokasi, di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Ada beberapa orang yang diamankan di Polda Metro Jaya.
"Bahwa aksi demo kemarin sudah tertib dan bubar dengan damai, tetapi malamnya ada segelintir orang yang sengaja membuat provokasi agar membuat warga terlibat. Semua sudah bisa kita atasi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (22/5/2019).
Menurut Argo, personel kepolisian masih lengkap melakukan pengamanan, dan dikendalikan Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan.
"Personel pengamanan Brimob, Sabhara semua masih lengkap dikendalikan oleh Kapolres Jakpus selaku kepala pengamanan obyek," tandasnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim pasukan pengamanan aksi demo 11 April 2022,keliru. Video tersebut telah beredar di internet sejak 22 Mei 2019 dan sama sekali tidak terkait dengan pengamanan aksi demo 11 April 2022, melainkan pasukan pengamanan Pemilu 2019.
TIM CEK FAKTA TEMPO
__________
Riset Penulisan Cek Fakta
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan jaringan Cek Fakta yang terdiri atas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) serta Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) sedang melaksanakan riset penulisan Cek Fakta bekerjasama dengan tim akademisi dari Universitas Media Nusantara. Riset ini dilakukan dengan, salah satunya, mengadakan survei.
Tujuan dari survei ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang akurat serta input dari publik terkait dengan produk Cek Fakta, dari aspek format dan model distribusi. Hasil survei ini akan digunakan sebagai masukan perbaikan produk Cek Fakta agar publik membaca produk-produk cek fakta yang dihasilkan media jaringan Cek Fakta sebagai referensi mela
Rujukan
- https://www.facebook.com/ummu.hamman/videos/694591845076493 tempo.co/tag/demo-11-april
- https://twitter.com/tmcpoldametro/status/1130898967963680769?fbclid=IwAR0GRklC5Uv58zKKVZyuvZnHTp6CsZsZqZTO_-XIPMg8fGFg7BpTTmZPG04
- https://www.youtube.com/shorts/ZE2aLW8lMkA
- https://www.youtube.com/shorts/-O8nr2drmbM
- https://www.beritasatu.com/megapolitan/555588/polisi-demo-di-bawaslu-tertib-tetapi-ada-segelintir-orang-sengaja-provokasi
(GFD-2022-9615) [SALAH] Mahasiswa Batal Puasa Karena Demo di Depan Gedung DPRK Langsa
Sumber: artikelTanggal publish: 14/04/2022
Berita
Portal berita MetroNews mengunggah artikel berita yang menginformasikan ratusan mahasiswa membatalkan puasa di depan gedung DPRK Langsa, dan mengaku kepanasan karena mengikuti demo. Artikel tersebut diunggah pada 10 April 2022.
Narasi:
“Gara-gara ikut Demo, Mahasiswa Ngaku Khilaf dan Buka Puasa Usai Adzan Zuhur”
Narasi:
“Gara-gara ikut Demo, Mahasiswa Ngaku Khilaf dan Buka Puasa Usai Adzan Zuhur”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, kejadian ratusan mahasiswa yang makan nasi bungkus di depan Kantor DPRK Langsa terjadi pada 8 Oktober 2020, bukan pada 10 April lalu. Portal berita Merdeka telah menulis artikel dengan menggunakan foto serupa.
Kutipan dari Berita Merdeka tertulis sebagai berikut:
“Seribuan mahasiswa yang masih bertahan di halaman depan Kantor DPRK Langsa meneriakan Yel yel “DPR Goblok” dan “Hidup Mahasiswa” secara serentak di ucapkan oleh mahasiswa yang berdemo di depan Kantor DPRK Langsa, Kamis (8/10/2020)”
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh MetroNews merupakan konteks yang salah / false context.
Kutipan dari Berita Merdeka tertulis sebagai berikut:
“Seribuan mahasiswa yang masih bertahan di halaman depan Kantor DPRK Langsa meneriakan Yel yel “DPR Goblok” dan “Hidup Mahasiswa” secara serentak di ucapkan oleh mahasiswa yang berdemo di depan Kantor DPRK Langsa, Kamis (8/10/2020)”
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh MetroNews merupakan konteks yang salah / false context.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.
Bukan momen bulan puasa. Foto yang menunjukkan ratusan mahasiswa makan di depan gedung DPRK Langsa terjadi pada 8 Oktober 2020, bukan pada demo April lalu.
Bukan momen bulan puasa. Foto yang menunjukkan ratusan mahasiswa makan di depan gedung DPRK Langsa terjadi pada 8 Oktober 2020, bukan pada demo April lalu.
Rujukan
(GFD-2022-9616) [SALAH] Nagita Gugat Cerai Suami Ke Pengadilan
Sumber: facebook.comTanggal publish: 14/04/2022
Berita
Beredar unggahan di Facebook yang menginformasikan bahwa artis Nagita Slavina menggugat cerai suaminya yaitu Raffi Ahmad ke pengadilan. Dalam unggahan ini juga membagikan artikel dari situs Aji—berita.blogspot.com yang berjudul “Viral …Nagita Slavina Gugat Cerai Suami ke Pengadilan. Nagita: Saya Sedih Banget, Permasalahannya….” yang di dalam artikel tersebut menampilkan foto Nagita Slavina dengan suaminya Raffi Ahmad.
[NARASI]:
“Viral …Nagita Slavina Gugat Cerai Suami ke Pengadilan. Nagita: Saya Sedih Banget, Permasalahannya….”
[NARASI]:
“Viral …Nagita Slavina Gugat Cerai Suami ke Pengadilan. Nagita: Saya Sedih Banget, Permasalahannya….”
Hasil Cek Fakta
Namun setelah membuka artikel tersebut tidak ditemukan adanya informasi mengenai perceraian Nagita Slavina dan Raffi Ahmad melainkan informasi perceraian ibunda Nagita yaitu Rieta Amalia Beta dengan suaminya Basuki Widjaja. Kemudian melansir Detik.co.id, memang ibunda Nagita Slavina mengajukan gugatan cerai ke suaminya pada akhir Maret 2022.
Dengan demikian, informasi Nagita Slavina mengajukan gugatan cerai ke suaminya tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.
Dengan demikian, informasi Nagita Slavina mengajukan gugatan cerai ke suaminya tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Ari Dwi Prasetyo.
Faktanya informasi pada judul artikel tersebut tidak benar. Bukan Nagita Slavina yang menggugat cerai suaminya, namun ibunya yaitu Rieta Amalia Beta terhadap suaminya Basuki Widjaja.
Faktanya informasi pada judul artikel tersebut tidak benar. Bukan Nagita Slavina yang menggugat cerai suaminya, namun ibunya yaitu Rieta Amalia Beta terhadap suaminya Basuki Widjaja.
Rujukan
Halaman: 6163/8008



