• (GFD-2022-10381) Keliru, Poster Berlogo CNN Indonesia dengan Klaim Presiden Ukraina Marah telah Difitnah dan Direndahkan Presiden Jokowi

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 06/07/2022

    Berita


    Beredar di media sosial, sebuah poster dengan narasi bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan rakyatnya marah telah difitnah dan direndahkan Presiden Jokowi. Poster itu juga mencantumkan logo bertuliskan CNN Indonesia.
    Poster tersebut beredar di media sosial seiring dengan munculnya kontroversi pernyataan Presiden Jokowi soal pesan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.
    Berikut narasi poster tersebut:
    “Presiden Zelensky dan Rakyat Ukraina Bantah dan Marah Sudah Difitnah dan Direndahkan Jokowi. Hasil dari kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia untuk misi perdamaian akhirnya berbuntut kecaman dari rakyat Ukraina dan Presiden Zelensky. Pasalnya mereka tidak menitip pesan untuk damai ke Presiden Rusia Vladimir Putin. Karena itu adalah merendahkan diri Bangsa Ukraina. Zelensky katakan: “itu adalah kebohongan besar Jokowi.”
    Tangkapan layar unggahan poster dengan logo CNN Indonesia dengan klaim Presiden Ukraina marah telah difitnah dan direndahkan Presiden Jokowi

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula menghubungi Pemimpin Redaksi cnnindonesia.com, Titin Rosmasari. Hasilnya, Titin memastikan bahwa poster di atas bukan tulisan dan/atau dibuat oleh situs berita CNNIndonesia.com. 
    “Tangkapan layar tersebut tidak pernah diterbitkan di situs CNNIndonesia.com. CNNIndonesia.com tidak pernah mempublikasikan berita dengan konteks seperti tercantum dalam contoh di atas,” jelas Titin dalam pernyataan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 5 Juli 2022.
    Menurut Titin, tindakan yang dilakukan oleh pembuat dan penyebar gambar tersebut telah melanggar Pasal 9 UU Hak Cipta karena menggunakan nama dan logo CNN Indonesia tanpa izin, dan melanggar Pasal 28 ayat (1) UU ITE karena menyebarkan berita bohong (hoaks).
    Titin juga menyesalkan pembuatan dan peredaran gambar tersebut karena dapat menimbulkan keonaran di tengah masyarakat dan menimbulkan konotasi negatif kepada medianya, narasumber, dan pihak lain yang disebutkan dalam hoaks tersebut.
    Selanjutnya, Tempo juga menelusuri indeks Berita rubrik internasional cnnindonesia.com per 1 Juli 2022, sesuai dengan tanggal yang tercantum dalam poster tersebut. Hasilnya, terdapat 37 berita yang meliputi artikel, foto dan video.
    Dari jumlah itu, tak satupun artikel, foto maupun video berjudul, “Presiden Zelensky dan Rakyat Ukraina Bantah dan Marah Sudah Difitnah dan Direndahkan Jokowi” seperti yang diklaim dalam poster di atas.
    Melalui akun Twitter resminya pada 5 Juli 2022, CNN Indonesia memastikan bahwa poster di atas adalah hoaks dan telah mencatut logo CNN Indonesia. 
    Kontroversi Klaim Jokowi Bawa Pesan Zelensky
    Dilansir dari Liputan6.com, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membantah meninggalkan pesan untuk Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Di sisi lain, pihak Rusia mengaku menerima pesan tidak tertulis dari Jokowi.
    Semua berawal ketika Serhii Nikiforov yang menjadi juru bicara Zelensky mengatakan jika tidak ada pesan yang dipercayakan kepada Jokowi. Nikiforov mengatakan jika Zelensky ingin memberikan pesan kepada Putin, itu akan disampaikan langsung dalam pidato terbuka.
    “Indonesia adalah salah satu importir gandum terbesar dari Ukraina, dan blokade pelabuhan Ukraina telah menjadi topik pembicaraan utama antara kedua presiden (Indonesia dan Ukraina, catatan editor) di Kiev,” kata Nikiforov ke kantor berita Pravda.
    Berdasarkan arsip berita Tempo, berikut beberapa fakta yang muncul dari perbedaan klaim soal pesan Jokowi dalam lawatan ke dua negara tersebut:
    Jokowi bertemu  Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv, pada 29 Juni. Saat itu, Jokowi mengatakan kepada Zelensky kalau dirinya menawarkan diri untuk membawa pesan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
    "Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelensky untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," kata Jokowi. 
    Sehari kemudian, 30 Juni, Jokowi datang ke Moskow, Rusia dan bertemu Putin.
    "Saya telah sampaikan pesan Presiden  Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan  kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara 
    dua pemimpin tersebut," kata Jokowi di Kremlin.
    Sekretaris Pers untuk Kantor Presiden  Ukraina, Serhii Nikiforov, membantah pernyataan Jokowi soal titipan pesan Zelensky kepada Putin.  Klarifikasi  disampaikan Nikiforov mengatakan kepada media Ukrainska Pravda, pada 3 Juli 2022.
    Ia menyebut bahwa fokus pembicaraan antara Zelensky  dan Jokowi di Istana Presiden Ukraina di Kyiv, Rabu 29 Juni  2022, adalah tentang blokade pelabuhan Ukraina. Sebab Indonesia adalah salah satu importir gandum terbesar dari Ukraina.
    "Pesan apa pun, jika presiden Ukraina ingin berbicara  kepada seseorang, dia akan melakukannya secara terbuka dalam pidato hariannya," kata Nikiforov. 
    Juru bicara Kremlin  Dmitry Peskov membenarkan ada pesan yang disampaikan Jokowi dari Zelensky kepada Vladimir Putin. Tapi, Ia tak merinci pesan yang  dimaksud.
    "Itu bukanlah pesan tertulis. Hanya itu yang saya bisa  katakan kepada anda," kata dia kepada media Rusia, TASS, mengkonfirmasi soal pesan Jokowi.
    Saat dikonfirmasi ihwal pesan Jokowi, juru bicara  Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, Minggu, 3 Juli  2022 tidak berkomentar banyak. "Saya tidak dapat  merespon sesuatu yang tidak saya ketahui. Mohon maaf," ujar Faizasyah melalui pesan singkat.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, poster berlogo CNN Indonesia dengan klaim bahwa Presiden Ukraina marah telah diitnah dan direndahkan Presiden Jokowi, keliru. Pemimpin Redaksi CNNIndonesia.com, Titin Rosmasari, memastikan poster di atas adalah hoaks dan telah mencatut logo CNN Indonesia. CNNIndonesia.com tidak pernah mempublikasikan berita dengan konteks seperti tercantum dalam poster di atas.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10382) Keliru, Presiden Xi Jinping Dukung Rencana Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Membangun Kiblat Baru Umat Islam Nusantara di Cina

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 06/07/2022

    Berita


    Gambar tangkapan layar yang memuat logo dua situs berita yang masing-masing memuat foto Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Presiden Cina Xi Jinping beredar di media sosial. Tangkapan layar tersebut disertai narasi rencana pembangunan kiblat baru umat Islam Nusantara di Cina.
    Di Facebook, tangkapan layar tersebut dibagikan akun ini pada 30 Maret 2022. Akun inipun menuliskan narasi, “BENER APA BENER.....HEBAT MENAG ISLAM NUSANTARA.” Hingga artikel ini dimuat, tangkapan layar tersebut telah mendapat 20 komentar. 
    Tangkapan Layar Unggahan Foto dengan Klaim Presiden Xi Jinping Dukung Rencana Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Membangun Kiblat Baru Umat Islam Nusantara di Cina

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri indeks berita situs Detik.com pada 8 Maret 2022 dan Sindonews.com per 12 Maret 2022 . Hasilnya, tidak ditemukan judul artikel seperti pada tangkapan layar di atas. Tangkapan layar tersebut merupakan hasil suntingan dengan cara mengubah judul artikel aslinya.
    Satu sisi tangkapan layar di atas, memuat logo situs berita Detik.com dengan foto Presiden Cina Xi Jinping. Terdapat pula waktu publikasi yakni Selasa, 08 Maret 2022 pukul 19.22 WIB.
    Tempo kemudian menelusuri indeks berita situs  Detik.com  sesuai waktu publikasi yang terdapat dalam tangkapan layar. Hasilnya, ditemukan sebuah artikel dengan foto Presiden Cina Xi Jinping. Namun, dengan judul yang berbeda yakni “ Presiden China Sebut Situasi Terkini di Ukraina Mengkhawatirkan.”
    Dijelaskan dalam artikel tersebut, Presiden China Xi Jinping membahas soal situasi terkini di Ukraina yang tengah diinvasi Rusia, dalam percakapan via video conference dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.
    Kepada Macron dan Scholz, Xi menyebut krisis di Ukraina 'mengkhawatirkan'. Xi juga menyerukan 'sikap menahan diri maksimum' terkait Ukraina. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (8/3/2022).
    Komentar Xi itu disampaikan dua pekan setelah Rusia melancarkan invasi militer ke Ukraina. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut jumlah orang yang mengungsi dari perang tersebut telah melampaui dua juta orang -- menjadikannya sebagai krisis pengungsi yang bertumbuh paling cepat sejak Perang Dunia II.
    Tempo juga menelusuri indek berita situs  Sindonews.com  per 12 Maret 2022 dan merujuk waktu publikasi yakni pukul 19.08 WIB. Tak ada artikel dengan narasi seperti pada tangkapan layar.
    Artikel dengan foto Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sesuai waktu publikasi dalam tangkapan layar berjudul, “Menag Yaqut: Label Halal MUI Tidak Berlaku Lagi.”
    Dalam artikel itu, Menteri Agama ( Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa label halal tidak lagi milik Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) tapi kewenangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. Label halal MUI nantinya tidak berlaku lagi di Indonesia.
    "Di waktu-waktu yang akan datang, secara bertahap label halal yang diterbitkan MUI dinyatakan tidak berlaku lagi," kata Menag Yaqut di akun Instagram @gusyaqut, Sabtu (12/3/2022).
    Seperti diketahui, BPJPH Kemenag telah menetapkan bahwa label halal Indonesia berlaku secara nasional per 1 Maret 2022. Hal itu didasarkan Surat Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 yang ditetapkan di Jakarta pada 10 Februari 2022.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, gambar tangkapan layar yang memuat logo situs berita Detik.com dan Sindonews.com dengan narasi Presiden Xi Jinping dukung rencana Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membangun kiblat baru umat Islam Nusantara di Cina, keliru. Kedua situs berita tersebut sama sekali tidak pernah mempublikasikan artikel dengan narasi seperti pada tangkapan layar. Tangkapan layar di atas merupakan hasil suntingan dengan cara mengubah judul artikel aslinya.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10074) [SALAH] Video Sosok Makhluk Aneh di Hutan

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 05/07/2022

    Berita

    “Yg lagi Viral seorang pendaki meliat mahluk aneh.”

    Hasil Cek Fakta

    Akun TikTok dengan nama pengguna “jaka_kelana26” mengunggah sebuah video yang menunjukkan sosok makhluk mungil di hutan. Video tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa makhluk tersebut ditemukan oleh seorang pendaki.

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan video penampakan makhluk aneh. Faktanya, video tersebut merupakan hasil CGI atau hasil rekayasa gambar menggunakan teknologi komputer.

    Lebih lanjut, bentuk makhluk yang ada pada video serupa dengan penampilan makhluk “pixie” yang sering muncul dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube “Erwin Saunders”. Erwin Saunders sendiri diyakini sebagai nama samaran dari Paul Smith, seorang ahli CGI dari perusahaan bernama Busty Kelp.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun TikTok dengan nama pengguna “jaka_kelana26” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.

    Bukan penampakan makhluk aneh. Faktanya, video tersebut merupakan hasil CGI atau hasil rekayasa gambar menggunakan teknologi komputer.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10376) Menyesatkan, Video Bendera Merah Putih Berkibar di Konser Scorpions di Ukraina Berkat Jokowi

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 05/07/2022

    Berita


    Sebuah video dengan narasi bahwa bendera pusaka Merah Putih, berkibar di dalam konser Scorpions di Ukraina karena Presiden Joko Widodo, dibagikan oleh sejumlah akun Twitter pada 2 Juli 2022.
    Di dalam video berdurasi 45 detik itu, tampak dua bendera berukuran raksasa dibentangkan para penonton saat personil Scorpions melantunkan lagu ‘Wind of Change’. "Berkat Pak Jokowi untuk misi perdamaian Rusia Ukraina bendera Indonesia berkibar di konser Scorpion, Peace n Love,” tulis salah satu Twitter tersebut
    Unggahan tersebut beredar setelah pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin, pada akhir Juni 2022.
    Akun Twitter menyebarkan hoaks tentang bendera Indonesia berkibar di konser Scorpions berkat kedatangan Presiden Jokowi

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, bahwa bendera yang dibentangkan tersebut bukan bendera Indonesia, Merah Putih. Bendera tersebut adalah bendera Polandia, Putih-Merah, yang dibentangkan pada konser Scorpion di negara itu. 
    Untuk memeriksa video itu, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula menelusuri akun Facebook dan Twitter Scorpions, kelompok musik hard rock dari Hannover, Niedersachsen, Jerman. 
    Di akun Twitter @ Scorpions disebutkan dengan jelas tentang jadwal lengkap konser Scorpions di sejumlah negara di Eropa. Pertama pada 23 Mei, konser berlangsung di Verona, Italy; kemudian 26 Mei di Prague, Czech Republic; disusul 28 Mei di Krakow, Poland. Selanjutnya pada 30 Mei di Budapest, Hungaria dan terakhir 3 Juni di Helsinki, Finlandia.
    Di akun resmi Facebook -nya, Scorpions mengunggah video hasil konser mereka di Krakow, Polandia pada 29 Mei 2022. Pada detik ke-43, dua bendera raksasa Ukraina dan Polandia mulai dibentangkan sebagai bentuk solidaritas atas serangan Rusia terhadap Ukraina. 
    Akun Facebook resmi Scorpions menayangkan cuplikan video konsernya di Krakow, ibu kota Polandia, 29 Mei 2022
    Scorpions menulis ucapan terima kasih atas momen yang sangat emosional dari para penggemarnya di Polandia. Berikut narasi lengkap dalam keterangan video tersebut:
    Krakowie !!!! Polsko !!!! Dzi?kujemy Wam z ca?ego serca za wspania?e chwile sp?dzone z Wami !!!!  … Thank you so much for this hard rocking and very emotional night ….we love you, Scorpions
    Jadi, tidak benar bendera berwarna merah dan putih itu adalah bendera Indonesia, melainkan bendera Polandia yang berwarna putih dan merah. Bendera itu dikibarkan saat konser grup band Scorpions di Tauron Arena Krakow, Sabtu, 28 Mei 2022 lalu.
    Dikutip dari salah satu media berbahasa Polandia, Niezalezna, bendera Polandia dan Ukraina setinggi 50 meter dikibarkan selama konser Scorpions di Krakow. Berkat aksi ini, Tauron Arena Krakow menjadi putih-merah dan biru-kuning selama lagu ‘Wind of Change’. Ini menjadi penghormatan dan solidaritas dari musisi kepada penggemar mereka yang diserang Rusia.
    Konser tersebut juga tidak berkaitan dengan misi damai Jokowi dengan bertemu Presiden Ukraina dan Rusia. Sebab, konser itu sendiri berlangsung satu bulan sebelum kunjungan Jokowi ke Ukraina maupun ke Rusia. 
    Dikutip dari Tempo, Jokowi bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis, 30 Juni 2022. Sebelum bertemu Putin di Moskow, Jokowi terlebih dahulu mengunjungi Ukraina pada Rabu, 29 Juni 2022. Di ibu kota Kyiv, Jokowi bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan video tersebut, Tempo menyimpulkan yang diklaim bahwa bendera Indonesia Merah Putih berkibar di konser Scorpions di Ukraina karena Presiden Joko Widodo, adalah menyesatkan. 
    Dua bendera yang dibentangkan itu adalah bendera Polandia dan Ukraina saat konser grup band Scorpions di Tauron Arena Krakow, Polandia, 28 Mei 2022. Konser ini berlangsung sebelum kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia pada akhir Juni 2022.

    Rujukan