• (GFD-2022-10384) Menyesatkan, Video Penangkapan Pelaku Perusakan Tanggul Bethukandi yang Dikaitkan dengan Muslim India

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 07/07/2022

    Berita


    Video pendek yang menampakkan empat orang pria ditangkap, diunggah salah satu akun di Twitter. Pemilik akun memberikan narasi:  
    “Muslim rasa komunis. Menurut BuzzRep India, 4 orang Muslim ditangkap polisi karena dengan sengaja menyabotase waduk dengan menjebolnya hingga menyebabkan banjir di Assam. Kalau bener, lama-lama Muslim India juga lama-lama bisa jadi ancaman buat NKRI juga nih, selain Hindutva”
    Sebuah akun Twitter menyebarkan kabar penangkapan Muslim oleh polisi India
    Selain empat pria, video juga memuat juga memuat seorang wanita berseragam memberikan keterangan tentang penangkapan empat pria itu. 

    Hasil Cek Fakta


    Tim Cek Fakta Tempo mengawali penelusuran dengan menelusuri video yang menampakkan empat, dan mendengarkan keterangan petugas yang ada di dalam video itu. Dengan Google reverse image milik Google, Tempo menemukan video itu pernah dimuat di situs India, Republic TV, yang diterbitkan pada Selasa, 5 Juli 2022, berjudul Police Arrest 4 For 'vandalism' At Betukandi Dyke That Led To Floods In Assam Silchar. 
    Berita video itu memuat berita bahwa polisi Assam menangkap empat orang diduga melakukan perusakan atau vandalisme di tanggul Betukandi yang menyebabkan banjir besar di Silchar, Assam.
    Tiga distrik yang paling terkena dampak atas banjir itu yakni Cachar, Karimganj, dan Hailakandi. Ribuan orang dikabarkan mengungsi, banyak fasilitas publik yang rusak dan sedikitnya 50 orang kehilangan nyawa mereka dalam banjir.
    Sebuah tangkapan layar berita penangkapan 4 pelaku perusakan tanggul di Assam, India.
    Ketua Menteri Assam Himanta Biswa Sarma juga memerintahkan penyelidikan atas masalah ini dan mengarahkan polisi untuk menangkap para pelakunya. Polisi mengidentifikasi ada enam pelaku dan telah menangkap empat di antaranya yakni Kabul Khan, Mitu Hussain Laskar, Nazir Hussain Laskar, dan Ripon Khan, dari lokasi yang berbeda. Operasi pencarian masih dilakukan untuk orang lain yang mungkin terlibat.
    Di situs lainnya, Times of india, yang terbit pada Rabu, 6 Juli 2022 dengan judul CID probes dyke 'sabotage' that flooded Silchar, 4 held. Keempat penangkapan itu terjadi lima minggu setelah departemen sumber daya air melapor ke polisi pada 23 Mei 2022 tentang “kelompok orang tak dikenal” yang diduga memotong sebagian dari tanggul di Bethukandi.
    Kabul adalah orang pertama yang ditangkap berdasarkan video yang menggambarkan dugaan sabotase. Tiga orang lainnya ditangkap pada hari Minggu. Setelah itu keempat pria itu dibawa ke Guwahati untuk penyelidikan lebih lanjut.
    Dari video dan kedua sumber berita itu, tidak satupun menyebutkan tentang identitas agama keempat pelaku, alih-alih menghubungkannya dengan komunis. 

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil verifikasi, unggahan yang menghubungkan penangkapan empat pelaku perusakan bendungan di India dengan umat Muslim adalah menyesatkan. 
    Video itu memang benar tentang empat orang yang ditangkap karena merusak  tanggul Betukandi yang menyebabkan banjir besar di Silchar, Assam. Namun tindakan tersebut tidak terkait dengan agama tertentu. 

    Rujukan

  • (GFD-2022-10385) Menyesatkan, Video TikTok dengan Narasi Etnis Madura Buat Masalah dengan Orang Bandung

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 07/07/2022

    Berita


    Sebuah akun TikTok mengunggah video TikTok yang mengandung rasisme berjudul “Madura selalu buat masalah dulu dengan Sampit sekarang dengan Bandung”. Video ini diunggah pada 5 Juli 2022.
    Video berdurasi 25 detik ini menunjukkan sejumlah orang berjalan bergerombol sambil berteriak-teriak. 
    Sebuah akun TikTok menyebarkan potongan video mengandung rasisme soal perkelahian warga di Pasar Induk Cikopo
    Hingga tulisan ini dibuat, video ini disukai oleh 36.900 akun dan 8.225 komentar.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk verifikasi video ini, Tim Cek Fakta Tempo melakukan penelusuran dengan membaca setiap komentar yang atas video ini. Juga mencari video-video yang identik di media sosial seperti Facebook, Snack Video, Twitter,dan YouTube. Tempo menggunakan Google Map, mattw.io, Youtube Metadata, dan Fake News Debunker By InVid untuk analisis lokasi dan keaslian video.
    Tempo mendapatkan petunjuk dari komentar warganet di Tik Tok yang menyebut kejadian tersebut di kawasan Cipoko, Purwakarta. Dengan petunjuk tersebut, Tempo menelusuri video di Youtube dan menemukan tiga video yang  diunggah Akun Youtube Mari Belajar. Dari tiga video satu video diberi judul “Aksi Memanas, Pasar Induk Cikopo”. Dua video lain identik, hanya diberi judul “Kejadian Pasar Induk Cikopo dan Aksi Preman Pasar Induk Cikopo”. 
    Ketiga video ini diunggah tanggal 4 Juli 2022. Adapun video yang identik dengan yang beredar di TikTok berjudul “Aksi Preman Pasar Cikopo dan Kejadian pasar Induk Cikopo”. Durasi video pun sama, 25 detik. Dari kolom komentar, beberapa pengguna YouTube juga memberikan informasi tentang kejadian di Pasar Induk Cikopo.
    Tempo menggunakan Google Maps untuk menelusuri lokasi Pasar Induk Cikopo di Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Melalui Google Maps, Tempo menemukan lokasi jalan di mana sejumlah orang berjalan kaki dalam video, identik dengan jalan masuk ke Pasar Induk Cikopo. Itu terlihat dari ruas dua jalan yang ditumbuhi tanaman di bagian kanan, kiri dan tengah, serta lampu penerang jalan di antara tanaman.
    Tangkapan layar Google Maps untuk mengidentifikasi kabar hoaks lokasi perkelahian antarpedagang di Cikopo, Purwakarta
    Video lain yang menunjukkan aksi demonstrasi pedagang usai insiden itu diunggah sebuah akun YouTube tanggal 5 Juli 2022. Video ini mengklaim ini adalah berita lanjutan penusukan di Pasar Cikopo Purwakarta. 
    Berita Terkait Kejadian di Cikopo
    Tim Cek Fakta Tempo menelusuri kejadian seputar wilayah Cikopo, Purwakarta tanggal 3-4 Juli 2022. Batasan tanggal ini sesuai dengan waktu unggah video, baik yang ada di Youtube dan TikTok.
    Dilansir Sindonews pada Minggu, 3 Juli 2022, terjadi perkelahian sesama pedagang di Pasar Induk Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Seorang pedagang sayur meninggal dalam kejadian ini.
    Kapolsek Bungursari, Kompol H Budi Harto dikutip dari Detik, mengatakan perkelahian terjadi di los sayur depan lapak D2, nomor 62, Pasar Induk Modern Cikopo, Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Perkelahian terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, di Pasar Induk Modern Cikopo. Baik korban maupun pelaku merupakan pedagang di Pasar Induk Modern Cikopo.
    Melalui pesan WhatsApp kepada Tempo, Kompol Budi mengatakan ia tidak mengetahui kejadian seperti yang ada di video tersebut. Namun informasi dari manajemen Pasar Induk Modern Cikopo PT. Jakatiya Megah, sudah ada pertemuan antara paguyuban pedagang Madura dan paguyuban pedagang dari Bandung pada Senin, 4 Juli 2022. Pertemuan ini tidak melibatkan pihak kepolisian, hanya kedua perwakilan paguyuban dan manajemen pasar. 
    Humas Polres Purwakarta, Ipda Tini Yutini, kepada Tempo mengatakan, kasus ini sudah ditangani Polres Purwakarta dan masih dalam proses pengembangan.

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, video dengan narasi Madura buat masalah dengan Bandung, adalah menyesatkan. 
    Peristiwa dalam video itu dipicu oleh perkelahian dua pedagang di Pasar Induk Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat pada 3 Juli 2022. Perkelahian keduanya adalah masalah individu yang tidak terkait dengan suku Madura maupun Sunda.  
    Penyebaran narasi yang menghubungkan masalah tersebut dengan kesukuan membahayakan masyarakat. 

    Rujukan

  • (GFD-2022-10379) Sebagian Benar, Video Jemaah Haji Korea Selatan Pawai di Jalanan Kota Seoul Pada 2022

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 06/07/2022

    Berita


    Sebuah video berdurasi 30 detik diunggah akun Facebook pada 14 Juni 2022 lalu. Video tersebut memperlihatkan sekelompok orang mengenakan rompi berwarna kuning berbendera Korea Selatan di punggungnya, membawa tas dan koper berjalanan di jalanan sebuah kota.  
    Sambil berjalan, mereka mengumandangkan doa yang sering dibaca oleh para calon haji ketika akan berangkat ke Tanah Suci. Narasi dalam video itu tertulis, “Masya Allah Rombongan Jamaah Haji Korea Selatan melakukan pawai di jalanan kota sebelum berangkat menuju Arab Saudi.” 
    Video itu beredar menjelang pelaksanaan ibadah haji 2022. 

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa video tersebut memang benar rombongan calon jamaah haji dari Korea Selatan. Namun pawai tersebut terjadi pada 2018, bukan 2022. 
    Mula-mula Tempo memfragmentasi video tersebut dan memeriksanya dengan tool Reverse Image milik Yandex. Hasilnya, Tempo menemukan video itu pernah diunggah di situs media daring Turki, Yenisafak.com.
    Keterangan video yang diunggah pada 11 Agustus 2018 itu menjelaskan bahwa ratusan jemaah calon haji di Korea Selatan membuat jalanan Seoul penuh dengan bacaan takbir.
    Situs berita berbahasa Turki lainnya, Haber7.com, juga mempublikasikan video itu pada 12 Agustus 2018 berjudul Koreli hac? adaylar? caddeleri telbiyelerle inletti. Jika diterjemahkan dengan Google Translate, artinya, jemaah calon haji Korea Selatan memekikkan takbir di jalanan.
    Kanal Youtube Lalegül Haber juga mempublikasikan video tersebut pada 12 Agustus 2018 dengan judul “Calon Peziarah Korea Membuat Jalanan Riuh oleh Takbir.” Lalegül Haber adalah akun news berbahasa Turki yang hadir sejak 26 Desember 2016.
    Rombongan jemaah calon haji Korea Selatan di jalanan kota Seoul, 11 Agustus 2018
    Petunjuk lain bahwa rombongan tersebut berasal dari Korea Selatan terlihat dari bendera yang mereka bawa. Pada bendera tersebut tertera tulisan “Air 1 Travel Group”. Dengan petunjuk ini, Tempo menelusuri lebih lanjut video di Youtube dengan kata kunci “Hajj Air 1 Travel Korea 2018”. 
    Hasilnya, Tempo menemukan satu video berdurasi 9:22 yang dipublikasikan vlogger Raden Gusdur pada 11 Agustus 2018. Kanal tersebut merekam pemberangkatan jemaah calon haji dari Korea Selatan oleh Air 1 dan Golden Bridge Travel, sejak awal hingga mereka tiba di Abu Dhabi Airport.
    Setelah jemaah calon haji saling mengenal antara mereka, pada menit 2:50 rombongan tersebut berangkat ke Bandara Incheon, yang didahului dengan pawai di jalanan kota Seoul. Dengan sudut rekaman yang berbeda, video saat jemaah pawai sambil mengucapkan doa tersebut identik dengan video yang beredar di Facebook. Mereka menggunakan rompi berwarna kuning, dengan logo bendera Korea di bagian belakang. 

    Kesimpulan


    Dari pemeriksaan fakta di atas, unggahan video akun Facebook tentang  rombongan jemaah haji Korea Selatan adalah sebagian benar. 
    Peristiwa dalam video itu memang benar rombongan jamaah haji asal Korea Selatan sebelum berangkat menuju Bandara Incheon. Namun video itu terjadi pada 2018, bukan 2022.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10380) Keliru, Program Mata Najwa Membahas tentang Penderita Diabetes Boleh Konsumsi Makanan Manis

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 06/07/2022

    Berita


    Sebuah postingan di Facebook mengunggah gambar tangkapan layar dengan judul ‘Penderita diabetes boleh makan yang manis-manis! Musuh utama diabetes terungkap!’ Dalam unggahan itu juga terdapat gambar Najwa Shihab dan Aman Pulungan.
    Kedua gambar itu diberi keterangan ‘Kata baru dalam pencegahan diabetes. Ini yang direkomendasikan para ilmuwan’. Kemudian, diarahkan ke satu situs berjudul Penderita diabetes boleh makan yang manis-manis! Musuh utama diabetes.
    Sejak diterbitkan pada Kamis, 30 Juni 2022, postingan ini sudah disukai tujuh ribuan orang, 587 komentar, dan 816 kali dibagikan.
    Sebuah akun Facebook menyebarkan gambar Najwa Shihab berdialog dengan dokter Aman Pulungan soal kebolehan penderita diabetes mengkonsumsi makanan manis
    PEMERIKSAAN FAKTA
    Hasil penelusuran Tempo, menemukan bahwa program Mata Najwa yang menghadirkan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Pulungan seperti di dalam foto tersebut, tidak membahas tentang penyakit diabetes. Unggahan tersebut memuat iklan produk makanan, sehingga dapat mengecoh pembaca.
    Tim Cek Tempo mula-mula melakukan pengecekan gambar dengan memakai tools Reverse Images Search untuk menelusuri foto Ketua IDAI, Aman Pulungan dan Najwa Shihab. Tempo menemukan foto Aman Pulungan pernah dipublikasikan di situs Herstory pada 30 November 2021.
    Artikel Herstory memuat pernyataan Aman Pulungan yang juga menjadi Executive Director The International Pediatric Association (IPA), saat mengisi webinar Meet the Professors pada 30 November 2021. Dalam kegiatan itu, dia membahas dampak pandemi terhadap anak, terutama anak-anak yang kehilangan haknya. Aman tidak menyinggung mengenai penderita diabetes yang boleh makan manis-manis.
    Adapun Najwa Shihab dalam foto itu, sedang membawakan dialog bertema ‘Saatnya Karantina’ yang disiarkan di akun YouTube Najwa Shihab pada 2 April 2020. Memang, pada saat itu Aman Pulungan menjadi salah satu narasumber Mata Najwa. Namun topik yang dibahas bukan tentang diabetes maupun langkah pencegahannya, melainkan soal tes Covid-19 dan proses karantina, termasuk pada anak. 
    Tangkapan layar asli Najwa Shihab berdialog dengan dokter Aman Pulungan soal tes Covid-19 dan proses karantina, termasuk pada anak.
    Saat itu, Aman Pulungan hadir sebagai Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dalam dialog tersebut, Aman dan Najwa sama sekali tidak membahas makanan manis-manis, apalagi mengungkap musuh utama diabetes.
    Jadi, tidak ada hubungan antara foto yang ditampilkan di akun Facebook tersebut dengan keterangannya.
    Bukan itu saja, halaman website Corshiba yang dilampirkan di unggahan itu juga tidak berkaitan dengan rekomendasi para ilmuwan mengenai pencegahan diabetes. Situs tersebut merupakan situs promosi yang menjual produk makanan.  
    Makanan Manis dan Diabetes
    Dikutip dari Tempo, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Rudy Kurniawan, mengatakan mengkonsumsi makanan dan minuman berpemanis justru menimbulkan diabetes. Tak heran jika anak muda usia 20-an sudah terkena diabetes, karena terpapar makanan dan minuman berpemanis.
    "Jika dulu diabetes dianggap sebagai penyakitnya orang tua, sekarang tidak lagi mengenal usia," kata Rudy yang juga pendiri gerakan Sobat Diabet dalam jumpa daring bersama CISDI tentang "Dampak Konsumsi Minuman Berpemanis dalam Kemasan atau MBDK sebagai Kontributor Penyakit Tidak Menular yang Berbiaya Tinggi" pada Selasa, 7 Juni 2022.
    Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan Kementerian Kesehatan sudah menyampaikan berapa batasan gula sehari-hari. 
    Peraturan Menteri Kesehatan Nomor Nomor 30 Tahun 2013 memuat takaran maksimal konsumsi gula per orang per hari adalah 10 persen dari total energi sebesar 200 kkal. Konsumsi gula tersebut setara dengan 50 gram atau empat sendok makan per orang per hari.
    Selain asupan gula, pemerintah juga memberikan pedoman konsumsi garam dan lemak per orang per hari. Konsumsi garam maksimal satu sendok teh atau 5 gram per orang per hari.
    Sedangkan asupan lemak sebesar 20-25 persen dari total energi sebesar 702 kkal per orang per hari. Takarannya setara 67 gram atau lima sendok makan lemak per orang per hari.
    Di samping itu, makanan yang dapat dikonsumsi penderita diabetes menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) yang berbasis di DeKalb County, Georgia, Amerika Serikat adalah Buah-buahan (beri, anggur, ceri, apel, plum) dan sayuran (kembang kol, bawang, terong, lobak).
    Tidak hanya itu, protein (daging tanpa lemak (unggas, ikan), telur, makanan laut tawar), karbohidrat (roti putih, bagel, roti sandwich, kerupuk tawar, pasta) dan minuman (air, soda diet bening, teh tanpa pemanis).

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil pemeriksaan, informasi tentang penderita diabetes boleh makan yang manis-manis dan dibahas dalam program Mata Najwa adalah keliru.
    Gambar dengan judul dan isi situs sama sekali tidak berhubungan. 

    Rujukan