• (GFD-2022-10377) Keliru, Video Kakek Terima Upah Tebang Tebu dalam Bentuk Uang Mainan

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 05/07/2022

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan seorang pedagang memeriksa lembaran uang milik seorang kakek beredar di media sosial. Dalam video, kakek tersebut mengaku jika uang bertuliskan Bank Mainan tersebut merupakan upah yang ia terima dari mandor kebun tebu.
    Di Facebook, video berdurasi 23 detik itu dibagikan akun ini pada 19 Juni 2022. “Tega banget gais mbahnya susah2 kerja digaji pake uang mainan,” tulis akun tersebut.
    Dalam video terlihat empat lembar uang mainan berwarna merah dengan tulisan dan angka 100.000 serta tiga lembar uang mainan berwarna biru dengan tulisan dan angka 50.000. Pada masing-masing uang mainan tersebut juga tertera tulisan “BANK MAINAN”.
    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 4.100 kali dan mendapat lebih dari 4.200 komentar. Apa benar kakek dalam video tersebut menerima upah tebang tebu dalam bentuk uang mainan?
    Tangkapan Layar Unggahan Video Kakek Terima Upah Tebang Tebu Dalam Bentuk Uang Mainan

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memveriikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait melalui sejumlah media kredibel. Hasilnya, uang mainan dalam video tersebut bukanlah upah dari hasil kerja sang kakek sebagai buruh penebang tebu, melainkan ia temukan dalam dompet yang terecer di jalan.
    Kakek dalam video di atas diketahui bernama Sunardi (72), warga Keagungan Ratu, Tulang Bawang Udik, Lampung. Setelah videonya viral, polisi mendatangi rumah kakek Sunardi. Dihadapan polisi kakek Sunardi mengaku telah berbohong soal peristiwa itu.
    "Sudah dapat dipastikan bahwa (keterangan di) video viral adalah rekayasa dari kakek itu sendiri atau berita bohong (hoax)," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad dalam keterangan tertulis, Selasa (21/6/).
    Pengakuan yang sama juga diungkapkan Sunardi kepada selebriti Baim Wong yang sengaja datang menemuinya untuk mengklarifikasi kasus tersebut. Kepada Baim, kakek Sunardi mengaku menemukan dompet yang tercecer di jalan. Ia pun memeriksa dompet tersebut dan menemukan beberapa lembar uang. Namun, ia tak mengetahui bila uang tersebut merupakan uang mainan.
    “Sekarang saya jawab ya mas ya. Uang mainan itu aku nemu dari jalan. Nemu dompet bukan nemu uang. Di jalan aku naik sepeda aku lewati ada dompet. Aku udah lewat tapi rasanya kok perlu kita ambil. Tak ambil lah. Saya ambil saya pegang tangan kiri sambil naik sepeda aku sudah berpikir mas siapa ya yang kehilangan barang ini. (ditemukan) Di Kampung Mulyo Kencono kurang lebih jam 11 siang,” jelas Surono kepada Baim.    
    Pengakuan tersebut diunggah ke Youtube oleh kanal terverifikasi Baim Paula pada 23 Juni 2022 dengan judul, SAYA CAPEK DIJADIKAN MAINAN KAYA GINI . KAKEK MERASA TERTEKAN. INI CERITA SEBENARNYA.
    Sunardi juga meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya. "Saya mohon maaf kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia atas terjadinya video viral uang mainan yang saya belanjakan di Pasar Pulung Kencana, Tulang Bawang Barat," kata SU dikutip dari Kompas TV.
    Tak hanya permintaan maaf, SU juga mengaku bahwa uang mainan yang dibelanjakannya di Pasar Tulung Kencana ia temukan di pinggir jalan, dan bukan hasil dari tebang tebu yang ia kerjakan. "Jadi itu semua adalah rekaysa saya sendiri," ujarnya dikutip Kompas.com, 21 Juni 2022.
    Video permintaan maaf Sunardi telah ramai di media sosial. Di Youtube, video permintaan maaf kakek Sunardi diunggah ke Youtube oleh kanal resmi stasiun Metro TV pada 21 Juni 2022 dengan judul, “Kakek Digaji Uang Mainan Ternyata Hoaks, Polda Lampung : Rekayasa Kakek”.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim kakek Sunardi terima upah tebang tebu dalam bentuk uang mainan, keliru. Uang mainan tersebut bukan upah yang diterima Sunardi sebagai buruh tebang tebu, melainkan ia temukan dalam dompet yang tercecer di jalan kampung Mulyo Kencono, Tulang Bawang Tengah, Lampung.   

    Rujukan

  • (GFD-2022-10378) Keliru, Imam Agung Ortodoks Rusia Sebut Islam Akan Memimpin Dunia

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 05/07/2022

    Berita


    Sebuah kanal YouTube mengunggah video berjudul “Imam Agung Ortodoks Rusia, Sebut Islam Akan Memimpin Dunia ..!!!”. Video yang diunggah tanggal 2 Desember 2021 ini menarasikan peningkatan jumlah umat Islam di Rusia.  
    Video ini menggabungkan potongan gambar yang menampilkan beberapa tokoh ternama, seperti Presiden Rusia Vladímir Pútin, Patriarch Kirill, Fr. Dmitry Smirnov dan Ketua Dewan Mufti Rusia Ravil Gainutdin. Video berdurasi 6:08 menit ini telah mendapatkan 2,178,937 view dan 3.200 komentar.
    Dalam keterangannya, kanal ini mengklaim merujuk pada Russia Today yang mengutip pernyataan para ahli bahwa pada tahun 2050, setengah dari populasi penduduk Rusia akan diisi oleh Muslim. Dengan demikian, Rusia akan menjadi salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.
    Sebuah channel YouTube menyebarkan gabungan video dengan narasi seorang Imam Ortodoks menyebut Islam akan pimpin dunia.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk verifikasi narasi, pernyataan dan gambar dalam video ini, Tim Cek Fakta Tempo mulai dengan menonton video ini hingga selesai. Video ini hasil gabungan dari beberapa potongan video dari sumber yang berbeda-beda. Untuk memeriksa potongan video, Tempo menggunakan Yandex Reverse Search, Yandex Translate, dan Fake News Debunker By InVid.
    Video ini dibuka dengan menampilkan Presiden Rusia Vladímir Pútin terlihat mencium sebuah peti disaksikan beberapa orang. Potongan video ini identik dengan tayangan kanal Youtube Orthodox Church berjudul Orthodox Patriarch of Moscow receives President Putin in Navy's Kronstadt's Cathedral
    Kedatangan Putin tersebut dalam rangka Hari Angkatan Laut Rusia yang diperingati tiap tanggal 27 Juli. Laman resmi kantor President of Russia juga merilis foto Presiden Putin menghormati relik peninggalan Laksamana Fyodor Ushakov dan Rasul Suci Andrew. Dalam kesempatan itu Presiden Putin juga bertemu dengan prajurit Armada Baltik. 
    Pada detik 0:34, tampak Presiden Putin berjalan bersama Ketua Dewan Mufti Rusia Ravil Gainutdin. Potongan gambar ini identik dengan video yang dipublikasikan laman President of Russia yang mengatakan Vladimir Putin, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiri pembukaan Masjid Katedral Moskow setelah rekonstruksi pada tanggal 23 September 2015. 
    Pada kesempatan ini, Putin bersama Ketua Dewan Mufti Rusia Ravil Gainutdin secara simbolik membuka kembali Masjid Katedral Moskow setelah direnovasi untuk menambah kapasitas. Masjid yang baru ini dapat menampung hingga 10.000 jamaah, dibangun di atas situs masjid yang didirikan awal abad ke-20 oleh komunitas Tatar. 
    Dewan Spiritual Muslim Federasi Rusia, dalam laman resminya juga menampilkan foto yang identik yang disebutkan sebagai Masjid terbesar di Moskow.
    Pada menit ke 1:18, video ini menampilkan seseorang yang diklaim anggota senior Pusat Studi Kaukasus Keamanan Regional Rusia Nikolay Silaev. Silaev ditampilkan tanpa audio asli, namun diberikan narasi bahwa Rusia mengalami fenomena langka, di mana para wanita nonmuslim memutuskan untuk memeluk Islam.
    Hasil pencarian Tempo menunjukan, pria yang diklaim sebagai Nikolay Silaev dalam video ini adalah Aleksey Malashenko. Dilansir dari Carnegie Endowment for International Peace, Malashenko adalah bekas Ketua Program Agama, Masyarakat, dan Keamanan Carnegie Center Moscow.
    Sebuah channel YouTube menyebarkan gabungan video dengan narasi seorang Imam Ortodoks menyebut Islam akan pimpin dunia. Padahal tokoh yang dikutip, Alexey Malashenko, adalah seorang akademisi
    Malashenko menulis sekitar dua puluh buku dalam bahasa Rusia, Inggris, Prancis, dan Arab, diantaranya Islam in Central Asia, Russia's Restless Frontier, Alternatif Islam dan Proyek Islamis, Rusia dan Islam, dan My Islam.
    Sedangkan orang yang disebut sebagai Nikolay Silaev merupakan peneliti senior di Center for Caucasus and Regional Security Issues di Institute for International Studies di MGIMO. Dilansir laman resmi MGIMO University Moskow, Silaev menerima gelar Ph.D. dalam Ilmu Sejarah  dengan tesis pada tahun 2003. Tesisnya membahas Kaukasus Utara sebagai bagian dari Rusia pada paruh kedua abad ke-19: integrasi aspek demografi, ekonomi, administrasi dan hukum.
    Kemudian dari menit 2:11 sampai 5:46, video itu menampilkan Uskup Agung Gereja Ortodok Rusia Dimitry Smirnov. Hasil penelusuran Tempo, Smirnov meninggal pada usia 69 tahun pada 21 Oktober 2021. 
    Potongan video tersebut merupakan sebuah khotbah di sebuah gereja. Tempo menemukan video ini  banyak beredar di youtube dan facebook. Video paling awal, diunggah tanggal 6 Oktober 2012. Khotbah berbahasa Rusia ini diterjemahkan menggunakan Yandex Translate. 
    Dalam khotbahnya, Dimitry Smirnov berkisah tentang seorang wanita tua yang hendak pergi ke gereja. Saat naik taksi dengan supir seorang Muslim, ia tidak diperkenankan membayar. Sopir ini beralasan, tidak mungkin meminta bayaran dari seorang ibu, apalagi yang mau berangkat berdoa. 
    Sedangkan saat naik taksi dengan supir seorang Kristen, ibu tersebut diwajibkan membayar. Supir itu beralasan ia sedang bekerja. 
    Dari cerita ini, Smirnov mengatakan bahwa supir muslim itu lebih dekat dengan Tuhan dibandingkan supir kristen yang sudah dibaptis. Karena itulah mengatakan masa depan bumi ada di tangan umat Muslim.
    Populasi Muslim di Rusia
    Terkait populasi muslim di Rusia, Aleksey Malashenko pernah menulis “Tantangan Islam ke Rusia, Dari Kaukasus hingga Volga dan Ural” di situs Carnegie. Ia menuliskan, Islamisasi menjadi salah satu ciri utama migrasi ke Rusia pada awal 2010-an. Orang Asia Tengah semakin mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim, dengan alasan bahwa mereka perlu melakukan ritual keagamaan dan berusaha mengikuti “cara hidup Islam.” 
    Di beberapa kota, mayoritas yang menghadiri salat Jumat penduduk asli Kaukasus, Tajik, dan Uzbek. Sejak 2011, Ramadan dan Idul Adha telah menarik 80.000 hingga 100.000 umat Muslim ke masjid di Moskow. Kebanyakan dari mereka berasal dari Kaukasus dan Asia Tengah.
    Kantor Berita Anadolu, mengutip Ketua Dewan Mufti Rusia Ravil Gainutdin menuliskan Muslim akan menjadi  30% dari populasi Rusia pada tahun 2034. Gainutdin mengatakan komunitas Muslim di Rusia pada tahun 2019 berjumlah 25 juta dan terus bertambah.
    Dalam laporan tentang Kebebasan Beragama Internasional: Rusia, U.S State Department  mengutip pernyataan Ketua Dewan Agama Muslim Federasi Rusia mengatakan ada 25 juta muslim pada 2018, sekitar 18 persen dari populasi. Enam hingga tujuh juta di antaranya imigran dan pekerja migran dari Asia Tengah.

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, video berjudul Imam Agung Ortodoks Rusia, Sebut Islam Akan Memimpin Dunia, disimpulkan keliru.
    Videonya ini hasil gabungan  dari peristiwa dan konteks yang berbeda. Uskup Agung Dimitry Smirnov tersebut tidak mengucapkan bahwa Islam akan memimpin dunia.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10073) [SALAH] Video Kebakaran SPBU Akibat Bayar Pakai HP Pada 1 Juli 2022

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 04/07/2022

    Berita

    “Pertamina 1 Juli 2022. Efek bayar pake Hp”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah video berdurasi 15 detik dengan klaim insiden kebakaran di area SPBU akibat pembayaran menggunakan ponsel. Video tersebut dibagikan oleh akun Facebook Ifan pada 30 Juni 2022 dan mendapatkan 8.9 ribu suka, 2.7 ribu komentar, serta 20 ribu kali dibagikan.

    Namun setelah ditelusuri dilansir dari Kompas.com, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menegaskan bahwa video tersebut adalah video lama. Saat dilakukan penelusuran video, kejadian tersebut terjadi di area SPBU di daerah Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat pada tahun 2020. Saat itu mobil pengangkut tabung gas elpiji 3 kilogram mengalami kebakaran di SPBU tersebut pada 22 Oktober 2020.

    Irto memberikan pesan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi.
    “Video lama, diharapkan masyarakat bisa lebih bijak dalam menyebarkan informasi,” ujarnya, dilansir dari Kompas.com, Sabtu (2/7/2022).

    Berdasarkan penjelasan di atas, video kebakaran SPBU akibat pembayaran melalui ponsel adalah hoaks dan masuk kategori konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    hasil periksa fakta Rahmah a n (UIN Sunan Ampel Surabaya).

    Informasi palsu. Faktanya, kejadian tersebut terjadi pada tahun 2020 di daerah SPBU 34.43225 Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, dimana mobil pengangkut tabung gas elpiji 3 kilogram mengalami kebakaran.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10372) Keliru, Pesan WhatsApp Berisi Klaim Cuci Ginjal Alamiah dengan Daun Seledri

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 04/07/2022

    Berita


    Belum lama ini, beredar sebuah pesan di grup WhatsApp dengan judul ‘Tips Cuci Ginjal Alamiah, Mudah Dan Sangat Murah’. Pesan tersebut berisi klaim cara mencuci ginjal secara alami menggunakan daun seledri. 
    “Jika kita cuci ginjal ke RS. Biaya-nya tdk kurang dari Rp. 10.000.000. Tapi dgn Cara Herbal tdk sampai Rp.10.000,” demikian isi pesan berantai tersebut yang diterima Jumat 30 Juni 2022.
    Dalam pesan tersebut, daun seledri yang digunakan harus dididihkan selama 10 menit lalu dituangkan dalam botol dan disimpan di dalam kulkas hingga dingin. Air rebusan seledri tersebut mesti diminum setiap hari. “Seledri dikenal sebagai obat alami terbaik untuk mencuci ginjal,” demikian klaimnya. 

    Hasil Cek Fakta


    Manfaat daun seledri baik untuk membantu membersihkan ginjal dalam konteks jika ginjal seseorang masih dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Akan tetapi daun seledri tidak dapat digunakan sebagai obat saat ginjal mengalami kelainan. 
    Tim Cek Fakta Tempo menghubungi Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Ginjal dan Hipertensi, Syafrizal Nasution. Menurut dia, daun seledri memiliki banyak kandungan seperti elektrolit, kalium, magnesium, serat, dan antioksidan. Kandungan tersebut dapat bermanfaat untuk mempertahankan kerja ginjal tetap baik.
    Selain itu, daun seledri memiliki fungsi lainnya untuk merangsang mengeluarkan urin dan mencegah terjadinya batu ginjal. Artinya, seledri memang membantu membersihkan ginjal, tetapi dalam konteks pencegahan bagi seseorang yang ginjalnya masih berfungsi dengan baik.  
    Sebuah pesan berantai di WhatsApp mengklaim daun seledri dapat mencuci ginjal, tak perlu ke rumah sakit.
    Namun menggunakannya untuk mengobati seseorang yang memiliki kelainan ginjal, Syafrizal mengatakan bahwa daun seledri justru harus dihindari. “Karena akan memberi beban pada ginjal,” katanya dihubungi Tempo 2 Juli 2022.
    Istilah mencuci ginjal pun kurang tepat, yang benar adalah mencuci darah. Munculnya keharusan seseorang untuk mencuci darah, menjadi indikator adanya kelainan atau kerusakan pada ginjal. 
    “Jangan cepat-cepat cuci darah adalah asumsinya salah. Kalau sudah ada indikasi segera cuci darah, jangan coba dulu seledri. Itu sesuatu yang salah. Seledri tidak akan bisa masuk (baca: berpengaruh, Red) apalagi dapat mengeluarkan racun, ketika sudah berada dalam tahapan gagal ginjal,” katanya menjelaskan.
    Cuci darah dan biayanya di rumah sakit
    Dikutip dari Tempo 23 April 2022, ginjal merupakan alat vital manusia yang paling penting. Sebagai bagian dari sistem ekskresi, ginjal memiliki fungsi detoksifikasi yang menyaring racun dalam darah dan membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. Darah yang sudah tersaring akan kembali dialirkan ke dalam tubuh, sedangkan limbah yang tersaring akan dibuang melalui urin. 
    Pasien tengah melakukan perawatan cuci darah di Klinik Hemodialisis Tidore, Jakarta, Senin, 13 Januari 2020. Dengan cara ini, BPJS berharap ada kemudahan bagi pasien JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat) mengakses layanan cuci darah. TEMPO/Tony Hartawan
    Namun seseorang bisa mengalami penyakit ginjal kronik yang menyebabkan ginjal tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik. Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Aida Lydia, dalam acara Media Briefing Hari Kesehatan Ginjal di Jakarta pada 11 Maret 2020, ada tiga jenis terapi untuk seseorang yang memiliki penyakit ginjal kronik yakni hemodialisis (cuci darah), peritoneal dialisis (CAPD), dan transplantasi ginjal. Dari tiga jenis tersebut, hemodialisis atau cuci darah menjadi pengobatan favorit masyarakat Indonesia.
    Terapi hemodialisis dapat memperpanjang usia pasien namun tidak dapat mengembalikan fungsi ginjal seutuhnya. Hemodialisis hanya dapat menggantikan fungsi ginjal sebagai penyaring racun. Namun tidak untuk fungsi ginjal lainnya, seperti mengatur tekanan darah, menjaga keseimbangan elektrolit, dan memproduksi sel darah.
    Di Indonesia, BPJS Kesehatan menjamin berbagai pelayanan kesehatan gagal ginjal mulai dari transplantasi ginjal dengan biaya sekitar Rp 378 juta untuk satu kali tindakan, cuci darah/hemodialisis dengan biaya Rp 92 juta/per tahun jika dilakukan 2 kali seminggu per pasien, dan layanan CAPD dengan biaya Rp 76 juta/per tahun untuk satu pasien.

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta tersebut, Tempo menyimpulkan,  pesan berantai dengan klaim bahwa cuci ginjal secara alami dengan daun seledri adalah keliru.  
    Daun seledri baik digunakan untuk melakukan pencegahan gagal ginjal, bukan untuk mengobati jika seseorang menderita penyakit ginjal kronik.  

    Rujukan