Akun Facebook AC Milan News Indonesia (fb.com/NewsMilanoIndonesia) pada 18 Mei 2021 mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan pria berbaju biru dengan narasi sebagai berikut:
“#COPAS Miliarder Tiongkok, He Shihua membeli klub divisi kedua Liga Tiongkok, Zibo Cuju. Dan dalam pertandingan beberapa hari yang lalu ia memaksa pelatih untuk memainkannya di lapangan jelang injury time dan ia memakai no. punggung 10. Selain itu dia juga minta pelatih untuk selalu memainkan anaknya yang memiliki berat 126kg di starting lineup. Ini terjadi di pertandingan resmi dan bukan uji coba. Zibo Cuju saat ini mendekam di dasar klasemen divisi dua Liga Tiongkok dengan hanya koleksi 1 poin dari 5 pertandingan. [TitanSport & TUDN] #Avilla”
(GFD-2021-7061) [SALAH] Foto “Miliarder Tiongkok, He Shihua memaksa pelatih untuk memainkannya di lapangan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/06/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto miliarder Tiongkok, He Shihua memaksa pelatih untuk memainkannya di lapangan merupakan konten yang salah.
Faktanya, bukan He Shihua. Pria di foto itu adalah investor klub Jilin Baijia bernama Xu Guangnan. Dia ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019.
Dilansir dari JawaPos yang mengutip artikel berjudul “The truth about Chinese football club owner’s 126kg son viral story” yang terbit di South China Morning Post (SCMP) pada 21 Mei 2021, Xu Guangnan ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019. Xu masuk pada babak kedua melawan klub Xian Daxing Chongde pada hari terakhir Liga 2 setelah tim tersebut dipastikan terdegradasi dan akhirnya bubar.
Artikel itu juga mengutip informasi dari akun Twitter titan_plus tentang penyebab sang investor terpaksa ikut merumput. Disebutkan bahwa saat itu beberapa pemainnya melayangkan protes lantaran manajemen menunggak pembayaran gaji.
Kemudian, SCMP juga menautkan akun Twitter titan_plus yang menyebut siapa sebenarnya He Shihua. Dia merupakan pemegang saham utama klub Zibo Cuju. Pria berusia 35 tahun itu juga pernah ikut bermain dengan nomor punggung 10 saat injury time melawan klub Sichuan Jiuniu. Jadi, Xu Guangnan dan He Shihua adalah orang yang berbeda. Mereka juga tidak memiliki hubungan anak dan bapak.
Faktanya, bukan He Shihua. Pria di foto itu adalah investor klub Jilin Baijia bernama Xu Guangnan. Dia ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019.
Dilansir dari JawaPos yang mengutip artikel berjudul “The truth about Chinese football club owner’s 126kg son viral story” yang terbit di South China Morning Post (SCMP) pada 21 Mei 2021, Xu Guangnan ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019. Xu masuk pada babak kedua melawan klub Xian Daxing Chongde pada hari terakhir Liga 2 setelah tim tersebut dipastikan terdegradasi dan akhirnya bubar.
Artikel itu juga mengutip informasi dari akun Twitter titan_plus tentang penyebab sang investor terpaksa ikut merumput. Disebutkan bahwa saat itu beberapa pemainnya melayangkan protes lantaran manajemen menunggak pembayaran gaji.
Kemudian, SCMP juga menautkan akun Twitter titan_plus yang menyebut siapa sebenarnya He Shihua. Dia merupakan pemegang saham utama klub Zibo Cuju. Pria berusia 35 tahun itu juga pernah ikut bermain dengan nomor punggung 10 saat injury time melawan klub Sichuan Jiuniu. Jadi, Xu Guangnan dan He Shihua adalah orang yang berbeda. Mereka juga tidak memiliki hubungan anak dan bapak.
Kesimpulan
BUKAN He Shihua. Pria di foto itu adalah investor klub Jilin Baijia bernama Xu Guangnan. Dia ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019.
Rujukan
(GFD-2021-7060) [SALAH] Black Fungus Berasal dari Peternakan Ayam
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/06/2021
Berita
BLACK FUNGUS SPREADING DUE TO FARM CHICKENS
Punjab government has notified the poultry farm as an infected area
PLEASE DON’T EAT FARM CHICKEN FOR SOME DAYS, STAY SAFE.
(terjemahan)
Penyebaran infeksi jamur hitam diakibatkan oleh peternakan ayam
Pemerintah Punjab telah memberi tau bahwa peternakan unggas sebagai wilayah yang terinfeksi
Harap jangan makan ayam dari peternakan selama beberapa hari, jagalah diri.
Punjab government has notified the poultry farm as an infected area
PLEASE DON’T EAT FARM CHICKEN FOR SOME DAYS, STAY SAFE.
(terjemahan)
Penyebaran infeksi jamur hitam diakibatkan oleh peternakan ayam
Pemerintah Punjab telah memberi tau bahwa peternakan unggas sebagai wilayah yang terinfeksi
Harap jangan makan ayam dari peternakan selama beberapa hari, jagalah diri.
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Hasham Qureshi, dalam postingannya terlihat gambar peternakan ayam dengan disertai narasi yang menyatakan Black Fungus atau infeksi jamur hitam berasal dari peternakan ayam, ia juga mendesak masyarakat agar tidak mengonsumsi ayam yang berasal dari peternakan karena ayam tersebut sudah terinfeksi Black Fungus.
Postingan Hasham beredar di tengah merebaknya kasus Mucormycosis atau infeksi kapang hitam yang mematikan di India utamanya karena menyerang pasien COVID-19.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC), Mucormycosis (yang sebelumnya dinamakan Zygomycosis) adalah infeksi jamur langka yang serius, disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut Mucormycetes. Jamur Mucormycetes hidup di lingkungan sekitar, terutama pada daun, tanah, kompos, dan kotoran hewan. Mucormycetes dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan atau kontak dengan kulit setelah terjadi luka, luka bakar, atau jenis cedera kulit lainnya.
Mucormycosis menyerang orang yang memiliki masalah kesehatan atau minum obat yang dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan jenis kuman dan penyakit. Infeksi Black Fungus paling sering menyerang sinus atau paru-paru setelah menghirup spora jamur Mucormycetes dari udara.
Meski begitu, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, infeksi jamur hitam yang menyerang pasien COVID-19 di India, tidak disebabkan oleh peternakan ayam. Dilansir dari kanal berita Indiatoday.in, saat pemeriksa fakta dari agensi berita Indiatoday.in (AFWA) menghubungi Dr Aparna Mukherjee, ilmuwan senior di Dewan Penelitian Medis India (ICMR); Dr MR Reddy, ilmuwan utama di ICAR-Indian Veterinary Research Institute; dan Dr Suneetha Narreddy, konsultan senior, penyakit menular di Rumah Sakit Apollo di Hyderabad.
Dr Aparna Mukherjee menjelaskan bahwa Mucormycosis terdapat di seluruh lingkungan, sehingga memungkinkan dapat menginfeksi ayam juga. Namun, Mucormycosis tidak menular, mereka tidak dapat menyebar melalui kontak antara manusia dengan manusia maupun manusia dengan hewan. Pasien yang terinfeksi awalnya menghirup jamur Mucormycosis melalui hidung mereka dan hal tersebut menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga memicu kasus Mucormycosis.
Dr Reddy menyatakan, meskipun ayam dapat terinfeksi Mucormycosis, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa seseorang yang mengonsumsi ayam terinfeksi Mucormycosis, maka seseorang tersebut juga ikut tertular infeksi Mucormycosis.
Sejalan dengan itu, Dr Narreddy berpendapat bahwa ayam yang terinfeksi Mucormycosis dapat menyebarkannya ke manusia tidak berdasar secara ilmiah.
Ahli kesehatan di India memiliki perbedaan pendapat mengenai penyebab merebaknya infeksi Black Fungus pada pasien COVID-19, sejumlah ahli merujuk pada sanitasi yang buruk yang menyebabkan infeksi tersebut. Menurut SP Kalantri, dokter dan peneliti di Institut Ilmu Medis Mahatma Gandhi di Maharashtra, kondisi rumah sakit yang kotor adalah penyebabnya.
Nishant Kumar, ahli ophthalmologi di Rumah Sakit Hinduja di Mumbai, berpendapat bahwa infeksi jamur kapang disebabkan oleh pipa-pipa dan tabung oksigen yang sudah lama diletakkan di ruangan pasien COVID-19, jamur tersebut berpotensi masuk melalui saluran pernapasan pasien yang kondisi kesehatannya sedang tidak stabil.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa Hasham Qureshi adalah hoaks dan termasuk kategori konten yang menyesatkan.
Postingan Hasham beredar di tengah merebaknya kasus Mucormycosis atau infeksi kapang hitam yang mematikan di India utamanya karena menyerang pasien COVID-19.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC), Mucormycosis (yang sebelumnya dinamakan Zygomycosis) adalah infeksi jamur langka yang serius, disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut Mucormycetes. Jamur Mucormycetes hidup di lingkungan sekitar, terutama pada daun, tanah, kompos, dan kotoran hewan. Mucormycetes dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan atau kontak dengan kulit setelah terjadi luka, luka bakar, atau jenis cedera kulit lainnya.
Mucormycosis menyerang orang yang memiliki masalah kesehatan atau minum obat yang dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan jenis kuman dan penyakit. Infeksi Black Fungus paling sering menyerang sinus atau paru-paru setelah menghirup spora jamur Mucormycetes dari udara.
Meski begitu, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, infeksi jamur hitam yang menyerang pasien COVID-19 di India, tidak disebabkan oleh peternakan ayam. Dilansir dari kanal berita Indiatoday.in, saat pemeriksa fakta dari agensi berita Indiatoday.in (AFWA) menghubungi Dr Aparna Mukherjee, ilmuwan senior di Dewan Penelitian Medis India (ICMR); Dr MR Reddy, ilmuwan utama di ICAR-Indian Veterinary Research Institute; dan Dr Suneetha Narreddy, konsultan senior, penyakit menular di Rumah Sakit Apollo di Hyderabad.
Dr Aparna Mukherjee menjelaskan bahwa Mucormycosis terdapat di seluruh lingkungan, sehingga memungkinkan dapat menginfeksi ayam juga. Namun, Mucormycosis tidak menular, mereka tidak dapat menyebar melalui kontak antara manusia dengan manusia maupun manusia dengan hewan. Pasien yang terinfeksi awalnya menghirup jamur Mucormycosis melalui hidung mereka dan hal tersebut menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga memicu kasus Mucormycosis.
Dr Reddy menyatakan, meskipun ayam dapat terinfeksi Mucormycosis, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa seseorang yang mengonsumsi ayam terinfeksi Mucormycosis, maka seseorang tersebut juga ikut tertular infeksi Mucormycosis.
Sejalan dengan itu, Dr Narreddy berpendapat bahwa ayam yang terinfeksi Mucormycosis dapat menyebarkannya ke manusia tidak berdasar secara ilmiah.
Ahli kesehatan di India memiliki perbedaan pendapat mengenai penyebab merebaknya infeksi Black Fungus pada pasien COVID-19, sejumlah ahli merujuk pada sanitasi yang buruk yang menyebabkan infeksi tersebut. Menurut SP Kalantri, dokter dan peneliti di Institut Ilmu Medis Mahatma Gandhi di Maharashtra, kondisi rumah sakit yang kotor adalah penyebabnya.
Nishant Kumar, ahli ophthalmologi di Rumah Sakit Hinduja di Mumbai, berpendapat bahwa infeksi jamur kapang disebabkan oleh pipa-pipa dan tabung oksigen yang sudah lama diletakkan di ruangan pasien COVID-19, jamur tersebut berpotensi masuk melalui saluran pernapasan pasien yang kondisi kesehatannya sedang tidak stabil.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa Hasham Qureshi adalah hoaks dan termasuk kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).
Informasi Palsu. Hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa, Black Fungus atau infeksi jamur hitam berasal dari peternakan ayam yang kemudian dapat tersebar ke tubuh manusia.
Informasi Palsu. Hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa, Black Fungus atau infeksi jamur hitam berasal dari peternakan ayam yang kemudian dapat tersebar ke tubuh manusia.
Rujukan
(GFD-2021-7059) [SALAH] Foto Tanda Jalan Bertuliskan “Nuclear Power Plant” dan “Spider Farm”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 07/06/2021
Berita
“narrator: and what happened next surprised
no one”
no one”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter Uncle Duke (@UncleDuke1969) mengunggah cuitan berupa foto tanda jalan bertuliskan “Nuclear Power Plant” dan “Spider Farm”. Unggahan tersebut mendapat atensi sebanyak 2.387 retweet, 16.797 suka, dan 93 balasan.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut telah melalui proses penyuntingan. Foto asli tanda jalan tersebut ditemukan di Isle of Wight Bus and Coach Museum, Inggris. Adapun Tulisan sebenarnya yang terdapat di tanda jalan itu adalah “Bus Museum” dan “Classic Boat Museum”.
Dari berbagai fakta di atas, unggahan akun Twitter Uncle Duke (@UncleDuke1969) dikategorikan sebagai Konten Parodi.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut telah melalui proses penyuntingan. Foto asli tanda jalan tersebut ditemukan di Isle of Wight Bus and Coach Museum, Inggris. Adapun Tulisan sebenarnya yang terdapat di tanda jalan itu adalah “Bus Museum” dan “Classic Boat Museum”.
Dari berbagai fakta di atas, unggahan akun Twitter Uncle Duke (@UncleDuke1969) dikategorikan sebagai Konten Parodi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya, foto tersebut merupakan hasil suntingan. Foto asli tanda jalan yang bertuliskan “Bus Museum” dan “Classic Boat Museum” itu ditemukan di Isle of Wight, Inggris.
Faktanya, foto tersebut merupakan hasil suntingan. Foto asli tanda jalan yang bertuliskan “Bus Museum” dan “Classic Boat Museum” itu ditemukan di Isle of Wight, Inggris.
Rujukan
(GFD-2021-7058) [SALAH] Foto Bob Dylan dan John Lennon
Sumber: twitter.comTanggal publish: 07/06/2021
Berita
“Bob Dylan and John Lennon.”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter VintagePhotos (@NotableHistory) mengunggah cuitan berupa foto Bob Dylan dan John Lennon. Unggahan tersebut mendapat atensi sebanyak 11 retweet, 68 suka, dan 5 balasan.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut telah melalui proses suntingan dari gabungan dua foto yang berbeda. Foto pertama, yaitu foto Bob Dylan, diambil oleh fotografer Tony Gale di Hotel Mayfair, London pada 3 Mei 1966. Adapun foto John Lennon diambil oleh fotografer Robert Whitaker di Grugahelle, Essen, Jerman pada 25 Juni 1966.
Dari berbagai fakta di atas, unggahan akun Twitter VintagePhotos (@NotableHistory) dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut telah melalui proses suntingan dari gabungan dua foto yang berbeda. Foto pertama, yaitu foto Bob Dylan, diambil oleh fotografer Tony Gale di Hotel Mayfair, London pada 3 Mei 1966. Adapun foto John Lennon diambil oleh fotografer Robert Whitaker di Grugahelle, Essen, Jerman pada 25 Juni 1966.
Dari berbagai fakta di atas, unggahan akun Twitter VintagePhotos (@NotableHistory) dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya, foto tersebut merupakan hasil suntingan dari dua foto yang berbeda.
Faktanya, foto tersebut merupakan hasil suntingan dari dua foto yang berbeda.
Rujukan
- https://www.alamy.com/stock-photo-bob-dylan-us-musician-at-the-mayfair-hotel-london-3-may-1966-25478024.html
- http://www.coldhaus.com/~tobywansdad/pix/1966/London_by_Tony_Gale.html
- https://www.gettyimages.fi/detail/news-photo/paul-mccartney-and-john-lennon-backstage-before-a-concert-news-photo/82202223
Halaman: 6043/7228



