* “Tabiat Aslinya terhadap rakyat Indonesia. Yg bersebrangan di anggap musuh pribadi.” (di cuitan).
* “INI WATAK ASLINYA
PRESIDEN INDONESIA” (di dalam video).
(GFD-2022-10644) [SALAH] “Tabiat ASLINYA PRESIDEN INDONESIA terhadap rakyat yg bersebrangan di anggap musuh pribadi.”
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 08/10/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video dengan narasi yang konteksnya TIDAK sesuai dengan fakta, sehingga menyebabkan kesimpulan yang MENYESATKAN. BUKAN terhadap rakyat, FAKTA: pernyataan di video ditujukan terhadap Bandar Narkoba yang disampaikan di acara peringatan HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) pada 26 Juni tahun 2016 lalu.
Salah satu video dengan konteks yang benar, BeritaSatu pada 26 Juni 2016: “Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Antinarkotika sedunia di kawasan Kota Tua, Jakarta, Ahad (26/6/2016).” (mulai 1:42 sampai 2:10)
detikNews: “”Kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka. Kalau UU memperbolehkan, dor mereka!” kata Jokowi dalam acara perayaan Hari Anti Narkoba Internasional di Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (26/6/2016).”
Kementerian Sekretariat Negara RI: “Presiden Jokowi: Kejar Pengedar Narkoba! Tangkap! atau Bahkan di Dor Saja!” (mulai 9:07 sampai 9:36)
Salah satu video dengan konteks yang benar, BeritaSatu pada 26 Juni 2016: “Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Antinarkotika sedunia di kawasan Kota Tua, Jakarta, Ahad (26/6/2016).” (mulai 1:42 sampai 2:10)
detikNews: “”Kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka. Kalau UU memperbolehkan, dor mereka!” kata Jokowi dalam acara perayaan Hari Anti Narkoba Internasional di Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (26/6/2016).”
Kementerian Sekretariat Negara RI: “Presiden Jokowi: Kejar Pengedar Narkoba! Tangkap! atau Bahkan di Dor Saja!” (mulai 9:07 sampai 9:36)
Kesimpulan
Konteks utuh video DIPELINTIR. BUKAN terhadap rakyat, FAKTA: pernyataan di video ditujukan terhadap Bandar Narkoba yang disampaikan di acara peringatan HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) pada 26 Juni tahun 2016 lalu.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),
- https://bit.ly/3wHx0lO /
- https://archive.md/nb52W (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [2] youtube.com: “Jokowi: Kalau Undang-undang Membolehkan, Dor Bandar Narkoba”,
- https://bit.ly/3ChpLnx /
- https://bit.ly/3MibN9I (arsip cadangan). [3] detik.com: “Jokowi: Kalau UU Mengizinkan, Dor Semua Pengedar Narkoba!”,
- https://bit.ly/3SOlO0H /
- https://bit.ly/3CkLueh (arsip cadangan). [4] youtube.com,
- https://bit.ly/3ysUUU1 /
- https://bit.ly/3fSZDI2 (arsip cadangan).
(GFD-2022-10640) [SALAH] Kader Partai Nasional Demokrat Mengundurkan Diri setelah Deklarasi Anies Baswedan
Sumber: twitter.comTanggal publish: 07/10/2022
Berita
Akun Twitter dengan nama pengguna “FirzaHusain” mengunggah sebuah foto hasil tangkapan layar potongan artikel yang menyatakan bahwa beberapa pengurus dan kader Partai Nasional Demokrat di Kalimantan Timur mengundurkan diri. Unggahan tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa penguduran diri tersebut terjadi setelah deklarasi Anies Baswedan.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, pengunduran diri dalam artikel berita bukan disebabkan karena deklarasi Anies Baswedan. Potongan artikel tersebut merupakan potongan dari artikel berjudul “Kader NasDem Kaltim Ramai-ramai Mundur, Bakar Seragam dan Atribut” yang telah diunggah detikNews pada 21 Februari 2013 lalu. Adapun penyebab dari pengunduran diri adalah keputusan untuk menonaktifkan Hamdani HB sebagai Ketua DPW Partai Nasional Demokrat sejak 1 Februari 2013.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “FirzaHusain” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “FirzaHusain” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.
Bukan karena deklarasi Anies Baswedan. Faktanya, potongan artikel tersebut merupakan potongan dari artikel berjudul “Kader NasDem Kaltim Ramai-ramai Mundur, Bakar Seragam dan Atribut” yang telah diunggah detikNews pada tahun 2013 lalu.
Bukan karena deklarasi Anies Baswedan. Faktanya, potongan artikel tersebut merupakan potongan dari artikel berjudul “Kader NasDem Kaltim Ramai-ramai Mundur, Bakar Seragam dan Atribut” yang telah diunggah detikNews pada tahun 2013 lalu.
Rujukan
(GFD-2022-10641) Keliru, Video Berjudul Aku Butuh PKI
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 07/10/2022
Berita
Pembaca Cek Fakta Tempo mengirimkan sebuah video yang berjudul “Aku Butuh PKI” melalui tipline WhatsApp Cek Fakta. Dalam video ini terlihat sekumpulan orang berbaju merah dan membawa bendera.
Dalam video ini satu di antara mereka meneriakkan kalimat yang sepintas terdengar “Aku PDI Perjuangan, Aku butuh PKI, HTI Jancok, Khilafah keluar dari Indonesia, Ini tanah airku, ini NKRI. NKRI Harga Mati”. Lalu orang di sekitar berteriak “Merdeka, Merdeka”.
Tangkapan layar video yang diterima Tim Cek Fakta Tempo melalui tipline WhatsApp
Video berdurasi 20 detik ini beredar melalui pesan singkat WhatsApp. Apakah orang dalam video ini meneriakkan “Aku Butuh PKI”? Berikut hasil pemeriksaan faktanya.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, video ini beredar sejak tahun 2022 di berbagai media sosial. Massa aksi dalam video ini merupakan simpatisan dan aktivis PDI Perjuangan yang melakukan aksi massa terkait pembakaran bendera partai.
Bendera partai PDIP dibakar dalam demonstrasi Persaudaraan Alumni (PA) 212 di depan Gedung DPR RI Jakarta, tanggal 24 Juni 2020. Tidak terima dengan pembakaran bendera partai, massa PDIP di beberapa wilayah melakukan aksi massa menuntut polisi mengusut pelaku pembakaran bendera tersebut.
Tim Cek Fakta Tempo melakukan verifikasi video ini dengan menelusuri sumber asli, lokasi pengambilan video dan berita terkait aksi tersebut. Tempo menggunakan Yandex Search Images, Fake News Debunker by InVid, dan Google Map.
Video 1
Potongan video ini berdasarkan penelusuran Tempo, identik dengan video yang diunggah akun YouTube Desy Tiyana berjudul “AKU PDI PERJUANGAN, AKU DUDU PKI”. Video ini diunggah tanggal 27 Juni 2020.
Fragmen video 1
Tempo mendengar dengan seksama teriakan orang dalam video ini. Pada detik ke 0:06 ada teriakan “Aku dudu PKI”. Kata “dudu” adalah bahasa Jawa yang berarti bukan, lain, atau beda. Kata “dudu” biasa dipakai oleh masyarakat Surabaya dan sebagian Jawa Timur.
Kata “dudu” sama dengan “mboten” dalam bahasa Jawa Krama, bahasa Jawa yang biasa digunakan di wilayah Jawa Tengah hingga Jogjakarta. Dalam video ini juga muncul kata “Jancok”, makian atau umpatan yang biasa dipakai warga Surabaya dan sekitarnya.
Video 2
Sumber asli video ini tidak menuliskan dengan jelas lokasi pengambilan gambar. Dari kata “dudu dan jancok” Tempo mempersempit pencarian lokasi aksi tersebut di Surabaya.
Dengan menggunakan Google Map dan InVID Magnifier Image, Tempo menemukan petunjuk lokasi pengambilan video. Lokasi tersebut identik dengan gerbang utama Polrestabes Surabaya di Jl. Sikatan No. 1 Krembangan Selatan Surabaya.
Sumber: Google Maps
Ada dua petunjuk yang identik, yaitu papan peringatan “ X Ray Checkpoint ( Pos Pemeriksaan X Ray)” pada gerbang masuk dan patung Jendral Polis RS. Soekanto. Cat bagunan yang jadi latar dalam video juga identik.
Fragmen video 2
Dilansir Memorandum, pada tanggal 26 Juni 2020, massa PDIP mengadakan aksi di halaman Polrestabes Surabaya. Massa aksi menuntut Kepolisian mengusut pembakaran bendera PDIP pada demonstrasi Persaudaraan Alumni (PA) 212 di depan Gedung DPR RI Jakarta, tanggal 24 Juni 2020.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Cek Fakta Tempo, judul “Aku butuh PKI” dalam video ini adalah keliru.
Orang dalam video ini mengatakan “Aku Dudu PKI” yang berarti “Aku Bukan PKI”. Potongan video ini kerap dibagikan menjelang peristiwa politik.
Rujukan
- https://youtu.be/K1JlC0Ug8k0
- https://www.google.com/maps/@-7.2391305,112.7374004,3a,37.1y,272.21h,89.29t/data=!3m6!1e1!3m4!1s_tY1_aBbYUtL8E3akClojg!2e0!7i16384!8i8192?hl=en
- https://memorandum.co.id/kasus-pembakaran-bendera-massa-pdip-geruduk-polrestabes-surabaya/
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2022-10707) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video ini Liga Jerman Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 07/10/2022
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim Liga Jerman memperingati maulid Nabi Muhammad SAW beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 4 Oktober 2022.
Video berdurasi 1 menit 41 detik itu memperlihatkan suporter yang tengah berada di tribun stadion membentangkan koreografi huruf arab.
Video itu kemudian dikaitkan dengan Liga Jerman ikut memberi dukungan dan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.
"LIGA JERMAN PERINGATI MAULID
Melihat suporter Liga Jerman sungguh merinding selain memberikan dukungan juga ikut memperingati Maulid Nabi
Bentuk peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah menciptakan formasi Ya Habibi Ya Rasulullah
Sungguh debuah aksi yang perlu diberi tepuk tangan dan apresiasi yang tinggi karena masih menghormati Nabi
Sebuah pelajaran bernilai tinggi bagi para suporter sepak bola kita yang mayoritas beragama Islam
Semoga sepak bola kita lebih maju dan para pendukungnya lebih kreatif dalam memberikan bentuk dukungan
Salam Olah Raga dan Jayalah Indonesia
Salam Shalawat Nabi Muhamnad SAW," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 19 kali ditonton dan mendapat 4 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video itu Liga Jerman memperingati maulid Nabi Muhammad SAW? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim Liga Jerman memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Images.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai video tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Suporter Klub Ini Kumandangkan Selawat Nabi di Stadion" yang dimuat situs Liputan6.com pada 27 Februari 2015 lalu.
Berikut gambar tangkapan layarnya:
Liputan6.com, Jeddah- Suporter klub-klub Indonesia yang kerap berbuat onar di dalam stadion nampaknya harus mencontoh apa yang dilakukan fans klub Arab Saudi Al Ittihad. Atraksi mereka di dalam stadion belum lama ini menghebohkan dunia maya dan membuat kagum banyak orang.
Dalam sebuah video yang diunggah di Youtube, terlihat puluhan ribu suporter Al Ittihad meneriakkan pujian kepada Nabi Muhammad. Mereka kompak menyanyikan lagu terkenal 'Tala Al Badru' Alayna' yang konon dinyanyikan Sahabat Nabi saat kedatangan Nabi Muhammad ke Madinah dari Makkah.
Selain itu para fans juga melakukan koreografi membentuk tulisan حبيبي يا رسول الله yang berarti ‘Oh Rasulullah, kekasihku’ dengan warna kuning dan hitam sesuai dengan warna klub kesayangan mereka.
Fans Al Ittihad melakukan aksi ini di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, 20 Februari 2015 lalu. Saat itu Al Ittihad tengah menghadapi Al Shoalah pada laga lanjutan Liga Arab Saudi. Pada laga tersebut, Al Ittihad berhasil menang 3-2 meski sempat tertinggal lebih dulu.
Aksi fans Al Ittihad ini seharusnya dapat menjadi contoh bagi kelompok suporter di Indonesia. Kebanyakan suporter di Indonesia malah lebih sering menyanyikan chant yang berisi hinaan dan umpatan kepada kelompok suporter lain yang merupakan seteru mereka.
Kesimpulan
Video yang diklaim Liga Jerman memperingati maulid Nabi Muhammad SAW ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut merupakan suporter Liga Arab Saudi, Al Ittihad FC, bukan suporter salah satu klub Liga Jerman.
Halaman: 6023/8123




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4183868/original/016989700_1665117265-LigaJerman1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4183871/original/073841100_1665117749-SsLigaJerman1.jpg)