(GFD-2022-10708) Cek Fakta: Hoaks Kabar Dedi Mulyadi Meninggal Dunia Usai Diracun pada 6 Oktober 2022
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 07/10/2022
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang anggota DPR RI, Dedi Mulyadi meninggal dunia usai diracun beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 6 Oktober 2022.
Akun Facebook tersebut mengunggah sebuah video dari situs berbagi video YouTube dengan judul "INALILLAHI, Kabar Duka dari DEDI MULYADI / Almarhum Meninggal Dunia Usai Diracun".
Gambar dalam video menampilkan sebuah mobil ambulance yang dikerumuni banyak orang. Terdapat juga narasi yang berisi kabar duka dari Dedi Mulyadi.
"LIVE DARI RUMAH DUKA
INALILLAHI KABAR DUKA DARI DEDI MULYADI," demikian narasi dalam gambar tersebut.
"Innalilahi wa innailaihi raaziuun," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons dan dibagikan warganet.
Benarkah kabar Dedi Mulyadi meninggal dunia usai diracun? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang Dedi Mulyadi meninggal dunia usai diracun. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "dedi mulyadi meninggal dunia diracun" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang memuat bantahan dari kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Dedi Mulyadi jadi korban berita hoaks disebut telah diracun" yang dimuat situs antaranews.com pada 6 Oktober 2022.
Purwakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menjadi korban terkait dengan kabar bohong atau hoaks di media sosial yang menyebutkan adanya kabar duka telah diracun.
"Kalau cari views jangan kebablasan, semoga Allah SWT memberikan kemuliaan bagi kita semua,” kata Dedi, di Purwakarta, Kamis.
Akun YouTube Seputar Berita pada Kamis ini mengunggah sebuah video dengan judul ‘INALILLAHI, Kabar Duka dari DEDI MULYADI / Almarhum Meninggal Dunia Usai Diracun’.
Judul video itu dianggap mengagetkan, karena Dedi Mulyadi saat ini dalam kondisi baik-baik saja dan tidak ada kabar duka.
Dedi menyebutkan judul yang menyebutkan telah meninggal dunia karena racun, sangat melenceng dari fakta alias hoaks. Dalam video berdurasi 3.43 menit itu diawali dengan narasi yang menggambarkan sosok Dedi Mulyadi.
Di tengah video barulah diceritakan bahwa Dedi baru saja ditinggal untuk selama-lamanya oleh bapaknya yang bernama Sahlin Ahmad Suryana. Faktanya, saat ini Dedi masih beraktivitas seperti biasa dan dalam keadaan sehat.
Mengenai bapaknya memang sudah meninggal pada Selasa, 22 Februari 2022. Meninggalnya bukan karena diracun, melainkan sakit di usia 92 tahun.
Terkait hal tersebut, Dedi Mulyadi berharap siapa pun yang memanfaatkan media sosial bisa dilakukan dengan bijak.
"Lebih baik memberitakan atau mengunggah hal-hal yang baik dibanding hoaks," katanya pula.
Kesimpulan
Kabar tentang Dedi Mulyadi meninggal dunia usai diracun ternyata tidak benar alias hoaks. Dedi Mulyadi mengaku, saat ini dalam kondisi baik-baik saja dan tidak ada kabar duka.
Rujukan
(GFD-2022-10709) Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Klaim Tragedi Kanjuruhan akibat Komunis Ujicoba Gas Beracun untuk Bunuh Rakyat Indonesia
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 07/10/2022
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan pesan berantai yang menyebut Tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh komunis yang menguji coba gas beracun untuk membunuh rakyat Indonesia. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 5 Oktober 2022.
Berikut isi postingannya:
"INFO VALID A1**FIX SUPER VALID NO HOAX DARI ORANG BIN PENSIUNAN KOMBES & MANTAN ORANG BAIS, KEDUA INFO INI DISATUKAN MENJADI DATA, DATA-DATA DARI INFORMASI SAYA KUMPULKAN MENJADI SEBUAH DOKUMENTASI, BAHWA PADA TANGGAL 1 OKTOBER HARI KESAKTIAN PANCASILA KEMARIN KOMUNIS MENGUJI COBA CAMP PEMBANTAIAN MIRIP SEPERTI NAZI MENGGUNAKAN GAS BERACUN, NAMUN KALI INI KELINCI PERCOBAAN NYA MELALUI MEDAN LAPANGAN BOLA, RAKYAT JATIM, DAN AGENDA PERTANDINGAN BOLA YANG SUDAH DI GRAND DESIGN SECARA MATANG MELALUI PSSI & BRIMOB.**SIAP SIAP SELURUH RAKYAT INDONESIA, NEGERI INI SEBENTAR LAGI AKAN BANYAK CAMP CAMP SEPERTI DI XINJIANG UIGHUR, BUKAN HANYA UMAT ISLAM, SELURUH AGAMA AKAN DIHABISI.**INFO INI WAJIB DI VIRALKAN."
Postingan itu juga disertai video dari stasiun tv Al Jazeera berdurasi dua menit 43 detk.
Lalu benarkah postingan pesan berantai yang menyebut Tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh komunis yang menguji coba gas beracun untuk membunuh rakyat Indonesia?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan tidak menemukan informasi valid seperti yang diklaim dalam postingan. Tragedi Kanjuruhan sendiri terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu usai laga Arema FC Vs Persebaya.
Berikut kronologi Tragedi Kanjuruhan seperti ditulis Liputan6.com pada 7 Oktober 2022 dalam artikel berjudul "Kronologi Tragedi Kanjuruhan Versi Kapolri, Penjaga Pintu 13 Tidak di Tempat"
"Liputan6.com, Malang - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membeberkan kronologi tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan korban tewas sebanyak 131 orang usai laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10).
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa, pada 12 September 2022, panitia pelaksana Arema FC mengirimkan surat kepada Polres Malang terkait laga yang dimulai pukul 20.00 WIB itu.
"Polres Malang menanggapi surat secara resmi, untuk mengubah jadwal pelaksanaan menjadi pukul 15.30 WIB dengan pertimbangan keamanan," kata Listyo dalam jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis malam (6/10/2022).
Namun, lanjutnya, permintaan tersebut, ditolak oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan alasan jika waktu pertandingan digeser, maka akan ada sejumlah konsekuensi yang harus ditanggung seperti adanya pembayaran ganti rugi.
Kemudian, lanjutnya, Polres Malang melakukan persiapan pengamanan melalui sejumlah rapat koordinasi dan menambah personel yang akan bertugas pada laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dari sebelumnya 1.073 personel menjadi 2.034 personel.
"Kemudian, dalam rakor tersebut juga disepakati khusus untuk suporter yang hadir hanya dari Aremania," ujarnya.
Pertandingan, yang berjalan pada 1 Oktober 2022 pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu.
Proses pertandingan di Stadion Kanjuruhan semua lancar, namun saat akhir pertandingan muncul reaksi dari suporter terkait hasil yang ada.
Muncul beberapa penonton yang masuk lapangan dan kemudian tim melakukan pengamanan khususnya kepada ofisial dan pemain Persebaya Surabaya dengan menggunakan empat unit kendaraan taktis barakuda.
"Proses evakuasi berjalan cukup lama, hampir satu jam, karena sempat terjadi kendala dan hambatan karena memang terjadi penghadangan. Namun demikian semua bisa berjalan lancar dan evakuasi saat itu dipimpin Kapolres Malang," katanya.
Namun, lanjutnya, pada saat yang bersamaan juga semakin banyak penonton yang turun ke lapangan sehingga, akhirnya kemudian anggota yang bertugas mulai melakukan kegiatan penggunaan kekuatan.
"Seperti yang kita lihat, ada yang menggunakan tameng, termasuk pada saat mengamankan kiper Arema FC Adilson Maringa," ujarnya.
Dengan semakin bertambahnya penonton, beberapa personel menembakkan gas air mata. Tembakan itu, mengakibatkan para penonton, terutama yang ada di tribun kemudian panik dan berusaha meninggalkan arena.
Penonton yang kemudian berusaha untuk keluar, khususnya di pintu 3, 10, 11, 12, 13 dan 14 mengalami kendala karena pintu yang terbuka hanya kurang lebih selebar 1,5 meter. Kemudian, para penjaga pintu, tidak berada di tempat.
Akibat kondisi tersebut, terjadi desak-desakan yang menyebabkan sumbatan di pintu keluar itu hampir 20 menit. Akibat berdesakan ditambah adanya gas air mata, banyak korban yang mengalami patah tulang, trauma di kepala dan leher.
"Sebagian besar yang meninggal dunia mengalami asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang," katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang sebanyak 131 orang, sementara 440 orang mengalami luka ringan dan 29 orang luka berat."
Artikel terkait Tragedi Kanjuruhan lainnya bisa dilihat di link ini...
Sementara video yang disertakan dalam postingan juga tidak berhubungan dengan pesan berantai yang beredar. Video itu merupakan liputan langsung Al Jazeera ke Stadion Kanjuruhan usai kejadian.
Kesimpulan
Pesan berantai yang menyebut Tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh komunis yang menguji coba gas beracun untuk membunuh rakyat Indonesia adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2022-10631) [SALAH] Vaksin Covid-19 Picu HIV-AIDS
Sumber: twitter.comTanggal publish: 06/10/2022
Berita
Beredar sebuah cuitan berasal dari akun @_Banyoe yang mengklaim bahwa HIV-AIDS dipicu oleh Vaksin Covid-19. Cuitan tersebut juga menambahkan tangkapan layar berjudul “Sebanyak 6.97 persen atau sekitar 414 mahasiswa bandung dinyatakan positif HIV. Begini gejala awal yang muncul pasca terinfeksi, hampir mirip penyakit flu.”
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari cnbcindonesia, Bnar Talabani, dokter dan peneliti berbasis di Cardiff menyatakan bahwa tidak ada mekanisme yang masuk akal sehingga vaksin Covid-19 [atau memang, vaksin apapun] dapat menyebabkan HIV atau AIDS. Menurutnya tidak ada bukti mendukung klaim ini, vaksin apapun termasuk vaksin Covid-19 tidak dapat menyebabkan AIDS/HIV atau membuat kita lebih rentan tertular virus ini atau virus lainnya.
Dalam artikel Turnbackhoax.id yang berjudul “[SALAH] Vaksin Booster Covid-19 Dapat Menyebabkan AIDS” diunggah pada 17 April 2022 juga menyatakan bahwa, Zandrea Ambroze, pakar HIV dan profesor penyakit menular di Universitas Pittsburgh, menyebutkan tidak ada vaksin Covid-19 dengan kandungan Lentivirus yang diizinkan beredar di negara mana pun di seluruh dunia. Meskipun bisa tertular lewat jarum suntik bekas, kandungan dalam vaksin booster tidak diklaim dapat menyebabkan AIDS.
Terkait tangkapan layar yang disertakan dalam cuitan di atas, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengoreksi berita tersebut bahwa data yang ditulis adalah data akumulasi sejak tahun 1991 hingga 2021.
“414 Kasus HIV di kalangan mahasiswa Kota Bandung itu adalah AKUMULASI data selama 30 tahun: 1991-2021. Bukan data dalam 1 tahun.” katanya dalam akun Instagram miliknya, Selasa (30/8).
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim Vaksin Covid-19 Picu HIV-AIDS adalah keliru, dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Dalam artikel Turnbackhoax.id yang berjudul “[SALAH] Vaksin Booster Covid-19 Dapat Menyebabkan AIDS” diunggah pada 17 April 2022 juga menyatakan bahwa, Zandrea Ambroze, pakar HIV dan profesor penyakit menular di Universitas Pittsburgh, menyebutkan tidak ada vaksin Covid-19 dengan kandungan Lentivirus yang diizinkan beredar di negara mana pun di seluruh dunia. Meskipun bisa tertular lewat jarum suntik bekas, kandungan dalam vaksin booster tidak diklaim dapat menyebabkan AIDS.
Terkait tangkapan layar yang disertakan dalam cuitan di atas, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengoreksi berita tersebut bahwa data yang ditulis adalah data akumulasi sejak tahun 1991 hingga 2021.
“414 Kasus HIV di kalangan mahasiswa Kota Bandung itu adalah AKUMULASI data selama 30 tahun: 1991-2021. Bukan data dalam 1 tahun.” katanya dalam akun Instagram miliknya, Selasa (30/8).
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim Vaksin Covid-19 Picu HIV-AIDS adalah keliru, dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)
Informasi tersebut salah. Bnar Talabani, dokter dan peneliti berbasis di Cardiff menyatakan bahwa tidak ada mekanisme yang masuk akal sehingga vaksin Covid-19 dapat menyebabkan HIV atau AIDS.
Informasi tersebut salah. Bnar Talabani, dokter dan peneliti berbasis di Cardiff menyatakan bahwa tidak ada mekanisme yang masuk akal sehingga vaksin Covid-19 dapat menyebabkan HIV atau AIDS.
Rujukan
(GFD-2022-10632) Keliru, Video Rusia Mengadakan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 06/10/2022
Berita
Sebuah video berjudul Negara Rusia Mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW diterima di tipline Tempo pada Senin, 3 Oktober 2022.
Video berdurasi 2 menit 44 detik yang dibagikan pakai Snack Video itu menampilkan umat Muslim sedang berkumpul dan memadati jalan-jalan kota yang berdekatan dengan sebuah masjid.
Tangkapan layar video yang beredar di Facebook dengan narasi Rusia mengadakan perayaan Maulid Nabi Muhammad
Teks dalam video itu bertuliskan klaim bahwa kerumunan orang itu adalah saat Rusia mengadakan maulud Nabi Muhammad SAW. Benarkah klaim tersebut?
Hasil Cek Fakta
Hasil pemeriksaan Tempo menunjukkan bahwa perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut bukanlah di Rusia, melainkan di Yaman. Pada saat itu, jutaan umat Islam yang tersebar di 14 wilayah merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, termasuk di Al-Sabeen Square di Sanaa, ibu kota Yaman.
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video menjadi gambar dan menelusurinya menggunakan Google Reverse Image dan Yandex Images Search.
Salah satu potongan video menampilkan poster raksasa bertulisan bahasa Arab yang dikelilingi jutaan umat Islam yang sedang merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW di Al-Sabeen Square di Sanaa, ibu kota Yaman pada tahun 2021.
Video ini sebelumnya sudah ditayangkan oleh akun YouTube Al Masirah Channel Live berjudul Sana'a... Perayaan Maulid Nabi terbesar di dunia Arab, Islam dan dunia 1443 H, pada 20 Oktober 2021.
Video terkait juga pernah diunggah di akun YouTube TRT World Now dengan judul Thousands of Yemenis celebrate birthday of Prophet Muhammad, yang diunggah pada 19 Oktober 2021.
Tangkapan layar dari Google Street View di Al-Sabeen Square 70 di Sana'a Yaman.
Selain itu, dilansir dari Kantor Berita Yaman, SABA.YE, Ibukota Sanaa dan provinsi lain menyalakan lampu berwarna hijau pada malam hari saat orang-orang Yaman merayakan Maulid An-Nabawi, hari kelahiran Nabi Muhammad.
Pada malam itu, semua fasilitas dan bangunan negara diterangi dengan lampu hijau, sehingga suasana memberikan spiritualitas dan ketenangan bagi pejalan kaki. Orang-orang Yaman mengibarkan panji-panji cinta, kegembiraan dan kesetiaan dalam perayaan Maulid Nabi, karena hubungan mereka yang kuat dengan Nabi Muhammad SAW.
Orang Yaman juga mengungkapkan cinta mereka kepada Nabi dengan menyebarkan semua aspek kegembiraan dengan menghiasi jalan-jalan dan bangunan dengan lampu, spanduk, dan gambar. Berbagai kegiatan pun dilaksanakan, antara lain ceramah dan seminar penyadaran di masjid dan sekolah.
Pemimpin Revolusi Sayyid Abdul Malik Badr Al-Din Al-Houthi, dalam pidato yang disiarkan televisi yang berpidato di depan massa yang berkumpul di ibukota Sanaa dan provinsi lain pada peringatan Maulid Nabi, mengatakan bahwa "mencapai kebebasan dan kemerdekaan adalah jihad suci dan tidak akan pernah bisa ditawar."
Sayyid mengucapkan selamat kepada bangsa Islam pada peringatan hari ulang tahun Nabi, mencatat bahwa orang-orang Yaman merayakan kesempatan ini, karena cinta, kebanggaan, penghargaan dan penghormatan untuk Rasulullah, Muhammad saw.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, video Rusia mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah keliru.
Video yang dibagikan memang terkait dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, namun bukan diadakan oleh Rusia, tapi Pemerintah Yaman. Kegiatan keagamaan itu dihadiri jutaan warga Yaman yang berkumpul di Al-Sabeen Square di Sanaa, ibu kota Yaman.
Rujukan
Halaman: 6024/8123
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4184159/original/036541100_1665129463-Dedi1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4184174/original/029210800_1665130059-cek_fakta_komunis.jpg)


