• (GFD-2022-11007) [SALAH] "VIDEO DETIK-DETIK FAREL PRAYOGA JUARA LOMBA ADZAN NO 1 DI ARAB SAUDI"

    Sumber: youtube
    Tanggal publish: 25/11/2022

    Berita

    [NARASI] VIDEO DETIK-DETIK FAREL PRAYOGA JUARA LOMBA ADZAN NO 1 DI ARAB SAUDI

    Hasil Cek Fakta

    [PENJELASAN]
    Akun Youtube bernama Zara Entertaiment mengunggah video dengan judul video detik-detik Farel Prayoga juara lomba adzan terbaik no 1 di Arab Saudi, thumbnail yang menampilkan seolah-olah Farel sedang mengumandangkan adzan.
    Video yang berdurasi 7:38 menit yang bernarasi seakan-akan Farel Prayoga sedang mengikuti kompetisi di Arab Saudi narasi dalam video tersebut juga mengatakan bahwa Farel Prayoga berhasil menjadi juara pertama dan medapatkan hadiah sebesar 2 juta riyal atau sekitar 7,6 milyar rupiah.
    Setelah ditelusuri video yang sebenarnya adalah ada salah satu peserta lomba adzan yang diadakan di gedung serbaguna Wirasatya Polres Lhokseumawe dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-76, dalam video tersebut ada sosok anak laki-laki bernama Kana Rizki yang sedang mengumandangkan adzan, dengan suara emasnya dia berhasil menjadi juara pertama kategori remaja dan mendapatkan hadiah umroh gratis dan uang tunai dari Polres Lhokseumawe, Aceh 2022.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa fakta Yudho Ardi

    Informasi yang salah. Gambar pada thumbnail dan narasi video tersebut merupakan hasil editan, faktanya isi video tersebut merupakan video Kana Rizki yang sedang mengikuti lomba di Polres Lhokseumawe.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11011) [SALAH] “Jangan sampe piala dunia disusupi radikulis”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 24/11/2022

    Berita

    NARASI: “Jangan sampe BuzzeRp luknut nonton ini, tar mereka bilang piala dunia disusupi radikulis🤣”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan konten dengan menambahkan narasi yang menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN. BUKAN di acara Piala Dunia, FAKTA: video rekaman yang dibagikan adalah sesi pertunjukan wahana Omni Hoverboard di acara final pada tingkat kompetisi yang berbeda, yaitu King Cup Saudi 2019.

    Salah satu video yang identik, الاهلي اليوم di Facebook pada 3 Mei 2019:”‏الرجل الطائر في نهائي كأس الملك بين الاتحاد والتعاون” (Google Translate: “Pria terbang di final Piala Raja antara Al-Ittihad dan Al-Taawon”). [2]

    Rekaman video lainnya dari sudut pandang yang berbeda, Saudi Times pada 6 Mei 2019: “#King Cup Final #Saudi 2019 #Riyadh” [3]

    Tentang acara final King Cup Saudi 2019 (disebut juga “King’s Cup Saudi”), GOALZZ: “Winner: Al Taawoun Saudi Arabia” [4]

    Tentang wahana Omni Hoverboard, OMNI HOVERBOARDS: “The Omni Hoverboard is the first propeller-based aeronautical vehicle for a free-standing pilot. This achievement of producing the first flying hoverboard garnered attention unlike anything we could ever have imagined. From the Carnival in Rio de Janeiro to the Cup Finals of multiple countries, we flew for some of the biggest audiences around the world.” [5]

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, BUKAN di acara Piala Dunia. FAKTA: video rekaman yang dibagikan adalah sesi pertunjukan wahana Omni Hoverboard di acara final pada tingkat kompetisi yang berbeda, yaitu King Cup Saudi 2019.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11028) [SALAH] Foto Banjir Jakarta di Masa Pemerintahan Heru Budi Hartono

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 24/11/2022

    Berita

    “PLT Gub HERU Bukan Pilihan Rakyat
    Tapi Pilihan BONEKA LUAR BIASA
    Warga DKI jakarta same HERU
    semuenye didepan Rumahnye Dibikinin
    KOLAM RENANG. Motor & Mobil juga
    Suruh Renang. Kata HERU Warga DKI
    Biar Senang semuenye dibikinin
    KOLAM RENANG.Tapi ANEH nye
    CEBONG TIDUR semue🤣😁😁🤣”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter dengan nama pengguna “ArdhaniFariz” mengunggah empat buah foto yang menunjukkan kondisi banjir. Unggahan tersebut juga disertai narasi yang menyatakan bahwa seluruh foto tersebut merupakan foto kondisi banjir di DKI Jakarta setelah Heru Budi Hartono menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur.

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut telah beredar sejak tahun 2020 dan 2021, ketika Anies Baswedan masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Foto pertama dapat dilihat dalam artikel yang dimuat oleh situs viva.co.id pada 17 Mei 2021 dengan judul “Jakarta Tak Hujan Tapi Pondok Pinang Kebanjiran”. Foto kedua telah dimuat dalam artikel berjudul “Penampakan Mobil dan Motor Korban Banjir” yang diunggah oleh situs 100kpj.com pada 2 Januari 2020.

    Sedangkan, foto ketiga merupakan foto sampul dalam artikel detikEdu yang berjudul “Apa Penyebab Banjir? Ini Jenis dan Cara Pencegahannya” dan diunggah pada 9 November 2021. Foto keempat juga telah dimuat dalam artikel Sindonews berjudul “Banjir Jakarta Timur-Bekasi Belum Teratasi, 3 Kota Ini Kompak Pertanyakan Kinerja Kementerian PUPR” yang diunggah pada 11 Maret 2021.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “ArdhaniFariz” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.

    Keempat foto tersebut telah beredar sejak tahun 2020 dan 2021, ketika Anies Baswedan masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, bukan ketika Heru Budi Hartono telah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11029) [SALAH] “Penghina Ibu Negara Ditangkap”

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 24/11/2022

    Berita

    “MAMPUSS AKHIR NYA MSUK PRODEO JANGAN DI LEPAS”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter dengan nama pengguna “SALLY07195073” mengunggah sebuah foto hasil tangkapan layar yang menunjukkan judul berita bahwa penghina Ibu Negara Iriana telah ditangkap. Dalam foto juga terdapat narasi yang menyatakan bahwa penangkapan tersebut dilakukan setelah kedua putra Presiden Jokowi bereaksi terhadap kasus tersebut.

    Berdasarkan hasil penelusuran, berita tersebut merupakan berita penangkapan penghina Iriana pada tahun 2017. Dalam kasus tersebut, Gibran dan Kaesang selaku kedua putra Jokowi juga telah menyatakan bahwa mereka memaafkan pelaku.

    Reaksi Gibran dan Kaesang yang menyampaikan ketidaksukaannya terjadi setelah kasus penghinaan yang dilakukan pada 17 November 2022 lalu. Lebih lanjut, pihak kepolisian masih belum menangkap pelaku penghinaan tersebut.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “SALLY07195073” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.

    Berita penangkapan penghina Ibu Negara Iriana tahun 2017. Faktanya, pelaku penghinaan Iriana yang terjadi pada tahun 2022 masih belum ditangkap oleh pihak kepolisian.

    Rujukan