• (GFD-2026-31829) [SALAH] Video "Ka'bah Diterjang Banjir"

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun TikTok “sumonkhanbd89” pada Jumat (09/01/2026), isinya memperlihatkan banjir besar yang menerjang Ka’bah.

    Hingga Selasa (20/01/2026), konten itu mendapat lebih dari 54.500-an tanda suka, lebih dari 2.200 interaksi komentar, serta dibagikan ulang 6.500-an kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Ka'bah diterjang banjir”. Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.

    Dari pengamatan TurnBackHoax, terdapat indikasi rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam video unggahan akun TikTok “sumonkhanbd89”, terlihat dari genangan air yang tidak merata.

    TurnBackHoax lalu memasukkan video itu ke alat pendeteksi AI, Hive Moderation Diketahui, video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 91,4 persen.

    Diketahui, kabah memang pernah diterjang banjir, Dilansir dari sindonews.com, Ka'bah pernah diterjang banjir pada 1941 dengan ketinggian mencapai leher orang dewasa. Banjir juga terjadi di 2009 dan 2012, tetapi tidak separah saat 1941.

    Dari pengamatan TurnBackHoax berdasarkan climate-data.org, cuaca bulan Januari 2026 di Mekah berkisar 15,8—21,3 derajat celcius, masih termasuk musim dingin.   

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 91,4 persen. Jadi, unggahan video berisi klaim “Ka'bah diterjang banjir” itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31830) Menyesatkan: Meletakkan Es Batu di Sela Jari Menyembuhkan Sakit Kepala

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    SEBUAH video dengan klaim sakit kepala bisa hilang hanya dengan meletakkan es batu di antara jari tangan, beredar di Facebook [arsip] pada 12 Januari 2026. Hingga 19 Januari, video ini telah dibagikan lebih dari 390 kali dan disukai lebih dari 7 ribu warganet.

    Video itu memperlihatkan ilustrasi cara menggunakan es batu untuk menyembuhkan sakit kepala. Caranya, dengan meletakkan es batu di antara ibu jari dan telunjuk selama tiga detik hingga sakit kepala hilang. “Tempat ini terhubung langsung dengan syaraf-syaraf di kepala. Ketika hawa dingin menerpa, sinyal nyeri dan sakit kepala mereda,” kata narator dalam video.



    Lalu benarkah meletakkan es batu di antara jari tangan menyembuhkan sakit kepala?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi klaim tersebut dengan mewawancarai pakar serta membedah berbagai literatur kesehatan. Hasilnya menunjukkan bahwa es batu memang efektif meredakan sakit kepala jika menempel pada dahi atau leher, bukan di sela jari tangan sebagaimana narasi yang beredar.

    Pakar penyakit dalam Universitas Indonesia, Prof. Zubairi Djoerban, menegaskan ketiadaan bukti ilmiah yang mendukung klaim penempatan es di telapak tangan untuk mengobati nyeri kepala. Sebaliknya, metode ini justru berisiko memicu nyeri kepala sebelah yang lebih hebat bagi sebagian orang. “Cara itu justru membuat beberapa orang makin nyeri kepalanya,” ujar Zubairi kepada Tempo, Jumat, 16 Januari 2026.

    Zubairi menyarankan masyarakat menempelkan es pada dahi, area atas telinga, atau leher bagian belakang. Pengguna wajib membungkus es batu dengan handuk terlebih dahulu agar suhu dingin tidak langsung menyentuh kulit yang sensitif. Durasi kompres yang ideal berkisar antara 10 hingga 20 menit.

    Laman Healtline.com mencatat bahwa terapi dingin (cold therapy) telah menjadi metode pengobatan migrain sejak 150 tahun lalu. Suhu rendah bekerja menyempitkan pembuluh darah dan membantu menghambat transmisi saraf pemberi sinyal rasa sakit ke otak. Dr. Tania Elliott, kepala petugas medis di EHE Health Amerika Serikat menyebut es sebagai pilihan logis untuk mengatasi peradangan saat kepala terasa sakit.

    Sebuah studi pada 2013 juga membuktikan bahwa kompres leher beku pada awal serangan migrain secara signifikan mengurangi rasa sakit. Para peneliti meyakini suhu dingin tersebut mendinginkan darah yang mengalir ke arteri karotis (carotid artery) di leher, sehingga peradangan di otak berkurang.

    Sementara itu, riset yang terbit pada 2025 dalam National Library of Medicine menggarisbawahi efektivitas terapi aklimatisasi dingin (cold acclimatization therapy) sebagai metode baru dalam fisioterapi untuk manajemen nyeri dan pengendalian peradangan. 

    Meski menunjukkan potensi besar, para ahli menekankan bahwa studi ini masih dalam tahap awal. Penelitian lebih lanjut dengan populasi sampel yang lebih besar dan desain uji coba terkontrol acak (randomized controlled trials) yang lebih ketat tetap diperlukan untuk memvalidasi keamanan serta kemanjuran klinisnya secara menyeluruh.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa meletakkan es batu di jari tangan menyembuhkan sakit kepala adalah menyesatkan. 

    Es batu dapat meredakan sakit kepala jika diletakkan di dahi atau leher, bukan di antara jari tangan. Meski begitu masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk menguji klaim efektivitasnya.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31831) Keliru: Tautan Pendaftaran CPNS Tahun 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    INFORMASI mengenai pembukaan pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2026 beredar di  Facebook [arsip] pada 8 Januari 2026. Unggahan tersebut dilengkapi dengan tautan yang diklaim sebagai formulir untuk mendaftar CPNS tersebut:  https://daftarsekarang30.vvisaw.com.

    Konten itu menyebut bahwa CPNS 2026 terbuka untuk para sarjana yang baru lulus, termasuk bagi mereka yang memiliki ijazah SMA/SMK dan Diploma 3. Formasi terbuka di instansi pemerintahan pusat dan daerah sesuai kebutuhan.



    Benarkah tautan yang beredar tersebut untuk pendaftaran CPNS 2026?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi tautan yang beredar dan membandingkannya dengan situs resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hasilnya, laman https://daftarsekarang30.vvisaw.com bukan situs yang digunakan untuk mendaftar CPNS.  



    Hingga artikel ini dipublikasikan, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait pembukaan untuk CPNS formasi 2026. Dikutip dari Bisnis.com, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) masih menyusun formasi CPNS 2026 sesuai kebutuhan setiap instansi.

    Sebelumnya, laman resmi pendaftaran CPNS adalah: https://sscasn.bkn.go.id/. Perbedaan mencolok terlihat antara situs web resmi tersebut dengan berbagai tautan (link) palsu yang beredar di media sosial.

    Tempo merangkum alur pendaftaran CPNS dengan mengacu pada ketentuan resmi di laman SSCASN pada 2024. Berikut merupakan rincian langkah serta syarat dokumen yang harus pelamar penuhi:

    1. Persiapan Dokumen

    Sebelum mulai mendaftar, siapkan dokumen-dokumen sebagai berikut: 

    2. Membuat Akun SSCASN

    3. Login ke Portal SSCASN

    Setelah berhasil membuat akun, Anda perlu login ke Portal SSCASN menggunakan NIK dan kata sandi.

    4. Mengisi Formulir Pendaftaran

    Setelah login, isi formulir pendaftaran yang terdiri dari beberapa bagian:

    5. Memilih Formasi

    Setelah mengisi formulir pendaftaran, langkah selanjutnya adalah memilih formasi yang sesuai dengan kualifikasi Anda. Pastikan Anda memilih formasi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minat Anda.

    6. Mengajukan Lamaran

    Setelah memilih formasi, periksa kembali semua data. Jika sudah yakin data benar, klik tombol “Ajukan Lamaran” untuk mengirimkan pendaftaran Anda.

    7. Cetak Kartu Pendaftaran

    Setelah berhasil mengajukan lamaran, cetak kartu pendaftaran sebagai bukti bahwa Anda telah mendaftar. Simpan kartu ini dengan baik karena akan berguna pada tahap seleksi selanjutnya.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim tautan pendaftaran CPNS 2026 adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31832) Cek Fakta: Tidak Benar Informasi Rekrutmen CPNS Kejaksaan 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim informasi rekrutmen CPNS Kejaksaan 2026 periode 3 Januari-16 Maret. Informasi tersebut diunggah salah satu akun media sosial TikTok beberapa waktu yang lalu.
    Berikut isi unggahannya:
    "OPEN REKRUTMEN CPNS 2026
    Kesempatan emas jadi **Aparatur Sipil Negara**!
    Pendaftaran **GRATIS** & resmi, dibuka untuk lulusan **SMA/SMK hingga Sarjana**.
    17
    **Periode:** 3 Januari - 16 Maret 2026
    **Formasi tersedia:** Penjaga Tahanan, Petugas Barang Bukti, Pengelola Penanganan, Ahli Pertama Jaksa
    +Masa depan cerah, karier stabil, pengabdian untuk negeri
    **Jangan sampai ketinggalan!**
    Cek info lengkap & syaratnya di **bio profil** sekarang
    #cpns2026 #opencpns #infocpns#lowongankerja #fyp"
    Jika tautan informasi di bio profil diklik, akan mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas pribadi seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim informasi rekrutmen CPNS Kejaksaan 2026 periode 3 Januari-16 Maret? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim informasi rekrutmen CPNS Kejaksaan 2026 periode 3 Januari-16 Maret, dengan menghubungi Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna.
    Anang mengatakan, informasi rekrutmen CPNS tersebut tidak benar.
    "Bohong itu, tidak benar," kata Anang kepada Liputan6.com, Selasa (20/1/2026).
    "Untuk tahun ini tidak ada penerimaan pegawai baru," tandas Anang.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim informasi rekrutmen CPNS Kejaksaan 2026 periode 3 Januari-16 Maret, tidak benar.