Beredar informasi dari akun Facebook Dicka Belexs berupa sebuah narasi untuk melakukan pengecekan untuk menerima bantuan sebesar 600 ribu dengan cara memasukkan NIK E-KTP pada sebuah tautan. Postingan ini disukai sebanyak 7 kali, dikomentari 3 kali, dan disebarkan kembali 22 kali.
Nik ktp
Bansos KTP
Bansos NIK KTP
(GFD-2021-7365) [SALAH] Link Pengecekan Penerima Bansos dengan NIK E-KTP
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/08/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Tautan yang diberikan setelah diperiksa tidak merujuk ke website resmi untuk pengecekan penerima bansos yaitu cekbansos.kemensos.go.id melainkan menuju sebuah website tidak resmi dan meminta untuk memasukkan nama dan NIK E-KTP sedangkan pada website resmi tidak memerlukan NIK E-KTP. Berdasarkan artikel dari Kompas.com, pemerintah melalui Kementrian Sosial memberikan beberapa bantuan bagi masyarakat yang terdampak perpanjangan PPKM level dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Ada 3 bantuan yang disalurkan oleh pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau kartu sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Kemensos bermitra dengan Perum Bulog untuk menyalurkan beras 10 kg untuk KPM yang mendapatkan BST, BPNT, dan PKH.
Besaran bantuan yang diberikan untuk BST adalah 600 ribu per KPM melalui PT Pos Indonesia, penerima BPNT mendapatkan bantuan 200 ribu per bulan melalui Himbara dan penerima PKH dibagi menjadi 3 komponen, bagi keluarga dengan ibu hamil dan anak usia dini akan mendapat 3 juta, keluarga yang memiliki anak SD mendapatkan bantuan 900 ribu, 1,5 juta untuk anak SMP, dan 2 juta untuk anak yang sudah SMA. Keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disablitas atau lansia akan mendapatkan bantuan 2,4 juta.
Melihat dari penjelasan tersebut, link untuk pengecekan penerima bansos dengan NIK E-KTP adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Besaran bantuan yang diberikan untuk BST adalah 600 ribu per KPM melalui PT Pos Indonesia, penerima BPNT mendapatkan bantuan 200 ribu per bulan melalui Himbara dan penerima PKH dibagi menjadi 3 komponen, bagi keluarga dengan ibu hamil dan anak usia dini akan mendapat 3 juta, keluarga yang memiliki anak SD mendapatkan bantuan 900 ribu, 1,5 juta untuk anak SMP, dan 2 juta untuk anak yang sudah SMA. Keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disablitas atau lansia akan mendapatkan bantuan 2,4 juta.
Melihat dari penjelasan tersebut, link untuk pengecekan penerima bansos dengan NIK E-KTP adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Link yang dicantumkan adalah bentuk scam atau penipuan untuk mendapatkan informasi pribadi dan merupakan website tidak resmi untuk pengecekan bansos. Pengecekan untuk penerima bansos dapat dilakukan di http://cekbansos.kemensos.go.id yang setelah diperiksa tidak ada meminta untuk memasukkan NIK E-KTP.
Link yang dicantumkan adalah bentuk scam atau penipuan untuk mendapatkan informasi pribadi dan merupakan website tidak resmi untuk pengecekan bansos. Pengecekan untuk penerima bansos dapat dilakukan di http://cekbansos.kemensos.go.id yang setelah diperiksa tidak ada meminta untuk memasukkan NIK E-KTP.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2021/04/25/salah-bantuan-sosial-tunai-bst-600-ribu-sudah-dapat-dicairkan/
- https://cekbansos.kemensos.go.id
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/08/01/063000265/cara-cek-bansos-bulan-agustus-2021-klik-cekbansos.kemensos.go.id?page=all
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/21/180500165/daftar-bantuan-dari-pemerintah-selama-ppkm-dan-cara-mengeceknya?page=all
(GFD-2021-7364) [SALAH] Dukun Meninggal karena Covid-19 Setelah Menghirup Napas Pasien Covid-19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/08/2021
Berita
Beredar informasi dari akun Facebook Singapore Incidents berupa cuplikan video 2 orang yang secara bergantian menghirup napas pasien Covid-19 yang diklaim salah seorang dari video tersebut adalah seorang dukun dan meninggal karena Covid-19 setelah melakukan aksi itu. Postingan ini disukai sebanyak 529 kali, dikomentari 102 kali, ditonton 23 ribu kali, dan disebarkan kembali 261 kali.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan artikel dari detik.com, orang yang melakukan aksi menghirup napas pasien Covid-19 adalah Masudin dan KH Samian, Masudin diketahui adalah seorang terapis pendengaran dan meninggal pada 13 Juli 2021 karena sakit lambung yang sudah lama dialaminya sejak 2018. Widjaya selaku Kepala Desa Banyuarang menjelaskan bahwa Masudin meninggal bukan karena terinfeksi Covid-19 karena hasil tracing pada 14 Juli 2021 menyatakan bahwa istri dan anak-anak Masudin negatif Covid-19.
KH Samian yang merupakan pengajar di madrasah dan Pesantren Bahrul Ulum, Tombakberas, Jombang diketahui dalam keadaan sehat setelah melakukan aksi tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi menghirup napas tersebut bukan untuk berniat sombong ataupun mencari sensasi. Pasien Covid-19 pada video tersebut yang merupakan menantu teman Masudin berhasil sembuh dari Covid-19 sedangkan kedua mertuanya meninggal dunia.
Melihat dari penjelasan tersebut, video dukun meninggal karena Covid-19 setelah menghirup napas pasien Covid-19 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang menyesatkan/Misleading Content.
KH Samian yang merupakan pengajar di madrasah dan Pesantren Bahrul Ulum, Tombakberas, Jombang diketahui dalam keadaan sehat setelah melakukan aksi tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi menghirup napas tersebut bukan untuk berniat sombong ataupun mencari sensasi. Pasien Covid-19 pada video tersebut yang merupakan menantu teman Masudin berhasil sembuh dari Covid-19 sedangkan kedua mertuanya meninggal dunia.
Melihat dari penjelasan tersebut, video dukun meninggal karena Covid-19 setelah menghirup napas pasien Covid-19 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Informasi yang salah. Orang yang menghirup napas pasien Covid-19 diketahui adalah seorang terapis tunarungu yang meninggal pada 13 Juli 2021 karena sakit lambung bukan karena terinfeksi Covid-19 dan dimakamkan tanpa protokol Covid-19.
Informasi yang salah. Orang yang menghirup napas pasien Covid-19 diketahui adalah seorang terapis tunarungu yang meninggal pada 13 Juli 2021 karena sakit lambung bukan karena terinfeksi Covid-19 dan dimakamkan tanpa protokol Covid-19.
Rujukan
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5647049/kades-di-jombang-sebut-terapis-hirup-nafas-pasien-corona-meninggal-bukan-covid-19
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5647151/dimakamkan-non-corona-terapis-hirup-napas-pasien-covid-19-meninggal-sakit-lambung
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5647872/begini-kondisi-samian-yang-juga-hirup-napas-pasien-covid-19-di-jombang
- https://kumparan.com/kumparannews/samian-ungkap-alasan-nekat-hirup-napas-pasien-covid-19-di-jombang-jatim-1wAyJiSVXJ7/full
(GFD-2021-7363) [SALAH] Video Sebut Bocoran Jadwal Varian Covid-19 Diluncurkan
Sumber: FacebookTanggal publish: 04/08/2021
Berita
Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan video terkait jadwal varian covid-19 akan diluncurkan ke masyarakat dari WHO. Postingan video itu ramai dibagikan sejak akhir pekan ini.
Dalam video berdurasi 20 detik itu terdapat nama varian covid-19 di sisi kiri dan nama bulan diluncurkan di sisi kanan. Selain itu terdapat juga cuplikan potongan pidato dari Presiden Joko Widodo.
Dalam cuplikan video itu Presiden Jokowi menyampaikan "Tiga hari yang lalu WHO menyampaikan akan muncul lagi varian baru dan ini bisa menyebabkan pandemi bisa lebih panjang dari yang kita perkirakan"
Video itu juga disertai narasi "Bocoran: Jadwal varian diluncurkan/ dipublikasikan"
Dalam video berdurasi 20 detik itu terdapat nama varian covid-19 di sisi kiri dan nama bulan diluncurkan di sisi kanan. Selain itu terdapat juga cuplikan potongan pidato dari Presiden Joko Widodo.
Dalam cuplikan video itu Presiden Jokowi menyampaikan "Tiga hari yang lalu WHO menyampaikan akan muncul lagi varian baru dan ini bisa menyebabkan pandemi bisa lebih panjang dari yang kita perkirakan"
Video itu juga disertai narasi "Bocoran: Jadwal varian diluncurkan/ dipublikasikan"
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan memasukkan kata kunci "covid-19 variant list john hopkins" di mesin pencarian Google. Hasilnya ada artikel dari India Today berjudul "Fact Check: Sham list of Covid-19 variants' 'release dates' viral on internet" yang tayang 29 Juli 2021.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa menurut data dari WHO varian Delta bukan baru ditemukan pada Juni 2021. Begitu juga varian lain seperti Epsilon, Zeta, Eta, Lota, Kappa, dan Lambda.
Untuk varian Delta sendiri WHO sudah mendapatkan sampelnya sejak Oktober tahun lalu. Sementara Epsilon pada Maret 2020, Zeta pada April 2020, Eta pada Desember 2020, Lota pada November 2020, Kappa pada Oktober 2020, dan Lambda juga pada Desember 2020.
Sementara untuk varian Theta, sampel awal terdokumentasi pada Januari 2021 di Filipina.
Pada bulan Mei 2021, WHO telah mengubah nama varian yang tadinya berasal dari nama negara menggunakan nama dari alfabet Yunani. Hal ini digunakan untuk lebih mudah mengingat dan tidak ada stigma tertentu pada suatu negara.
Hal inilah yang diduga mengapa jadwal varian hoaks itu dibuat dan seolah-olah baru ditemukan pada Juni 2021.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa menurut data dari WHO varian Delta bukan baru ditemukan pada Juni 2021. Begitu juga varian lain seperti Epsilon, Zeta, Eta, Lota, Kappa, dan Lambda.
Untuk varian Delta sendiri WHO sudah mendapatkan sampelnya sejak Oktober tahun lalu. Sementara Epsilon pada Maret 2020, Zeta pada April 2020, Eta pada Desember 2020, Lota pada November 2020, Kappa pada Oktober 2020, dan Lambda juga pada Desember 2020.
Sementara untuk varian Theta, sampel awal terdokumentasi pada Januari 2021 di Filipina.
Pada bulan Mei 2021, WHO telah mengubah nama varian yang tadinya berasal dari nama negara menggunakan nama dari alfabet Yunani. Hal ini digunakan untuk lebih mudah mengingat dan tidak ada stigma tertentu pada suatu negara.
Hal inilah yang diduga mengapa jadwal varian hoaks itu dibuat dan seolah-olah baru ditemukan pada Juni 2021.
Kesimpulan
Video yang mengklaim ada jadwal varian covid-19 yang akan diluncurkan WHO adalah hoaks.
Rujukan
- https://www.who.int/en/activities/tracking-SARS-CoV-2-variants/
- https://www.who.int/news/item/31-05-2021-who-announces-simple-easy-to-say-labels-for-sars-cov-2-variants-of-interest-and-concern
- https://www.indiatoday.in/fact-check/story/fact-check-sham-list-of-covid-variants-release-dates-viral-on-internet-1834437-2021-07-29
- https://www.newtral.es/bulos-cronograma-cepas-variantes-covid-19/20210726/?fbclid=IwAR0V9Xi3pETmy2ZyZ56dm8QInS0ur5v66Oxlx03jxkVrKeHQ0tiPYl4N5aY
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4619998/cek-fakta-hoaks-video-sebut-bocoran-jadwal-varian-covid-19-diluncurkan
(GFD-2021-7362) [SALAH] Air Rebusan Nanas Bisa Membunuh Sel Kanker
Sumber: FacebookTanggal publish: 04/08/2021
Berita
Klaim tentang air rebusan nanas dapat membunuh sel kanker beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan akun Facebook Ahmad Bukhori pada 1 Agustus 2021.
Akun Facebook Ahmad Bukhori mengunggah narasi berisi tata cara mengonsumsi air rebusan nanas yang diklaim bisa membunuh sel kanker.
"ASSALAMUALAIKUM WAROH MATULLOHI WABAROKATUH
TIPS AGAR BADAN SELALU SEHAT DI MUSIM WABAH SAAT INI DARI BUAH NANAS
Lantaran air Nanas Panas bisa menyelamatkan Anda seumur hidup. Nanas Panas >< dapat membunuh sel kanker!
CARANYA
✓Potong 2-3 serpihan nanas tipis dalam secangkir, tambahkan air panas, itu akan menjadi "air alkali", minum setiap hari, itu baik untuk siapa saja.
✓Air Nanas Panas melepaskan zat anti kanker, yang merupakan kemajuan terbaru dalam pengobatan kanker yang efektif di bidang medis.
✓Sari buah nanas panas memiliki efek untuk membunuh kista dan tumor.
✓Air Nanas Panas dapat membunuh semua kuman dan racun dari dalam tubuh akibat dari alergi
✓Jenis pengobatan dengan ekstrak nanas hanya menghancurkan sel-sel ganas, itu tidak mempengaruhi sel-sel sehat.
✓Selain itu, asam amino dan polifenol nanas dalam jus nanas dapat mengatur tekanan darah tinggi, efektif mencegah penyumbatan pembuluh darah dalam, menyesuaikan sirkulasi darah dan mengurangi pembekuan darah.
Setelah membaca, beri tahu yang lain, keluarga & teman.
Jaga Kesehatanmu Sebelum Sakitmu Datang...!Semoga Bermanfaat," tulis akun Facebook Ahmad Bukhori.
Konten yang disebarkan akun Facebook Ahmad Bukhori telah 11 kali dibagikan dan mendapat 3 komentar warganet.
Akun Facebook Ahmad Bukhori mengunggah narasi berisi tata cara mengonsumsi air rebusan nanas yang diklaim bisa membunuh sel kanker.
"ASSALAMUALAIKUM WAROH MATULLOHI WABAROKATUH
TIPS AGAR BADAN SELALU SEHAT DI MUSIM WABAH SAAT INI DARI BUAH NANAS
Lantaran air Nanas Panas bisa menyelamatkan Anda seumur hidup. Nanas Panas >< dapat membunuh sel kanker!
CARANYA
✓Potong 2-3 serpihan nanas tipis dalam secangkir, tambahkan air panas, itu akan menjadi "air alkali", minum setiap hari, itu baik untuk siapa saja.
✓Air Nanas Panas melepaskan zat anti kanker, yang merupakan kemajuan terbaru dalam pengobatan kanker yang efektif di bidang medis.
✓Sari buah nanas panas memiliki efek untuk membunuh kista dan tumor.
✓Air Nanas Panas dapat membunuh semua kuman dan racun dari dalam tubuh akibat dari alergi
✓Jenis pengobatan dengan ekstrak nanas hanya menghancurkan sel-sel ganas, itu tidak mempengaruhi sel-sel sehat.
✓Selain itu, asam amino dan polifenol nanas dalam jus nanas dapat mengatur tekanan darah tinggi, efektif mencegah penyumbatan pembuluh darah dalam, menyesuaikan sirkulasi darah dan mengurangi pembekuan darah.
Setelah membaca, beri tahu yang lain, keluarga & teman.
Jaga Kesehatanmu Sebelum Sakitmu Datang...!Semoga Bermanfaat," tulis akun Facebook Ahmad Bukhori.
Konten yang disebarkan akun Facebook Ahmad Bukhori telah 11 kali dibagikan dan mendapat 3 komentar warganet.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim air rebusan nanas bisa membunuh sel kanker. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "air nanas membunuh sel kanker" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Cek Fakta Kesehatan: Air Nanas Panas untuk Obat Kanker, Hoaks" yang dimuat situs Liputan6.com pada 16 Desember 2019 lalu.
Liputan6.com, Jakarta - Pekan lalu beredar pesan melalui WhatsApp Group (WAG) yang mengaitkan konsumsi air nanas panas dengan pengobatan kanker. Tak hanya itu, beberapa nama tenaga medis pun ikut dicantumkan di dalamnya seperti Profesor Khairul Huseinn dan DR. dr. Rahyussalim, SpOT.
Berikut isi pesan tersebut:
Air Nanas panas
tolong sebarkan !! tolong sebarkan !!
Profesor Khairul Huseinn dari Rumah Sakit Umum Angkatan Darat Jakarta menekankan bahwa jika setiap orang yang menerima buletin ini dapat meneruskan sepuluh salinan kepada orang lain', pasti setidaknya satu kehidupan akan diselamatkan ...
Saya telah melakukan bagian saya, semoga Anda juga dapat membantu bagian Anda. terima kasih!
Air nanas panas bisa menyelamatkan Anda seumur hidup
Lihatlah lagi, lalu beri tahu yang lain,
Sebarkan cinta keluar!
Nanas panas ~ dapat membunuh sel kanker!
Potong 2 hingga 3 serpihan nanas tipis dalam secangkir, tambahkan air panas, itu akan menjadi "air alkali", minum setiap hari, itu baik untuk siapa saja.
Air nanas panas melepaskan zat anti kanker, yang merupakan kemajuan terbaru dalam pengobatan kanker yang efektif di bidang medis.
Sari buah nanas panas memiliki efek untuk membunuh kista dan tumor. Terbukti untuk memperbaiki semua jenis kanker.
Air nanas panas dapat membunuh semua kuman dan racun dari dalam tubuh akibat dari alergi
Jenis pengobatan dengan ekstrak nanas hanya menghancurkan sel-sel ganas, itu tidak mempengaruhi sel-sel sehat.
Selain itu, asam amino dan polifenol nanas dalam jus nanas dapat mengatur tekanan darah tinggi, efektif mencegah penyumbatan pembuluh darah dalam, menyesuaikan sirkulasi darah dan mengurangi pembekuan darah.
Setelah membaca, beri tahu yang lain, keluarga, teman, sebarkan cinta! Jaga kesehatan Anda sendiri.
(DR. dr. Rahyussalim, SpOT) FK UI
Tim Health Liputan6.com melakukan penelusuran fakta terhadap pesan tersebut. Kami mencoba menghubungi salah satu nama yang tercantum dalam pesan.
Melalui sambungan telepon, DR. dr. Rahyussalim, SpOT mengonfirmasi bahwa ia tak pernah membuat pesan tersebut. Bahkan ia mendapat kiriman pesan serupa dari rekannya.
"Nama saya dicantumkan oleh orang lain," ujar dr Rahyussalim, pada Senin (16/12/2019).
"Entah itu ada orang iseng atau apa," tambahnya.
Jika dicermati, memang ada kejanggalan dalam pesan tersebut. Dr dr Rahyussalim adalah seorang dokter spesialis orthopedi konsultan tulang belakang. Sementara, isi pesan yang disebarkan lewat WAG itu bukan membahas mengenai kesehatan tulang.
Selanjutnya, kami pun mengonfirmasi khasiat air nanas panas untuk mengobati kanker pada ahlinya. Health-Liputan6.com bertanya pada Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof DR. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASM, FACP.
Dengan sigap, pria yang karib disapa Prof Aru menyanggah isi pesan tersebut. Menurutnya, pesan yang disebarkan itu bohong belaka. Bahkan ia pun menyebut, pesan serupa yang mencantumkan tanaman berbeda seperti misalnya jengkol, petai, atau pun mentimun yang disebut-sebut bisa mengobati kanker mudah ditemukan di media sosial.
"Sama sekali enggak betul. Dan, kadang-kadang walaupun (mencantumkan sumber) dari luar negeri, itu beberapa zat itu diteteskan ke sel kanker di laboratorium, sel kankernya mati. Lalu, mereka bilang bisa untuk ngobatin, padahal sama sekali enggak," jelas Prof Aru.
Terkadang, oknum penyebar pesan hoaks kesehatan itu menemukan kesamaan kandungan zat tertentu dalam obat dan buah lantas secara gegabah mengatakan buah terebut bisa menjadi obat.
"Kadang-kadang kandungan yang dicantumkan itu, ada kandungan X dalam obat kanker lalu dalam buah-buahan juga ditemukan kandungan sejuta X, mereka bilang sudah bisa," lanjut Prof Aru.
Meski begitu, Prof Aru tidak berkeberatan kalau orang yang sedang berobat kanker mengonsumsi buah-buahan. "Nah itu, komplimenter, menunjang agar badannya lebih sehat dan pasti ada manfaatnya."
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Cek Fakta Kesehatan: Air Nanas Panas untuk Obat Kanker, Hoaks" yang dimuat situs Liputan6.com pada 16 Desember 2019 lalu.
Liputan6.com, Jakarta - Pekan lalu beredar pesan melalui WhatsApp Group (WAG) yang mengaitkan konsumsi air nanas panas dengan pengobatan kanker. Tak hanya itu, beberapa nama tenaga medis pun ikut dicantumkan di dalamnya seperti Profesor Khairul Huseinn dan DR. dr. Rahyussalim, SpOT.
Berikut isi pesan tersebut:
Air Nanas panas
tolong sebarkan !! tolong sebarkan !!
Profesor Khairul Huseinn dari Rumah Sakit Umum Angkatan Darat Jakarta menekankan bahwa jika setiap orang yang menerima buletin ini dapat meneruskan sepuluh salinan kepada orang lain', pasti setidaknya satu kehidupan akan diselamatkan ...
Saya telah melakukan bagian saya, semoga Anda juga dapat membantu bagian Anda. terima kasih!
Air nanas panas bisa menyelamatkan Anda seumur hidup
Lihatlah lagi, lalu beri tahu yang lain,
Sebarkan cinta keluar!
Nanas panas ~ dapat membunuh sel kanker!
Potong 2 hingga 3 serpihan nanas tipis dalam secangkir, tambahkan air panas, itu akan menjadi "air alkali", minum setiap hari, itu baik untuk siapa saja.
Air nanas panas melepaskan zat anti kanker, yang merupakan kemajuan terbaru dalam pengobatan kanker yang efektif di bidang medis.
Sari buah nanas panas memiliki efek untuk membunuh kista dan tumor. Terbukti untuk memperbaiki semua jenis kanker.
Air nanas panas dapat membunuh semua kuman dan racun dari dalam tubuh akibat dari alergi
Jenis pengobatan dengan ekstrak nanas hanya menghancurkan sel-sel ganas, itu tidak mempengaruhi sel-sel sehat.
Selain itu, asam amino dan polifenol nanas dalam jus nanas dapat mengatur tekanan darah tinggi, efektif mencegah penyumbatan pembuluh darah dalam, menyesuaikan sirkulasi darah dan mengurangi pembekuan darah.
Setelah membaca, beri tahu yang lain, keluarga, teman, sebarkan cinta! Jaga kesehatan Anda sendiri.
(DR. dr. Rahyussalim, SpOT) FK UI
Tim Health Liputan6.com melakukan penelusuran fakta terhadap pesan tersebut. Kami mencoba menghubungi salah satu nama yang tercantum dalam pesan.
Melalui sambungan telepon, DR. dr. Rahyussalim, SpOT mengonfirmasi bahwa ia tak pernah membuat pesan tersebut. Bahkan ia mendapat kiriman pesan serupa dari rekannya.
"Nama saya dicantumkan oleh orang lain," ujar dr Rahyussalim, pada Senin (16/12/2019).
"Entah itu ada orang iseng atau apa," tambahnya.
Jika dicermati, memang ada kejanggalan dalam pesan tersebut. Dr dr Rahyussalim adalah seorang dokter spesialis orthopedi konsultan tulang belakang. Sementara, isi pesan yang disebarkan lewat WAG itu bukan membahas mengenai kesehatan tulang.
Selanjutnya, kami pun mengonfirmasi khasiat air nanas panas untuk mengobati kanker pada ahlinya. Health-Liputan6.com bertanya pada Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof DR. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASM, FACP.
Dengan sigap, pria yang karib disapa Prof Aru menyanggah isi pesan tersebut. Menurutnya, pesan yang disebarkan itu bohong belaka. Bahkan ia pun menyebut, pesan serupa yang mencantumkan tanaman berbeda seperti misalnya jengkol, petai, atau pun mentimun yang disebut-sebut bisa mengobati kanker mudah ditemukan di media sosial.
"Sama sekali enggak betul. Dan, kadang-kadang walaupun (mencantumkan sumber) dari luar negeri, itu beberapa zat itu diteteskan ke sel kanker di laboratorium, sel kankernya mati. Lalu, mereka bilang bisa untuk ngobatin, padahal sama sekali enggak," jelas Prof Aru.
Terkadang, oknum penyebar pesan hoaks kesehatan itu menemukan kesamaan kandungan zat tertentu dalam obat dan buah lantas secara gegabah mengatakan buah terebut bisa menjadi obat.
"Kadang-kadang kandungan yang dicantumkan itu, ada kandungan X dalam obat kanker lalu dalam buah-buahan juga ditemukan kandungan sejuta X, mereka bilang sudah bisa," lanjut Prof Aru.
Meski begitu, Prof Aru tidak berkeberatan kalau orang yang sedang berobat kanker mengonsumsi buah-buahan. "Nah itu, komplimenter, menunjang agar badannya lebih sehat dan pasti ada manfaatnya."
Kesimpulan
Klaim tentang air rebusan nanas dapat membunuh sel kanker ternyata tidak benar. Faktanya, tidak ada penelitian medis yang mendukung klaim tersebut.
Rujukan
Halaman: 5932/7192


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3526248/original/082156600_1627636584-cek_fakta_john.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3529087/original/037050500_1627961629-AirNanas1.jpg)