• (GFD-2022-11082) [SALAH] Video Bendera Khilafah Dikibarkan Saat Pembukaan Piala Dunia di Qatar

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 01/12/2022

    Berita

    Beredar sebuah video di Facebook yang menunjukkan seseorang sedang menaiki Omni Hoverboard dan mengibarkan bendera yang diklaim merupakan bendera khilafah. Terlihat dalam video tersebut di dalam stadion sepak bola, beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Video tersebut diklaim merupakan pembukaan piala dunia di Qatar.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya, video tersebut merupakan video lama sejak 2019, beberapa saat sebelum pertandingan final kompetisi King’s Cup Saudi Arabia 2019. ACTLD, Perusahaan lighting designer yang menangani pencahayaan saat acara final tersebut melalui situs resminya juga membagikan foto pada saat pengibaran bendera Arab Saudi dengan menggunakan Omni Hoverboard. Diketahui final King’s Cup Saudi Arabia 2019 mempertemukan Al-Taawoun FC melawan Al-Ittihad Club, melalui akun Twitter resmi Al-Ittihad Club juga membagikan foto dengan frame yang sama dalam video tersebut yang dibagikan sejak 3 Mei 2019. Sehingga dapat disimpulkan klaim dalam video tersebut tidak ada kaitannya dengan pembukaan piala dunia di Qatar 2022.

    Selain itu, bendera yang berkibar dalam video tersebut berbeda dengan bendera khilafah. Bendera khilafah berlatar hitam atau putih serta tidak terdapat pedang di bawah kalimat tauhidnya, sedangkan bendera Arab Saudi terdapat kalimat tauhid dengan latar berwarna hijau tua dan terdapat sebuah pedang berwarna putih di bawah kalimat tauhid tersebut.

    Dengan demikian, Video Bendera Khilafah Dikibarkan Saat Pembukaan Piala Dunia di Qatar merupakan hoax dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Mochamad Marcell

    Klaim tersebut salah, faktanya video tersebut merupakan video lama pada saat final King’s Cup Saudi Arabia 2019. Bendera yang dikibarkan oleh seseorang yang menaiki Omni Hoverboard tersebut bukan bendera khilafah, melainkan bendera Arab Saudi. Selengkapnya pada bagian penjelasan.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11083) [SALAH] Setelah Dibebaskan, Bharada E / Richard Eliezer Ziarah ke Makam Brigadir J

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 01/12/2022

    Berita

    Beredar sebuah informasi di Facebook yang mengklaim Bharada E berziarah ke makam Brigadir J untuk pertama kali setelah dibebaskan.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya, kabar kebebasan Bharada E adalah hoaks, saat ini ia masih menjalani proses pengadilan dan berstatus sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Selain itu, tidak ada sumber informasi yang valid yang memberitakan bahwa Bharada E berziarah ke makam Brigadir J.

    Dengan demikian, Setelah Dibebaskan, Bharada E / Richard Eliezer Ziarah ke Makam Brigadir J merupakan hoax dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Mochamad Marcell
    Klaim tersebut salah, faktanya Bharada E belum diputuskan bebas dari statusnya menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Bharada Eliezer masih menjalani proses pengadilan, sehingga belum dibebaskan. Tidak ada informasi yang valid terkait pemberitaannya berziarah ke makam Brigadir J.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11141) Menyesatkan, Video TNI AL Kepung Kapal Perang Australia

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 01/12/2022

    Berita


    Sebuah akun di media sosial Facebook mengunggah video dengan gambar kapal perang milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengepung kapal perang Australia. Video berdurasi 3 menit 47 detik itu diberi judul Australia Bengong Indonesia Kepung Kapal Perangnya.
    Narator dalam video menyebutkan bahwa Tentara Nasional Indonesia bergerak melakukan penegakan kedaulatan di wilayah perairan NKRI. Peristiwa itu dilakukan atas kedatangan kapal perang milik militer Australia tanpa permisi. Kapal perang Royal Australian Navy (RAN) diklaim nekat menerobos masuk dan berlayar di wilayah teritorial Indonesia.

    Hingga artikel ini diturunkan, video sudah ditonton 7,8 ribu kali dan disukai 405 warganet. Namun, benarkah narasi tersebut?

    Hasil Cek Fakta


    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, narasi yang dibacakan oleh narator video di atas adalah artikel yang pernah dimuat oleh Viva.co.id pada 8 September 2022. Artikel tersebut berjudul “Nekat Terobos Perairan RI, Kapal Perang Australia Dikepung KRI TNI”. Sedangkan video yang diunggah adalah gabungan dari beberapa video yang tidak terkait dengan pengepungan kapal Australia oleh TNI AL. 
    Untuk membuktikan kebenarannya, Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi video dengan memfragmentasikan menjadi potongan gambar. Gambar tersebut ditelusuri dengan bantuan Yandex Image Search, Google Lens, mesin pencarian Google, dan YouTube. Hasilnya sebagai berikut:
    Video 1
    Fragmen 1
    Potongan video ini muncul beberapa kali. Kemunculan pertama pada detik ke-7. Video identik pernah diunggah oleh akun YouTube Indomiliter pada 14 September 2016 berjudul KRI RE Martadinata 331 in Action!
    Video 2
    Fragmen 2
    Video pada menit ke-2:08 ini pernah diunggah akun YouTube tvOneNews, satu tahun lalu berjudul Kapal Perang Australia HMAS Canberra Berlabuh di Jakarta.
    Video 3
    Fragmen 3
    Video menit ke-2:50 ini identik dengan video yang pernah diunggah akun YouTube Dashgin100 berjudul "USS Nimitz (CVN-68), 10 tahun lalu". Kapal ini adalah kapal induk AS bernama USS Nimitz. Nama itu diberikan untuk menghormati Chester W. Nimitz, Panglima Armada Pasifik AS selama Perang Dunia II.
    Video 4
    Fragmen 4
    Video pada menit ke-3:46 ini pernah diunggah oleh akun YouTube Charles Calabretta pada 18 Desember 2016.

    Kesimpulan


    Dari hasil pemeriksaan fakta video, video dengan narasi TNI AL mengepung kapal perang  Australia adalah menyesatkan.
    Narasi yang dibacakan oleh narator video merupakan artikel terkait pengusiran kapal perang Australia oleh KRI Lemadang 632 karena memasuki perairan wilayah Indonesia. Namun video yang diunggah merupakan peristiwa berbeda yang tidak berkaitan dengan narasi yang disampaikan.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11038) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video ini Rekaman Satelit Gempa di Cianjur

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 30/11/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim rekaman satelit gempa di Cianjur, Jawa Barat beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 24 November 2022.
    Video berdurasi 1 menit 15 detik itu memperlihatkan rekaman citra satelit suatu daerah yang luluh lantak akibat pergerakan tanah. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan rekaman satelit gempa di Cianjur, Jawa Barat.
    "FHOTO satelit..
    Pergerakan tanah...gempa di Cianjur..west Java Indonesia," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 4 kali dibagikan dan mendapat 3 komentar dari warganet.
    Benarkah video tersebut merupakan rekaman satelit gempa di Cianjur, Jawa Barat? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim rekaman satelit gempa di Cianjur, Jawa Barat. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "citra satelit gempa" di kolom pencarian situs berbagi video YouTube.
    Hasilnya terdapat video identik yang dimuat channel YouTube KOMPASTV pada 6 Oktober 2018. Video tersebut berjudul "Begini Citra Satelit Likuifasi Tanah di Petobo".
    Berikut gambar tangkapan layarnya:
    "Usai gempa yang mengguncang Palu dan Donggala, terjadi fenomena likuifaksi tanah di komplek perumahan Petobo, Sulawesi Tengah.
    Dalam video, dapat dilihat dengan jelas bagaimana pemukiman warga diseret oleh lumpur akibat dari likuifaksi.
    Likuifaksi merupakan perubahan tanah yang padat menjadi likuid. Fenomena ini biasanya terjadi pasca-bencana gempa bumi," tulis channel YouTube KOMPASTV.

    Kesimpulan


    Video yang diklaim rekaman satelit gempa di Cianjur, Jawa Barat ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut merupakan citra satelit likuifasi tanah di Petobo, Sulawesi Tengah pada Oktober 2018 lalu.
     

    Rujukan