(GFD-2023-11990) Belum Ada Bukti, Rebusan Biji Kopi Hijau Menyembuhkan Asam urat, Hipertensi, Obesitas, dan Diabetes
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 02/03/2023
Berita
Sebuah akun di Facebook mengunggah foto dengan narasi bahwa rebusan biji kopi hijau dapat menyembuhkan asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes. Foto pendukung memperlihatkan biji kopi hijau direbus dalam sebuah panci. Air rebusan tersebut berwarna hijau muda.
Pengunggah menuliskan “Luuuurrrr. Jika ada tetangga atau saudara yg punya asam urat, asam lambung. kolestrol, vertigo, darah tinggi,ambeien, kesemutan, keputihan,,diabetes, haid tdk lancar, menurunkan BB. Suruh cobain rebusan ini ngeeh....Alhamdulillah sudah banyak yg cocok..????. Mauuu????”.
Benarkah klaim yang mengatakan rebusan biji kopi dapat menurunkan asam urat dan penyakit lainnya?
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim ini menggunakan berbagai sumber jurnal penelitian dari organisasi pemeriksa fakta maupun media kredibel.
Berdasarkan penelusuran Tempo, belum menemukan hasil riset yang menggunakan metode rebusan biji kopi untuk menurunkan resiko penyakit seperti yang disebutkan dalam klaim di atas.
Tempo menemukan ada riset terkait konsumsi biji kopi hijau dengan menurunnya resiko asam urat, hipertensi, obesitas, dan beberapa penyakit kardiovaskular. Namun riset yang pernah dilakukan dianggap belum cukup memvalidasi hubungan antara konsumsi biji kopi hijau dengan menurunnya resiko asam urat.
Berdasarkan penelitian, semua sampel kopi hijau memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi dibandingkan kopi yang disangrai.
Klaim: Meminum air rebusan biji kopi hijau dapat menurunkan menyembuhkan asam urat (gout).
Fakta: Dilansir Arthritis.org, Elinor Mody, MD, direktur Program Penyakit Ortopedi dan Sendi Wanita di Rumah Sakit Brigham Boston, mengatakan “Ada teori bahwa komponen kopi, asam klorogenat, antioksidan, sebenarnya bisa menjadi alasan kopi dikaitkan dengan insiden asam urat yang lebih rendah”.
Teori tersebut mengatakan, asam klorogenat dan antioksidan lainnya dapat membantu mengurangi kadar hormon insulin dalam darah. Tingkat insulin dan asam urat (bahan kimia yang memicu asam urat) sangat erat kaitannya. Ketika kadar insulin rendah, asam urat juga cenderung lebih rendah.
Dilansir National Library of Medicine, dari 11 penelitian yang di-review, ditemukan bahwa ada relasi antara asupan kopi dengan menurunnya kadar asam urat. Namun penelitian ini belum signifikan secara statistik untuk menyimpulkan bahwa asupan kopi mengurangi risiko asam urat. Perlu penelitian yang lebih terkontrol dengan sampel dan populasi yang signifikan untuk membuktikannya.
Klaim 2: Meminum air rebusan biji kopi hijau dapat menurunkan risiko hipertensi dan obesitas
Fakta: Dalam riset percontohan yang dilakukan R. Revuelta-Iniesta dan E. A. S. Al-Dujaili dari Department of Dietetics, Nutrition and Biological Sciences, Queen Margaret University, UK ditemukan bahwa konsumsi kopi hijau menurunkan tekanan darah dan mempengaruhi berat badan. Penelitian ini dilakukan pada individu sehat dengan menggunakan kopi hijau dan hitam.
Hipotesis riset ini adalah asupan kopi, terutama green coffee (GC), mungkin memiliki peran dalam pengurangan faktor risiko kardiovaskular (CVD) dan mungkin CVD dalam jangka panjang.
Namun para peneliti mengatakan perlu penelitian lebih lanjut menggunakan sampel individu hipertensi dan kelebihan berat badan berlebih (obesitas), serta periode intervensi yang lebih lama. Hal ini diperlukan untuk mengklarifikasi apakah GC memiliki peran pencegahan atau terapeutik dalam penyakit kardiovaskular, salah satunya hipertensi.
Klaim 3: Meminum air rebusan biji kopi hijau dapat menurunkan risiko diabetes
Fakta: Dilansir ACS, penelitian yang dilakukan oleh Joe Vinson, Ph.D. dari Department of Chemistry The University of Scranton pada tahun 2013, ditemukan bukti baru bahwa zat alami dalam biji kopi hijau membantu mengontrol kadar gula darah.
“Semua dosis ekstrak kopi hijau menghasilkan penurunan gula darah yang signifikan dibandingkan dengan tantangan glukosa kosong yang asli. Glukosa darah maksimum terjadi pada 30 menit dan 24 persen lebih rendah dari aslinya dengan 400 mg ekstrak kopi hijau dan glukosa darah pada 120 menit 31 persen lebih rendah” kata Vinson dalam National Meeting & Exposition of the American Chemical Society (ACS) tahun 2013.
Riset yang dilakukan peneliti dari Departemen Kesehatan Masyarakat, Universitas Federal Negara Bagian Rio de Janeiro yang dirilis Researchgate tahun 2009 menemukan bahwa konsumsi biji kopi hijau memberikan stabilitas glukosa darah pada kasus diabetes melitus.
Dalam uji fitokimia ekstrak biji hijau Kopi Arabika yang dilakukan Peneliti Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, kandungan flavonoid dan asam klorogenat pada biji kopi arabika memiliki efek antihiperglikemik. Ada pengaruh ekstrak air biji kopi hijau Aceh Gayo terhadap penurunan kadar FGB pada mencit hiperglikemik. Diabetes mellitus adalah kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang dapat menyebabkan komplikasi multiorgan.
Dilansir DMS Journal, Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa ekstrak kopi hijau (GCE) berpengaruh pada konsentrasi glukosa darah puasa (FBG) atau hiperglikemia yang merupakan indikator resiko diabetes.
Namun, yang perlu diperhatikan, efek dan relevansi klinis dari efek ini tidak diketahui. Uji coba yang lebih mendalam dengan durasi intervensi yang lebih lama sangat penting untuk menentukan kemanjuran dan keamanan GCE sebagai suplemen penurun glukosa.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan klaim “Rebusan biji kopi hijau dapat menyembuhkan asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes” adalah belum ada bukti.
Walaupun dalam banyak penelitian dan uji coba suplemen ekstrak kopi hijau (GCE) mampu menurunkan resiko asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes, belum ada kesimpulan atas kemanjuran GCE.
Para peneliti mengatakan bahwa penelitian-penelitian ini belum signifikan secara statistik untuk menyimpulkan ekstrak kopi hijau (GCE) mampu menurunkan risiko asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes. Perlu penelitian yang lebih terkontrol dengan sampel dan populasi yang signifikan untuk membuktikannya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=523578629885761&set=gm.597051535130543&type=3&theater
- http://blog.arthritis.org/gout/coffee-gout/
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4947733/
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4123567/
- https://www.acs.org/pressroom/newsreleases/2013/april/new-evidence-that-natural-substances-in-green-coffee-beans-help-control-blood-sugar-levels.html
- https://www.researchgate.net/profile/Joe-Vinson-3
- https://www.researchgate.net/publication/49600144_EFFECTS_OF_GREEN_COFFEE_BEAN_EXTRACT_IN_SOME_BIOMARKERS_OF_ADULT_BRAZILIAN_SUBJECTS
- https://conference.upnvj.ac.id/index.php/sensorik/article/view/486
- https://dmsjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13098-019-0489-8
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2023-11991) Belum Ada Bukti, Rebusan Biji Kopi Hijau Menyembuhkan Asam urat, Hipertensi, Obesitas, dan Diabetes
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 02/03/2023
Berita
Sebuah akun di Facebook mengunggah foto dengan narasi bahwa rebusan biji kopi hijau dapat menyembuhkan asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes. Foto pendukung memperlihatkan biji kopi hijau direbus dalam sebuah panci. Air rebusan tersebut berwarna hijau muda.
Pengunggah menuliskan “Luuuurrrr. Jika ada tetangga atau saudara yg punya asam urat, asam lambung. kolestrol, vertigo, darah tinggi,ambeien, kesemutan, keputihan,,diabetes, haid tdk lancar, menurunkan BB. Suruh cobain rebusan ini ngeeh....Alhamdulillah sudah banyak yg cocok..????. Mauuu????”.
Benarkah klaim yang mengatakan rebusan biji kopi dapat menurunkan asam urat dan penyakit lainnya?
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim ini menggunakan berbagai sumber jurnal penelitian dari organisasi pemeriksa fakta maupun media kredibel.
Berdasarkan penelusuran Tempo, belum menemukan hasil riset yang menggunakan metode rebusan biji kopi untuk menurunkan resiko penyakit seperti yang disebutkan dalam klaim di atas.
Tempo menemukan ada riset terkait konsumsi biji kopi hijau dengan menurunnya resiko asam urat, hipertensi, obesitas, dan beberapa penyakit kardiovaskular. Namun riset yang pernah dilakukan dianggap belum cukup memvalidasi hubungan antara konsumsi biji kopi hijau dengan menurunnya resiko asam urat.
Berdasarkan penelitian, semua sampel kopi hijau memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi dibandingkan kopi yang disangrai.
Klaim: Meminum air rebusan biji kopi hijau dapat menurunkan menyembuhkan asam urat (gout).
Fakta: Dilansir Arthritis.org, Elinor Mody, MD, direktur Program Penyakit Ortopedi dan Sendi Wanita di Rumah Sakit Brigham Boston, mengatakan “ada teori bahwa komponen kopi, asam klorogenat, antioksidan, sebenarnya bisa menjadi alasan kopi dikaitkan dengan insiden asam urat yang lebih rendah”.
Teori tersebut mengatakan bahwa asam klorogenat dan antioksidan lainnya dapat membantu mengurangi kadar hormon insulin dalam darah. Tingkat insulin dan asam urat (bahan kimia yang memicu asam urat) sangat erat kaitannya. Ketika kadar insulin rendah, asam urat juga cenderung lebih rendah.
Dilansir National Library of Medicine, dari 11 penelitian yang di-review, ditemukan bahwa ada relasi antara asupan kopi dengan menurunnya kadar asam urat. Namun penelitian ini belum signifikan secara statistik untuk menyimpulkan bahwa asupan kopi mengurangi risiko asam urat. Perlu penelitian yang lebih terkontrol dengan sampel dan populasi yang signifikan untuk membuktikannya.
Klaim 2: Meminum air rebusan biji kopi hijau dapat menurunkan resiko hipertensi dan obesitas
Fakta: Dalam riset percontohan yang dilakukan R. Revuelta-Iniesta dan E. A. S. Al-Dujaili dari Department of Dietetics, Nutrition and Biological Sciences, Queen Margaret University, UK ditemukan bahwa konsumsi kopi hijau menurunkan tekanan darah dan mempengaruhi berat badan. Penelitian ini dilakukan pada individu sehat dengan menggunakan kopi hijau dan hitam.
Hipotesis riset ini adalah asupan kopi, terutama green coffee (GC), mungkin memiliki peran dalam pengurangan faktor risiko kardiovaskular (CVD) dan mungkin CVD dalam jangka panjang.
Namun para peneliti mengatakan perlu penelitian lebih lanjut menggunakan sampel individu hipertensi dan kelebihan berat badan berlebih (obesitas), serta periode intervensi yang lebih lama. Hal ini diperlukan untuk mengklarifikasi apakah GC memiliki peran pencegahan atau terapeutik dalam penyakit kardiovaskular, salah satunya hipertensi.
Klaim 3: Meminum air rebusan biji kopi hijau dapat menurunkan risiko diabetes
Fakta: Dilansir ACS, penelitian yang dilakukan oleh Joe Vinson, Ph.D. dari Department of Chemistry The University of Scranton pada tahun 2013, ditemukan bukti baru bahwa zat alami dalam biji kopi hijau membantu mengontrol kadar gula darah.
“Semua dosis ekstrak kopi hijau menghasilkan penurunan gula darah yang signifikan dibandingkan dengan tantangan glukosa kosong yang asli. Glukosa darah maksimum terjadi pada 30 menit dan 24 persen lebih rendah dari aslinya dengan 400 mg ekstrak kopi hijau dan glukosa darah pada 120 menit 31 persen lebih rendah” kata Vinson dalam National Meeting & Exposition of the American Chemical Society (ACS) tahun 2013.
Riset yang dilakukan peneliti dari Departemen Kesehatan Masyarakat, Universitas Federal Negara Bagian Rio de Janeiro yang dirilis Researchgate tahun 2009 menemukan bahwa konsumsi biji kopi hijau memberikan stabilitas glukosa darah pada kasus diabetes melitus.
Dalam uji fitokimia ekstrak biji hijau Kopi Arabika yang dilakukan Peneliti Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, kandungan flavonoid dan asam klorogenat pada biji kopi arabika memiliki efek antihiperglikemik. Ada pengaruh ekstrak air biji kopi hijau Aceh Gayo terhadap penurunan kadar FGB pada mencit hiperglikemik. Diabetes mellitus adalah kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang dapat menyebabkan komplikasi multiorgan.
Dilansir DMS Journal, Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa ekstrak kopi hijau (GCE) berpengaruh pada konsentrasi glukosa darah puasa (FBG) atau hiperglikemia yang merupakan indikator resiko diabetes.
Namun, yang perlu diperhatikan, efek dan relevansi klinis dari efek ini tidak diketahui. Uji coba yang lebih mendalam dengan durasi intervensi yang lebih lama sangat penting untuk menentukan kemanjuran dan keamanan GCE sebagai suplemen penurun glukosa.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan klaim “Rebusan biji kopi hijau dapat menyembuhkan asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes” adalah belum ada bukti.
Walaupun dalam banyak penelitian dan uji coba suplemen ekstrak kopi hijau (GCE) mampu menurunkan resiko asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes, belum ada kesimpulan atas kemanjuran GCE.
Para peneliti mengatakan bahwa penelitian-penelitian ini belum signifikan secara statistik untuk menyimpulkan ekstrak kopi hijau (GCE) mampu menurunkan risiko asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes. Perlu penelitian yang lebih terkontrol dengan sampel dan populasi yang signifikan untuk membuktikannya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=523578629885761&set=gm.597051535130543&type=3&theater
- http://blog.arthritis.org/gout/coffee-gout/
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4947733/
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4123567/
- https://www.acs.org/pressroom/newsreleases/2013/april/new-evidence-that-natural-substances-in-green-coffee-beans-help-control-blood-sugar-levels.html
- https://www.researchgate.net/profile/Joe-Vinson-3
- https://www.researchgate.net/publication/49600144_EFFECTS_OF_GREEN_COFFEE_BEAN_EXTRACT_IN_SOME_BIOMARKERS_OF_ADULT_BRAZILIAN_SUBJECTS
- https://conference.upnvj.ac.id/index.php/sensorik/article/view/486
- https://dmsjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13098-019-0489-8
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2023-11978) Menyesatkan, Video dengan Klaim Yenny Wahid Desak Polisi Tangkap Megawati
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 01/03/2023
Berita
Sebuah akun Facebook membagikan video berisi klaim bahwa Yenny Wahid mendesak Polri mengadili putri presiden pertama RI Soekarno, Megawati Soekarnoputri. Konten yang diunggah tersebut juga menampilkan potongan video mantan Presiden RI kelima itu terlihat sedang duduk dan berbincang-bincang.
Narator video itu mengatakan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, kembali menjadi sorotan setelah berbicara mengenai ibu-ibu di Indonesia yang suka mengikuti pengajian sehingga lupa mengurus rumah tangga dan anaknya. Pernyataan tersebut disampaikan Megawati ketika ia mengisi acara kick off Pancasila dalam tindakan semesta berencana menjaga stunting, kekerasan seksual pada anak dan perempuan, KDRT dan bencana alam oleh BPIB, BKKBN dan BRIN pada Kamis, 16 Februari 2023.
Video yang diunggah pada Kamis 23 Februari 2023 tersebut dikomentari 15 ribuan warganet dan ditonton 1,9 juta kali. Namun, benarkah Yenny Wahid desak polisi menangkap Megawati ?
Hasil Cek Fakta
Verifikasi Tempo menunjukkan, potongan video Yenny Wahid yang ada pada awal unggahan itu bukan bicara tentang mendesak polisi menangkap Megawati Soekarnoputri. Melainkan, saat pembacaan deklarasi dukungan kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo - Ma’ruf Amin pada Pemilihan Umum 2019.
Video lainnya, Yenny terlihat di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) pada pada 8 November 2016. Pada pertemuan itu, dia mengapresiasi Aksi Damai 4 November yang dilakukan ratusan ribu umat Islam Indonesia dengan aman. Jadi, tidak ada kaitan dengan narasi yang ditulis pada unggahan dan yang disampaikan narator video soal ibu-ibu pengajian.
Untuk memeriksa kebenaran klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video tersebut menjadi gambar menggunakan Keyframe dan menelusurinya pakai Yandex Image Search.
Video 1
Dalam video detik awal ini menunjukkan putri Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, tampak sedang memegang sebuah kertas dan mikrofon, yang didampingi puluhan ulama. Tempo menemukan, potongan gambar yang ditempelkan pada video itu merupakan momen ketika Yenny Wahid membacakan pidato deklarasi dukungan Barisan Kader Gus Dur kepada pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di Jakarta pada Rabu, 26 September 2018 silam.
Pengumuman tersebut juga bertepatan dengan Silaturahmi Nasional Barisan Kader Gus Dur. Pada kesempatan itu, Yenny Wahid tidak bicara soal mendesak Polisi untuk menangkap Megawati, namun dia bicara dalam konteks Pemilihan Umum 2019. Peristiwa ini pun sudah terjadi lima tahun lalu, sementara konten video itu baru dibagikan tahun 2023.
Dalam arsip Tempo disebutkan, Putri Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres. "Perempuan merupakan kunci untuk memenangkan pilpres," kata perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid dalam konferensi pers Deklarasi Perempuan Tangguh Pilih Jokowi atau Pertiwi di rumah pemenangan Jokowi Center, Sabtu, 17 November 2018.
Pengunggah konten juga menampilkan Yenny bicara tentang umat Islam di forum Indonesia Lawyer Club (ILC) yang ditayangkan di channel YouTube TvOne pada 8 November 2016 dengan judul “ Yenny Wahid: Aksi Damai 411 Adalah Prestasi Umat Islam Indonesia ”.
Saat itu, Yenny hadir sebagai Direktur Wahid Institute, mengapresiasi Aksi Damai 4 November yang dilakukan ratusan ribu umat Islam Indonesia dengan aman. Dia bahkan menilai hal itu sebuah prestasi umat Islam Indonesia karena mampu menyampaikan aspirasi dengan baik.
Video 2
Potongan video menit ke-2:23, menunjukkan Presiden RI kelima, Megawati Soekarno Putri sedang menjawab pertanyaan dari awak media saat berkunjung ke Istana Merdeka. Dikutip dari kanal YouTube KompasTV, dia menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin (21/11). Megawati mengaku mendiskusikan banyak hal dengan Jokowi, dari isu nasional hingga internasional.
Namun, secara khusus, kedua tokoh itu berbicara mengenai situasi politik nasional yang kian memanas, terutama menjelang Pilkada. Karena itu, Megawati pun berharap tidak ada pihak tertentu yang memanaskan situasi. Secara khusus, imbauan diberikan kepada wartawan, yang memang menjadi lawan bicara dalam pertemuan ini.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta tersebut, Tempo menyimpulkan, video berisi klaim Yenny Wahid mendesak polisi menangkap Megawati adalah menyesatkan.
Potongan video Yenny Wahid yang ada pada awal unggahan itu bukan bicara tentang mendesak Polisi menangkap Megawati Soekarnoputri. Melainkan, pembacaan deklarasi dukungan kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo - Ma’ruf Amin pada Pemilihan Umum 2019.
Video lainnya, Yenny terlihat di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) pada pada 8 November 2016. Pada pertemuan itu, dia mengapresiasi Aksi Damai 4 November yang dilakukan ratusan ribu umat Islam Indonesia dengan aman. Jadi, tidak ada kaitan dengan narasi yang ditulis pada unggahan dan yang disampaikan narator video soal ibu-ibu pengajian.
Rujukan
(GFD-2023-11979) Cek Fakta: Hoaks CIA Bongkar Paspor Presiden Jokowi yang Ternyata Berkewarganegaraan China
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 01/03/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang menyebut CIA telah membongkar paspor Presiden Jokowi yang ternyata berkewarganegaraan China. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.
Dalam postingan yang beredar terdapat logo CNN Indonesia disertai judul artikel "Di nilai Indonesia condong ke Blok China Komunis, CIA bongkar jati diri Presiden Jokowi melalui Passport"
Postingan itu disertai narasi "Dalam perang dingin yang semakin memanas. Para Agen intelijen CIA yang profesional dengan alat Canggih berhasil membuka identitas Negara-negara yang di anggap antek China Komunis, termasuk identitas rahasia presiden Jokowi sebagai kepala Negara Indonesia. CIA telah berhasil membobol Pertahanan Cyber Badan Intelijen China Komunis dengan mengCopi Passport Kewarganegaraan China Komunis milik Jokowi. Ini tentu saja ada maksud yang sangat tajam dan mendalam."
Lalu benarkah postingan yang menyebut CIA telah membongkar paspor Presiden Jokowi yang ternyata berkewarganegaraan China?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi website CNNIndonesia.com. Di sana kami memasukkan kata kunci "Di nilai Indonesia condong ke Blok China Komunis, CIA bongkar jati diri Presiden Jokowi melalui Passport" dalam kolom pencarian.
Hasilnya tidak ada artikel seperti yang dimaksud dalam postingan. Penelusuran dilanjutkan dengan memasukkan kata kunci dalam mesin pencarian Google.
Hasilnya terdapat artikel dari Kominfo.go.id berjudul "[HOAKS] CIA Bongkar Jati Diri Presiden Indonesia Jokowi Melalui Passport" yang tayang pada 19 Mei 2020.
Berikut isi artikel tersebut:
"Beredar di sosial media Facebook sebuah unggahan hasil tangkapan layar dari situs berita CNN Indonesia. Tangkapan layar tersebut terdapat narasi "Di nilai Indonesia condong ke Blok China Komunis, CIA Bongkar jati diri Presiden Jokowi melalui Passport".
Dikutip dari turnbackhoax.id unggahan yang beredar tersebut tidak benar atau hoaks. Faktanya, hasil pencarian di situs CNN Indonesia dengan kata kunci "CIA Bongkar jati diri Presiden Indonesia Jokowi melalui Passport", tidak ditemukan."
Selain itu Liputan6.com juga pernah menulis biografi singkat terkait Jokowi yang diunggah dalam artikel berjudul "Biografi Jokowi Singkat, Presiden Republik Indonesia ke-7" yang tayang pada 10 September 2020.
Dalam artikel itu dijelaskan bahwa Jokowi lahir dari pasangan Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi. Sebagai anak sulung dari empat bersaudara, dan merupakan putra satu-satunya, Jokowi memiliki tiga orang adik perempuan, yaitu Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati.
Pendidikannya diawali dengan masuk SD Negeri 112 Tirtoyoso di Solo. Setelah lulus SD, ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 6 Surakarta. Kemudian ia berkuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.
Kesimpulan
Postingan yang menyebut CIA telah membongkar paspor Presiden Jokowi yang ternyata berkewarganegaraan China adalah hoaks.
Rujukan
Halaman: 5697/8125



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4342168/original/063615900_1677655039-cek_fakta_paspor.jpg)