(Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):
“Hillary Clinton: Ini waktunya untuk MELARANG Uang Tunai untuk Melawan Perubahan Iklim”.
(GFD-2023-12007) [SALAH] Pidato Hillary Clinton di India: ‘Saatnya Melarang Penggunaan Uang Tunai untuk Melawan Perubahan Iklim”
Sumber: Artikel News PunchTanggal publish: 03/03/2023
Berita
Hasil Cek Fakta
Portal berita News Punch menulis berita mengenai Hillary Clinton yang mengimbau pelarangan uang tunai sebagai upaya untuk melawan perubahan iklim. Dilansir dari berita tersebut, Hillary Clinton berkata demikian pada pidatonya di Gujarat, India, pada 9 Februari 2023.
Berdasarkan hasil penelusuran, berita tersebut menyesatkan. Dilansir dari laman berita The Economic Times India, kunjungan Hillary Clinton pada Februari lalu ditujukan untuk mengumumkan pemberian dari Clinton Global Initiative Commitments sebanyak $50 juta dollar AS untuk memerangi perubahan iklim. Hal tersebut merupakan agenda utama dari Clinton Global Initiative Commitments.
Tidak hanya itu, setelah dilakukan pencarian Google, tidak ada sumber valid yang menyatakan bahwa Hillary Clinton menyebutkan pelarangan uang tunai untuk memerangi perubahan iklim.
Lebih lanjut, berita serupa pernah dibahas oleh USA Today dengan judul “Fact check: False claim Hillary Clinton proposed banning cash” dan dikategorikan sebagai False.
Dengan demikian, berita mengenai Hillary Clinton yang akan melarang pengunaan uang tunai yang ditulis News Punch merupakan konten yang menyesatkan.
Berdasarkan hasil penelusuran, berita tersebut menyesatkan. Dilansir dari laman berita The Economic Times India, kunjungan Hillary Clinton pada Februari lalu ditujukan untuk mengumumkan pemberian dari Clinton Global Initiative Commitments sebanyak $50 juta dollar AS untuk memerangi perubahan iklim. Hal tersebut merupakan agenda utama dari Clinton Global Initiative Commitments.
Tidak hanya itu, setelah dilakukan pencarian Google, tidak ada sumber valid yang menyatakan bahwa Hillary Clinton menyebutkan pelarangan uang tunai untuk memerangi perubahan iklim.
Lebih lanjut, berita serupa pernah dibahas oleh USA Today dengan judul “Fact check: False claim Hillary Clinton proposed banning cash” dan dikategorikan sebagai False.
Dengan demikian, berita mengenai Hillary Clinton yang akan melarang pengunaan uang tunai yang ditulis News Punch merupakan konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.
Konten yang menyesatkan. Hillary Clinton tidak pernah membuat pernyataan tersebut pada pidatonya di Gujarat, India pada Februari 2023.
Konten yang menyesatkan. Hillary Clinton tidak pernah membuat pernyataan tersebut pada pidatonya di Gujarat, India pada Februari 2023.
Rujukan
- https://economictimes.indiatimes.com/news/india/gujarat-hillary-clinton-meets-salt-pan-workers-announces-50-million-climate-resilience-fund/videoshow/97683990.cms
- https://www.clintonfoundation.org/press-and-news/clinton-global-initiative/secretary-clinton-concludes-india-trip-to-support-clinton-global-initiative-commitments/
(GFD-2023-11988) Cek Fakta: Tidak Benar Imbauan BMKG Sebut Gunung Sinabung Akan Meletus dan Sebabkan Gempa Sangat Kuat di Sumut
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 02/03/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial posting-an yang mengklaim imbauan dari BMKG agar warga Sumatera Utara siaga karena Gunung Sinabung akan meletus dan menyebabkan gempa sangat kuat. Posting-an ini beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mem-posting-nya pada 24 Februari 2023.
Berikut isi posting-annya:
"Himbauan dari BMKG : Diharapkan kepada seluruh Warga Sumatra Utara agar selalu siap siaga, diperkirakan Gunung Sinabung akan meletus Minggu malam ini, letusan besar dapat mengakibat gempa vulkanik yg berpotensi sangat kuat,dan Malam ini Hujan abu vulkanik akan kembali menyelimuti Kota Medan dan diperkirakan sampai diatas Radius 100 km , warga di minta untuk persiapkan Masker , sampaikan BC ini kepada semua kontak anda, agar selalu Waspada Siaga-1 BMKG BERASTAGI TANAH KARO... tadi malam sudah terjadi 3 x letusan besar, ...just share"
Akun itu menambahkan narasi, "Himbauan buat kita warga sumatra utara"
Lalu benarkah postingan yang mengklaim himbauan dari BMKG agar warga Sumatera Utara siaga karena Gunung Sinabung akan meletus dan menyebabkan gempa sangat kuat?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan melihat akun resmi BMKG Sumut di Instagram, @infobmkgsumut. Di sana terdapat bantahan mengenai posting-an yang beredar di media sosial.
Berikut isi posting-an tersebut yang diunggah pada 24 Februari 2023:
"Sehubungan dengan beredarnya berita yang meresahkan masyarakat yaitu adanya info akan terjadinya letusan besar Gunung Sinabung yang mengakibatkan gempa sangat kuat yang berdampak kepada seluruh masyarakat Sumatra Utara.
BMKG menyatakan dengan tegas bahwa informasi ini tidak benar alias hoaks. Jika #SobatBMKG menerima berita tersebut, diharapkan untuk tidak ikut menyebarkan kembali. Hindari membuat berita bohong yang akan menyebabkan kepanikan masyarakat.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id) atau melalui Mobile Apps (IOS dan android): wrs-bmkg atau infobmkg."
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim imbauan dari BMKG agar warga Sumatera Utara siaga karena Gunung Sinabung akan meletus dan menyebabkan gempa sangat kuat adalah tidak benar.
Rujukan
(GFD-2023-11989) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Sri Mulyani Bereaksi 45 Ribu Pegawai Pajak Terjerat Kasus Serius
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 02/03/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video reaksi Sri Mulyani 45 ribu pegawai pajak terjerat kasus serius. Klaim tersebut berupa video yang diunggah pada 28 Februari 2022.
Klaim video reaksi Sri Mulyani 45 ribu pegawai pajak terjerat kasus serius berupa video berjudul "45 Ribu Pegawai Pajak Terjerat K4sus Serius, Sri Mulyani Langsung Bereaksi!!!"
Dalam video tersebut membahas tentang narasi suara sebagai berikut.
"Sri Mulayani mengakui 13 ribu pegawai Kementerian Keuangan belum melapor harta kekayaan, ultimatum keras langsung terlontar".
Kemudian video dilanjutkan dengan menampilkan Sri Mulyani yang memberi pernyataan sebagai berikut.
"Saya sudah menginstruksikan kepada inspektorat jenderal untuk melakukan pemeriksaan harta kekayaan. Dalam hal ini kewajaran dari harta RAT. Tanggal 23 Februari yang lalu Inspektorat Jenderal telah melakukan pemeriksaan yang bersangkutan."
Video kemudian menampilkan mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu II Rafael Alun Trisambodo (RAT), orang tua Mario Dandy Satrio terlibat kasus penganiayaan.
Video juga menampilkan Mario Dandy Satrio tersangka penganiaya David Ozora atau David sedang melakukan aksinya mengendari motor gede (moge).
Kemudian dilanjutkan dengan narasi sebagai berikut.
"Menteri Keuangan Sri mulyani mengakui 13 ribu lebih pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan belum melapor LHKPN, untuk tahun 2022 hingga saat ini terdapat sejumlah 18.306 pegawai yang sudah melapor dan 13.885 orang yang belum melapor, dia menjelaskan lingkungan Kementerian Keuangan tidak semua diwajibkan yang melapor, adapun jumlah wajib lapor sekitar 30 ribu hingga 33 ribu pegawai.
Adapun jumlah wajib lapor sekitar 30 ribu hingga 33 ribu pegawai. Jumlah itu mencakup JPT Madya (eselon I), Pratama (eselon II), dan staf khusus.
Kemudian, para pejabat pengadaan dan bendahara, pemeriksa bea cukai, AR, penilai pajak, pemeriksa pajak, pelelang, widyaiswara, hakim pengadilan pajak, serta pejabat eselon III dan IV serta pelaksana di unit tertentu.
Adapun pegawai lainnya yang tidak diwajibkan melaporkan LHKPN, tetap melaporkan harta kekayaannya melalui Aplikasi Laporan Pajak dan Harta Kekayaan (Alpha), suatu aplikasi pelaporan di internal Kemenkeu."
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"45 Ribu Pegawai Pajak Terjerat K4sus Serius, Sri Mulyani Langsung Bereaksi!!!"
Benarkah klaim video Sri Mulyani bereaksi 45 ribu pegawai pajak terjerat kasus serius? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Sri Mulyani bereaksi 45 ribu pegawai pajak terjerat kasus serius, dengan menjadikan pernyataan Sri Mulyani dalam video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Search.
Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Dasar Pencopotan Pejabat Pajak Rafael Alun Trisambodo oleh Sri Mulyani" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 24 Februari 2023.
Artikel situs Liputan6.com menyebutkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencopot Rafael Alun Trisambodo (RAT) dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jakarta Selatan, pasca anaknya Mario Dandy Satriyo (20) melakukan penganiayaan terhadap David (17) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Sri Mulyani telah menginstruksikan kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan untuk melakukan pemeriksaan harta kekayaan dari saudara RAT. Kemudian pada tanggal 23 Februari yang lalu Inspektorat Jenderal melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan.
Penelusuran juga mengarah pada video berjudul "Konferensi Pers Penanganan Internal Sdr. RAT" yang diunggah akun YouTube resmi Kementerian Keuangan Ministry of Finance Republic of Indonesia, tampilan video tersebut identik dengan klaim video yang menampilkan Sri Mulyani.
Video yang diunggah akun YouTube Ministry of Finance Republic of Indonesia membahas tentang pencopotan Rafael Alun Trisambodo (RAT) dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jakarta Selatan, serta penegakan integritas Kementerian Keuangan.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Sri Mulyani bereaksi 45 ribu pegawai pajak terjerat kasus serius tidak benar.
Pernyataan Sri Mulyani dalam klaim video tersebut terkait dengan pencopotan Rafael Alun Trisambodo (RAT) dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jakarta Selatan.
Rujukan
(GFD-2023-11990) Belum Ada Bukti, Rebusan Biji Kopi Hijau Menyembuhkan Asam urat, Hipertensi, Obesitas, dan Diabetes
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 02/03/2023
Berita
Sebuah akun di Facebook mengunggah foto dengan narasi bahwa rebusan biji kopi hijau dapat menyembuhkan asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes. Foto pendukung memperlihatkan biji kopi hijau direbus dalam sebuah panci. Air rebusan tersebut berwarna hijau muda.
Pengunggah menuliskan “Luuuurrrr. Jika ada tetangga atau saudara yg punya asam urat, asam lambung. kolestrol, vertigo, darah tinggi,ambeien, kesemutan, keputihan,,diabetes, haid tdk lancar, menurunkan BB. Suruh cobain rebusan ini ngeeh....Alhamdulillah sudah banyak yg cocok..????. Mauuu????”.
Benarkah klaim yang mengatakan rebusan biji kopi dapat menurunkan asam urat dan penyakit lainnya?
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim ini menggunakan berbagai sumber jurnal penelitian dari organisasi pemeriksa fakta maupun media kredibel.
Berdasarkan penelusuran Tempo, belum menemukan hasil riset yang menggunakan metode rebusan biji kopi untuk menurunkan resiko penyakit seperti yang disebutkan dalam klaim di atas.
Tempo menemukan ada riset terkait konsumsi biji kopi hijau dengan menurunnya resiko asam urat, hipertensi, obesitas, dan beberapa penyakit kardiovaskular. Namun riset yang pernah dilakukan dianggap belum cukup memvalidasi hubungan antara konsumsi biji kopi hijau dengan menurunnya resiko asam urat.
Berdasarkan penelitian, semua sampel kopi hijau memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi dibandingkan kopi yang disangrai.
Klaim: Meminum air rebusan biji kopi hijau dapat menurunkan menyembuhkan asam urat (gout).
Fakta: Dilansir Arthritis.org, Elinor Mody, MD, direktur Program Penyakit Ortopedi dan Sendi Wanita di Rumah Sakit Brigham Boston, mengatakan “Ada teori bahwa komponen kopi, asam klorogenat, antioksidan, sebenarnya bisa menjadi alasan kopi dikaitkan dengan insiden asam urat yang lebih rendah”.
Teori tersebut mengatakan, asam klorogenat dan antioksidan lainnya dapat membantu mengurangi kadar hormon insulin dalam darah. Tingkat insulin dan asam urat (bahan kimia yang memicu asam urat) sangat erat kaitannya. Ketika kadar insulin rendah, asam urat juga cenderung lebih rendah.
Dilansir National Library of Medicine, dari 11 penelitian yang di-review, ditemukan bahwa ada relasi antara asupan kopi dengan menurunnya kadar asam urat. Namun penelitian ini belum signifikan secara statistik untuk menyimpulkan bahwa asupan kopi mengurangi risiko asam urat. Perlu penelitian yang lebih terkontrol dengan sampel dan populasi yang signifikan untuk membuktikannya.
Klaim 2: Meminum air rebusan biji kopi hijau dapat menurunkan risiko hipertensi dan obesitas
Fakta: Dalam riset percontohan yang dilakukan R. Revuelta-Iniesta dan E. A. S. Al-Dujaili dari Department of Dietetics, Nutrition and Biological Sciences, Queen Margaret University, UK ditemukan bahwa konsumsi kopi hijau menurunkan tekanan darah dan mempengaruhi berat badan. Penelitian ini dilakukan pada individu sehat dengan menggunakan kopi hijau dan hitam.
Hipotesis riset ini adalah asupan kopi, terutama green coffee (GC), mungkin memiliki peran dalam pengurangan faktor risiko kardiovaskular (CVD) dan mungkin CVD dalam jangka panjang.
Namun para peneliti mengatakan perlu penelitian lebih lanjut menggunakan sampel individu hipertensi dan kelebihan berat badan berlebih (obesitas), serta periode intervensi yang lebih lama. Hal ini diperlukan untuk mengklarifikasi apakah GC memiliki peran pencegahan atau terapeutik dalam penyakit kardiovaskular, salah satunya hipertensi.
Klaim 3: Meminum air rebusan biji kopi hijau dapat menurunkan risiko diabetes
Fakta: Dilansir ACS, penelitian yang dilakukan oleh Joe Vinson, Ph.D. dari Department of Chemistry The University of Scranton pada tahun 2013, ditemukan bukti baru bahwa zat alami dalam biji kopi hijau membantu mengontrol kadar gula darah.
“Semua dosis ekstrak kopi hijau menghasilkan penurunan gula darah yang signifikan dibandingkan dengan tantangan glukosa kosong yang asli. Glukosa darah maksimum terjadi pada 30 menit dan 24 persen lebih rendah dari aslinya dengan 400 mg ekstrak kopi hijau dan glukosa darah pada 120 menit 31 persen lebih rendah” kata Vinson dalam National Meeting & Exposition of the American Chemical Society (ACS) tahun 2013.
Riset yang dilakukan peneliti dari Departemen Kesehatan Masyarakat, Universitas Federal Negara Bagian Rio de Janeiro yang dirilis Researchgate tahun 2009 menemukan bahwa konsumsi biji kopi hijau memberikan stabilitas glukosa darah pada kasus diabetes melitus.
Dalam uji fitokimia ekstrak biji hijau Kopi Arabika yang dilakukan Peneliti Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, kandungan flavonoid dan asam klorogenat pada biji kopi arabika memiliki efek antihiperglikemik. Ada pengaruh ekstrak air biji kopi hijau Aceh Gayo terhadap penurunan kadar FGB pada mencit hiperglikemik. Diabetes mellitus adalah kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang dapat menyebabkan komplikasi multiorgan.
Dilansir DMS Journal, Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa ekstrak kopi hijau (GCE) berpengaruh pada konsentrasi glukosa darah puasa (FBG) atau hiperglikemia yang merupakan indikator resiko diabetes.
Namun, yang perlu diperhatikan, efek dan relevansi klinis dari efek ini tidak diketahui. Uji coba yang lebih mendalam dengan durasi intervensi yang lebih lama sangat penting untuk menentukan kemanjuran dan keamanan GCE sebagai suplemen penurun glukosa.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan klaim “Rebusan biji kopi hijau dapat menyembuhkan asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes” adalah belum ada bukti.
Walaupun dalam banyak penelitian dan uji coba suplemen ekstrak kopi hijau (GCE) mampu menurunkan resiko asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes, belum ada kesimpulan atas kemanjuran GCE.
Para peneliti mengatakan bahwa penelitian-penelitian ini belum signifikan secara statistik untuk menyimpulkan ekstrak kopi hijau (GCE) mampu menurunkan risiko asam urat, hipertensi, obesitas, dan diabetes. Perlu penelitian yang lebih terkontrol dengan sampel dan populasi yang signifikan untuk membuktikannya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=523578629885761&set=gm.597051535130543&type=3&theater
- http://blog.arthritis.org/gout/coffee-gout/
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4947733/
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4123567/
- https://www.acs.org/pressroom/newsreleases/2013/april/new-evidence-that-natural-substances-in-green-coffee-beans-help-control-blood-sugar-levels.html
- https://www.researchgate.net/profile/Joe-Vinson-3
- https://www.researchgate.net/publication/49600144_EFFECTS_OF_GREEN_COFFEE_BEAN_EXTRACT_IN_SOME_BIOMARKERS_OF_ADULT_BRAZILIAN_SUBJECTS
- https://conference.upnvj.ac.id/index.php/sensorik/article/view/486
- https://dmsjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13098-019-0489-8
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
Halaman: 5695/8124

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4343082/original/037629400_1677720821-cek_fakta_sinabung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4343624/original/081683200_1677740577-45_pegawai_pajak_bermasalah.jpg)
