• (GFD-2023-12037) [SALAH] AS Ancam Warganya Jika Tolak Ikut Perang Melawan Rusia

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 09/03/2023

    Berita

    Channel YouTube DUNIA BERITA (https://www.youtube.com/@duniaberita2029) pada 5 Maret 2023 mengunggah video dengan klaim bahwa pemerintah Amerika Serikat memberikan ancaman hukuman penjara kepada warganya yang menolak ikut perang melawan Rusia. Ancaman tersebut muncul tak lama setelah Moskow membuka pusat rekrutmen militer untuk pasukan asing. Berbagai penolakan dan unjuk rasa pun terjadi di beberapa kota di Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden mengumumkan ancaman tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran, faktanya narasi yang dibacakan dalam unggahan tersebut merupakan hasil suntingan dari artikel milik Kompas TV (https://www.kompas.tv/). Artikel asli dengan judul “Negara Tetangga Rusia Ancam Warganya Jika Ikut Perang di Ukraina, Bakal Dihukum Penjara” telah diunggah pada Senin, 26 September 2022. Dalam artikel asli tersebut tertulis bahwa pemerintah tiga negara tetangga Rusia yakni Kazakhstan, Kirgizstan, dan Uzbekistan memperingatkan warganya untuk tidak ikut berpartisipasi dalam perang Rusia-Ukraina. Pemerintah ketiga negara itu pun juga memberikan ancaman penjara bagi warga mereka yang nekat ikut berperang di Ukraina.

    Kesimpulan

    Unggahan video dengan klaim bahwa Amerika Serikat memberi ancaman penjara bagi warganya yang tolak ikut perang melawan Rusia adalah konten yang dimanipulasi. Faktanya, narator hanya menyunting artikel milik Kompas TV yang berjudul “Negara Tetangga Rusia Ancam Warganya Jika Ikut Perang di Ukraina, Bakal Dihukum Penjara”

    Rujukan

  • (GFD-2023-12013) Keliru, Unggahan dengan Klaim TNI Bakar Laboratorium Senjata Cina

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 09/03/2023

    Berita


    Sebuah video berjudul “TNI Bakar Lab Senjata Cina - Xi Jinping Panik Bukan Main” dibagikan melalui salah satu akun YouTube pada 4 Maret 2023. Konten tersebut berisi sejumlah peristiwa, seperti ledakan, kebakaran dan juga menunjukkan beberapa tentara sedang membawa peralatan perang.
    Narator video mengatakan kepungan dan serang TNI di Wuhan mengincar laboratorium COVID-19 dan menghanguskan senjata biologis Cina. Panglima TNI, Yudo Margono memberikan komando baru kepada puluhan ribu personel TNI yang berada di Wuhan untuk memblokade dan menguasai semua sisi Wuhan, termasuk mengepung laboratorium COVID-19 di Cina 360 derajat. 

    Hingga saat ini, video tersebut telah disukai 907 pengguna YouTube, 186 komentar dan 38 ribuan kali ditonton. Namun, benarkah TNI bakar lab senjata Cina?

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan tidak ada peristiwa TNI membakar Laboratorium senjata Cina. Video tersebut sebenarnya berisi peristiwa berbeda-beda, seperti ledakan kereta tanker minyak di Lac-Mégantic, Quebec, Kanada pada 6 Juli 2013 dan ledakan depo Pertamina Plumpang di Koja, Jakarta Utara pada Jumat, 3 Maret 2023. 
    Untuk memverifikasi kebenaran klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video tersebut menjadi gambar pakai keyframe dan menelusurinya menggunakan Yandex Image Search dan Google Search.
    Video 1

    Pada awal video, pengunggah menampilkan ledakan dan kebakaran di pemukiman. 
    Sebenarnya, ledakan tersebut terjadi di dua lokasi. P ertama terjadi di Lac-Mégantic, Quebec, Canada pada 6 Juli 2013, ketika kereta tanker minyak tergelincir dan meledak. Peristiwa kedua di Koja, Jakarta Utara pada Jumat, 3 Maret 2023. Dikutip dari Detik, saat terjadi depo Pertamina Plumpang meledak.
    Video 2

    Potongan video menit ke-1:25 menunjukkan Presiden Cina, Xi Jinping. Momen ini merupakan saat dia berbicara pada upacara penutupan Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Cina yang berkuasa di Aula Besar Rakyat di Beijing, 22 Oktober 2022.
    Dikutip dari India Express, Kongres utama Partai Komunis China yang berkuasa mengakhiri sesi setelah memilih Komite Sentral partai dan mengeluarkan beberapa resolusi penting, termasuk amandemen Konstitusi untuk memberikan lebih banyak kekuasaan kepada Presiden Xi Jinping.
    Pertemuan tersebut dipimpin Xi, yang diperkirakan akan disahkan untuk masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Minggu. Itu memilih Komite Pusat yang terdiri dari lebih dari 370 pemimpin senior.
    Jadi, Xi Jinping tidak membicarakan soal pembakaran yang dilakukan TNI dan tidak ada membicarakan soal bantuan 10.000 personil dari Amerika Serikat.
    Video 3

    Kemudian pada video menit ke-3:43, Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono, terlihat sedang memberikan keterangan. Pada momen ini, Yudo Margono tidak memberikan komando baru kepada puluhan ribu personel TNI yang berada di Wuhan untuk memblokade dan menguasai semua sisi Wuhan, termasuk mengepung lab COVID-19 di Cina.
    Faktanya, Laksamana Yudo Margono, menyikapi aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membakar bangunan sekolah SMK Negeri Oksibil di Pegunungan Bintang Papua dan menembak pesawat logistik milik Trigana Air Ikaros nomor registrasi PK HVV dari Boven Digoel tujuan Oksibil.
    Potongan video Yudo Margono itu tayang pada Senin, 9 Februari 2023 di Kompas TV dengan judul Laksamana Yudo Margono Pastikan TNI akan Menindak Tegas KKB Papua. Saat itu, dia memastikan TNI akan melakukan penindakan tegas kepada kelompok bersenjata sehingga memberikan keamanan masyarakat Papua.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, narasi dan video TNI bakar lab senjata Cina adalah keliru.
    Konten video tersebut tidak berkaitan dengan narasi konten video tersebut tidak berkaitan dengan narasi dan tidak ada peristiwa TNI membakar Laboratorium senjata Cina. Video tersebut sebenarnya berisi peristiwa berbeda-beda, seperti ledakan kereta tanker minyak di Lac-Mégantic, Quebec, Canada pada 6 Juli 2013 dan ledakan depo Pertamina Plumpang di Koja, Jakarta Utara pada Jumat, 3 Maret 2023.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12014) Cek Fakta: Tidak Benar Filipina Keluarkan Surat Penangkapan Bill Gates atas Rencana Pembunuhan dengan Vaksin

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 09/03/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Filipina keluarkan surat penangkapan Bill Gates atas rencana pembunuhan dengan vaksin. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 7 Maret 2023.
    Unggahan klaim Filipina keluarkan surat penangkapan Bill Gates atas rencana pembunuhan dengan vaksin tersebut berupa tulisan sebagai berikut.
    "(SP) Surat Perintah penangkapan BG dikeluarkan di Filipina untuk "Pembunuhan yang direncanakan" pada program vaksinasinya.
    https://newspunch.com/bill-gates-arrest-warrant-issued.../
    Filipina keluarkan SP penangkapan terhadap BG, di Indon...malah diberi karpet merah, diajak kerjasama 😜."
    Disertai dengan tangkapan layar artikel halaman situs NEWS PUNCH  berjudul,
    "Surat Perintah Penangkapan Bill Gates Dikeluarkan di Filipina Untuk 'Pembunuhan Terencana' Terkait Peluncuran Vaksin" 
    Benarkah klaim Filipina keluarkan surat penangkapan Bill Gates atas rencana pembunuhan dengan vaksin? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Filipina keluarkan surat penangkapan Bill Gates atas rencana pembunuhan dengan vaksin, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'bill-gates-arrest-philippines'.
    Unggahan tersebut mengarah pada sejumlah situs, salah satunya Politifact.com dalam artikel berjudul "Bill Gates isn’t wanted for ‘premeditated murder’ in the Philippines" yang dimuat pada 8 Maret 2023.
    Artikel situs Politifact.com menyebutkan, seorang juru bicara Gates mengatakan kepada PolitiFact bahwa tidak ada surat perintah yang dikeluarkan.
    Diane Desierto, seorang profesor hukum Universitas Notre Dame yang mengajar di Fakultas Hukum Universitas Filipina, lebih lanjut mengatakan kepada Reuters bahwa "Tidak ada Pengadilan Kejahatan Keji" di Filipina.
    Selain itu tidak ditemukan berita yang kredibel atau sumber lain yang menguatkan klaim bahwa pengadilan semacam itu ada, atau mengeluarkan surat perintah karena Gates dicurigai membunuh ratusan orang atau ribuan orang.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Fact Check-Bill Gates was not issued an arrest warrant in the Philippines" yang dimuat situs Reuters.com, pada 7 Maret 2023.
    Dalam situs Reuters.com, seorang juru bicara Gates mengatakan kepada Reuters bahwa pengadilan Filipina tidak mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Gates karena vaksin COVID-19. Reuters juga belum dapat menemukan laporan berita yang kredibel untuk mendukung klaim tersebut.
    "Pengadilan khusus dibuat di bawah otoritas administratif Mahkamah Agung Filipina, dan saya belum melihat adanya keputusan Mahkamah Agung yang menciptakan pengadilan semacam itu," ujar Diane.
    "Kejahatan keji, dan kejahatan pada umumnya, diadili di Pengadilan Regional, karena tidak ada Pengadilan Kejahatan Keji yang dibuat oleh undang-undang," kata Mike Tiu, asisten profesor di Fakultas Hukum Universitas Filipina, mengatakan kepada Reuters melalui email.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel situs berjudul "Did Philippines Issue Arrest Warrant For Bill Gates?!" yang dimuat situs Techarp.com.
    Situs Techarp.com menyebutkan, Newspunch adalah situs web berita palsu yang memanfaatkan pembuatan cerita mengejutkan namun palsu untuk menghasilkan tampilan halaman dan uang.
    Pada tahun 2014 Newspunch bernama Your NewsWire sebelum berganti nama pada November 2018. Laporan BuzzFeed 2017 mengidentifikasi NewsPunch sebagai sumber penyebaran berita palsu populer terbesar kedua di Facebook tahun itu. Artikel mereka sering dibantah sebagai berita palsu.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim Filipina keluarkan surat penangkapan Bill Gates atas rencana pembunuhan dengan vaksin tidak benar.
     

    Rujukan

  • (GFD-2023-12019) [SALAH] PJ Heru Hampir Tak Tertolong Karena Dikeroyok Massa di Depan Balaikota

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 09/03/2023

    Berita

    “HAMPIR TAK TERSELAMATKAN PARA OJOL NEKAT AMUK HERU BUDI DI DEPAN BALAIKOTA”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah kanal Youtube bernama 212 TV mengunggah video berjudul “HAMPIR TAK TERSELAMATKAN !! PARA OJOL NEKAT AMUK PJ GUBENUR DI DEPAN BALAI KOTA”. Pada thumbnail video tersebut, terdapat foto Gubernur DKI di tengah kerumunan massa berjaket ojek online dengan kondisi bagian dahi mengeluarkan darah.

    Berdasarkan penelusuran, foto thumbnail pada postingan tersebut merupakan hasil editan dari 2 foto yang berbeda. Foto berntrokan antar driver ojol ditemukan pada artikel CNNIndonesia berjudul “Tiga Korban Bentrok Ojol Vs DC Dioperasi di RSPAU Yogyakarta”.

    Sementara itu, isi video berdurasi 8 menit tersebut merupakan gabungan dari cuplikan dari berbagai liputan berita televisi seperti tayangan CNNIndonesia berjudul “Ricuh, Pengemudi Gojek Dipukul Pengemudi Lain”, dan laporan Patra Indonesia Channel berjudul “Driver Ojol Dari Segala Penjuru Jabodetabek Serbu DPRD DKI Jakarta Tolak ERP”.

    Dari keseluruhan isi video, tidak ada narasi atau gambar yang menyatakan bahwa Pejabat gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono diamuk massa.

    Kesimpulan

    Informasi yang menyesatkan dan gambar yang digunakan pada thumnail merupakan hasil editan. Isi video itu sendiri merupakan cuplikan dari beberapa pemberitaan terkait kericuhan sesama driver ojek online.

    Rujukan