• (GFD-2023-12185) [SALAH] Seorang Pilot Tidak Sengaja Melepas Bahan Kimia dari Pesawat di Bandara

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 27/03/2023

    Berita

    (Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):

    “Seorang pilot secara tidak sengaja melepaskan bahan kimia tersebut saat masih berada di bandara.
    Begitulah. Salam untuk semua yang masih berpikir teori konspirasi chemtrails adalah ‘jejak kondensasi’”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter @UltraDane (Dane) mengunggah video yang memperlihatkan banyaknya asap yang keluar dari badan pesawat. Video tersebut diklaim sebagai kesalahan sang pilot yang tidak sengaja melepaskan bahan kimia saat pesawat masih ada di bandara, yang kemudian dikaitkan dengan teori konspirasi chemtrail atau “chemtrail conspiracy”.

    Video dan cuitan yang ditulis pada 16 Maret tersebut telah disukai oleh hampir 20,000 orang, dibagikan dan dikutip ulang lebih dari 8,000 kali, serta telah dilihat 2,8 juta kali.

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Video yang sama persis pernah diunggah oleh akun YouTube bernama “737Aviation” pada 2021 dengan judul video “Japan Airlines APU Fire”. Pada deskripsi video tersebut juga dijelaskan bahwa gas yang keluar dari badan pesawat tersebut normal terjadi setelah perawatan berat ketika ada sisa oli di APU dan mesin baru pertama kali dihidupkan setelah mengalami perbaikan.

    Teori konspirasi chemtrail sendiri mempercayai bahwa jejak putih yang tertinggal di langit oleh pesawat terbang terdiri dari bahan kimia beracun yang digunakan oleh pemerintah global untuk meracuni masyarakat.

    Selain itu, informasi serupa pernah dibahas oleh situs http://misbar.com dengan judul “This Video Does Not Show a Pilot Accidentally Releasing Chemicals” dan dikategorikan sebagai misleading.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh @UltraDane merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Konten yang menyesatkan. Video tersebut menunjukkan pesawat Japan Airlines yang membakar minyak berlebih di Auxiliary Power Unit (APU), bukan seorang pilot yang tidak sengaja melepas bahan kimia dari pesawat di bandara.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12190) Keliru, Jasad Saddam Hussein Masih Utuh

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 27/03/2023

    Berita


    Sebuah akun media sosial Facebook mengunggah video pendek kolase foto dan video jasad mantan Presiden Irak, Saddam Hussein, yang diklaim masih utuh.
    Kolase lain memperlihatkan hakim yang menjatuhkan Saddam Husseim hukuman gantung, Raouf Abdul Rahman.
    Narasi dalam video yang diunggah pada 9 Maret 2023 tersebut: Jasad Saddam Hussein masih utuh dan Raouf Abdul Rahman membusuk sebelum mati.

    Video sudah mendapat 81 ribu like dan sudah diputar sebanyak 2,9 juta kali. Benarkah klaim jasad mantan pemimpin Irak masih utuh tersebut?

    Hasil Cek Fakta


    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim tersebut dengan bantuan Yandex image search mesin pencarian Google.
    Saddam Hussein dijatuhi hukuman gantung pada tahun 2006 setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan kemanusiaan terhadap kelompok Syiah. Dia dieksekusi pada 30 Desember 2006 dan dimakamkan di tempat kelahirannya di Awja, 150 km (95 mil) utara Baghdad. Berikut pemeriksaan faktanya.
    Klaim 1

    Dua orang dalam foto ini secara kasat mata tidak identik. Hal tersebut terlihat dari tumbuhnya jambang. Pada foto sebelah kanan yang diklaim sebagai jasad Saddam Hussein, memiliki jambang begitu lebat hingga menutupi separuh pipinya.
    Guna memastikan kebenaran itu, Tempo menemukan sebuah video yang diunggah akun YouTube Nowal Al Janabi yang memperlihatkan sosok Saddam Hussein sesaat sebelum digantung. Kumis dan jambangnya sebagian besar sudah berwarna putih dan tidak terlalu panjang, sangat berbeda dengan foto yang diklaim sebagai jasad Saddam Hussein. Tidak mungkin setelah meninggal, jambang seseorang bertambah panjang dan kembali berwarna hitam.
    Narasi serupa pernah menyebar pada 2018. Sebuah video menyebar dengan narasi makam jasad Saddam Hussein masih utuh setelah 12 tahun.
    Dikutip dari Observers France24, rekaman tersebut diambil dari video yang dipublikasikan pada tahun 2007 di YouTube. Peristiwa tersebut adalah peristiwa penguburan mantan pemimpin Irak tersebut, yang berlangsung pada 31 Desember 2006, di desa asalnya, Al-Awja, dekat Tikrit.
    Setelah eksekusi, Saddam Hussein dimakamkan di sebuah mausoleum yang dia bangun untuk dirinya sendiri di kota Tikrit, Irak utara. Makamnya kemudian dihancurkan dalam serangan pada tahun 2014 dan keberadaan tubuhnya. Menurut Cek Fakta AFP, belum diketahui apakah jasadnya masih di dalam reruntuhan.
    Klaim 2

    Potongan video ini sebelumnya sudah banyak diunggah berbagai akun YouTube. Di antaranya adalah akun Doon TV pada 18 November 2022. Tidak ada penjelasan tentang peristiwa dalam video tersebut.
    Sementara itu, dikutip dari laman Daily Mail, mantan hakim yang menjatuhi hukuman gantung kepada Saddam Hussein ini meninggal karena ditawan oleh pasukan ISIS. Raouf Abdul Rahman ditangkap pada 16 Juni 2014, dan meninggal dua hari kemudian.
    Anggota parlemen Yordania Khalil Attieh menulis di halaman Facebook-nya bahwa Hakim Rahman, yang mengepalai Pengadilan Tinggi Kriminal Irak selama persidangan Saddam, telah ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.
    "Para revolusioner Irak menangkapnya dan menjatuhkan hukuman mati sebagai pembalasan atas kematian martir Saddam Hussein," katanya, menurut Al-Mesyroon.

    Kesimpulan


    Hasil pemeriksaan unggahan yang mengklaim bahwa jasad Saddam Hussein masih utuh adalah keliru.
    Wajah pada foto yang diklaim sebagai jasad Saddam Hussein, berbeda dengan perawakan Saddam saat akan dieksekusi.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12234) [SALAH] Video “CHINA & SINGAPUR BANGUNIN MACAN TIDUR – MALAYSIA – UCRANIA”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/03/2023

    Berita

    NARASI: “CHINA & SINGAPUR BANGUNIN MACAN TIDUR – MALAYSIA – UCRANIA – DUNIA MILITER UPDATE – BERITA TERKINI”.

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan konten yang isinya menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN, FAKTA: judul umpan klik (click bait), isi video TIDAK sesuai dengan judul, berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan.

    Salah satu sumber dengan bagian video yang identik, Universitas Gadjah Mada di YouTube pada 7 Feb 2020: “Presiden Singapura, Halimah Yacob, mengunjungi UGM, Kamis (6/2) sebagai bagian dari kunjungan ke negaraan selama dua hari di Yogyakarta. Di UGM, ia mengikuti sesi dialog bertajuk “Singapore and Indonesia: Strengthening Bridges and Progressing Together” yang dihadiri puluhan mahasiswa UGM dari berbagai fakultas. …”

    KOMPAS.com pada 6 Feb 2020: “Presiden Singapura Halimah Yacob mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam kunjungannya, Halimah mengikuti sesi dialog bertajuk “Singapore and Indonesia: Strengthening Bridges and Progressing Together”.”

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, judul umpan klik (click bait). FAKTA: isi video TIDAK sesuai dengan judul, berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12149) [SALAH] Diperingatkan, gara2 ini perang nuklir terjadi..

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 26/03/2023

    Berita

    Akun Youtube KUNCI MILITER mengunggah video yang berjudul “Diperingatkan, gara2 ini perang nuklir terjadi..”. Video tersebut diunggah pada tanggal 22 Maret 2023. Video tersebut diserta dengan narasi: “PM Kamboja memperingatkan penangkapan Putin dapat memicu perang Nuklir.”.

    Hasil Cek Fakta

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video merupakan hasil editan kumpulan video yang diberi narasi yang menyesatkan. Narasi yang disampaikan dalam video identik dengan artikel SINDONEWS.com yang tayang pada Selasa, 21 Maret 2023 pukul 07:55 WIB dengan judul: “PM Kamboja Peringatkan Penangkapan Putin Dapat Memicu Perang Nuklir”.

    Video pertama yang dicuplik adalah video pernyataan Presiden ICC (International Criminal Court), Piotr Hofmański atas dikeluarkannya surat perintah penangkapan oleh Hakim ICC pada tanggal 17 Maret 2023 menanggapi situasi di Ukraina. Pernyataan tersebut diunggah di akun Youtube resmi ICC.

    Video kedua yang dicuplik identik dengan video sidang Mahkamah Internasional pada kasus genosida Muslim Rohingnya Myanmar yang diunggah akun Youtube resmi United Nations pada tanggal 12 Desember 2019.

    Video ketiga yang dicuplik adalah video kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Krimea pada ulang tahun kesembilan aneksasi. Video tersebut diliput oleh akun youtube WION pada tanggal 19 Maret 2023.

    Kesimpulan

    Konten yang dimanipulasi. Video merupakan editan dari cuplikan video sidang Mahkamah Internasional yang diberi narasi yang identik dari artikel yang tidak sesuai dengan judul video yang diunggah.

    Rujukan