(GFD-2023-13329) [SALAH] Lima Menteri Dipecat Karena Sekongkol Dalam Kasus Panji Gumilang
Sumber: YoutubeTanggal publish: 12/08/2023
Berita
Sebuah akun Youtube dengan nama pengguna “Kabar News” mengunggah video dengan klaim bahwa terdapat lima menteri di kabinet Jokowi yang dipecat karena terbukti sekongkol dengan kasus Panji Gumilang. Faktanya tidak ada bukti valid terkait hal tersebut.
Hasil Cek Fakta
Setelah menonton keseluruhan dari isi video, tidak ditemukan informasi valid terkait klaim dalam narasi. Video tersebut hanya berisi potongan video dan gambar dari peristiwa yang berbeda-beda yang digabung menjadi satu. Dalam video tersebut membahas mengenai keterlibatan seorang pengacara sekaligus selebriti Pablo Benua yang mengaku siap membiayai seluruh biaya operasional Ponpes Al-Zaytun.
Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan bukti yang kredibel terkait pemecatan lima menteri dalam kasus Panji Gumilang. Lebih lanjut narasi dalam video berdurasi 8 menit tersebut identik dengan artikel milik tvonenews.com berjudul “Berbondong-bondong Pasang Badan Untuk Al Zaytun, ini Sosok-sosok yang Getol Dukung Ponpes Pimpinan Panji Gumilang, Ada yang Rela Tanggung Keuangannya” dan diupload 25 Juli 2023.
Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan bukti yang kredibel terkait pemecatan lima menteri dalam kasus Panji Gumilang. Lebih lanjut narasi dalam video berdurasi 8 menit tersebut identik dengan artikel milik tvonenews.com berjudul “Berbondong-bondong Pasang Badan Untuk Al Zaytun, ini Sosok-sosok yang Getol Dukung Ponpes Pimpinan Panji Gumilang, Ada yang Rela Tanggung Keuangannya” dan diupload 25 Juli 2023.
Kesimpulan
Unggahan video dengan klaim lima menteri Jokowi dipecat karena terbukti sekongkol dengan Panji Gumilang konten yang menyesatkan. Judul, isi video dan narasi dalam video tidak sesuai. Dalam video tersebut sama sekali tidak ditemukan informasi bahwa adanya pemecatan lima menteri atas kasus Panji Gumilang.
Rujukan
(GFD-2023-13299) Cek Fakta: Tidak Benar Video Rombongan Tentara China Mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 12/08/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim rombongan tentara China mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 10 Agustus 2023.
Video berdurasi 25 detik itu memperlihatkan rombongan orang tengah berbaris di sebuah lapangan udara. Di belakang mereka terlihat pesawat berwarna putih bertuliskan Lion Air.
Mereka tampak mengenakan seragam berwarna coklat, menggunakan tas, dan memakai helm. Video itu kemudian dikaitkan dengan kabar rombongan tentara China telah mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado.
"Tentara China sudah terang2an memakai Seragam Militer mendarat di Bandara Sam Ratulangi - Manado
APA MAKSUDNYA REZIM INI...
Mohon diviralkan dan ayo rapatkan barisan bersatulah Indonesia ku..." tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 326 kali ditonton dan mendapat beberapa komentar dari warganet.
Benarkah dalam video itu rombongan tentara China telah mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta liputan6.com menelusuri video yang diklaim tentara rombongan China mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.
Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Images. Hasilnya terdapat beberapa artikel menjelaskan mengenai video tersebut.
Satu di antaranya artikel berjudul "Heboh Video Tentara China di Bandara Naik Lion Air, Begini Penjelasan Polri" yang dimuat situs Liputan6.com pada 3 Februari 2023.
Liputan6.com, Jakarta - Viral video di media sosial menarasikan adanya rombongan tentara berseragam lengkap yang tiba di sebuah bandara. Dalam video tersebut menarasikan, jika tentara dimaksud berasa dari China.
Video dikutip melalui akun twitter @mencaricinta99 menarasikan tentara dari China dengan seragam coklat lengkap beserta helm dan rompi antipeluru, disebut telah tiba di Indonesia.
"Sudah terang2an pakai seragam militer? Gila ini beneran...... Tentara Cina sudah masuk Indonesia, tengah malam, untuk Apa.?!? Siap² saja Anak Cucu dijajah Aseng, atau siap jadi Mata² Cina / Pengkhianat bagi Negeri ini.!!!*Mentri Pertahannya bahkan tidak merasakan bahaya ??," demikian narasi dalam video tersebut.
Sementara dalam video berdurasi 25 detik merekam puluhan tentara berbaris, dengan membawa tas. Mereka berada di dekat pesawat Lion, dengan kondisi waktu malam hari.
Menanggapi video tersebut, Dansat Intel Korps Brimob Polri Kombes Pol Mulyadi menjelaskan bahwa video puluhan tentara tersebut adalah pasukan Brimob yang tiba setelah bertugas di Satgas Damai Damai Cartenz, Papua.
"Intinya, pasukan tersebut adalah personel Brimob yang baru selesai operasi satgas Damai Cartenz Papua," kata Mulyadi saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (3/2/2023).
Sehingga narasi dalam unggahan di media sosial yang menarasikan tentara dari China adalah salah. Karena, mereka adalah pasukan Brimob yang tiba di bandara sekitar Januari 2023 lalu.
"(Kejadian) sekitar Januadi 2023," singkatnya.
Kesimpulan
Video yang diklaim rombongan tentara China mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara ternyata tidak benar.
Faktanya, rombongan orang dalam video tersebut bukan tentara China, melainkan personel Brimob Polri. Mereka baru tiba setelah bertugas di Satgas Damai Damai Cartenz, Papua.
(GFD-2023-13301) Cek Fakta: Tidak Benar Video Pondok Pesantren Al Zaytun Pelihara Ratusan Babi
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 12/08/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim Pondok Pesantren Al Zaytun memelihara ratusan babi beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 14 Juli 2023.
Video berdurasi 51 detik itu menampilkan foto-foto sejumlah petugas kepolisian dan dinas terkait yang sedang memeriksa kandang babi. Dalam video itu juga terdapat narasi bahwa ratusan babi ditemukan di Ponpes Al Zaytun.
"EDAan.. Ratusan babi di temukan di pondok pesantren al-zaitun. Peliharaan panji gumilang," demikian narasi dalam video tersebut.
"Tr yata babi panji gumilang ,memelihara ratusan Babi ,kata yh al zytun ponpes? Ko bisa - bisa yh ponpes memelihara Babi? Jangan suka bawa" nama ponpes lh ,klw cuma tuk menutupi bejad yh moral ahlak politic,jangan bawa " nama ponpes "singkat ceritq ajh klw Alzytun itu markas komunis 👈hello apa kabar dengan bapa penegak hukum bapa polri yg tr hormat,apa anda hanya cukup tuk menyikapi yh tw gerak cepat di bubar kn yh markas komunis Alzytun?? Negara Indonesia adalh negarq mayoritas islam .klw buat islm babi itu haram. Klw ada yg ngaku agma islam tapi doyan makn daging babi .tr yata kau hanya jual nama KTP ISLAM," tulis salah satu akun Facebook.
Sebelumnya, Panji Gumilang dan Ponpes Al Zaytun menuai polemik. Dalam beberapa kesempatan, Panji Gumilang kerap menyampaikan pernyataan yang kontroversial.
Belakangan, Panji Gumilang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama. Bareskrim Polri juga tengah mengusut kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga dilakukan Panji Gumilang. Penyidik pun turut melakukan penelusuran dugaan keterlibatan anak dan istri Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun itu.
"Namanya TPPU pasti nanti keterkaitan. Nanti kita hasil penyidikan apakah nanti ke keluarganya, ke anaknya, itu nanti hasil proses penyidikan," tutur Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 8 Agustus 2023.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 993 kali ditonton dan mendapat beberapa komentar dari warganet.
Benarkah dalam video tersebut Ponpes Al Zaytun memelihara ratusan babi? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim Ponpes Al Zaytun memelihara ratusan babi. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah beberapa foto dari video tersebut ke situs Google Images.
Pada foto pertama yang terlihat seorang petugas tengah melihat kandang babi, ditemukan pada artikel berjudul "Pakai Cara Ini, RI Rayu Singapura agar Babi Batam Bisa Masuk" yang dimuat situs cnbcindonesia.com.
Foto tersebut diambil di peternakan babi di Batam Kepulauan Riau yang bersumber dari dokementasi Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian.
Berikut gambar tangkapan layarnya
Pada foto kedua, terlihat seorang petugas Kementan tengah memeriksa kandang babi. Namun tidak dijelaskan lokasinya. Foto itu terdapat dalam artikel berjudul "Perekonomian Dunia Terguncang Akibat Wabah Covid-19" yang dimuat situs kepriprov.go.id pada 31 Maret 2020.
Berikut gambar tangkapan layarnya
Kemudian pada foto ketiga, ditemukan di artikel berjudul "Kelompok perang di Jayawijaya bubarkan diri setelah pembayaran denda adat" yang dimuat situs antaranews.com pada 1 September 2020.
Berikut gambar tangkapan layarnya
"Wakapolres Jayawijaya Kompol Leonardo Yoga bersama Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen saat melihat salah satu dari puluhan ternak babi yang bawa ke Mapolres untuk dijadikan alat pembayaran adat, mendamaikan perang tradisional antar warga," demikian narasi dalam foto tersebut.
Kesimpulan
Video yang diklaim Pondok Pesantren Al Zaytun memelihara ratusan babi ternyata tidak benar. Faktanya, video yang berisi foto-foto peternakan babi itu bukan berasal dari Ponpes Al Zaytun, melainkan dari sejumlah tempat, yakni Kepulauan Riau dan Papua.
Rujukan
- https://makassar.antaranews.com/berita/209070/kelompok-perang-di-jayawijaya-bubarkan-diri-setelah-pembayaran-denda-adat
- https://kepriprov.go.id/berita/pemprov-kepri/perekonomian-dunia-terguncang-akibat-wabah-covid-19
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20230508160409-4-435504/pakai-cara-ini-ri-rayu-singapura-agar-babi-batam-bisa-masuk
(GFD-2023-13318) [SALAH] Rakyat Tuntut Presiden Jokowi untuk Mundur dari Jabatannya
Sumber: YoutubeTanggal publish: 11/08/2023
Berita
Kanal YouTube Gajah Mada TV (https://www.youtube.com/@UpilGajahGaming) pada 25 Juli 2023 mengunggah video yang mengklaim bahwa rakyat Indonesia mengggelar aksi dalam rangka menuntut Presiden Joko Widodo untuk turun dari jabatannya. Selain itu, DPR dan MPR pun juga diminta mengadakan sidang untuk mengadili Presiden Jokowi.
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya narator hanya membaca ulang artikel opini dari laman website Suara Nasional berjudul “Setop Era Kedunguan dan Kepalsuan!” yang telah diunggah pada 20 Juli 2023.
Pada artikel asli tersebut, penulis beropini bahwa era pemerintahan Jokowi merupakan era pemerintahan paling kelam karena negara dianggap telah berstatus darurat restorasi. Selain itu, lembaga negara di era ini juga dianggap tidak memiliki kredibilitas karena telah ikut berkonspirasi dengan presiden dalam kedunguan dan kepalsuan.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh kanal YouTube Gajah Mada TV merupakan informasi yang dimanipulasi.
Pada artikel asli tersebut, penulis beropini bahwa era pemerintahan Jokowi merupakan era pemerintahan paling kelam karena negara dianggap telah berstatus darurat restorasi. Selain itu, lembaga negara di era ini juga dianggap tidak memiliki kredibilitas karena telah ikut berkonspirasi dengan presiden dalam kedunguan dan kepalsuan.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh kanal YouTube Gajah Mada TV merupakan informasi yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Unggahan video yang mengklaim bahwa rakyat Indonesia mengggelar aksi untuk menurunkan Presiden Joko Widodo merupakan konten yang dimanipulasi. Faktanya, narator hanya membaca ulang artikel opini dari Suara Nasional berjudul “Setop Era Kedunguan dan Kepalsuan!”.
Rujukan
Halaman: 5369/8124

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4535216/original/091099300_1691810867-SamRatulangi1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4535223/original/035816100_1691811021-TentaraChina1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4535359/original/062287100_1691820827-Babi1.jpg)