• (GFD-2023-13428) [SALAH] PDIP Usir Sandiaga Uno Karena Ngotot Jadi Wakil Presiden

    Sumber: TWITTER
    Tanggal publish: 23/08/2023

    Berita

    “Sok Pede Karena Merasa Punya Modal Untuk Mencawapres, Sandiaga Uno Malah Diusir PDIP Karena Ngebet Ingin Jadi Cawapres Ganjar. Netizen: Kenapa Engga Dukung Anies Saja? Kan Bisa Jadi Menteri kayak LBP..”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah cuitan muncul melalui media sosial Twitter perihal Pemilu 2024. Di dalam unggahannya, akun dengan nama @abu_waras menuliskan narasi yang menyebutkan bahwa Sandiaga Uno diusir oleh PDIP karena memaksa untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Capres Ganjar Pranowo pada Pemilu 2024. Narasi lengkapnya adalah sebagai berikut: “Sok Pede Karena Merasa Punya Modal Untuk Mencawapres, Sandiaga Uno Malah Diusir PDIP Karena Ngebet Ingin Jadi Cawapres Ganjar. Netizen: Kenapa Engga Dukung Anies Saja? Kan Bisa Jadi Menteri kayak LBP..” Apakah benar Sandiaga Uno diusir oleh PDIP karena bersikeras menjadi wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo?

    Setelah melakukan penelusuran terkait dengan narasi unggahan tersebut, ditemukan sebuah fakta yang menunjukkan bahwa klaim di dalam cuitan tersebut mengandung kekeliruan. Pertama, di dalam cuitan tersebut terlampir sebuah gambar yang berasal dari salah satu TV Nasional, dengan narasi yang menyebutkan bahwa PDIP persilahkan PPP hengkang dari koalisi jika bersikeras mengusulkan Sandiaga sebagai wakil presiden bersama Capres Ganjar Pranowo. Dalam hal ini dapat dilihat, bahwa PDIP tidak secara personal mengusir Sandiaga Uno seperti yang dituliskan di dalam cuitan tersebut.

    Kedua, perihal PPP akan hengkang dari koalisi bersama PDIP apabila Sandiaga Uno tidak menjadi calon presiden mendampingi Ganjar, sampai hari ini masih menjadi isu. Belum ada penjelasan lebih lanjut dari PPP terkait isu yang beredar ini. Melansir dari artikel Tribunnews, Sandiaga Uno menuturkan bahwa sesuai arahan dari pimpinan PPP, sampai saat ini PPP masih istiqomah untuk berkonsolidasi secara internal dan berkoalisi dengan PDIP.

    Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, menegaskan bahwa mengenai penentuan bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 akan dibahas bersama dan melihat dinamika politik mutakhir. Ia menambahkan, kandidat bakal cawapres yang masuk radar PDIP sejauh ini, seperti Sandiaga Salahuddin Uno, Menko Polhukam Mahfud MD, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa dan Menteri BUMN Erick Thohir.

    “Saya kira probability mereka untuk menjadi cawapres Pak Ganjar cukup tinggi, kita tunggu nanti pada batas akhir pendaftaran capres cawapres yang telah diatur KPU, kita lihat bagaimana formasi grouping parpolnya, dan formasi capres cawapresnya,” demikian ungkap Basarah.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim di dalam cuitan yang menyebutkan bahwa PDIP mengusir Sandiaga Uno karena bersikeras ingin menjadi wakil presiden, merupakan informasi yang termasuk ke dalam jenis konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Pemeriksa Fakta Junior)

    Faktanya, pengusungan Sandiaga Uno menjadi wakil presiden adalah keputusan dari partai yang menaunginya yaitu PPP.

    Selengkapnya ada di penjelasan.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13430) [SALAH] Nasdem Jatim Tolak Dukung Anies dan Terang-Terangan Pilih Ganjar

    Sumber: FACEBOOK
    Tanggal publish: 23/08/2023

    Berita

    “GEMP4R! NASD3M JAT1M TO1AK DUKVNG AN1ES TER4NG TER4NGAN PILIH DVKUNG G4NJAR C4PRES 2024″

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah video melalui media sosial Facebook dari sebuah akun bernama Menuju Istana. Video yang diunggah pada 6 Agustus 2023 ini tampak menyertakan sebuah informasi yang tidak biasa. “GEMP4R! NASD3M JAT1M TO1AK DUKVNG AN1ES TER4NG TER4NGAN PILIH DVKUNG G4NJAR C4PRES 2024”, demikian judul video tersebut, yang sekaligus menjadi narasi di dalam unggahan. Apakah benar Nasdem Jatim telah menolak mendukung Anies Baswedan dan memilih mendukung Ganjar? Sementara diketahui bahwa Partai Nasdem merupakan partai pengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden pada Pemilu tahun 2024 mendatang.

    Setelah dilakukan penelusuran pada isi dari video yang diunggah tersebut, ditemukan sebuah fakta bahwa antara isi dan judul video tidak memiliki kesinambungan. Video ini berisikan beberapa cuplikan video yang kemudian digabungkan menjadi satu video dengan durasi sekitar 8 menit. Di dalamnya, tidak ditemukan sebuah informasi yang menyebutkan bahwa Partai Nasdem di Jawa Timur menolak mendukung Anies Baswedan sebagai Capres pada Pemilu 2024. Namun, video ini berisikan cuplikan-cuplikan dari beberapa wawancara terhadap pendukung dan pengamat politik, perihal elektabilitas kedua Capres ini di wilayah Jawa Timur. Salah satu video yang teridentifikasi adalah video wawancara terhadap Rio Prayogo, Direktur Eksekutif Politika Research and Consulting pada tayangan Youtube CNN Indonesia, 8 Mei 2023.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa video Facebook dengan judul, “GEMP4R! NASD3M JAT1M TO1AK DUKVNG AN1ES TER4NG TER4NGAN PILIH DVKUNG G4NJAR C4PRES 2024”, merupakan konten informasi yang menyesatkan atau misleading content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Pemeriksa Fakta Junior)

    Faktanya, informasi tersebut merupakan hoaks. Sampai saat ini belum ada informasi yang dapat mendukung klaim ini. Selain itu, di dalam video yang diunggah, tidak ada disebutkan perihal Nasdem Jatim terang-terangan pilih Ganjar pada Pilpres 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13488) [SALAH] Video “15 JENDRAL DITETAPKAN, TERBUKTI JADI BEKINGAN PANJI, PANTAS KEBAL HUKUM”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/08/2023

    Berita

    NARASI: “15 JENDRAL DIT£T4PK4N, T3RBVKTI JADI BEKINGAN PANJI, PANTAS K3B4L HVKVM.”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan konten yang memelintir konteks, BUKAN Jenderal dan BUKAN ditetapkan sebagai seperti yang ditimbulkan oleh kesimpulan pelintiran, FAKTA: ditetapkan sebagai Jaksa pemeriksa berkas perkara. Selain itu, video sebenarnya berisi gambar pratinjau (thumbnail) dari peristiwa yang TIDAK berkaitan dan pembacaan artikel dari media.

    Salah satu foto yang mendokumentasikan peristiwa yang sama dengan foto yang digunakan untuk gambar pratinjau di konten yang dibagikan oleh SUMBER, JawaPos.com pada 6 Apr 2023: “Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar kasus peredaran sabu. Dua orang ditetapkan menjadi tersangka, yakni M alias D dan S. M diketahui merupakan narapidana Lapas Kelas 1 Tangerang

    Artikel yang dibaca, SUMEKS.CO pada 18 Agu 2023: “Berkas perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Panji Gumilang pentolan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, ternyata telah dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

    Salah satu sumber video lainnya yang identik dengan salah satu segmen video, KOMPAS TV di X/Twitter pada 21 Feb 2023: “Kejaksaan Agung mengajukan banding atas vonis terhadap para terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua, Ferdy Sambo Cs. Dalam memori banding yang diajukan, Kejaksaan Agung akan menekankan bahwa vonis yang dijatuhkan kepada para terdakwa sudah benar dan tepat.”

    Berkaitan dengan penetapan Jaksa pemeriksa perkara, hasil pencarian Google Videos dan Google News dengan kata kunci “kejagung tunjuk 15 jaksa panji gumilang”.

    Berkaitan dengan foto yang digunakan di gambar pratinjau di konten yang dibagikan oleh SUMBER, hasil pencarian Google Videos dan Google News dengan kata kunci “napi kendalikan sabu cair”

    Berkaitan dengan salah satu potongan video yang digunakan oleh SUMBER, hasil pencarian Google Videos dan Google News dengan kata kunci “Kejaksaan Agung banding Yosua Ferdy Sambo”

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, memelintir konteks. BUKAN Jenderal dan BUKAN ditetapkan sebagai seperti yang ditimbulkan oleh kesimpulan pelintiran, FAKTA: ditetapkan sebagai Jaksa pemeriksa berkas perkara. Selain itu, video sebenarnya berisi gambar pratinjau (thumbnail) dari peristiwa yang TIDAK berkaitan dan pembacaan artikel dari media.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13349) [SALAH] Usai Peringatan HUT RI, Ratusan Petinggi Deklarasikan Dukung Anies Baswedan

    Sumber: YOUTUBE
    Tanggal publish: 22/08/2023

    Berita

    “DIGENJOT SEMUA PIHAK:bangbang:TERNYATA AKIBAT INI RATUSAN TOKOH RINGGI DUKUNG ANIES”

    Hasil Cek Fakta

    Kanal Youtube REDAKSI TV mengunggah video dengan klaim ratusan petinggi negara deklarasikan dukungan untuk Anies Baswedan. Dalam gambar pratinjau unggahan tersebut menampilkan foto Tim Pengibar Bendera Pusaka (Paskibaraka) bersama Presiden Joko Widodo dengan latar belakang poster bergambar Anies Baswedan. Selain itu, terdapat tulisan “Getarkan Istana Negara, Setelah Upacara HUT RI Ratusan Tokoh Tinggi Deklarasikan Anis.”

    Setelah dilakukan penelusuran, gambar pratinjau tersebut merupakan hasil manipulasi. Gambar aslinya ditemukan pada artikel Detik dengan judul “Ini 76 Nama Paskibaraka Nasional 2023 di Istana Negara dan Asal Daerah.” Dalam foto aslinya, tidak ada latar belakang poster bergambar wajah Anies Baswedan.

    Selain itu, narasi yang dibacakan dalam artikel tidak berkaitan dengan klaim yang tertulis pada video. Narasi tersebut justru identik dengan artikel yang diunggah Tempo dengan judul “Kenakan Baju Adat, Ma’ruf Amin, Megawati, hingga Luhut Hadiri HUT ke-78 RI di Istana.”

    Dalam artikel yang diunggah pada 17 Agustus 2023 tersebut berisi informasi sejumlah pejabat yang terpantau turut menghadiri upacara HUT ke-78 RI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Kamis, 17 Agustus 2023. Mereka datang ke lokasi dengan menggunakan pakaian adat daerah masing-masing.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Agnes Amungkasari.

    Tidak ada informasi tentang deklarasi dukungan kepada Anies Baswedan oleh ratusan petinggi negara. Dalam narasi yang dibacakan dalam video membahas tentang sejumlah pejabat yang menghadiri upacara HUT RI ke-78 dengan menggunakan pakaian adat daerah.

    Rujukan