• (GFD-2026-31738) Cek Fakta: Tidak Benar Link untuk Cek BLT Kesra 2026 Bagi Pengguna Telegram

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar unggahan di media sosial klaim link untuk mengecek Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Sosial (BLT Kesra) 2026 bagi pengguna Telegram. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 9 Januari 2026. 
    Berikut isi unggahannya:
    "DANA BANTUAN BLT 2026 HINGGA RP.900.000 BAGI PENGGUNA TELEGRAM. CEK NAMA KAMU UNTUK MENDAPATKAN BANSOS 👇👇👇
    https://cek-bansos2025.claimnow.biz.id/a2/
    #bansosblt2026 #Kemensos2026 #Bltkemensos #bansos #blt"
    Unggahan turut menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
    "BANTUAN BLT KESRA 900 RIBU RUPIAH"
    Postingan disertai menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut:
    "https://cek-bansos2025.claimnow.biz.id/a2/?fbclid=IwY2xjawPW0glleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFEU3JLbDFXN3NBbm9EdVRMc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHu7BpL7QzGWMpsoVhn_JVP78LuO3K_13DXUGcy22AMsFStIkXuTlQcO4Q1kg_aem_29L2C2q_I0S9S6xRPymV5A"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, seperti nama sesuai KTP dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link untuk mengecek BLT Kesra 2026 bagi pengguna Telegram? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link untuk mengecek BLT Kesra 2026 bagi pengguna Telegram. Penelusuran mengarah ke artikel Liputan6.com berjudul "Cek BLT Kesra Desember 2025, Panduan Lengkap Pencairan Bantuan dan Cara Hindari Hoaks" yang tayang pada 19 Desember 2026.
    Dalam artikel ini, masyarakat dapat mengecek status penerimaan BLT Kesra secara online melalui platform resmi yang disediakan oleh pemerintah. Ini adalah langkah penting untuk memastikan Anda terdaftar sebagai penerima dan menghindari penipuan.
    1. Melalui Website Resmi Kemensos:
    2. Melalui Aplikasi "Cek Bansos":

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link untuk mengecek BLT Kesra 2026 bagi pengguna Telegram, tidak benar.
  • (GFD-2026-31739) Tidak Benar Jokowi akan Bertaubat jika Ijazahnya Terbukti Palsu

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/01/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial sebuah unggahan yang memuat tangkapan layar artikel dengan klaim bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), bersama kuasa hukumnya menyatakan akan bertaubat apabila ijazahnya terbukti palsu, serta berharap tidak dipenjara jika hal tersebut terjadi.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut beredar melalui akun Facebook @Purbaya Yudhi Sadewa (arsip) pada Kamis (8/01/2026). Dalam keterangannya, pengunggah menuliskan:

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Jokowi akan bertobat jika ijazahnya di nyatakan palsu… Tapi berharap jangan di penjara, InsyaAllah, ya…”

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Unggahan itu menyertakan tangkapan layar artikel yang menampilkan tanda air media Antara, dengan judul:

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Jokowi dan kuasa Hukumnya Meminta jika ijasah nya dinyatakan Palsu akan bertobat tapi berharap jangan saya di penjara.”

    Periksa Fakta Jokowi akan Bertaubat jika Ijazahnya Terbukti Palsu.

    ADVERTISEMENT

    Hingga Kamis (15/01/2026) pukul 16:26 WIB, unggahan tersebut sudah mendapatkan atensi publik dengan mendapatkan sekitar 1,1 ribu tanda reaksi, 1,1 ribu komentar dan telah dibagikan ulang 155 kali. Unggahan serupa juga ditemukan di sejumlah akun dan platform lain, antara lain ini, ini, ini, ini dan ini.

    Klaim ini memicu berbagai reaksi publik. Sejumlah masyarakat meninggalkan komentar yang mengkritik Jokowi.

    “Bila ternyata palsu, ya, harus diadili, itu baru benar.” tulis salah satu pengomentar.

    Lantas, benarkah Jokowi berharap tidak dipenjara dan akan bertaubat jika ijazahnya terbukti palsu?

    Penelusura Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tirto menelusuri sumber asli artikel yang ditampilkan dalam tangkapan layar dengan logo dan tanda air Antara.

    Langkah pertama dilakukan dengan menelusuri portal berita Antara menggunakan judul yang sama seperti yang tercantum dalam tangkapan layar, yakni “Jokowi dan kuasa Hukumnya Meminta jika ijasah nya dinyatakan Palsu akan bertobat tapi berharap jangan saya di penjara.”

    Hasilnya, tidak ditemukan artikel Antara dengan judul tersebut maupun isi berita yang memuat pernyataan sebagaimana klaim yang beredar.

    Selanjutnya, penelusuran dilakukan berdasarkan foto yang digunakan dalam tangkapan layar. Hasilnya, ditemukan beberapa artikel Antara yang menggunakan foto identik.

    Salah satunya adalah artikel yang diunggah pada 30 April 2025. Namun, artikel tersebut tidak berjudul sama dengan yang beredar di sosial media. Judul asli artikel ini adalah Jokowi laporkan tudingan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya. Artikel ini membahas langkah hukum Jokowi terkait tudingan ijazah palsu dan tidak memuat pernyataan mengenai bertobat ataupun harapan agar tidak dipenjara.

    Periksa Fakta Jokowi akan Bertaubat jika Ijazahnya Terbukti Palsu.

    Artikel lain dari Antara dengan foto serupa juga ditemukan pada 23 Mei 2025. Pada artikel ini, foto yang digunakan tampak dibingkai lebih dekat atau zoom in, tetapi tetap menggunakan gambar yang sama. Judul artikel ini adalah Polisi sebut laporan kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi masih berjalan. Akan tetapi, sama seperti artikel sebelumnya, judul asli pada artikel tersebut berbeda dengan tangkapan layar yang beredar.

    Periksa Fakta Jokowi akan Bertaubat jika Ijazahnya Terbukti Palsu.

    Jika diperhatikan lebih lanjut, terdapat sejumlah kejanggalan pada tangkapan layar yang beredar. Salah satunya adalah kesalahan ejaan pada kata “ijasah”, yang seharusnya ditulis “ijazah” sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Media nasional seperti Antara memiliki standar penyuntingan yang ketat, termasuk dalam penggunaan ejaan, sehingga kesalahan penulisan istilah umum seperti ini kecil kemungkinannya muncul dalam judul berita resmi.

    Baca juga:Sidang KIP Perintahkan KPU Serahkan Salinan Ijazah JokowiWagub Babel Hellyana Diperiksa Bareskrim terkait Ijazah Palsu

    Selain itu, penulisan judul pada tangkapan layar juga tampak tidak sesuai dengan gaya penulisan judul berita Antara. Penggunaan huruf kapital tidak konsisten, susunan kalimat tidak rapi, serta pemilihan kata yang kurang efektif menunjukkan perbedaan dengan karakteristik judul berita yang biasa diterbitkan Antara. Hal ini menguatkan dugaan bahwa judul dalam tangkapan layar tersebut telah diubah dan tidak berasal dari artikel resmi Antara.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akan bertaubat dan berharap tidak dipenjara jika ijazahnya terbukti palsu adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tangkapan layar artikel yang beredar berbeda dari pemberitaan resmi media Antara. Judul dan isi klaim tidak ditemukan dalam arsip Antara serta bertentangan dengan konteks artikel asli yang fotonya digunakan.

    Baca juga:Apa Ancaman Hukuman Roy Suryo Cs soal Ijazah Jokowi?

    Rujukan

  • (GFD-2026-31751) Hoaks Tautan Pendaftaran Lowongan Apoteker dari Kemenkes

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook, yang mengklaim bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka lowongan kerja bagian apoteker untuk tahun 2026 dengan penempatan di seluruh Indonesia. Unggahan tersebut juga menyertakan tautan pendaftaran untuk lowongan kerja tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun bernama “bantuan sosial Indonesia” (arsip) pada 13 Januari 2026. Pengunggah mencantumkan informasi gaji hingga Rp7,5 juta serta persyaratan untuk melamar kerja.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Berbagai persyaratan itu antara lain, pelamar harus berstatus warga negara Indonesia, tidak terikat kontrak dengan instansi lain, tidak berstatus sebagai CPNS/PNS maupun anggota TNI/Polri, sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, berkelakuan baik, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “DIBUKA LOWONGAN KERJA KEMENKES 2026. Wilayah untuk seluruh Indonesia. Pendaftaran silahkan klik link dibawah,” terang pengunggah di takarir.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Lowongan Kerja Kemenkes 2026. foto/hotline periksa fakta tirto

    Unggahan juga menyertakan tautan pendaftaran yakni https://daftar-segera04.insert.blog/ dan menyebutkan bahwa rekrutmen tidak dipungut biaya.

    ADVERTISEMENT

    Hingga artikel ini ditulis pada 14 Januari 2026, unggahan tersebut sudah mendapatkan 33 tanda suka dan tiga komentar.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatra

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto membuka situs https://daftar-segera04.insert.blog/. Setelah mengklik link tersebut, tim riset Tirto diarahkan untuk login menggunakan akun Telegram aktif, dan sesudahnya harus mengklik kolom "Daftar Sekarang".

    Tirto lantas melakukan verifikasi ke situs Whois, untuk mengecek kredibilitas situs. Hasilnya, tidak ditemukan afiliasi situs tersebut dengan institusi Kementerian Kesehatan. Dari hasil verifikasi, situs https://daftar-segera04.insert.blog/ baru dibuat pada 3 Januari 2026.

    Selanjutnya, Tirto mengecek akun dan situs resmi Kemenkes untuk mengecek kebenaran klaim. Namun, tidak terdapat informasi terkait pembukaan pendaftaran lowongan kerja Kemenkes.

    Melansir situs Kemenkes, lowongan terakhir yang dibuka oleh Kemenkes adalah rekrutmen bagi tenaga The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis, Malaria dan Resilient and Sustainable Systems for Health (GF-ATMR) untuk penempatan tahun 2026. Rekrutmen ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di lingkungan Direktorat Penyakit Menular, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit.

    Perlu diketahui, informasi rekrutmen dari Kemenkes hanya dapat diakses dari laman resminya yaitu kemkes.go.id, atau media sosial resmi Kemenkes yaitu “@kemenkes_ri” (Instagram).

    Baca juga:Kemenkes Ikut Pantau Penanganan Banjir-Longsor di Sumatra

    Kesimpulan

    Dari hasil penelusuran fakta, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan Kemenkes membuka lowongan kerja untuk posisi apoteker beserta tautan pendaftarannya adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Situs pendaftaran yang dicantumkan tidak terafiliasi dengan Kemenkes dan baru dibuat pada Januari 2026. Sementara itu, tidak ada pengumuman resmi serupa di laman maupun media sosial resmi Kemenkes. Dengan demikian, informasi tersebut dapat dipastikan salah dan menyesatkan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31752) Hoaks Dedi Mulyadi Bagi Hadiah Lewat Kuis Tebak Kota

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video di Facebook yang menampilkan sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang diklaim mengadakan kuis menebak nama kota untuk mendapatkan hadiah. Dalam unggahan tersebut, ajakan Dedi Mulyadi berujung dengan kuis berhadiah.

    ADVERTISEMENT

    Video ini diunggah melalui akun Facebook "K.D.M berbagi hadiah" pada Minggu (11/01/2026).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Rezeki kamu hari ini bagi yang menemukan video saya ini akan mendapatkan hadiah uang tunai dari saya, imbok sekarang… Ayo siapa cepat dia dapat, let’s go,” tulis pengunggah di keterangan video (arsip).

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video tersebut, terdapat sebuah kotak dengan dua huruf, yaitu B dan L, yang disertai dua garis kosong untuk diisi di antaranya. Kang Dedi meminta masyarakat untuk mengirimkan jawaban melalui pesan ke dirinya dan hadiahnya akan langsung dikirim ke rekening pemenang.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga Rabu (14/01/2026), unggahan itu telah ditonton sekitar 9,9 ribu kali serta memperoleh 170 tanda reaksi, 83 komentar, dan dua kali dibagikan ulang. Sejumlah pengguna Facebook terlihat ikut berpartisipasi dengan meninggalkan komentar. Jawaban mereka didominasi dengan “BALI” sebagai tebakan atas kuis tebak kota tersebut.

    Narasi serupa mengenai kuis tebak kota berhadiah yang mengatasnamakan Kang Dedi Mulyadi juga ditemukan beredar di beberapa akun Facebook lain, seperti ini dan ini.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Dedi Mulyadi Bagi Bagi Hadiah. foto/hotline periksa fakta tirto

    Lantas, bagaimana fakta sebenarnya dari klaim tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tirto melakukan penelusuran terhadap video yang beredar. Langkah pertama dilakukan dengan penelusuran gambar terbalik (reverse image search). Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut identik dengan unggahan dari akun TikTok resmi milik Dedi Mulyadi, yakni @dedimulyadiofficial, yang dipublikasikan pada 30 Maret 2025.

    Dalam video asli tersebut, Dedi Mulyadi terlihat mengenakan ikat kepala tradisional berwarna hitam dengan corak khas serta kaus putih, atribut yang sama seperti yang muncul dalam video hoaks. Latar belakang video juga menunjukkan kesamaan, yang mengindikasikan bahwa visual dalam unggahan Facebook memang berasal dari video asli Dedi Mulyadi.

    Namun, setelah menonton keseluruhan video versi asli, konteksnya sama sekali berbeda. Dalam video TikTok tersebut, Dedi Mulyadi tidak sedang mengadakan kuis atau membagikan hadiah. Ia justru menyampaikan refleksi dan harapannya pada hari terakhir bulan puasa tahun 2025.

    Ia menyebutkan beberapa hal yang identik dengan kebahagiaan menjelang Hari Raya, seperti anak-anak kecil yang mendapatkan uang, adanya baju baru, serta kebiasaan pribadinya mengunjungi warung langganan untuk meminum limun.

    Tidak ditemukan satu pun pernyataan, ajakan, maupun informasi terkait kuis tebak kota atau pembagian hadiah uang sebagaimana yang diklaim dalam video Facebook tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa visual video telah dimanipulasi dengan konteks yang menyesatkan.

    Untuk memastikan lebih lanjut, Tirto memisahkan audio yang berisi ajakan mengikuti kuis dari video tersebut. Audio tersebut kemudian dianalisis menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Undetectable.ai. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara yang mengajak masyarakat mengikuti kuis tebak kota berpotensi merupakan hasil rekayasa AI dan bukan suara asli Dedi Mulyadi, hanya 1 persen konten audio dalam video tersebut yang dianalisis bukan buatan AI.

    Jika diperhatikan lebih lanjut, akun yang mengunggah kuis berhadiah di Facebook bukanlah akun resmi Dedi Mulyadi. Akun resmi Dedi Mulyadi di Facebook adalah @Kang Dedi Mulyadi dan telah mendapatkan tanda verifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa unggahan kuis berhadiah bukan berasal dari akun resmi, yang berpotensi mengarah ke penipuan.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim kuis tebak kota berhadiah yang mengatasnamakan Dedi Mulyadi adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video kuis yang beredar tidak berasal dari akun resmi Dedi Mulyadi. Visual dalam unggahan tersebut merupakan potongan video lama dari akun TikTok resmi Dedi Mulyadi yang konteksnya telah dimanipulasi, sementara audio ajakan kuis berhadiah diduga merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Dalam video asli, tidak terdapat pernyataan maupun ajakan terkait pembagian hadiah atau kuis berhadiah.

    Dengan demikian, narasi yang beredar bertentangan dengan konteks asli video serta tidak didukung oleh pernyataan resmi maupun sumber terpercaya, sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.

    ===========

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan