• (GFD-2026-31870) [SALAH] Prabowo: Gaji DPR Tiga Bulan untuk Bantu Korban Bencana Alam

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 21/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Sumarni” pada Kamis (15/1/2026) berisi narasi: 

    “Pidato Presiden Prabowo bikin Puan menangis🥺😭

    Gaji DPR tiga bulan untuk bantu korban bencana alam…!!

    Rakyat kehilangan rumah

    anak-anak kehilangan masa depan

    lalu wakil rakyat masih nyaman dengan gaji utuh??

    Gaji DPR tiga bulan untuk bantu korban bencana alam..apakah kalian setuju..??

    Hingga Rabu (21/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 2.050 tanda suka, 650-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 80 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “gaji dpr tiga bulan untuk membantu korban bencana alam”. Tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi Prabowo Subianto yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memeriksa foto Prabowo Subianto yang disertakan dalam unggahan menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke laman presidenri.go.id “Putus Rantai Kemiskinan Presiden Prabowo Akan Luncurkan Program Sekolah Berasrama Untuk Anak Kurang Mampu” yang tayang Selasa (6/5/2025).

    Diketahui, konteks asli foto adalah momen Prabowo hadir dalam acara Halal Bihalal Bersama Purnawirawan TNI AD dan Keluarga Besar TNI-POLRI di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Prabowo menyampaikan rencana besar pemerintah dalam bidang pendidikan, yakni pembangunan minimal 100 sekolah berasrama per tahun khusus untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu. 

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi Prabowo Subianto yang membenarkan klaim “gaji DPR tiga bulan untuk bantu korban bencana alam”.

    Kesimpulan

    Tidak ada informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Prabowo sebut gaji DPR tiga bulan untuk bantu korban bencana alam” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31871) [SALAH] Video Siswa Keracunan MBG 18 Januari 2026

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 21/01/2026

    Berita

    Akun X “SumandoGaek” pada Minggu (18/1/2026) mengunggah video [arsip] dengan narasi:

    "Ya Allah... MBG  Mau bikin pandemi lagi ??"

    Per Rabu (21/1/2026) video itu sudah ditonton 264 ribu kali, disukai sebanyak 9.987 kali, menuai 524 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 3.871 kali oleh pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “siswa keracunan MBG 18 Januari 2026” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi dari laman berita kredibel atau akun resmi pemerintahan yang membenarkan klaim tersebut.


    TurnBackHoax menelusuri lebih lanjut dengan memasukkan potongan gambar dari video tersebut ke Google Lens. Hasilnya ditemukan video serupa pada akun Instagram timesindonesia yang diunggah Kamis (25/10/2025). 


    Diketahui, konteks video merupakan kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cipongkor, Bandung Barat. Ratusan siswa dari tingkat TK hingga SMK mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga kejang. Data mencatat 411 korban pada Senin (22/9/2026) dan 220 korban lagi pada Rabu (24/10/2025).

    Kesimpulan

    Faktanya, konteks video merupakan kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cipongkor, Bandung Barat pada Rabu (24/10/2025). Unggahan video berisi klaim “siswa keracunan MBG 18 Januari 2026” merupakan konteks yang salah (false context).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31872) [SALAH] Akun TikTok Informasi Bantuan Pemerintah

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 21/01/2026

    Berita

    Ditemukan akun TikTok “info.pemerintahidn” [arsip] yang rutin mengunggah video berisi klaim terkait bantuan pemerintah dan kebijakan negara. Akun dengan jumlah pengikut lebih dari 30 ribu tersebut menyajikan narasi seolah-olah bersumber dari pemerintah, tanpa mencantumkan rujukan atau tautan ke kanal resmi, serta mencantumkan tautan menuju akun Telegram pada profilnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri akun TikTok “info.pemerintahidn” dan membandingkan isi unggahannya dengan informasi resmi yang dipublikasikan oleh kementerian dan lembaga pemerintah terkait.

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa akun tersebut bukan akun resmi pemerintah dan tidak terafiliasi dengan kementerian, lembaga, maupun instansi negara mana pun. Sejumlah klaim yang disampaikan dalam video-video akun tersebut tidak ditemukan padanannya dalam siaran pers, pengumuman resmi, maupun kanal komunikasi pemerintah seperti situs web kementerian, akun media sosial terverifikasi, atau pernyataan pejabat berwenang.

    Pemerintah sendiri secara konsisten mengingatkan masyarakat agar hanya merujuk informasi bantuan sosial dan kebijakan publik melalui kanal resmi, seperti situs kementerian terkait, akun media sosial bercentang biru, serta pengumuman langsung dari pejabat berwenang. Informasi yang beredar di luar kanal resmi berpotensi merupakan hoaks atau informasi menyesatkan.

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) juga sering mengulas informasi palsu mengenai akun ataupun tautan yang mencatut lembaga pemerintah, diantaranya:

    Kesimpulan

    Akun TikTok “info.pemerintahidn” bukan merupakan akun resmi pemerintah dan tidak memiliki otoritas untuk menyampaikan informasi kebijakan maupun bantuan sosial. Sejumlah unggahan yang dimuat akun tersebut terbukti tidak sesuai dengan informasi resmi pemerintah dan berpotensi menyesatkan masyarakat. Dengan demikian, klaim bahwa “akun TikTok informasi bantuan pemerintah” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31873) [SALAH] Video “Keributan saat Sidang Nadiem Makarim”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 21/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Maman Arief Rahman” pada Jumat (16/1/2026), isinya memperlihatkan sejumlah orang di ruang persidangan sedang ribut di depan hakim.

    Unggahan berisi narasi:

    “Terjadi Keributan Di Persidangan Nadiem Makarim, Hotman Paris Membongkar Kebenaran Yg Selama Ini Membuat Nadiem Makarim Jadi Tersangka

    Pihak Yg Menuduh Nadi Makarim Korupsi Tidak Terima Hotman Membongkar Kebenarannya Sehingga Terjadi Keributan Dan Hotman Hampir Di Pvkvl

    Terus Bongkar dan tetap membela kebenaran bang Hotman Paris”.

    Hingga Rabu (21/1/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 60 komentar dan dibagikan ulang lebih dari 90 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “keributan sidang Nadiem Makarim yang melibatkan Hotman Paris” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan tempo.com “Debat Hotman Paris dan Ahli dari Kejagung soal Nadiem Makarim”.

    Pemberitaan yang tayang pada Rabu (8/10/2025) itu melaporkan bahwa Hotman Paris Hutapea (kuasa hukum Nadiem Makarim) berdebat dengan ahli hukum pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, dalam sidang praperadilan melawan Kejaksaan Agung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (8/10/2025).

    TurnBackHoax lalu memanfaatkan Google Lens untuk memeriksa video yang disertakan dalam unggahan akun Facebook “Maman Arief Rahman”. Penelusuran mengarah ke video di kanal YouTube kompas.com. Diketahui, video yang diunggah akun Facebook “Maman Arief Rahman” adalah cuplikan dari video di kanal YouTube “kompas.com”.

    Konteks asli video adalah momen ricuh saat sidang kasus pencemaran nama baik antara dua pengacara (Hotman Paris Hutapea dan Razman Arif Nasution) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (6/2/2025).

    Untuk diketahui, dilansir dari detik.com, mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim terjerat kasus korupsi dalam dugaan pengadaan laptop Chromebook. Nadiem ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung pada Kamis (4/9/2025). Hotman Paris merupakan kuasa hukum Nadiem Makarim dalam kasus tersebut. Namun, sejak pertengahan November 2025 Hotman Paris tidak lagi menjadi kuasa hukum Nadiem.

    Kesimpulan

    Konteks asli video adalah momen ricuh saat sidang kasus pencemaran nama baik antara dua pengacara (Hotman Paris Hutapea dan Razman Arif Nasution) pada Februari 2025. Jadi, unggahan video berisi klaim “keributan saat sidang Nadiem Makarim” itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan