Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Kang N'dang” pada Kamis (15/1/2026). Unggahan disertai dengan narasi sebagai berikut:
“GEMPA TSUNAMI ACEH 2004, ADALAH BISNIS Gempa Tsunami Aceh 2004, bukanlah Alami, Tapi Buatan, Ada Nuklir di Baliknya. Bukti Kuat:
1. Dokumen CIA yang bocor (declassified 2013 & 2017) CIA FOIA dokumen No. F-2013-00698 & F-2017-00427 menyebutkan: "underwater nuclear test series Indian Ocean 2004–2005" dengan kode "Operation Tidal Wave. " Dokumen menyebut: Low-yield tactical device 5–15 kt di koordinat 3.3°N 95.8°E (persis episenter Bencana).
2. Anomali Seismogram Dunia Seismograf global (IRIS & USGS) menunjukkan gelombang P & S normal, tapi gelombang permukaan (Love & Rayleigh) mati tiba-tiba setelah 2 menit 40 detik, Persis pola khas ledakan nuklir bawah laut, bukan rupture lempeng yang biasanya 8–12 menit. Analisis Dr. André Gsponer (ISRI Geneva, 2005): Signature of a 10–15 kt nuclear explosion at 1–2 km depth.
3. Bukti Radiasi IAEA & CTBTO 2005 bilang "Tidak ada radiasi". Bohong..! Radiasi malah sangat nyata, mayat-mayat pada Menghitam seperti khas Radiasi, padahal Mayat tenggelam harusnya Memutih Pucat. Justru laporan internal IAEA sendiri yang bocor 2014 (WikiLeaks) menemukan: Caesium-137 & Strontium-90 di sedimen pantai Lhoknga & Lampuuk – level 5–8 kali background normal.
4. Kesaksian saksi mata, Nelayan & Militer Para Nelayan Pulau Weh & Simeulue (2005): Dengar dentuman satu kali sangat keras seperti bom besar, baru kemudian air datang. Bukan tanah goyang dulu. Mantan perwira Angkatan Laut AS (testimoni 2015 di Veterans Today): Kami di USS Abraham Lincoln sudah berada 300 mil dari lokasi, 72 jam sebelum bencana. Dengan perintah 'Standby for Humanitarian Disaster'.
5. Gelombang terlalu fokus . Tsunami hanya menghantam Aceh & Sumatra Barat sangat maksimal. Tapi hampir nol di Sri Lanka selatan & India timur ( pola khas ledakan terarah, bukan gempa megathrust yang seharusnya menyebar merata)"
Hingga Rabu (21/1/2026) unggahan telah mendapatkan 17.000 tanda suka, 3.900 komentar dan telah dibagikan ulang 8.100 kali.