(GFD-2021-8802) Keliru, Pengawalan Khusus Presiden Jokowi oleh Satuan Le Gendarmerie di Perancis
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 03/11/2021
Berita
Sebuah video yang diklaim pengawalan khusus Presiden Jokowi di Prancis oleh satuan Le Gendarmerie, beredar di Twitter, 2 November 2021. Video berdurasi delapan detik itu memuat iring-iringan pengawalan 15 sepeda motor dengan formasi kawal V.“Pengawalan presiden Jokowi di Perancis dengan formasi kawal V (15 sepeda motor) oleh satuan Le Gendarmerie. Ini tradisi pengawalan khusus hanya untuk tamu negara yang sangat dihormati. Bravo presiden Jokowi.” Unggahan itu telah dibagikan 524 kali dan disukai 1.902 oleh warganet.
Hasil Cek Fakta
Hasil pemeriksaan fakta Tempo, menunjukkan, bahwa video tersebut bukan iring-iringan pengawalan Presiden Jokowi di Prancis. Melainkan pasukan pengawal Ratu Elizabeth II saat berada di Berlin, Jerman, Juni 2015.Tempo menelusuri video tersebut dengan lebih dulu memfragmentasinya menjadi sejumlah gambar dengan InVID. Dari beberapa gambar, lalu ditelusuri dengan reverse image search.Dengan cara tersebut, Tempo mendapatkan video yang identik diunggah oleh Hans Joachim pada 27 Juni 2015. Video tersebut berdurasi lebih panjang dengan kualitas gambar lebih bagus.Hans memberikan keterangan dan judul dalam bahasa Jerman, Queen Elizabeth II. zum Botschafterempfang, 25.06.2015. Melalui bahasa yang digunakan tersebut, kunjungan Ratu Elizabeth tersebut berada di Jerman.Selain formasi pengawalan kendaraan, Tempo menandai dalam kotak merah, beberapa petunjuk yang sama antara video yang diklaim pengawalan Presiden Jokowi dengan video yang dipublikasikan oleh Joachim pada 2015.
Kiri: tangkapan layar dari video pengawalan Ratu Elizabeth II saat berkunjung ke Jerman pada 25 Juni 2015. Kanan: adalah tangkapan layar dari video yang diklaim pengawalan Presiden Jokowi di Prancis 2021. Lihat kotak merah yang menandai kesamaan lokasi.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan, klaim bahwa Presiden Jokowi mendapat pengawalan khusus oleh satuan Le Gendarmerie saat di Prancis, adalahkeliru. Video berdurasi 8 detik itu menunjukkan pengawalan Ratu Inggris Raya Elizabeth II dan Pangeran Philip saat kunjungan negara ke Jerman pada 24-26 Juni 2015.Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- https://twitter.com/i/status/1455483184464818184
- https://www.youtube.com/watch?v=5mVH413xWNI
- https://www.gettyimages.be/detail/nieuwsfoto%27s/police-officers-on-motorcycles-so-called-white-mice-nieuwsfotos/1039400852?adppopup=true
- https://www.dw.com/en/frankfurt-rejoices-over-queen-elizabeths-visit/a-18541116
(GFD-2021-8801) Tidak Terbukti, Indonesia Telah Menyiapkan Senjata Nuklir untuk Menghancurkan Cina
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 03/11/2021
Berita
Gambar tangkapan layar thumbnail video yang memperlihatkan sebuah rudal yang mengarah ke kota beredar di media sosial. Thumbnail tersebut juga disertai narasi bahwa Seluruh dunia terkejut, Indonesia siapkan nuklir hancurkan Cina.
Di Twitter gambar tangkapan layar tersebut dibagikan akun ini pada 30 Oktober 2021. Akun inipun menuliskan narasi, “Finally, no more Social Credit system.”
https://twitter.com/IbnuTasrip/status/1454325047800344582/photo/1
Hingga artikel ini dimuat gambar tangkapan layar itu telah diretweet sebnyak 313 kali dan mendapat 106 quote. Apa Benar Indonesia telah menyiapkan senjata nuklir untuk menghancurkan Cina?
Tangkapan layar unggahan di Twitter yang mengklaim Indonesia menyiapkan nuklir melawan Cina
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital gambar tangkapan layar itu dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Hasinya, gambar tersebut merupakan thumbnail sebuah video di kanal Youtube dengan judul serupa. Namun, dalam video tersebut sama sekali tidak menjelaskan bahwa Indonesia telah membangun sistem persenjataan nuklir untuk menghancurkan Cina.
Thumbnail video yang identik terdapat pada sebuah video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Jagat Militer pada 24 September 2021 dengan judul, “BERITA TERKINI - BIKIN GEGER DUNIA, INDONESIA SIAPKAN BOOM NUKLIR HANCURKAN CHINA.”
Sumber Video
Video berdurasi 10:05 itu menampilkan cuplikan sejumlah video dari berbagai sumber. Tim CekFakta Tempo memfragmentasi video tersebut dengan tool Invid. Selanjutnya melakukan penelusuran jejak digital dengan menggunakan reverse image Google dan Yandex.
Hasilnya, ditemukan beberapa sumber video di antaranya salah satu cuplikan dari video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal MerdekaDotCom pada 1 November 2016 dengan judul, “Melihat lebih dekat reaktor nuklir milik Indonesia di Serpong.”
Selanjutnya video yang memperlihatkan sebuah kapal selam identik dengan video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Gung Ho Vids pada 25 Mei 2016 dengan judul “Trident Nuclear Submarine • Ohio Class USS Kentucky”.
Kemudian cuplikan video yang memperlihatkan sebuah bom nuklir yang identik dengan sebuah video yang diunggah ke Youtube oleh kanal berbahasa Russia, Poznamka Official, pada 11 September 2015 dengan judul “Ledakan bom nuklir (Museum Politeknik Moskow)”.
Terdapat juga cuplikan video yang memperlihatkan pembangkit nuklir milik Filipina. Video ini identik dengan video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Al Jazeera English pada 24 Januari 2021 dengan judul “The Philippines considers reviving nuclear plant to meet energy demand”.
Narasi Video
Narasi yang dibaca pengisi suara dalam video tersebut juga identik dengan naskah artikel yang pernah dimuat situs BangkaPos.com pada Selasa 2 November 2021 dengan judul, “Bikin Dunia Geger, Ini Kisah Indonesia Buat Bom Nuklir Libatkan 200 Ilmuwan, Buyar Pasca G30S/PKI”.
Berikut narasinya:
“Australia bersama Amerika Serikat dan Inggris, membangun kerja sama keamanan di Indo-Pasifik untuk mengimbangi pengaruh China yang terus meningkat di kawasan itu. Kemitraan itu diumumkan secara virtual oleh Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Rabu (15/9/2021). Di bawah kerja sama tersebut, AS dan Inggris akan memberikan teknologi dan kemampuan kapal selam bertenaga nuklir kepada Australia. Australia akan menjadi negara kedua setelah Inggris pada 1958 yang diberi akses ke teknologi nuklir AS untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.
Berkaitan dengan teknologi nuklir, Indonesia ternyata jauh sebelum Australia bakal membuat kapal selam nuklir malah pernah hampir memiliki senjata nuklir. Indonesia hampir pernah menguji coba bom Atom ciptaannya dan buat dunia merinding…”
Kawasan Bebas Senjata Nuklir
ASEAN merupakan kawasan bebas senjata nuklir. Kawasan Bebas Senjata Nuklear Asia Tenggara atau Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ) atau Traktat Bangkok adalah suatu kesepakatan di antara negara-negara Asia Tenggara yang terdiri dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam untuk mengamankan kawasan Asean dari nuklir.
Dilansir dari situs setnas-asean.id, gagasan pembentukan Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) ini diawali pada tanggal 27 November 1971, sewaktu 5 anggota dari Association of Southeast Asian Nations' (ASEAN) bertemu di Kuala Lumpur dan menanda tangani deklarasi atas "ASEAN Zone of Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN). (Asean sebagai kawasandamai, merdeka dan netral).
Komponen utama dari ZOPFAN yang dituju oleh ASEAN adalah pembentukan SEANWFZ. Namun demikian sehubungan dengan suasana politik di kawasan yang kurang menguntungkan maka proposal resmi untuk pendirian kawasan bebas nuklir tersebut tertunda hingga pertengahan tahun 1980an.
Mengutip Kumparan.com, setelah melakukan perundingan dan pembuatan naskah oleh suatu kelompok kerja ASEAN atas ZOPFAN, maka traktat SEANWFZ akhirnya ditanda tangani oleh kepala pemerintahan dari 10 negara anggota Asean di Bangkok pada tanggal 15 Desember 1995.
Isi serta kewajiban dari para negara anggota SEANWFZ di antaranya:
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, gambar tangkapan layar dengan klaim bahwa Indonesia telah menyiapkan senjata nuklir untuk menghancurkan Cina, tidak terbukti.Gambar tangkapan layar tersebut bersumber dari thumbnail sebuah video. Video itu sendiri sama sekali tidak menjelaskan bahwa Indonesia telah membangun sistem persenjataan nuklir untuk menghancurkan Cina.
Saat ini Indonesia masih terikat perjanjian dengan negara-negara anggota ASEAN terikat kawasan bebas senjata nuklir atau Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ) atau Traktat Bangkok yang ditandatangani pada 15 Desember 1995.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Rujukan
- https://twitter.com/IbnuTasrip/status/1454325047800344582/photo/1
- https://www.youtube.com/watch?v=MvEun_Dav8U
- https://www.youtube.com/watch?v=0oJ_F55YrQY
- https://www.youtube.com/watch?v=NaO9AogRLaE
- https://www.youtube.com/watch?v=cwTNOZSWqTU
- https://www.youtube.com/watch?v=MaOfWyUPnBg
- https://bangka.tribunnews.com/2021/09/20/bikin-dunia-geger-ini-kisah-indonesia-buat-bom-nuklir-libatkan-200-ilmuwan-buyar-pasca-g30spki
- http://setnas-asean.id/news/read/15-12-1995-lahirnya-traktat-bangkok-asean-sebagai-zona-bebas-nuklir
(GFD-2021-8800) Keliru, Anies Baswedan Raih Gelar Pahlawan Internasional 2021
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 03/11/2021
Berita
Tangkapan layar dari kanal Youtube berjudul “Hanya Anies yang bisa raih gelar pahlawan internasional, disambut hangat setelah dinobatkan pahlawan dunia” beredar di Facebook, 27 Oktober 2021.
Akun yang menyebarkan tangkapan layar tersebu t memberikan narasi, “buzzer receh kalo liat prestasi pak anies pasti auto cacingan dan kejang, nahan sakit hati.”
Dalam tangkapan layar itu tampak Presiden Jokowi menjabat tangan Anies Baswedan. Namun benarkah Anies Baswedan menerima gelar pahlawan internasional 2021?
Tangkapan layar unggahan dnegan klaim Anies Baswedan dinobatkan sebagai pahlawan internasional
Hasil Cek Fakta
Tempo menggunakan reverse image tool milik Google untuk memverifikasi foto Anies Baswedan bersama Jokowi tersebut. Hasilnya, foto itu tidak terkait dengan penobatan Anies Baswedan sebagai pahlawan dunia.
Tempo mendapatkan bahwa foto yang identik pernah dimuat oleh situs media cnnindonesia.com pada artikel berjudul Jokowi Beri Gelar Pahlawan Nasional pada Kakek Anies Baswedan, edisi 8 November 2018. Foto tersebut adalah karya jurnalis CNN Indonesia, Christie Stefanie.
Dalam keterangan foto tertulis, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir di Istana Kepresidenan menerima penganugerahan gelar Pahlawan Nasional dari Presiden RI Joko Widodo kepada kakeknya, AR Baswedan.
Konteks acara tersebut, seperti dalam berita CNN Indonesia, dijelaskan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh. Satu di antaranya adalah kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Abdurrahman Baswedan alias AR Baswedan, menjadi salah satu Pahlawan Nasional.
Penganugerahan itu disambut baik Anies Baswedan yang mewakili kakeknya menerima anugerah itu. Menurutnya, kebijakan Presiden Jokowi ini menjadi penyemangat bagi dirinya dan generasi muda melanjutkan perjuangan.
Penyerahan anugerah gelar Pahlawan Nasional untuk AR Baswedan itu, juga dimuat oleh Inews. Dalam video yang ditayangkan pada 10 November 2018 itu, momen saat Presiden Jokowi menjabat tangan Anies Baswedan berada dalam menit ke 1:45.
Dalam video itu juga terlihat banyak undangan yang hadir saat acara tersebut. Hal ini tampak berbeda dengan gambar dalam tangkapan layar di mana terlihat deretan kursi kosong di belakang Presiden Jokowi dan Anies Baswedan.
Tangkapan layar video Anies Baswedan dan Presiden Jokowi saat penyerahan anugerah gelar Pahlawan Nasional untuk AR Baswedan
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, foto dan narasi yang diklaim Anies Baswedan Raih Gelar Pahlawan Internasional 2021, adalahkeliru. Foto saat Anies Baswedan berjabat tangan dengan Presiden Jokowi itu terjadi saat Anies menerima penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada kakeknya, Abdurrahman Baswedan alias AR Baswedan pada November 2018.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- https://web.facebook.com/photo?fbid=118391100619157&set=bc.Aboj3dagUxLAxyHlSzumi6hIvHhBQd5qjwhsxSXTpQ28fL-npB-DYJcGifge852MEvYeh_QAb8FYcajx1mjaLQEhJ4mhRw_QtzMYZRgLPZy4-W3-8k6rD4houx7AJ3pml_ydRZjJDR2mM9I39zmHr5bJZwP12jfiyn1IpJHomSW5YQ&opaqueCursor=Abo9O9kouSZY5W2TlfDySzzEQURVqiDHJaL2hTI3M_UTD3uVFJTybVDWS2OFTkOOqjztETN95HTqpEOLaNXdak6XUcgTJyJFm2PCZq_OFj8iJkSCy2OGBJhQVFqo946XJMSBaeQA3Jnp-KViCaxKT9ZMDXU44qHroCTC47-Ptr6MiLrvbRJKsJ5jh5mdb2N3MqqkS653vY7TSL8FGeDv5h0qki_X2kiMb1BQY2ntY8jAToOJvLOqGwTPszGTrqkE-DytydjXuC2e7OSFps7aQxVstlzZVeAIr2vbrjtqFm_1IkjDABGQhKWM_CLDDq0ZWQzNEQznW-E4BJLkueUB7-0ia41e3q3ASnXLRBqDbop2ET8YXuYXGdkkTh4L9js3WPiAonjWvsC3e0RTvTbhAmHHX9z9rk1klx5-067aC1MQPK7S3a6jhr_J9B2v6HqnI-WZPPl34b_x_I1i7W7PhagoX3k8pxbNs12tuSOKdLHGUZHOZf3tBjzy_5WmbhTz6brjtvG-11LBL3Ien-Ky0tHxBha_RoSzPcyQ_9rMEVMJoxPnhr2uHjoFRtBpsY332VrH0ICA3FiBScCLf05Uoq2Q0ski2n0KdX6cbad4WLcXvjBSPkfkr0dVV-cVZ6xPEX5Z7ccYsYRJqg3AgZxuLxLJEjjhmriwTmU53ZkmAlgJhS4nb6ftbeu9d0MRHi5VyYcHgjq8i7sZjhUFFilq6RE8hXE-pRIXhsKnqs7xZQLy9Q&_rdc=1&_rdr
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181108134807-20-344970/jokowi-beri-gelar-pahlawan-nasional-pada-kakek-anies-baswedan
- https://www.youtube.com/watch?v=40OmRUs18P0
(GFD-2021-8799) Menyesatkan, Foto Presiden Jokowi Bersama Pemimpin Negara-Negara Anggota G-20
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 02/11/2021
Berita
Foto Presiden Joko Widodo dirangkul oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron saat bersama pemimpin negara lainnya, beredar di Twitter, Selasa 2 November 2021. Salah satu akun yang membagikan foto itu memberikan narasi, “Saat sorotan mata beberapa pemimpin negara2 anggota G-20 mengarah pada Presiden RI.”
Unggahan itu mendapatkan banyak respon dari warganet, dibagikan ulang sebanyak 310 kali hingga pukul 16.37 WIB dan disukai 2.416 akun. Beberapa akun memberikan komentar bahwa foto itu terjadi pada peristiwa KTT G-20 pada 2019.
Foto itu dibagikan di tengah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Roma, Italia. Presiden Jokowi sendiri hadir dalam event tersebut pada 30-31 Oktober 2021.
Hasil Cek Fakta
Dengan menggunakan reverse image tool dari Google, menunjukkan, foto saat Presiden Prancis Emmanuel Macron merangkul Presiden Jokowi tersebut, terjadi saat KTT G-20 yang berlangsung di Osaka, Jepang, pada 2019.
Foto tersebut adalah jepretan Biro Pers Sekretariat Presiden Laily Rachev yang dimuat oleh beberapa media. Salah satunya dipublikasikan oleh Deutsche Welle (DW) pada artikel berjudul Ucapan Selamat dari Pemimpin Dunia Mengalir ke Presiden Jokowi di KTT G20 Osaka, 28 Juni 2019.
Konteks foto tersebut termuat dalam keterangan yang tertulis: Presiden Prancis memberi selamat kepada Jokowi di KTT G20. Ucapan selamat itu terkait dengan terpilihnya Jokowi kembali sebagai Presiden Republik Indonesia untuk periode 2019-2024.
Dalam berita itu, Deutsche Welle (DW) menulis, ucapan ke Jokowi disampaikan dalam berbagai kesempatan di sela-sela perhelatan KTT G20, seperti pada saat menunggu untuk berfoto ketika para kepala negara/kepala pemerintahan akan memulai Leader's Side Event.
Biro Pers Sekretariat Presiden Laily Rachev juga memotret versi lengkap dari sesi menjelang berfoto tersebut yang berisi lebih banyak pemimpin negara lainnya. Dalam foto yang dimuat di CNBC Indonesia pada 28 Juni 2019, terlihat Presiden Jokowi berdiri dalam barisan bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an dan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.
Foto Jokowi saat KTT G20 2019
Berbeda saat hadir di KTT G-20 dua tahun sebelumnya, di KTT G-20 di Roma tahun ini Jokowi menggunakan jas abu-abu dan dasi biru gelap navy.
Foto Jokowi saat KTT G20 Italy
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan, foto Jokowi bersama pemimpin negara G-20 tersebut terjadi saat KTT G-20 di Osaka, Jepang, 2019. Foto tersebut dapat menyesatkan publik karena tidak memuat konteks waktu, karena bersamaan dengan pelaksanaan KTT G-20 di Roma, Italia, yang dihadiri Presiden Jokowi pada 30-31 Oktober 2021.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- https://www.dw.com/id/ucapan-selamat-dari-pemimpin-dunia-mengalir-ke-presiden-jokowi-di-ktt-g20-osaka/a-49386567
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20190628131706-7-81365/diapit-erdogan-macron-dan-trump-ini-gaya-jokowi-di-ktt-g20/1
- https://nasional.tempo.co/read/1523518/hasil-deklarasi-pemimpin-negara-g20-mulai-dari-kesehatan-hingga-perubahan-iklim
Halaman: 4343/5960