(GFD-2024-19166) [SALAH] Lirik di Lagu Soundtrack Serial Avatar: The Last Airbender Memiliki Tujuan untuk Memuja Dewa Hindu
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 18/04/2024
Berita
trend avatar? Apakah kamu mengetahui maksud lirik lagu itu yang berunsur pemujaan tuhan (agama Hindu)
Hasil Cek Fakta
Muncul sebuah unggahan Tiktok @_bobbobb membagikan klaim jika soundtrack di serial Avatar: The Last Airbender memiliki lirik yang berisi pemujaan untuk “Tuhan” di agama Hindu.
Diketahui pada tahun 2024 ini Netflix baru saja menayangkan serial live action yang diadaptasi dari salah satu serial kartun yang cukup terkenal yaitu Avatar: The Last Airbender.
Serial ini memiliki musik soundtrack yang cukup disukai dan dikenang oleh banyak orang karena alunan musiknya yang unik dan mudah diingat. Musik ini pun akhirnya menjadi ramai digunakan di Tiktok dan menjadi trend untuk beberapa waktu setelah versi adaptasi live action-nya tayang di Netflix.
Musik ini menjadi semakin disukai oleh masyarakat Indonesia setelah komposer musiknya, Jeremy Zuckerman, menyebutkan jika musik soundtrack ini terinspirasi dari lantunan suara para penari Kecak.
Pernyataan tersebut dapat kita lihat di video yang Youtube berjudul “How ‘Avatar’ Composer Jeremy Zuckerman Created The ATLA Score! ? | Exclusive Interview | @TeamAvatar”, penjelasan Jeremy mengenai hal tersebut ada di menit 8:47.
Pada penjelasannya, ia juga sama sekali tidak mengatakan adanya tujuan keagamaan apa pun saat mengadopsi lantunan suara Kecak ke karya musik miliknya ini.
Tari Kecak sendiri memiliki makna moral yang dapat kita ambil tanpa harus dikaitkan dengan unsur keagamaan mana pun. Dilansir dari Kumparan, tarian ini merupakan simbol dari persatuan, kebersamaan, dan kekompakan dalam menghadapi segala tantangan dan musuh. Suara “cak” yang dihasilkan oleh para penari melambangkan kekuatan dan semangat yang tak terkalahkan.
Diketahui pada tahun 2024 ini Netflix baru saja menayangkan serial live action yang diadaptasi dari salah satu serial kartun yang cukup terkenal yaitu Avatar: The Last Airbender.
Serial ini memiliki musik soundtrack yang cukup disukai dan dikenang oleh banyak orang karena alunan musiknya yang unik dan mudah diingat. Musik ini pun akhirnya menjadi ramai digunakan di Tiktok dan menjadi trend untuk beberapa waktu setelah versi adaptasi live action-nya tayang di Netflix.
Musik ini menjadi semakin disukai oleh masyarakat Indonesia setelah komposer musiknya, Jeremy Zuckerman, menyebutkan jika musik soundtrack ini terinspirasi dari lantunan suara para penari Kecak.
Pernyataan tersebut dapat kita lihat di video yang Youtube berjudul “How ‘Avatar’ Composer Jeremy Zuckerman Created The ATLA Score! ? | Exclusive Interview | @TeamAvatar”, penjelasan Jeremy mengenai hal tersebut ada di menit 8:47.
Pada penjelasannya, ia juga sama sekali tidak mengatakan adanya tujuan keagamaan apa pun saat mengadopsi lantunan suara Kecak ke karya musik miliknya ini.
Tari Kecak sendiri memiliki makna moral yang dapat kita ambil tanpa harus dikaitkan dengan unsur keagamaan mana pun. Dilansir dari Kumparan, tarian ini merupakan simbol dari persatuan, kebersamaan, dan kekompakan dalam menghadapi segala tantangan dan musuh. Suara “cak” yang dihasilkan oleh para penari melambangkan kekuatan dan semangat yang tak terkalahkan.
Kesimpulan
Berdasarkan interview dari komposer yang membuat soundtrack tersebut, ia menjelaskan jika ia hanya terinspirasi oleh suara lantunan para penari Kecak dan mengadopsinya ke dalam karya musiknya, tidak dijelaskan adanya maksud tujuan keagamaan apa pun.
Rujukan
(GFD-2024-19167) [SALAH] GIBRAN SEBUT PENERIMA MANFAAT MAKAN SIANG GRATIS TELAH DITERIMA OLEH 400 JUTA ANAK DI INDONESIA
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/04/2024
Berita
"*aya2 wae ... dia bilang 400 jt anak... padahal penduduk Indonesia aja hanya 250 jt... ???* campur ma anak tuyul"
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah unggahan melalui media sosial Facebook, potongan video dari Gibran Rakabuming Raka yang menyatakan bahwa penerima manfaat makan siang gratis adalah sebanyak 400 juta anak. Video yang diunggah oleh akun bernama Penipu Curang ini juga menambahkan narasi yang menyatakan bahwa Gibran telah keliru menyebut 400 juta anak sedangkan jumlah penduduk Indonesia saja hanya berjumlah 250 juta. Lalu apakah benar bahwa Gibran menyebut jumlah anak Indonesia sebanyan 400 juta?
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai potongan video ini ditemukan sebuah fakta yang menunjukkan bahwa klaim dari akun Penipu Curang ini mengandung kekeliruan.
Perlu diketahui bahwa potongan video yang beredar tersebut merupakan video pidato Gibran pada acara Konsolidasi Pemenangan Nasional bertajuk "Waktunya Indonesia Maju" di Sentul, Minggu, 12 Desember 2023. Di dalam video aslinya, Gibran menyatakan beberapa keunggulan dari program makan siang dan susu gratis. Gibran juga menyebutkan bahwa program ini telah diterima oleh lebih dari 400 juta anak di 76 negara.
"Ini saya bawa sesuatu ya. Sebuah gagasan yang sudah konkret. Bukan sebuah teori atau retorika. Ini saya mau mengenalkan program makan siang gratis dan susu gratis untuk anak-anak kita. Ya ini memang banyak yang nyinyir ya, tapi Bapak, Ibu harus tau, program makan siang gratis dan susu gratis ini sudah ada di 76 negara dan sudah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 400 juta anak, jadi bukanlah program yang mengada-ada," ucap Gibran.
Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa Gibran keliru menyebut 400 juta anak di Indonesia merupakan klaim yang tidak benar dan termasuk ke dalam kategori false context atau konteks yang salah.
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai potongan video ini ditemukan sebuah fakta yang menunjukkan bahwa klaim dari akun Penipu Curang ini mengandung kekeliruan.
Perlu diketahui bahwa potongan video yang beredar tersebut merupakan video pidato Gibran pada acara Konsolidasi Pemenangan Nasional bertajuk "Waktunya Indonesia Maju" di Sentul, Minggu, 12 Desember 2023. Di dalam video aslinya, Gibran menyatakan beberapa keunggulan dari program makan siang dan susu gratis. Gibran juga menyebutkan bahwa program ini telah diterima oleh lebih dari 400 juta anak di 76 negara.
"Ini saya bawa sesuatu ya. Sebuah gagasan yang sudah konkret. Bukan sebuah teori atau retorika. Ini saya mau mengenalkan program makan siang gratis dan susu gratis untuk anak-anak kita. Ya ini memang banyak yang nyinyir ya, tapi Bapak, Ibu harus tau, program makan siang gratis dan susu gratis ini sudah ada di 76 negara dan sudah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 400 juta anak, jadi bukanlah program yang mengada-ada," ucap Gibran.
Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa Gibran keliru menyebut 400 juta anak di Indonesia merupakan klaim yang tidak benar dan termasuk ke dalam kategori false context atau konteks yang salah.
Kesimpulan
Faktanya, 400 juta anak yang disebut Gibran di dalam pidatonya bukan merujuk pada jumlah anak di Indonesia. Namun merujuk pada 400 juta anak di 76 negara di dunia.
Rujukan
(GFD-2024-19168) [SALAH] PRABOWO PERINTAHKAN FRAKSI GERINDRA DPR RI DUKUNG HAK ANGKET
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/04/2024
Berita
"PRABOWO PERINTAHKAN FRAKSI GERINDRA DPR RI DUKUNG HAK ANGKET
Cebong sekarat dah"
Cebong sekarat dah"
Hasil Cek Fakta
Beredar hasil tangkapan layar sebuah artikel melalui media sosial Facebook, dengan judul "PRABOWO PERINTAHKAN FRAKSI GERINDRA DPR RI DUKUNG HAK ANGKET". Foto yang diunggah oleh akun bernama Yanti Siwe ini, juga diunggah melalui grup Facebook bernama Indonesia Bersuara, dengan tambahan narasi, "Cebong sekarat dah". Lalu apakah benar, Prabowo perintahkan kader-kader Gerindra di DPR RI untuk mendukung hak angket?
Setelah melakukan penelusuran mengenai informasi ini, ternyata ditemukan kekeliruan yang terkandung di dalamnya. Artikel yang ada di dalam unggahan diketahui merupakan artikel yang diterbitkan oleh cakralencananews.com, pada 24 Maret 2024.
Dengan judul seperti di atas, isi dari artikel tersebut ternyata tidak ada menyatakan bahwa Prabowo memerintah kader-kader Gerindra untuk dukung hak angket di DPR RI. Di dalam artikel tersebut, terdapat empat poin yang disampaikan, namun tanpa adanya referensi resmi dari pihak terkait. Selain itu, melihat foto yang digunakan di dalam artikel tersebut, diketahui bahwa foto tersebut mirip dengan foto yang terdapat di dalam artikel milik Jakarta Tribun yang membahas mengenai kunjungan Prabowo Subianto ke markas Nasdem. Saat itu, Prabowo disambut langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem beserta jajaran pengurusnya.
Adapun terkait dengan isu hak angket mengenai hasil pemilu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menegaskan bahwa partainya menilai hak serta angket tidak perlu digulirkan. Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena pasangan Prabowo-Gibran unggul cukup telak dibanding kandidat lainnya berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga. Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini pun menyebutkan, sikap Gerindra yang ingin menggandeng partai lain juga bukan untuk merayu agar hak angket tidak berjalan.
Setelah melakukan penelusuran mengenai informasi ini, ternyata ditemukan kekeliruan yang terkandung di dalamnya. Artikel yang ada di dalam unggahan diketahui merupakan artikel yang diterbitkan oleh cakralencananews.com, pada 24 Maret 2024.
Dengan judul seperti di atas, isi dari artikel tersebut ternyata tidak ada menyatakan bahwa Prabowo memerintah kader-kader Gerindra untuk dukung hak angket di DPR RI. Di dalam artikel tersebut, terdapat empat poin yang disampaikan, namun tanpa adanya referensi resmi dari pihak terkait. Selain itu, melihat foto yang digunakan di dalam artikel tersebut, diketahui bahwa foto tersebut mirip dengan foto yang terdapat di dalam artikel milik Jakarta Tribun yang membahas mengenai kunjungan Prabowo Subianto ke markas Nasdem. Saat itu, Prabowo disambut langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem beserta jajaran pengurusnya.
Adapun terkait dengan isu hak angket mengenai hasil pemilu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menegaskan bahwa partainya menilai hak serta angket tidak perlu digulirkan. Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena pasangan Prabowo-Gibran unggul cukup telak dibanding kandidat lainnya berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga. Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini pun menyebutkan, sikap Gerindra yang ingin menggandeng partai lain juga bukan untuk merayu agar hak angket tidak berjalan.
Kesimpulan
Faktanya, klaim yang disebutkan di dalam judul artikel tersebut tidak berdasar pada informasi resmi dari pihak terkait.
Rujukan
- https://jakarta.tribunnews.com/2024/03/22/surya-paloh-bertemu-prabowo-pengamat-sinyal-kebersamaan-dengan-anies-telah-berakhir
- https://populis.id/read65283/prabowo-segera-perintahkan-fraksi-gerindra-di-dpr-dukung-hak-angket
- https://nasional.kompas.com/read/2024/03/06/18124701/nasdem-ajak-parpol-pengusung-prabowo-dukung-hak-angket-gerindra-tidak-perlu
(GFD-2024-19169) [SALAH] Prabowo dan Gibran Berbagi Uang 30 Juta Hanya Dengan Follow Akun Tiktok
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 18/04/2024
Berita
Spesial Lebaran . Saya dan mas Gibran akan memberikan uang tunai sebesar 30 jt. kepada 200 orang yang membutuhkan
Hasil Cek Fakta
Turnbackhoax.id beberapa kali menemukan unggahan dengan klaim yang serupa mengenai Prabowo Subianto yang mengadakan giveaway uang jutaan rupiah. Kali ini ditemukan sebuah akun tiruan lainnya yang mengatasnamakan Prabowo Subianto mengunggah video yang berisi narasi bahwa ia akan memberikan uang sebesar 30 juta rupiah dalam rangka Lebaran.
Sebagaimana temuan sebelumnya, di temuan kali ini jika kita cek deskripsi akun pengunggah video tersebut maka kita akan menemukan sebuah link Whatsapp yang tertera pada bio akun. Link ini dapat diwaspadai sebagai modus penipuan online.
Prabowo Subianto sendiri tidak memiliki akun Tiktok resmi seperti Gibran yang mana akun milik Gibran sudah mendapatkan verifikasi centang biru oleh Tiktok yang menandakan bahwa akun tersebut memang benar milik Gibran Rakabuming. Pada akun Tiktok Gibran pun tidak ditemukan adanya giveaway uang sebesar 30 juta seperti yang dibagikan oleh akun tiruan Prabowo tersebut.
Sejauh ini sosial media resmi yang diketahui milik Prabowo Subianto adalah Instagram, Twitter, dan Facebook, ketiga akun di platform yang berbeda tersebut juga sudah mendapat verifikasi centang biru.
Sebagaimana temuan sebelumnya, di temuan kali ini jika kita cek deskripsi akun pengunggah video tersebut maka kita akan menemukan sebuah link Whatsapp yang tertera pada bio akun. Link ini dapat diwaspadai sebagai modus penipuan online.
Prabowo Subianto sendiri tidak memiliki akun Tiktok resmi seperti Gibran yang mana akun milik Gibran sudah mendapatkan verifikasi centang biru oleh Tiktok yang menandakan bahwa akun tersebut memang benar milik Gibran Rakabuming. Pada akun Tiktok Gibran pun tidak ditemukan adanya giveaway uang sebesar 30 juta seperti yang dibagikan oleh akun tiruan Prabowo tersebut.
Sejauh ini sosial media resmi yang diketahui milik Prabowo Subianto adalah Instagram, Twitter, dan Facebook, ketiga akun di platform yang berbeda tersebut juga sudah mendapat verifikasi centang biru.
Kesimpulan
Tidak benar bahwa Prabowo Subianto memberikan uang 30 juta untuk siapa saja dalam rangka Lebaran tahun 2024 ini, akun yang mengatasnamakan Prabowo tersebut dapat diindikasi sebagai akun penipuan.
Rujukan
Halaman: 3905/8122





