• (GFD-2024-19211) Hoaks! Erupsi Gunung Semeru telan banyak korban jiwa pada pertengahan April

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/04/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube menarasikan Gunung Semeru erupsi sejak lebaran hari ketiga atau pada 13 April 2024 hingga banyak menelan korban jiwa.

    Video berdurasi empat menit tersebut memperlihatkan gunung yang sedang mengeluarkan asap dan abu vulkanik.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “BENCANA HARI INI~NAAS LEBARAN KE TIGA..GUNUNG SEMERU KEMBALI MELETUS & BANYAK TELAN KORBA JIWA”

    Namun, benarkah Gunung Semeru erupsi pada 13 April hingga saat ini dan menelan banyak korban jiwa?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, memang benar Gunung Semeru mengalami erupsi dengan letusan setinggi 700 meter di atas puncak pada Jumat (12/04) pukul 03.31 WIB. Kemudian kembali erupsi selama 118 detik pada Senin (16/04) malam pukul 21.31 WIB.

    Hingga kemarin (18/04), getaran banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat selama hampir 5 jam karena hujan deras mengguyur kawasan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

    Selain getaran banjir, Gunung Semeru juga mengalami 33 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 41-170 detik, kemudian lima kali gempa guguran dengan amplitudo 3-8 mm dan lama gempa 48-129 detik.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Pusdalops BPBD Trenggalek hingga Jumat pagi tercatat ada delapan rumah dan satu masjid yang mengalami rusak parah. Beberapa rumah yang berada di tepi sungai pesisir selatan Munjungan, Trenggalek bahkan dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.

    "Untuk taksir kerugian masih kami lakukan pendataan. Namun sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa," kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, dilansir dari ANTARA.

    Klaim: Erupsi Gunung Semeru telan banyak korban jiwa

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-19728) [Cek Fakta] Benarkah Gunung Gamalama Ternate Erupsi? Ini Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/04/2024

    Berita

    Beredar sebuah narasi bahwa Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara mengalami erupsi, baru-baru ini. Narasi ini beredar di media sosial.  

    Adakah akun X @dowi* yang turut mengunggah narasi tersebut. Berikut narasi selengkapnya:

    "Dampak gunung gamalama erupsi di Ternate, pesawat garuda Indonesia PK-GMX jakarta ternate (CGK-TTE) muter muter sudah 4x putaran, kalau tidak memungkinkan landing di tujuan kenapa ga puter balik aja? YaAllah semoga baik baik aja," tulis akun tersebut, Jumat 19 April 2024.

    Benarkah demikian?

    Hasil Cek Fakta

    Dari penelusuran kami, klaim bahwa Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara mengalami erupsi, adalah salah. Faktanya, pihak berwenang telah membantah kabar ini.  

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan kabar tersebut, hoaks. PVMBG tidak melihat ada erupsi besar sebagaimana lazim terjadi pada gunung lain.

    "Hoax. Kalaupun ada potensi erupsi, itu berupa erupsi freatik, yang dampaknya hanya di sekitar kawah," kata Kepala PVMBG Hendra Gunawan kepada wartawan, Jumat 19 April 2024.

    Berdasarkan catatan PVMBG, erupsi terakhir pada Gamalama terjadi pada 4 Oktober 2018. Sementara peristiwa pada akhir Februari 2024 sekadar gempa vulkanik dengan embusan asap kawah putih setinggi 400 meter dari puncak tanpa dilanjutkan dengan erupsi.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara mengalami erupsi, adalah salah. Faktanya, pihak berwenang telah membantah kabar ini.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19250) [KLARIFIKASI] Foto Penumpang di Bandara Ben Gurion pada 2022, Bukan Eksodus akibat Serangan Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Foto Bandara Ben Gurion yang ramai penumpang dinarasikan sebagai bukti warga Israel melakukan eksodus akibat serangan Iran, pada Sabtu (13/4/2024).

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru dan tidak sesuai dengan konteks foto sebenarnya.

    Foto bandara Ben Gurion warga Israel melakukan eksodus disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada Sabtu (13/4/2024):

    Bandara Ben Gurion penuh dg orang2 Zionis-Israel yg mudik ke negara masing2 krn takut serangan Iran.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk mengetahui rekam jejak foto yang beredar.

    Hasil pencarian di TinEye mengarahkan ke situs Times of Israel soal padatnya bandara akibat libur Paskah.

    Foto identik ditemukan di situs berbagi gambar Flash90.

    Fotografer Avshalom Sassoni memotret suasana di area keberangkatan Bandara Ben Gurion menjelang hari raya Paskah, pada 14 April 2022.

    Foto tersebut tidak ada kaitannya dengan serangan Iran ke Israel pekan ini.

    Adapun Iran meluncurkan serangan udara terhadap Israel, pada Sabtu (13/4/2024) tengah malam dan Minggu (14/4/2024) dini hari.

    Serangan Iran merupakan balasan atas serangan Israel pada 1 April 2024 yang menewaskan dua jenderal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

    Kepala juru bicara militer Israel (IDF) Daniel Hagari mengatakan, serangan Iran melibatkan lebih dari 120 rudal balistik, 170 drone, dan lebih dari 30 rudal jelajah.

    Kesimpulan

    Foto suasana Bandara Ben Gurion saat libur Paskah, pada 14 April 2022, disebarkan dengan konteks keliru.

    Foto itu tidak ada kaitannya dengan eksodus akibat serangan Iran ke Israel.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19251) [KLARIFIKASI] Video Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer Nevatim, Bukan Bandara Ben Gurion

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang dinarasikan sebagai serangan peluru kendali atau rudal Iran menghantam Bandara Ben Gurion, Israel.

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru.

    Narasi mengenai rudal Iran menghantam Bandara Ben Gurion disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah akun pada Senin (15/4/2024):

    Allahu Akbar Allahu Akbar rudal-rudal IRGC Iran bagai hujan berjatuhan dan menghantam Bandara Ben Gurion Israhel laknatullah.

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Senin (15/4/2024), soal rudal Iran yang jatuh di bandara Ben Gurion.

    Hasil Cek Fakta

    Iran meluncurkan 120 rudal balistik, 170 drone, dan lebih dari 30 rudal jelajah ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam. Serangan berlangsung selama lima jam.

    Sejumlah media mengidentifikasi video serangan rudal Iran menghantam sekitar Bandara Ramon atau Pangkalan Angkatan Udara Nevatim.

    Seperti video yang diunggah di kanal YouTube Middle East Eye dan TRT World.

    Iran meluncurkan ratusan drone, rudal balistik, dan rudal kendali, tetapi serangan tersebut hanya menyebabkan kerusakan kecil di satu pangkalan militer Israel.

    Dilansir Telegraph, pejabat Amerika Serikat (AS) meyakini setidaknya ada sembilan rudal balistik Iran yang menghantam pangkalan udara Israel, pada Minggu (14/4/2024).

    AS merupakan sekutu Israel dengan membantu menembak jatuh sekitar 99 persen serangan udara yang dikirim Iran.

    Namun, ada lima rudal balistik yang gagal dicegat dan menghantam Pangkalan Angkatan Udara Nevatim di Gurun Negev, selatan Israel.

    Empat rudal lainnya menghantam pangkalan udara lain di Negev dan menyebabkan kerusakan signifikan.

    Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari, pada Minggu (14/4/2024) malam, mengatakan, hanya lima rudal jelajah Iran dan beberapa rudal balistik yang lolos dari pertahanan udara.

    Ia mengonfirmasi, ada kerusakan kecil di pangkalan udara militer Nevatim.

    Kesimpulan

    Video rudal Iran menghantam Pangkalan Angkatan Udara Nevatim, Israel, disebarkan dengan konteks yang keliru.

    Pejabat AS meyakini ada lima rudal balistik yang gagal dicegat dan menghantam pangkalan militer Nevatim di Gurun Negev, selatan Israel.

    Rujukan