• (GFD-2024-19265) [KLARIFIKASI] Genangan Air di Kereta Whoosh Bukan karena Kebocoran

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi soal kereta cepat Whoosh mengalami kebocoran.

    Narasi itu disertai video yang memperlihatkan genangan air di gerbong kereta, sementara hujan deras tampak di luar jendela.

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Informasi mengenai kebocoran kereta cepat Whoosh disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 12 April 2024:

    Seumur² naik kereta 'murah', gak pernah kebocoran krn hujan sampe kayak gini.Ini kereta mahal, dapet bonus kebanjiran.

    Hasil Cek Fakta

    Video genangan air di kereta cepat Whoosh sempat ramai di media sosial.

    General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa membantah bahwa penyebab genangan air akibat kebocoran.

    Menurut Eva, genangan terjadi karena tempias hujan saat pintu kereta terbuka untuk mengangkut penumpang.

    "Tidak betul, tidak ada kebocoran di Kereta Cepat Whoosh," kata Eva, dikutip dari Kompas.com.

    Genangan air terjadi di gerbong 1 dan 6 kereta dengan nomor perjalanan KA G 1234 relasi Tegalluar-Halim keberangkatan pukul 14.00 WIB, 12 April 2024.

    Hujan yang terbawa angin kencang masuk ke gerbong saat proses keberangkatan, karena seluruh pintu kereta harus terbuka.

    Dilansir Kompas.com, petugas segera melakukan pengeringan di seluruh area yang terkena tempias hujan dan dalam waktu lima menit gerbong sudah kembali kering seperti semula.

    Kesimpulan

    Genangan air di gerbong 1 dan 6 kereta Whoosh KA G 1234 relasi Tegalluar-Halim keberangkatan pukul 14.00 WIB, 12 April 2024, terjadi karena tempias hujan, bukan kebocoran.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19266) [HOAKS] Ayatollah Khamenei Jadi Sampul Majalah Forbes Edisi April 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei disebut menjadi sampul majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat, Forbes.

    Narasi itu muncul setelah Iran melancarkan serangan kepada Israel, pada 13-14 April 2024.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar. Sampul majalah Forbes bergambar Ayatollah Khamenei merupakan hasil rekayasa.

    Narasi soal sosok Ayatollah Khamenei menjadi sampul majalah Forbes dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Majalah dengan sampul Ayatollah Khamenei diklaim terbit pada 15 April 2024 dengan tajuk The Most Powerful Man (orang yang paling berkuasa).

    Salah satu akun menuliskan narasi sebagai berikut:

    "Orang Yang Paling Berkuasa"Adalah Ayatollah Sayyid Ali KhameneiSampul Majalah Forbes tanggal 15 April setelah Operasi IRAN pada malam tanggal 14 April.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Majalah Forbes menampilkan wajah Ayatollah Ali Khamenei di bagian sampul

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir AFP, juru bicara Forbes mengonfirmasi bahwa majalahnya tidak pernah menerbitkan edisi dengan sampul Ayatollah Khamenei.

    "Gambar yang dimaksud bukanlah sampul Forbes yang asli dan tidak pernah dipublikasikan di platform kami mana pun," kata seorang juru bicara majalah tersebut kepada AFP, pada 18 April 2024.

    Sampul tersebut juga tidak ditemukan di daftar majalah yang telah terbit. Sampul depan edisi April-Mei 2024 menampilkan Todd Boehly, seorang investor dan miliarder Amerika Serikat. 

    Selain itu, foto Ayatollah Khamenei juga bukan foto asli dari Forbes. Foto tersebut dipublikasikan di berbagai situs, termasuk situs resmi Pemerintah Iran yang diunggah pada 2015.

    Kesimpulan

    Narasi bahwa majalah Forbes menampilkan Ayatollah Ali Khamenei pada sampul edisi 15 April 2024 adalah hoaks.

    Juru bicara Forbes mengonfirmasi, majalah tersebut tidak pernah menerbitkan edisi dengan sampul Ayatollah Ali Khamenei.

    Adapun sampul Forbes edisi April-Mei 2024 menampilkan Todd Boehly, seorang investor dan miliarder AS.

    Rujukan

  • (GFD-2024-25249) CEK FAKTA [SALAH]: Rudal Iran Hantam Bandara Ben Gurion

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/04/2024

    Berita

    SULTRAKINI.COM: Beredar video yang dinarasikan sebagai serangan peluru kendali atau rudal Iran menghantam Bandara Ben Gurion, Israel.

    Narasi mengenai rudal Iran menghantam Bandara Ben Gurion disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini. Berikut narasi yang ditulis salah akun pada Senin (15/4/2024): Allahu Akbar Allahu Akbar rudal-rudal IRGC Iran bagai hujan berjatuhan dan menghantam Bandara Ben Gurion Israhel laknatullah.

    Hasil Cek Fakta

    Akun facebook MU’MIN INDONESIA mengunggah sebuah video dengan narasi yang menyatakan bahwa rudal Iran telah menghantam bandara Ben Gurion.

    Setelah dilakukan penelusuran, video tersebut identik dengan video yang diunggah dalam kanal youtube Middle East Eye dengan judul “The moment Iranian missiles hit Nevatim air base in Israel” yang diunggah pada 14 April 2024.

    Dilansir dari salah satu artikel dalam kompas.com video serangan rudal Iran menghantam sekitar Bandara Ramon atau Pangkalan Angkatan Udara Nevatim. Diketahui bahwa setidaknya ada sembilan rudal balistik Iran yang menghantam pangkalan udara Israel, pada Minggu 14 April 2024.

    Namun, ada lima rudal balistik yang gagal dicegat dan menghantam Pangkalan Angkatan Udara Nevatim di Gurun Negev, selatan Israel. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari, mengonfirmasi, ada kerusakan kecil di pangkalan udara militer Nevatim.

    Kesimpulan

    Video rudal Iran menghantam Pangkalan Angkatan Udara Nevatim, Israel, disebarkan dengan konteks yang keliru. Pejabat AS meyakini ada lima rudal balistik yang gagal dicegat dan menghantam pangkalan militer Nevatim di Gurun Negev, selatan Israel.

    Faktanya, rudal Iran menghantam Pangkalan Angkatan Udara Nevatim, Israel, bukan bandara Ben Gurion.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19222) [SALAH] BUKAN SEBUAH KEBETULAN, HANYA BERJARAK 30 METER, KANTOR KEDUBES KANADA DI DAMASKUS BERHASIL SELAMAT DARI SERANGAN ISRAEL, SEMENTARA KANTOR KEDUBES IRAN TIDAK

    Sumber: https://ghostarchive.org/archive/LUsn4
    Tanggal publish: 21/04/2024

    Berita

    "The Canadian embassy in Damascus is literally 30 meters away from the Iranian embassy. All the employees of the Canadian embassy in Damascus were withdrawn half an hour before the Israeli strike... It’s not a coincidence.

    Kedutaan Besar Kanada di Damaskus berjarak 30 meter dari Kedutaan Besar Iran. Seluruh pegawai kedutaan Kanada di Damaskus ditarik setengah jam sebelum serangan Israel... Ini bukan suatu kebetulan."

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah informasi melalui media sosial X, yang menyebutkan bahwa seluruh pegawai Kedutaan Besar Kanada yang berada di Damaskus, ditarik setengah jam sebelum terjadinya serangan Israel. Sementara itu, hal yang berbeda terjadi pada Kedutaan Besar Iran, yang terkena serangan Israel, padahal antara kedua kantor kedutaan ini hanya berjarak 30 meter. Akun X bernama @apocalypseos, kemudian menuliskan narasi yang menyebutkan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah kebetulan.

    Namun, setelah melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai hal tersebut, ditemukan sebuah penjelasan yang menunjukkan bahwa klaim oleh akun X tersebut mengandung kekeliruan. Melansir dari artikel periksa fakta Fullfact.org, disebutkan bahwa meskipun antara kantor Kedutaan Besar Kanada dengan Kantor Kedutaan Besar Iran di Damaskus memiliki jarak yang cukup dekat, Kantor Kedutaan Kanada di Damaskus secara resmi tidak lagi beroperasional sejak tahun 2012.

    Seorang juru bicara dari Urusan Global Kanada mengatakan kepada Full Fact bahwa:

    “Tidak ada diplomat Kanada di Damaskus. Kedutaan Besar Kanada untuk Suriah, di Damaskus, menghentikan operasinya pada bulan Maret 2012.”

    Pada bulan Maret 2012, bagian Urusan Global Kanada telah secara resmi mengumumkan bahwa mereka menangguhkan operasi kedutaan dan konsulat di Suriah karena “situasi keamanan yang memburuk” dan menyatakan bahwa diplomat Kanada telah meninggalkan negara tersebut.

    Jadi dapat disimpulkan, informasi yang menyatakan bahwa pegawai Kantor Kedutaan Besar Kanada di Damaskus ditarik setengah jam sebelum serangan Israel di Damaskus, merupakan informasi yang menyesatkan dan termasuk ke dalam kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Faktanya, kantor Kedutaan Besar Kanada di Damaskus tidak lagi beroperasi sejak tahun 2012.

    Rujukan