• (GFD-2024-19296) [KLARIFIKASI] Menara Eiffel Disorot Lampu Berwarna Bendera Israel pada 2023

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Pascaserangan Iran, beredar foto Menara Eiffel di Paris, Perancis, yang disorot lampu dengan warna bendera Israel dan simbol Bintang Daud.

    Peristiwa itu diklaim sebagai bentuk dukungan moral dan empati Perancis atas kehancuran Israel.

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru.

    Sebagai konteks, pada 14 April 2024, Iran menyerang Israel dengan lebih dari 300 pesawat nirawak dan rudal.

    Teheran menyebutkan, serangan itu merupakan balasan atas gempuran Israel ke Kompleks Kedutaan Iran di Damaskus, Suriah, pada 1 April 2024.

    Narasi yang beredar

    Foto Menara Eiffel disorot lampu dengan warna bendera Israel disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan Twitter ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (14/4/2024):

    Menara Eiffel di Paris!Menggambarkan betapa serangan Israel telah menghancurkan Israel hingga Prancis harus menunjukkan empati dan dukungan moral.Media Israel: Kami menjadi sasaran penghinaan publik yang berat dan belum pernah terjadi sebelumnya.Pencegahan Israel telah runtuh.

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Minggu (14/4/2024), mengenai foto menara Eiffel memancarkan lampu menampilkan warna bendera Israel.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk mengetahui rekam jejak foto. Hasil pencarian di Google Lens mengarahkan ke situs EPA Image.

    Momen Menara Eiffel disorot lampu dengan warna bendera Israel dan simbol Bintang Daud terjadi pada 9 Oktober 2023.

    Upaya itu dilakukan saat unjuk rasa mendukung Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan dilancarkan di Selatan Israel dan menewaskan lebih dari 700 orang.

    Foto pada momen yang sama juga ditemukan di Reuters.

    Terkait serangan Iran baru-baru ini, Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan, negaranya akan melakukan segalanya untuk menghindari eskalasi di Timur Tengah.

    "Kita harus berada di sisi Israel untuk memastikan perlindungan maksimal, namun juga menyerukan batasan untuk menghindari eskalasi," kata Macron, dilansir The Guardian.

    Kesimpulan

    Foto menara Eiffel disorot lampu dengan warna bendera Israel dan simbol Bintang Daud terjadi pada 9 Oktober 2023.

    Peristiwa itu merupakan bentuk dukungan Perancis kepada Israel setelah serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober 2023 dan tidak terkait serangan Iran pada 13 April 2024.

    Setelah serangan Iran, Perancis memang mendukung Israel, tetapi juga menyerukan untuk menghindari eskalasi di Timur Tengah.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19297) [HOAKS] Video WN China Tembakkan Senjata Api di Hadapan Sejumlah Orang di Sumut

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang mengeklaim warga negara China menembakkan senjata api di hadapan sejumlah orang.

    Dalam unggahan itu disebutkan bahwa kejadian tersebut berada di Sumatera Utara (Sumut)

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut tidak benar dan perlu diluruskan. 

    Narasi yang mengeklaim warga negara China menembakkan senjata api di hadapan sejumlah orang muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan seorang pria menembakkan senjata api di dalam sebuah ruangan. Video tersebut diberi keterangan:

    Alhamdulillah Pribumi telah dijajah kembali

    Selamat & Sukses untk ChinaKomunis

    Ada apa dengan Negeri Ku, Orang Cina menembakkan senjata di Sampali Sumut mengaku Senjata dari Kapolda. Ayo viralkan biar diusut Kapolda dan Cina ini..

    ADAKAH PERLAKUAN ISTIMEWA WARGA KLAS SATU CINA DI NEGRI INI??..Kalo PRIBUMI YG BERBUAT SPT INI..PASTI IBU DAN APARAT AKAN BERTINDAK BAK PAHLAWAN MENGAHAJAR PELAKU.. *Matiin Cina!!*

     

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Warga Negara China menembakka senjata api di hadapan sejumlah orang

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut identik dengan yang di kanal YouTube Liputan6 ini.

    Video telah diunggah pada 5 Oktober 2023. Dalam keterangannya, pria yang menembakkan senjata api merupakan pengusaha di Deli Serdang, Sumut. 

    Dikutip dari Tribun Medan, pria tersebut bernama Ruslan Sherl. Adapun Ruslan melakukan aksi tersebut di tempat usahanya di Jalan Gereja, Dusun IX Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumut. 

    Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi menjelaskan, kejadian itu terjadi pada 3 Oktober 2023.

    Kejadian bermula ketika sekitar 30 anggota organisasi pekerja datang ke gudang transportasi milik Ruslan. 

    Mereka disebut menghentikan aktivitas yang ada di lokasi. Kemudian, mandor perusahaan menghubungi Ruslan melalui gawai. 

    Setibanya di kantor, pelaku masuk ke ruang kerjanya dan melihat puluhan orang tersebut. Lalu, Ruslan mengusir mereka sambil mengeluarkan tembakan ke langit-langit ruangan.

    Sementara itu, Rudi yang merupakan Ketua RT I, Dusun IX, Desa Sampali mengatakan, berdasarkan informasi yang ia terima kejadian tersebut terjadi karena ada permasalahan PHK yang dilakukan sepihak oleh Ruslan.

    Tidak ada informasi valid yang menyebut Ruslan merupakan warga negara China, sehingga informasi yang beredar tidak benar. 

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim warga negara China menembakkan senjata api di hadapan sejumlah orang merupakan informasi tidak benar.

    Pria yang menembakkan senjata api merupakan pengusaha di Kabupaten Deli Serdang, Sumut bernama Ruslan Sherl.

    Tidak ada informasi valid yang menyebut Ruslan merupakan warga negara China. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-19307) [HOAKS] Bill Gates Melepaskan Nyamuk Penyebar Kaki Gajah di Bali

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Tersiar narasi tentang pelepasan nyamuk di Bali yang diprakarsai oleh pendiri Microsoft Bill Gates.

    Nyamuk yang disebut wolbachia itu diklaim sengaja disebarkan untuk menularkan penyakit filariasi atau kaki gajah.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi soal pelepasan nyamuk wolbachia di Bali dengan prakarsa Bill Gates dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada April 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    *_BALI dikeroyok NYAMUK BILL GATES ????_*. apakah kita rela NKRI digadaikan jokowi kpd bill gates demi dinasti jokowi...

    Konten Facebook itu memuat video berisi narasi nyamuk wolbachia adalah senjata Bill Gates untuk menyebarkan penyakit.

    "Ini keadaan kita genting banget. Anak-anak saudara nanti kakinya akan elephantiasis, kaki gajah...Program ini program depopulasi," kata narator dalam video.

    Hasil Cek Fakta

    Narasi keliru tentang nyamuk wolbachia marak beredar di media sosial. Tim Cek Fakta Kompas.com telah membantah hoaks terkait wolbachia dan merangkumnya di sini.

    Nyamuk wolbachia merupakan strategi pengendalian demam berdarah dengue (DBD) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Strategi ini mencakup pelepasan nyamuk Aedes aegypti yang diberi bakteri wolbachia.

    Wolbachia adalah bakteri yang dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti, sehingga virus tersebut tidak akan menular ke tubuh manusia.

    Selain itu, jika Aedes aegypti jantan yang telah diinfeksi wolbachia kawin dengan Aedes aegypti betina, maka virus dengue pada nyamuk betina akan terblokir.

    Wolbachia merupakan bakteri yang secara alami ada pada hampir 70 persen spesies serangga di dunia, termasuk lalat, lebah, kupu-kupu, dan nyamuk.

    Bali menjadi salah satu wilayah uji coba pelepasan nyamuk wolbachia untuk menekan penularan DBD melalui kerja sama Kemenkes dengan World Mosquito Program (WMP).

    WMP merupakan organisasi non-pemerintah yang dimiliki oleh Monash University, Australia, yang bekerja untuk melindungi masyarakat global dari penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah, zika, demam kuning, dan chikungunya.

    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pelepasan nyamuk wolbachia di Bali ditangguhkan karena sebagian masyarakat masih belum siap dengan program tersebut.

    "Sekarang sedang kita bahas dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk menunda dulu pelepasan Wolbachia, dan melakukan sosialisasi sampai masyarakat siap," kata Nadia, seperti diberitakan Kompas.com, 17 November 2023.

    WMP juga berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada melalui pendanaan Yayasan Tahija.

    Uji coba penyebaran nyamuk wolbachia yang dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul mampu menekan kasus demam berdarah sampai 77 persen.

    Teknologi wolbachia lantas menjadi studi pendahuluan di lima kota, yakni Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang, dan Bontang.

    Klaim nyamuk wolbachia dapat menularkan penyakit filariasis atau kaki gajah dibantah oleh peneliti dari Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Adi Utarini.

    Utarini mengatakan, tidak ada kaitan antara penyakit filariasis dengan teknologi wolbachia yang digunakan pada nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

    "Wolbachia yang ada pada cacing yang menyebabkan filariasis itu berbeda jenisnya dengan wolbachia pada nyamuk Aedes aegypti. Jadi wolbachia ini bukan hanya satu jenis, tetapi ada ribuan jenis," kata Utarini, seperti diberitakan Antara, 20 November 2023.

    Adapun penyakit kaki gajah disebabkan oleh infeksi parasit yang diklasifikasikan sebagai nematoda (cacing gelang) dari famili Filariodidea.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi soal pelepasan nyamuk wolbachia di Bali oleh Bill Gates adalah hoaks.

    Pelepasan nyamuk wolbachia di Bali merupakan kerja sama Kemenkes dengan World Mosquito Program (WMP), organisasi non-pemerintah milik Monash University, Australia.

    Pelepasan nyamuk wolbachia di Bali ditunda karena sebagian masyarakat masih belum siap dengan program tersebut.

    Klaim nyamuk itu akan digunakan untuk menyebarkan penyakit kaki gajah juga keliru.

    Tidak ada kaitan antara penyakit filariasis dengan teknologi wolbachia yang digunakan pada nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19308) [KLARIFIKASI] Momen Surya Paloh Cium Tangan Jokowi Terjadi pada 2019

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mencium tangan Presiden Joko Widodo.

    Berdasarkan narasi yang disertakan, peristiwa itu terjadi setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Namun, setelah ditelusuri, video tersebut diambil pada 2019.

    Video Surya Paloh mencium tangan Jokowi dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Salah satu akun mengunggah video tersebut pada 1 Maret 2024 dengan keterangan demikian:

    Amis Cium Tangan Surya Paloh,Surya Paloh Cium tangan Jokowi..Cuma kalau kaya gini Pendukung Amis Pura2 ga tau..????????????????????

    Di hina di caci tidak akan menjadikan orang baik menjadi rendah

    momen termahal tahun ini.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang menampilkan Surya Paloh mencium tangan Jokowi

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut indetik dengan unggahan di kanal YouTube Sekretariat Presiden ini pada 2019.

    Video yang beredar mencuplik klip pada menit ke-6 detik ke-50.

    Menurut keterangan video, momen itu terjadi ketika Presiden Jokowi menghadiri perayaan hari ulang tahun ke-8 Partai Nasdem pada 11 November 2019.

    Dalam video, Jokowi memberikan pujian kepada Surya Paloh, kemudian Ketua Umum Nasdem itu mencium tangan Jokowi.

    Dilansir Antara, Jokowi yang mengenakan kemeja berwarna putih tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, sekitar pukul 19.30 WIB dan disambut Surya Paloh.

    Selain Jokowi, sejumlah ketua umum partai politik dan pejabat negara juga hadir.

    Kesimpulan

    Video Surya Paloh mencium tangan Jokowi diambil sebelum Pilpres 2024.

    Peristiwa itu terjadi saat Presiden Jokowi menghadiri perayaan hari ulang tahun ke-8 Partai Nasdem pada 11 November 2019.

    Rujukan