• (GFD-2024-20936) [PENIPUAN] Akun Tiruan Facebook Pj Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 02/07/2024

    Berita

    “Mulyadi Irsan”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Pj Bupati Mulyadi Irsan bermuculan. Akun tersebut memasang nama dan foto profil Mulyadi Irsan serta menggunakan latar belakang foto Mulyadi saat pelantikan.

    “Kami menegaskan bahwa akun tersebut tidak dikelola oleh Bapak PJ Bupati Mulyadi Irsan maupun pihak resmi terkait. Harap berhati-hati dan waspada terhadap segala bentuk komunikasi atau informasi yang disampaikan melalui akun tersebut”, tulis Pemkab Tanggamus pada situs resminya.

    Pemkab Tanggamus menegaskan akun tersebut tidak dikelola oleh Pj Bupati Mulyadi Irsan dan menyarankan kepada masyarakat berhati-hati terhadap akun tersebut. Jika menemukan pesan serupa segera melapor ke pihak berwenang. Dapat disimpulkan akun Facebook bernama Mulyadi Irsan adalah tidak benar.

    Kesimpulan

    Akun tiruan. Bupati Tangggamus tidak memiliki akun Facebook.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20937) Keliru, Video Aburizal Bakrie yang Promosikan Obat Nyeri Sendi

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/07/2024

    Berita



    Sebuah video yang diklaim bahwa pengusaha dan politisi Partai Golkar Aburizal Bakrie mempromosikan obat nyeri sendi, beredar di Facebook [ arsip ]. Dalam video itu, tampak Aburizal Bakrie dengan audio yang mirip suaranya mengatakan tentang sakit sendi yang ia derita selama 17 tahun. Ia pun telah dirawat dan diobati oleh dokter-dokter terbaik di dalam dan luar negeri. Namun, pengobatan tersebut sia-sia dan para dokter telah berbohong padanya.

    Hingga akhirnya, dalam video itu, Aburizal menjelaskan tentang obat rahasia yang mampu menyembuhkan nyeri yang sudah ia derita selama 17 tahun dalam tempo satu minggu. Obat tidak diproduksi masal karena bila itu dilakukan hanya menguntungkan para dokter saja. Kalau ingin mendapatkannya bisa mengunjungi tautan yang ada dalam deskripsi.

     

    Video yang diunggah pada 6 Juni 2024 tersebut sudah disukai 13 ribu dan diputar sebanyak 2 juta kali. Benarkah Aburizal Bakrie menderita sakit nyeri sendi parah dan mempromosikan obat rahasia nyeri sendi? Berikut hasil verifikasi Tim Cek Fakta Tempo.

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Tempo memeriksa keaslian video dengan menggunakan pendeteksi deepfake. Pertama, menggunakan DeepFake-O-Meter, sebuah platform online sumber terbuka dan ramah pengguna yang dikembangkan oleh UB Media Forensics Lab (UB MDFL) untuk mendeteksi algoritma DeepFake pihak ketiga.

    Deepfake adalah jenis konten palsu yang memanfaatkan kecanggihan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menghasilkan video atau audio yang benar-benar baru, dengan tujuan akhir untuk menggambarkan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi pada kenyataannya. Konten deepfake dapat dianalisis dengan menggunakan tools dan pemeriksaan mendalam terhadap video dan suara. Seperti yang dilakukan Tim Cek Fakta Tempo pada video Aburizal Bakrie tersebut.

    Dengan tools tersebut, hasilnya menunjukkan 100 persen video itu menyerupai hasil sintesis dengan generatif-AI. DeepFake-O-Meter menganalisis adanya ketidaksingkronan antara gerakan mulut dengan audio yang diucapkan.



    Dilansir dari situs IDN Times Nia Ramadhani, menantu Aburizal Bakrie, mengatakan video Aburizal tersebut hasil rekayasa menggunakan alat kecerdasan buatan generatif (gen-AI) yang bertujuan untuk mempromosikan produk obat atau kesehatan.  

    Nia Ramadhani kemudian mengungkap bahwa kondisi ayah mertuanya sangat sehat. Bahkan saat ini Nia Ramadhani dan keluarga serta mertua, sedang liburan di Italia. "Alhamdulillah ayah kami dalam keadaan sehat," kata istri Ardi Bakrie ini.

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan video pengusaha dan politisi Aburizal Bakrie yang mengalami gangguan nyeri sendi dan mempromosikan obat rahasia adalah keliru. 

    Video tersebut merupakan jenis deepfake. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-20940) Cek fakta, video Marselino nyatakan tidak ikut kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/07/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Babak kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga akan berlangsung pada 5 September 2024 hingga 10 Juni 2025.

    Diketahui Indonesia akan bersaing dengan Australia, Arab Saudi, Bahrain, China, dan Jepang.

    Sebuah unggahan video TikTok menarasikan gelandang serang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan menyatakan tidak akan ikut kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Kemungkinan di round 3 kualifikasi Piala Dunia saya tidak akan bermain

    Ada satu pemain naturalisasi yang akan menggantikan saya”

    Namun, benarkah video Marselino nyatakan tidak ikut kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, video tersebut serupa dengan unggahan YouTube saat Marselino melakukan konferensi pers setelah pertandingan Indonesia melawan Yordania di Piala Asia U-23.

    Sehingga, dalam video tersebut tidak ada narasi Marselino menyatakan tidak ikut kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga. Hingga saat ini, belum diketahui siapa saja pemain yang akan ikut di kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga.

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengatakan bahwa dirinya optimistis tim nasional sepak bola Indonesia bisa bersaing dalam Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, meski melawan banyak timnas yang kuat di Asia.

    "Timnas Indonesia tetap optimistis, semangat mereka tetap ya ingin berjuang keras dan akan bertemu dengan negara-negara hebat lainnya," kata Dito, dilansir dari ANTARA.

    Klaim: Video Marselino nyatakan tidak ikut kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga

    Rating: Disinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-20943) [HOAKS] Jokowi Akan Pecat Polisi di Cirebon jika Kasus Vina Tidak Terpecahkan

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo diklaim akan memecat anggota kepolisian di Cirebon jika kasus pembunuhan Vina pada 2016 silam tidak terpecahkan.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Narasi bahwa Jokowi akan memecat polisi di Cirebon jika kasus pembunuhan Vina tidak terpecahkan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video berdurasi 11 menit 3 detik pada 30 Mei 2024 dengan keterangan demikian:

    presiden Jokowi tegaskan bila kasus vina tidak terpecahkan,, akan memecat polri Cirebon!!

    Dalam video terdapat klip Presiden Jokowi memberikan keterangan pers. Selain itu, terdapat klip Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan kepada anggota Polri.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri klip Presiden Jokowi sedang memberikan keterangan pers.

    Hasilnya, klip itu identik dengan video di kanal YouTube Kementerian Sekretariat Negara RI ini. Jokowi menyampaikan soal ekspor minyak goreng yang kembali dibuka pada 23 Mei 2022.

    Menurut Jokowi, kebijakan itu diambil setelah pasokan minyak goreng dalam negeri tercukupi.

    Jokowi juga menegaskan telah memerintahkan aparat hukum untuk menyelidiki dan memproses hukum para pelaku penyelewengan distribusi dan produksi minyak goreng. 

    Sementara, klip yang menampilkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo identik dengan video di kanal YouTube Kompas TV ini.

    Dalam video yang diunggah pada 2021 itu, Listyo meminta jajarannya untuk menindak tegas personel polisi yang melanggar aturan. 

    Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid bahwa Jokowi akan memecat polisi di Cirebon jika kasus Vina tidak terpecahkan.

    Seperti diberitakan Kompas.com, pada 30 Mei 2024, Jokowi meminta Polri untuk mengusut kasus pembunuhan Vina secara transparan.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Presiden Jokowi akan memecat polisi di Cirebon jika kasus Vina tidak terpecahkan merupakan hoaks.

    Judul video yang beredar tidak sesuai dengan isinya. Dalam video aslinya, Jokowi menyampaikan soal ekspor minyak goreng yang kembali dibuka pada 23 Mei 2022.

    Rujukan