• (GFD-2024-21082) [KLARIFIKASI] Manipulasi Foto Biden Arahkan Pistol ke Istrinya

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah foto memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menodongkan pistol kepada istrinya, Jill Biden.

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut merupakan konten manipulatif bernada satire.

    Foto Joe Biden menodongkan pistol pada istrinya disebarkan oleh akun Twitter ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada Senin (8/7/2024):

    Joe?????? plz don’t resort to murder.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk mengecek rekam jejak foto yang beredar.

    Hasil pencarian di Google Lens mengarahkan ke situs Getty Images. Dalam foto aslinya, Joe Biden bukan memegang pistol, melainkan bunga dandelion untuk istrinya.

    Saat itu, Joe Biden memetik setangkai dandelion kemudian memberikan kepada istrinya.

    Momen yang dipotret oleh Sarah Silbiger itu terjadi saat mereka berjalan ke Marine One di Ellipse dekat Gedung Putih, Washington, DC, pada 29 April 2021.

    Presiden AS dan Ibu Negara berencana menghabiskan waktu di Georgia untuk memperingati 100 hari pertama menjabat dan mengunjungi mantan Presiden Jimmy Carter.

    Kunjungan mereka juga diwartakan oleh People dan Newsweek.

    Foto Biden memegang pistol merupakan konten manipulatif bernada satire.

    Joe Biden digadang-gadang kembali berkontestasi dalam Pilpres AS 2024 mewakili Partai Demokrat, sehingga muncul konten bernada satire dari kubu politik yang bertentangan.

    Kesimpulan

    Foto Joe Biden menodongkan pistol pada istrinya merupakan konten manipulatif. Dalam foto aslinya, Joe Biden hendak memberikan bunga dandelion.

    Momen tersebut diabadikan ketika Jill dan Joe Biden berjalan ke Marine One di Ellipse dekat Gedung Putih, Washington, DC, pada 29 April 2021.

    Rujukan

  • (GFD-2024-22674) Benarkah Ekor Ikan Tongkol Bisa Menyebabkan Keracunan? Cek Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/07/2024

    Berita

    Benarkah Ekor Ikan Tongkol Bisa Menyebabkan Keracunan? Cek Faktanya

    Beredar video mengeklaim ekor ikan tongkol berbahaya dan bisa menyebabkan keracunan

    Benarkah Ekor Ikan Tongkol Bisa Menyebabkan Keracunan? Cek Faktanya

    Beredar sebuah video di media sosial Instagram yang mengeklaim bahwa ekor ikan tongkol berbahaya dan bisa menyebabkan keracunan.

    Narator dalam video mengatakan bahwa ekor ikan tongkol berbahaya dan sebaiknya dibuang sebelum dimasak.

    “Jika kelenjar ini pecah, maka bisa mengakibatkan keracunan. Jadi sebelum masak ikan tongkol, sebaiknya buang dulu bagian ini dengan cara ditarik. Dengan demikian ikan tongkol ini sudah aman dimasak dan aman untuk dikonsumsi,” kata seseorang dalam video tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Melansir dari situs Kominfo, ahli gizi sekaligus pengurus Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Ati Nirwanawati, menjelaskan ekor ikan tongkol berbahaya adalah klaim yang salah.

    Menurut Ati, salah satu jenis keracunan yang sering terjadi pada ikan tongkol adalah keracunan histamin atau scombroid fish poisoning.

    "Racun bukan terletak pada ekor melainkan pada insangnya," katanya.

    Lebih lanjut, mengutip situs rsnas.kulonprogokab.go.id, ikan tongkol yang dibiarkan pada suhu kamar akan mengalami proses penurunan mutu, menjadi tidak segar lagi, dan jika dikonsumsi juga akan menimbulkan keracunan.

    Selain keracunan histamin, keracunan ikan tongkol juga bisa disebabkan oleh kontaminasi bakteri patogen seperti Escherichia Coli, Salmonella, Vibrio Cholerae, Enterobacteriaceae, dan lain-lain.

    Bakteri tersebut banyak terdapat pada anggota tubuh manusia yang tidak higienis, kotoran, isi perut ikan, serta peralatan yang tidak bersih.

    Sementara itu, melansir dari situs klikdokter, menurut dr. Adeline Jaclyn, ikan tongkol yang tidak segar bisa berefek keracunan pada tubuh Anda.

    Terkait ikan tongkol, Anda bisa mengalami keracunan scombroid. Keracunan ini terjadi karena menelan makanan yang terkontaminasi, terutama ikan.

    Pada keracunan scombroid, bakteri telah tumbuh selama penyimpanan yang tidak tepat dari daging ikan yang berwarna gelap. Bakteri tersebut menghasilkan toksin scombroid.

    Toksin scombroid mungkin merupakan kombinasi dari histamin dan bahan kimia mirip histamin. Racun ini belum tentu memengaruhi semua orang yang menelannya.

    Ikan yang rentan menghasilkan racun scombroid antara lain, ikan teri, salmon, herring, tongkol, tuna, dan sarden.

    Tanda-tanda keracunan scombroid umumnya dimulai dengan cepat, sekitar 30 menit hingga 1 jam setelah racun tertelan. Gejala keracunan tersebut meliputi:

    - Mual

    - Muntah

    - Kram perut

    - Diare

    - Sakit kepala

    Gejala lain mungkin termasuk gatal, sensasi terbakar di mulut, demam, atau sensasi detak jantung yang tidak biasa. Reaksi yang parah termasuk tekanan darah turun, jantung berdebar kencang, dan mengi.

    Gejala keracunan ikan tongkol ini biasanya berlangsung sekitar 3 jam. Namun, beberapa orang bisa mengalami ketidaknyamanan hingga berhari-hari.

    Kesimpulan

    Ekor ikan tongkol diklaim berbahaya dan menyebabkan keracunan adalah keliru. Sebab Keracunan ikan tongkol juga bisa disebabkan oleh kontaminasi bakteri

    Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21024) Hoaks! Video sapi laut di Bangkalan Madura

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/07/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video berdurasi 13 detik beredar di WhatsApp menampilkan video hewan berwarna hitam bercak putih terdampar di pantai, di kepalanya terdapat tanduk dan memiliki sirip seperti anjing laut namun berwajah seperti sapi.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Heboh ada yang dapat SAPI LAUT . . di Bangkalan Madura”

    Namun, benarkah video sapi laut terdampar di Pantai daerah Bangkalan Madura?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran ANTARA menggunakan google reverse image, video tersebut pertama kali diunggah di Instagram traveler luar negeri, Mike Holston. Mike mengunggah video tersebut dengan deskripsi “namakan hewan ini”.

    ANTARA menggunakan pendeteksi Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi video tersebut dan hasilnya video tersebut 63 persen merupakan hasil AI. Sehingga video tersebut merupakan hasil suntingan atau deepfake dan klaim video sapi laut di Bangkalan Madura merupakan keliru.

    Deepfake sendiri merupakan teknologi manipulasi video dan audio yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menciptakan konten yang membuat orang terlihat atau terdengar melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak dilakukan.

    Teknologi ini telah muncul sejak tahun 2017 dan terus berkembang dengan kemampuan yang semakin canggih dalam mengubah wajah dan suara seseorang dalam video.

    Klaim: video sapi laut di Bangkalan Madura

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-21025) Hoaks! Video Jokowi akan bagikan pengeras suara kepada masyarakat diakhir jabatannya

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/07/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di TikTok menarasikan Presiden Joko Widodo akan membagikan pengeras suara pada akhir masa jabatannya.

    Dalam video tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar dalam menyampaikan kabar tersebut.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “yang mau dapat hadiah speaker murah bisa komen”

    Berikut transkrip Jokowi dalam unggahan tersebut:

    “Bismillahirrahmanirahim sebelum mengakhiri masa jabatan saya, saya akan memberikan kenang-kenangan yaitu speaker bluetooth secara gratis keseluruh rakyat Indonesia yang sebelumnya dijual dengan harga 600 ribu sekarang saya diskon menjadi 100 ribuan saja. Semoga hadiah ini dapat bermanfaat untuk menjadi hiburan bapak ibu serta keluarga dirumah.”

    Namun, benarkah video Jokowi akan bagikan pengeras suara kepada masyarakat pada akhir jabatannya?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran ANTARA menggunakan Google Reverse Image, foto tersebut serupa dengan unggahan foto dilaman KemenPAN RB yang berjudul “Presiden Jokowi Umumkan Rekrutmen 2,3 Juta, Menteri PANRB: Untuk Fresh Graduate dan Tuntaskan Tenaga Non ASN”.

    Dalam unggahan tersebut, pemerintah mengumumkan pembukaan seleksi calon aparatur sipil negara atau ASN. Pengumuman disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Total jumlah rekrutmen ASN pada 2024 mencapai 2,3 juta formasi.

    ANTARA juga menggunakan pendeteksi suara hasil kecerdasan buatan atau AI Voice Detector suara Jokowi pada video tersebut. Hasilnya suara dalam video tersebut 99,9 persen merupakan hasil buatan AI atau deepfake.

    Klaim: Video Jokowi akan bagikan pengeras suara

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan