KOMPAS.com- Sebuah video yang diunggah di media sosial mengeklaim selebritas Raffi Ahmad membagikan bantuan sosial (bansos) melalui situs judi.
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi. Informasinya pun dipastikan hoaks.
Video yang mengeklaim Raffi Ahmad membagikan bansos melalui situs judi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Dalam video terdapat tangkapan layar pemberitaan Kompas.com pada 31 Januari 2024 dengan judul:
Memiliki Hati yang Dermawan Raffi Ahmad Bantu Pemerintah Berikan Bansos Melalui Situs Miliknya Yakni UUS777
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Raffi Ahmad membagikan bansos melalui situs judi
(GFD-2024-21446) [HOAKS] Raffi Ahmad Bagikan Bansos Melalui Situs Judi
Sumber:Tanggal publish: 29/07/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan teknik reverse image search untuk menelusuri video yang menampilkan Raffi Ahmad.
Hasilnya identik dengan unggahan video di kanal YouTube Official iNews ini pada 2020.
Dalam video aslinya Raffi memberikan klarifikasi soal foto dirinya yang dianggap melanggar protokol kesehatan (prokes) saat pandemi Covid-19 pada 2020.
Melalui unggahan di media sosial, Raffi meminta maaf dan menjelaskan bahwa ia telah melakukan pemeriksaan ketika menghadiri acara dalam foto tersebut.
Kemudian Tim Cek Fakta mengecek tangkapan layar pemberitaan di Kompas.com yang menyebut Raffi membagikan bansos melalui situs judi.
Hasilnya, tidak ditemukan informasi yang dimaksud. Tangkapan layar tersebut mengubah judul artikel di Kompas.com pada 31 Januari 2024 dengan judul "[HOAKS] Detikcom Beritakan Raffi Ahmad Buka Situs Judi".
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Raffi membagikan bansos melalui situs judi terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI, dengan probabilitas mencapai 99,9 persen.
Hasilnya identik dengan unggahan video di kanal YouTube Official iNews ini pada 2020.
Dalam video aslinya Raffi memberikan klarifikasi soal foto dirinya yang dianggap melanggar protokol kesehatan (prokes) saat pandemi Covid-19 pada 2020.
Melalui unggahan di media sosial, Raffi meminta maaf dan menjelaskan bahwa ia telah melakukan pemeriksaan ketika menghadiri acara dalam foto tersebut.
Kemudian Tim Cek Fakta mengecek tangkapan layar pemberitaan di Kompas.com yang menyebut Raffi membagikan bansos melalui situs judi.
Hasilnya, tidak ditemukan informasi yang dimaksud. Tangkapan layar tersebut mengubah judul artikel di Kompas.com pada 31 Januari 2024 dengan judul "[HOAKS] Detikcom Beritakan Raffi Ahmad Buka Situs Judi".
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Raffi membagikan bansos melalui situs judi terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI, dengan probabilitas mencapai 99,9 persen.
Kesimpulan
Video yang mengeklaim Raffi Ahmad membagikan bansos melalui situs judi tidak benar dan merupakan hasil manipulasi.
Dalam video aslinya Raffi memberikan klarifikasi soal foto dirinya yang dianggap melanggar prokes saat pandemi Covid-19 pada 2020.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Raffi membagikan bansos melalui situs judi terdeteksi dihasilkan AI.
Pemberitaan Kompas.com juga dicatut dalam konten hoaks ini. Sehingga, konten ini bisa dikategorikan sebagai impostor.
Dalam video aslinya Raffi memberikan klarifikasi soal foto dirinya yang dianggap melanggar prokes saat pandemi Covid-19 pada 2020.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Raffi membagikan bansos melalui situs judi terdeteksi dihasilkan AI.
Pemberitaan Kompas.com juga dicatut dalam konten hoaks ini. Sehingga, konten ini bisa dikategorikan sebagai impostor.
Rujukan
- https://web.facebook.com/100071549153951/videos/472849572152699/?mibextid=0VwfS7&rdid=PS61sQr5FXLcoCj6
- https://www.youtube.com/watch?v=ngnkk4jIoIk
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/01/31/084500882/-hoaks-detikcom-beritakan-raffi-ahmad-buka-situs-judi
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-21447) Hoaks Argentina Resmi Mengeluarkan Uang Kertas Bergambar Messi
Sumber:Tanggal publish: 29/07/2024
Berita
tirto.id - Lionel Messi telah menjadi legenda di ranah sepak bola dunia. Hal ini setidaknya dibuktikan dengan raihan delapan gelar Ballon d’Or, atau penghargaan pemain terbaik dunia, yang telah ia raih sepanjang karirnya di dunia sepak bola.
Pemain kelahiran Rosario, Argentina itu, baru-baru ini juga turut mengantarkan Argentina meraih gelar juara Copa America 2024, untuk yang kedua kalinya.
Tak ayal, dengan sederet kiprah dan prestasinya di dunia sepak bola, nama Messi pun kerap menjadi perbincangan. Terbaru, beredar narasi di media sosial yang menyebut bahwa pemerintah Argentina resmi mengeluarkan uang kertas baru bergambar Messi.
Narasi yang sama menyebut penerbitan uang kertas bergambar Messi ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada Messi dan Timnas Argentina. Uang kertas tersebut juga diklaim akan menjadi uang kertas dengan nominal nilai termahal di wilayah Amerika Latin.
Narasi tersebut ditemukan diunggah oleh akun Facebook bernama “Berita Sepakbola Dunia” (arsip). Selain itu, kami juga menemukan unggahan serupa di akun “Danendra Hafidzul Ahkam”, “Temon”, dan “Seputar sepak bola”, yang kesemuanya muncul dalam periode Kamis (19/7/2024) hingga Sabtu (27/7/2024).
Sejumlah unggahan tersebut juga menyertakan foto uang kertas bergambar Messi dengan keterangan nilai nominal 1.000 Peso. Terlihat juga ada tanda tangan Messi dalam uang kertas tersebut.
Sepanjang Kamis (19/7/2024) hingga Senin (29/7/2024), atau selama 10 hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan tersebut telah memperoleh 11 ribu tanda suka, 2,4 ribu komentar dan telah dibagikan sebanyak 565 kali.
Lantas, benarkah klaim yang menyebut pemerintah Argentina resmi mengeluarkan uang kertas baru bergambar Lionel Messi?
Pemain kelahiran Rosario, Argentina itu, baru-baru ini juga turut mengantarkan Argentina meraih gelar juara Copa America 2024, untuk yang kedua kalinya.
Tak ayal, dengan sederet kiprah dan prestasinya di dunia sepak bola, nama Messi pun kerap menjadi perbincangan. Terbaru, beredar narasi di media sosial yang menyebut bahwa pemerintah Argentina resmi mengeluarkan uang kertas baru bergambar Messi.
Narasi yang sama menyebut penerbitan uang kertas bergambar Messi ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada Messi dan Timnas Argentina. Uang kertas tersebut juga diklaim akan menjadi uang kertas dengan nominal nilai termahal di wilayah Amerika Latin.
Narasi tersebut ditemukan diunggah oleh akun Facebook bernama “Berita Sepakbola Dunia” (arsip). Selain itu, kami juga menemukan unggahan serupa di akun “Danendra Hafidzul Ahkam”, “Temon”, dan “Seputar sepak bola”, yang kesemuanya muncul dalam periode Kamis (19/7/2024) hingga Sabtu (27/7/2024).
Sejumlah unggahan tersebut juga menyertakan foto uang kertas bergambar Messi dengan keterangan nilai nominal 1.000 Peso. Terlihat juga ada tanda tangan Messi dalam uang kertas tersebut.
Sepanjang Kamis (19/7/2024) hingga Senin (29/7/2024), atau selama 10 hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan tersebut telah memperoleh 11 ribu tanda suka, 2,4 ribu komentar dan telah dibagikan sebanyak 565 kali.
Lantas, benarkah klaim yang menyebut pemerintah Argentina resmi mengeluarkan uang kertas baru bergambar Lionel Messi?
Hasil Cek Fakta
Pertama-tama, Tim Riset Tirto mengambil tangkapan layar dari salah satu foto uang kertas tersebut. Lalu, kami menggunakan tangkapan layar ini untuk dimasukkan ke perangkat reverse image search dari Google Images dan Yandex.
Hasilnya, kami menemukan bahwa narasi pemerintah Argentina mengeluarkan uang kertas bergambar Messi telah beredar sejak negara tersebut menjuarai Piala Dunia pada tahun 2022 lalu.
Mengutip laman pemeriksa fakta asal India Wion, isu ini bermula dari artikel yang dipublikasikan oleh media asal Meksiko El Financiero. Media tersebut memberitakan bahwa salah satu pejabat Bank Sentral Argentina sempat mengusulkan penerbitan uang kertas dengan gambar Messi. Namun, usulan itu disampaikan dalam konteks candaan.
“Dan sebelum anda berpikir usulan ini benar, opsi ini hanya 'bercanda', yang diusulkan oleh anggota Bank Sentral Argentina. Meskipun begitu, salah satu direktur yang paling antusias, seperti Lisandro Cleri, adalah pendukung setia Boca Juniors, dan Eduardo Hecker, pendukung Independiente, sepakat bahwa uang kertas dengan desain ini akan membangkitkan semangat mengoleksi orang Argentina,” tulis El Financiero.
Lebih lanjut, mengutip media pemeriksa fakta asal India, Boom, Manajer Komunikasi Senior Bank Sentral Argentina, Fernando Alonso, juga telah memastikan bahwa narasi bahwa pemerintah Argentina mengeluarkan uang kertas bergambar Messi tidak benar.
“Narasi itu tidak benar. Rencana itu tidak ada dalam agenda kerja,” kata Alonso, dikutip dari Boom, Jumat (23/12/2022).
Tirto juga menelusuri laman resmi Bank Sentral Argentina, hasilnya kami tidak menemukan satupun informasi terkait penerbitan uang kertas bergambar Messi.
Sebagai informasi, uang kertas bernilai 1.000 peso yang saat ini secara resmi digunakan di Argentina bergambar Burung Rufous Hornero, burung nasional negara Argentina. Uang kertas ini pertama kali diterbitkan pada 1 Desember 2017.
Hasilnya, kami menemukan bahwa narasi pemerintah Argentina mengeluarkan uang kertas bergambar Messi telah beredar sejak negara tersebut menjuarai Piala Dunia pada tahun 2022 lalu.
Mengutip laman pemeriksa fakta asal India Wion, isu ini bermula dari artikel yang dipublikasikan oleh media asal Meksiko El Financiero. Media tersebut memberitakan bahwa salah satu pejabat Bank Sentral Argentina sempat mengusulkan penerbitan uang kertas dengan gambar Messi. Namun, usulan itu disampaikan dalam konteks candaan.
“Dan sebelum anda berpikir usulan ini benar, opsi ini hanya 'bercanda', yang diusulkan oleh anggota Bank Sentral Argentina. Meskipun begitu, salah satu direktur yang paling antusias, seperti Lisandro Cleri, adalah pendukung setia Boca Juniors, dan Eduardo Hecker, pendukung Independiente, sepakat bahwa uang kertas dengan desain ini akan membangkitkan semangat mengoleksi orang Argentina,” tulis El Financiero.
Lebih lanjut, mengutip media pemeriksa fakta asal India, Boom, Manajer Komunikasi Senior Bank Sentral Argentina, Fernando Alonso, juga telah memastikan bahwa narasi bahwa pemerintah Argentina mengeluarkan uang kertas bergambar Messi tidak benar.
“Narasi itu tidak benar. Rencana itu tidak ada dalam agenda kerja,” kata Alonso, dikutip dari Boom, Jumat (23/12/2022).
Tirto juga menelusuri laman resmi Bank Sentral Argentina, hasilnya kami tidak menemukan satupun informasi terkait penerbitan uang kertas bergambar Messi.
Sebagai informasi, uang kertas bernilai 1.000 peso yang saat ini secara resmi digunakan di Argentina bergambar Burung Rufous Hornero, burung nasional negara Argentina. Uang kertas ini pertama kali diterbitkan pada 1 Desember 2017.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan keterangan resmi yang membenarkan klaim bahwa pemerintah Argentina resmi mengeluarkan uang kertas bergambar Messi.
Narasi ini telah beredar sejak Argentina menjuarai Piala Dunia pada tahun 2022 lalu dan telah dibantah kebenarannya oleh perwakilan Bank Sentral Argentina.
Jadi, informasi yang menyebutkan bahwa pemerintah Argentina resmi mengeluarkan uang kertas bergambar Messi bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Narasi ini telah beredar sejak Argentina menjuarai Piala Dunia pada tahun 2022 lalu dan telah dibantah kebenarannya oleh perwakilan Bank Sentral Argentina.
Jadi, informasi yang menyebutkan bahwa pemerintah Argentina resmi mengeluarkan uang kertas bergambar Messi bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Rujukan
- https://messi.com/en/honours-and-achievements/
- https://tirto.id/hasil-final-copa-america-2024-argentina-vs-kolombia-skor-juara-g1BN
- https://web.facebook.com/milanistibarbarindonesiaofficial/posts/876237204527413
- https://ghostarchive.org/archive/buoDi
- https://web.facebook.com/warim/posts/7831798380191413
- https://web.facebook.com/temon2012/posts/pfbid02t3Y76CJsH11fSJedfQF9shATrBf9N7cG5KgcCkHXBKKVv9wW6BguzJUfSWSBhohhl?_rdc=1&_rdr
- https://web.facebook.com/photo/?fbid=1011027254366657&set=a.474644124671642
- https://www.wionews.com/sports/is-this-for-real-argentina-wants-to-put-messis-face-on-banknotes-545382
- https://www.elfinanciero.com.mx/mercados/2022/12/19/tendremos-billete-de-mil-pesos-con-la-cara-de-messi-por-el-titulo-de-argentina/
- https://www.boomlive.in/fact-check/bank-note-argentina-1000-pesos-lionel-messi-fifa-2022-world-cup-fact-check-20544
- https://www.bcra.gob.ar/Micrositios/Micrositio_billete_hornero-i.asp
- https://www.collett-trust.org/species-detail?id=244
(GFD-2024-21449) [SALAH] Pesan WhatsApp Mengenai WhatsApp Gold dan Video Matrinelli
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 29/07/2024
Berita
“Hari ini di radio orang2 berbicara tentang Whatsapp Gold.
Konon akan ada video yang akan diluncurkan besok di Whatsapp dan disebut Martinelli. Jangan buka. Bila masuk ke ponsel Anda dan tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya.
Sebarkan berita ini kepada teman yang Anda kenal.
Jika Anda menerima pesan untuk memperbarui WhatsApp Gold Jangan dibuka!
Mereka baru saja mengumumkan bahwa virusnya serius.
Kirimkan ke semua orang yang Anda kenal.”
Konon akan ada video yang akan diluncurkan besok di Whatsapp dan disebut Martinelli. Jangan buka. Bila masuk ke ponsel Anda dan tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya.
Sebarkan berita ini kepada teman yang Anda kenal.
Jika Anda menerima pesan untuk memperbarui WhatsApp Gold Jangan dibuka!
Mereka baru saja mengumumkan bahwa virusnya serius.
Kirimkan ke semua orang yang Anda kenal.”
Hasil Cek Fakta
Beredar pesan WhatsApp informasi mengenai WhatsApp Gold, selain itu WhatsApp akan meluncurkan video yang bernama Martinelli. Pesan tersebut juga menghimbau jangan membuka ketika ada pesan untuk memperbaharui WhatsApp Gold karena terdapat virus.
Setelah ditelusuri menggunakan kata kunci WhatsApp Gold ditemukan artikel pada website turnbackhoax.id berjudul “[SALAH] Virus Ponsel dari Memperbarui WhatsApp Gold dan Video Martinelli” yang diunggah 24 Juli 2023. Berdasarkan informasi pada artikel ditemukan fakta bahwa informasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Selain muncul di 2023 hoaks tersebut muncul di tahun 2020. video ‘Martinelli’ muncul pertama kali dengan bahasa Spanyol di tahun 2017, sedangkan WhatsApp Gold, yang juga dikenal sebagai WhatsApp Plus, muncul pertama kali pada tahun 2016 yang lalu.
Pihak WhatsApp menjelaskan bahwa WhatsApp Gold yang juga disebut WhatsApp Plus bukan aplikasi yang dikembangkan oleh WhatsApp. Pihaknya juga menghimbau untuk mencopot pemasangan versi tidak resmi, seperti hal tersebut. Sedangkan mengenai Martinelli berdasarkan artikel yang diunggah inet.detik.com pada Jumat 4 Januari 2019 tidak ada indikasi video tersebut benar-benar ada.
Dengan demikian informasi mengenai WhatsApp meluncurkan WhatsApp Gold dan Video Martinelli jika dibuka akan terkena virus merupakan hal yang tidak benar. Pihak WhatsApp menjelaskan tidak pernah mengembangkan aplikasi bernama WhatsApp dan video Martinelli juga tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar, sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Setelah ditelusuri menggunakan kata kunci WhatsApp Gold ditemukan artikel pada website turnbackhoax.id berjudul “[SALAH] Virus Ponsel dari Memperbarui WhatsApp Gold dan Video Martinelli” yang diunggah 24 Juli 2023. Berdasarkan informasi pada artikel ditemukan fakta bahwa informasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Selain muncul di 2023 hoaks tersebut muncul di tahun 2020. video ‘Martinelli’ muncul pertama kali dengan bahasa Spanyol di tahun 2017, sedangkan WhatsApp Gold, yang juga dikenal sebagai WhatsApp Plus, muncul pertama kali pada tahun 2016 yang lalu.
Pihak WhatsApp menjelaskan bahwa WhatsApp Gold yang juga disebut WhatsApp Plus bukan aplikasi yang dikembangkan oleh WhatsApp. Pihaknya juga menghimbau untuk mencopot pemasangan versi tidak resmi, seperti hal tersebut. Sedangkan mengenai Martinelli berdasarkan artikel yang diunggah inet.detik.com pada Jumat 4 Januari 2019 tidak ada indikasi video tersebut benar-benar ada.
Dengan demikian informasi mengenai WhatsApp meluncurkan WhatsApp Gold dan Video Martinelli jika dibuka akan terkena virus merupakan hal yang tidak benar. Pihak WhatsApp menjelaskan tidak pernah mengembangkan aplikasi bernama WhatsApp dan video Martinelli juga tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar, sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
WhatsApp meluncurkan WhatsApp Gold dan Video Martinelli jika dibuka akan terkena virus merupakan hal yang tidak benar. Faktanya, pihak WhatsApp menjelaskan tidak pernah mengembangkan aplikasi bernama WhatsApp dan video Martinelli juga tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2023/01/24/salah-virus-ponsel-dari-memperbarui-whatsapp-gold-dan-video-martinelli/
- https://turnbackhoax.id/2020/11/24/salah-pesan-tentang-whatsapp-gold-dan-video-martinelli-dan-dance-of-the-pope-yang-dapat-meretas-ponsel/
- https://inet.detik.com/security/d-4370754/soal-pesan-whatsapp-gold-dan-virus-martinelli-apa-itu
(GFD-2024-21450) [SALAH] Warga Kalimantan Bertingkah Tak Wajar Karena Mabuk Kecubung
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 29/07/2024
Berita
YG LG MARAK DI KALIMANTAN
SETAHUN YG LALU PADA MABUK²AN DAUN DAN BUAH KERATOM,
SEKARANG INI WASPADALAH DENGAN ANAK DAN SANAK KELUARGA KITA DARI MABUK KECUBUNG.
SETAHUN YG LALU PADA MABUK²AN DAUN DAN BUAH KERATOM,
SEKARANG INI WASPADALAH DENGAN ANAK DAN SANAK KELUARGA KITA DARI MABUK KECUBUNG.
Hasil Cek Fakta
Artikel disadur dari Tempo.
Beredar unggahan di media sosial Facebook yang diklaim sebagai dampak maraknya konsumsi buah kecubung di Kalimantan. Unggahan tersebut berisi beberapa video yang sejumlah perempuan menari di jalan, seseorang duduk di tengah jalan, dan perilaku-perilaku tak biasa lainnya. Dikatakan bahwa orang-orang tersebut merupakan warga Kalimantan korban konsumsi buah kecubung, yang berakibat linglung dan melakukan kegiatan yang tak wajar.
Untuk mengetahui kebenaran dari klaim tersebut dilakukan pengecekan melalui Google Lens, ditemukan fakta bahwa video tersebut merupakan gabungan dari beberapa potongan video. Video pertama yang menampilkan sejumlah perempuan yang diklaim sebagai orang yang terpengaruh buah kecubung ternyata serupa dengan video yang diunggah pengguna Youtube Thailand dengan judul ‘”!!ท้าเต้นวัยรุ่นสมัยนี้ยาวไปเด้าๆๆๆ..ๆ”คลิปตลกฮาแปลกๆมาแรงล่าสุด’ (Gerakan tari remaja dan wanita yang menyebalkan dalam parade).
Kemudian pada menit ke-1:11 memperlihatkan seorang pria yang dibonceng naik sepeda motor. Pria tersebut diklaim berkelakuan aneh karena mengkonsumsi kecubung. Dilansir dari Antara, Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Adam Erwindi menjelaskan pria di atas motor tersebut telah dimintai keterangan. Dia mengaku tidak mengkonsumsi buah kecubung melainkan terpengaruh pil putih, hingga bertingkah aneh sebagaimana terlihat dalam video.
Selanjutnya pada menit ke-2 diperlihatkan seorang uduk di tengah jalan, diklaim sedang terpengaruh buah kecubung. Dilansir dari Detik.com, pria tersebut mengalami halusinasi hebat dan diantar ke RSJ Sambang Lihum, Banjar, Kalimantan Selatan.
Dilansir dari Tempo, peristiwa tersebut terungkap dari masuknya sejumlah orang ke RSJ Sambang Lihum sejak tanggal 5 Juli 2024. Sampai sekitar tanggal 20 Juli 2024, jumlah pasien dengan keluhan yang sama menjadi 56 orang. Awalnya pil putih tanpa jenama yang menyebabkan kondisi tersebut diduga berbahan kecubung, karena konsumsi tanaman itu juga menyebabkan munculnya halusinasi.
Namun, hasil pemeriksaan terbaru menunjukkan bahan pembuatan pil tersebut adalah parasetamol, carisoprodol, dan kafein. Ketiganya diduga bisa memunculkan efek samping mabuk seperti mengkonsumsi buah kecubung. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim warga Kalimantan berhalusinasi karena terpengaruh kecubung adalah tidak benar.
Beredar unggahan di media sosial Facebook yang diklaim sebagai dampak maraknya konsumsi buah kecubung di Kalimantan. Unggahan tersebut berisi beberapa video yang sejumlah perempuan menari di jalan, seseorang duduk di tengah jalan, dan perilaku-perilaku tak biasa lainnya. Dikatakan bahwa orang-orang tersebut merupakan warga Kalimantan korban konsumsi buah kecubung, yang berakibat linglung dan melakukan kegiatan yang tak wajar.
Untuk mengetahui kebenaran dari klaim tersebut dilakukan pengecekan melalui Google Lens, ditemukan fakta bahwa video tersebut merupakan gabungan dari beberapa potongan video. Video pertama yang menampilkan sejumlah perempuan yang diklaim sebagai orang yang terpengaruh buah kecubung ternyata serupa dengan video yang diunggah pengguna Youtube Thailand dengan judul ‘”!!ท้าเต้นวัยรุ่นสมัยนี้ยาวไปเด้าๆๆๆ..ๆ”คลิปตลกฮาแปลกๆมาแรงล่าสุด’ (Gerakan tari remaja dan wanita yang menyebalkan dalam parade).
Kemudian pada menit ke-1:11 memperlihatkan seorang pria yang dibonceng naik sepeda motor. Pria tersebut diklaim berkelakuan aneh karena mengkonsumsi kecubung. Dilansir dari Antara, Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Adam Erwindi menjelaskan pria di atas motor tersebut telah dimintai keterangan. Dia mengaku tidak mengkonsumsi buah kecubung melainkan terpengaruh pil putih, hingga bertingkah aneh sebagaimana terlihat dalam video.
Selanjutnya pada menit ke-2 diperlihatkan seorang uduk di tengah jalan, diklaim sedang terpengaruh buah kecubung. Dilansir dari Detik.com, pria tersebut mengalami halusinasi hebat dan diantar ke RSJ Sambang Lihum, Banjar, Kalimantan Selatan.
Dilansir dari Tempo, peristiwa tersebut terungkap dari masuknya sejumlah orang ke RSJ Sambang Lihum sejak tanggal 5 Juli 2024. Sampai sekitar tanggal 20 Juli 2024, jumlah pasien dengan keluhan yang sama menjadi 56 orang. Awalnya pil putih tanpa jenama yang menyebabkan kondisi tersebut diduga berbahan kecubung, karena konsumsi tanaman itu juga menyebabkan munculnya halusinasi.
Namun, hasil pemeriksaan terbaru menunjukkan bahan pembuatan pil tersebut adalah parasetamol, carisoprodol, dan kafein. Ketiganya diduga bisa memunculkan efek samping mabuk seperti mengkonsumsi buah kecubung. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim warga Kalimantan berhalusinasi karena terpengaruh kecubung adalah tidak benar.
Kesimpulan
Klaim soal warga Kalimantan berhalusinasi karena terpengaruh kecubung adalah tidak benar. Video sejumlah perempuan yang menari di jalan, sesungguhnya telah beredar sejak tahun 2018, bukan direkam di Kalimantan baru-baru ini.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/3021/keliru-video-yang-diklaim-warga-kalimantan-bertingkah-tak-wajar-karena-mabuk-kecubung
- https://www.youtube.com/watch?v=nz-i53gPUL4
- https://kalteng.antaranews.com/berita/705699/video-viral-mabuk-kecubung-di-kalsel-hoaks
- https://tekno.tempo.co/read/1894317/pil-putih-narkotik-atau-racun-ekstrak-kecubung-dalam-kasus-mabuk-massal-di-kalsel
Halaman: 3170/7945







