• (GFD-2024-21502) [PENIPUAN] Akun Tiktok @raffiahmad1715 Berisi Konten Giveaway Uang Jutaan Rupiah

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 30/07/2024

    Berita

    Untuk konfirmasi hadiah silahkan hubungi WhatsApp admin dibawah👇👇

    wa[dot]me/message/VTXKAVLVJE5QP1

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah akun Tiktok bernama @raffiahmad1715, akun ini berisi banyak unggahan yang berisi tentang giveaway uang jutaan rupiah oleh Raffi Ahmad. Pada deskripsi akun tertera sebuah link Whatsapp bagi yang ingin mengambil hadiah giveaway.

    Namun, jika dicek di Tiktok maka akun tersebut bukan milik Raffi, akun Tiktok resmi dari Raffi adalah @raffi_nagita yang sudah memiliki follower sebanyak 15 juta orang dan sudah mendapatkan verifikasi centang biru dari Tiktok.

    Selain itu jika dicek di media sosial Raffi Ahmad yang lain seperti Facebook dan Instagram maka tidak ditemukan unggahan apapun yang menyebutkan tentang giveaway uang jutaan rupiah seperti yang disebarkan akun Tiktok tiruan tersebut.

    Kesimpulan

    Akun tersebut bukan milik Raffi, akun Tiktok resmi dari Raffi adalah @raffi_nagita yang sudah memiliki follower sebanyak 15 juta orang dan sudah mendapatkan verifikasi centang biru dari Tiktok.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21503) [SALAH] Warna Tutup Botol Air dalam Kemasan Menandakan Jenis Airnya

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 30/07/2024

    Berita

    Arti tutup botol air mineral

    Hasil Cek Fakta

    Artikel disadur dari Kompas.

    Beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim warna tutup botol air dalam kemasan menandakan jenis air. Dalam video unggahan tersebut seorang pria mengklaim bahwa warna biru menandakan air kemasan berasal dari sumber air bawah tanah yang disuling. Warna tutup botol hijau menandakan air kemasan bersumber dari air bawah tanah yang mengandung mineral tinggi. Merah atau oranye menandakan air memiliki rasa tertentu atau branding tanpa alasan spesifik.

    Faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari kompas.com, Humas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Eka Rosmalasari menjelaskan, warna tutup botol tidak menandakan jenis air. Warna pada tutup botol pada air minum dalam kemasan ditentukan sendiri oleh produsen. BPOM tidak menetapkan penggunaan warna tutup botol berbeda terhadap air minum dalam kemasan berdasarkan kandungannya.

    Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim warna tutup botol dalam kemasan menandakan jenis air adalah tidak benar. Faktanya BPOM tidak menetapkan warna tutup botol berdasarkan kandungannya. Warna tersebut ditentukan oleh produsen.

    Kesimpulan

    Klaim mengenai warna tutup botol dalam kemasan menandakan jenis air adalah tidak benar. Faktanya BPOM tidak menetapkan warna tutup botol berdasarkan kandungannya. Warna tersebut ditentukan oleh produsen

    Rujukan

  • (GFD-2024-25644) Kecepatan Internet di Kantor NASA Diklaim Capai 91 Gbps? Cek Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/07/2024

    Berita

    Kecepatan Internet di Kantor NASA Diklaim Capai 91 Gbps? Cek Faktanya

    Benarkah kecepatan internet di kantor NASA mencapai 91 Gpbs? Simak penelusurannya

    Beredar di media sosial dengan narasi yang mengeklaim kecepatan internet di kantor NASA mencapai 91 Gbps.

    Kecepatan internet di kantor NASA diklaim bisa mendownload 90 film hanya dalam sedetik. Berikut narasi yang diunggah di Facebook;

    "Korea Selatan tercatat memiliki koneksi internet hingga 25,3 Mbps. Namun ternyata, internet di kantor NASA lebih cepat lagi yaitu dengan kecepatan 91 Gbps, kamu bisa mendownload 90 film hanya dalam sedetik."

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran, kecepatan transfer data sebesar 91 Gbps dicapai Kecepatan tersebut dicapai saat uji coba koneksi khusus antara SC13 di Denver dan fasilitas NASA Goddard di Maryland pada 2013.

    Dilansir dari Kompas.com uji coba ini dilakukan untuk mengembangkan layanan teknologi dan sains di bawah Program Komputasi Canggih GSFC.

    Kendati demikian, kecepatan internet mencapai 91 Gbps tersebut baru sebatas uji coba dan belum digunakan secara umum, termasuk di kantor NASA.

    Sementara itu, melansir dari World Papulation Review, Amerika Serikat menjadi negara dengan kecepatan internet seluler tercepat dengan 269,41 Mbps. Posisi kedua Qatar dengan 206,8 Mbps, sedangkan Korea Selatan di posisi ke-7 dengan 145,25 Mbps.

    Kesimpulan

    Kecepatan internet di kantor NASA mencapai 91 Gbps adalah keliru.

    Faktanya, kecepatan 91 Gbps dicapat saat uji coba koneksi antara SC13 di Denver dan fasilitas NASA Goddard di Maryland pada 2013.

    Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-25645) Iwan Fals Buat Lagu dan Nyanyi Tentang Korupsi Timah Rp271 Triliun? Cek Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/07/2024

    Berita

    Iwan Fals Buat Lagu dan Nyanyi Tentang Korupsi Timah Rp271 Triliun? Cek Faktanya

    Benarkah Iwan Fals nyanyi soal korupsi Rp271 triliun? Simak faktanya

    Penyanyi senior Iwan Fals diklaim membuat lagu baru tentang koruptor Rp271 triliun berjudul “Apa kabar koruptor 271 triliun yang kini terlupakan”.

    Video tersebut beredar luas di media sosial TikTok. Video berdurasi satu menit terdengar suara Iwan Fals seolah-olah sedang bernyanyi tentang koruptor.

    Video itu juga menampilkan tersangka korupsi timah yang menyeret suami artis Sandra Dewi, Hervey Moeis dan sosialita Helena Lim.

    Hasil Cek Fakta

    Melansir dari Antara, penelusuran dilakukan menggunakan situs Hive Moderation untuk mendeteksi apakah suara tersebut merupakan hasil Artificial Intelligence (AI) atau bukan.

    Hasilnya, cover lagu tersebut 99,8 persen merupakan hasil dari kecerdasan buatan.

    AI Generatif seperti "deepfake" telah menjadi senjata baru untuk membuat disinformasi dan hoax yang sangat dikhawatirkan banyak kalangan, termasuk oleh media massa dan pemerintah di banyak negara.

    "Deepfake" bisa mengkloning dengan cepat suara orang, membuat video palsu, atau narasi palsu untuk menjatuhkan atau merusak citra lawan politik. Di sini, "Big Data" atau "Mahadata" menjadi bagian penting.

    Kesimpulan

    Iwan Fals buat lalu soal koruptor Rp271 triliun adalah tidak benar. Faktanya, suara Iwan Fals merupakan hasil AI.

    Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Rujukan