KOMPAS.com - Beredar narasi dengan klaim yang menyatakan vaksin Covid-19 AstraZeneca mengandung virus cacar monyet atau monkeypox (Mpox), yang saat ini ditetapkan sebagai darurat kesehatan global.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi vaksin AstraZeneca mengandung virus MpoX dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Selasa (20/8/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
VAKSIN ASTRAZENECA MENGANDUNG CACAR MONYET!!!!!!!!!
(GFD-2024-22059) [HOAKS] Vaksin AstraZeneca Mengandung Virus Mpox
Sumber:Tanggal publish: 22/08/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Dilansir AAP Fact-Check, pakar imunologi Alexandra Spencer, yang tergabung dalam tim pengembangan vaksin AstraZeneca, menjelaskan tentang vektor virus dalam vaksin.
"Virus merupakan vektor yang baik karena memberikan informasi tambahan kepada sistem kekebalan tubuh untuk mengindikasikan bahwa protein tersebut asing dan tubuh perlu meningkatkan respons kekebalan terhadapnya," kata Spencer.
Ia mengatakan, vektor virus vaksin AstraZeneca menggunakan adenovirus simpanse, yang telah digunakan dalam uji klinis untuk melawan berbagai macam penyakit.
Spencer membantah narasi yang mengeklaim adenovirus tersebut merupakan virus Mpox.
"Adenovirus dan virus Mpox termasuk dalam kelas virus yang sama sekali berbeda," kata Spencer.
Sementara itu, Profesor Virologi di University of Reading, Ian Jones, mengatakan kepada Reuters pada Juni 2022 bahwa adenovirus simpanse sepenuhnya berbeda dengan Mpox.
Kemudian, Joshua Szanyi dari Melbourne School of Population and Global Health, mengatakan kepada RMIT FactLab pada Agustus 2022 bahwa adenovirus simpanse tidak terkait dengan virus yang menyebabkan cacar monyet.
Dilansir The Guardian, Mpox sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, dan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus.
Gejala infeksi Mpox mirip flu, yakni demam, menggigil, dan nyeri otot. Kemudian, muncul ruam berisi cairan. Ruam ini akan melepuh dan pada akhirnya membentuk koreng.
Secara garis besar ada dua jenis Mpox, yang dikenal sebagai Clade I dan Clade II. Keduanya dapat berakibat fatal, meski secara historis clade I memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi.
Sebuah cabang baru dari Clade I, Clade Ib, telah terdeteksi di bagian timur Kongo dan telah dikonfirmasi di Kenya, Rwanda dan Uganda.
Para ilmuwan percaya bahwa varian ini berperan dalam penyebaran cepat Mpox baru-baru ini.
"Virus merupakan vektor yang baik karena memberikan informasi tambahan kepada sistem kekebalan tubuh untuk mengindikasikan bahwa protein tersebut asing dan tubuh perlu meningkatkan respons kekebalan terhadapnya," kata Spencer.
Ia mengatakan, vektor virus vaksin AstraZeneca menggunakan adenovirus simpanse, yang telah digunakan dalam uji klinis untuk melawan berbagai macam penyakit.
Spencer membantah narasi yang mengeklaim adenovirus tersebut merupakan virus Mpox.
"Adenovirus dan virus Mpox termasuk dalam kelas virus yang sama sekali berbeda," kata Spencer.
Sementara itu, Profesor Virologi di University of Reading, Ian Jones, mengatakan kepada Reuters pada Juni 2022 bahwa adenovirus simpanse sepenuhnya berbeda dengan Mpox.
Kemudian, Joshua Szanyi dari Melbourne School of Population and Global Health, mengatakan kepada RMIT FactLab pada Agustus 2022 bahwa adenovirus simpanse tidak terkait dengan virus yang menyebabkan cacar monyet.
Dilansir The Guardian, Mpox sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, dan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus.
Gejala infeksi Mpox mirip flu, yakni demam, menggigil, dan nyeri otot. Kemudian, muncul ruam berisi cairan. Ruam ini akan melepuh dan pada akhirnya membentuk koreng.
Secara garis besar ada dua jenis Mpox, yang dikenal sebagai Clade I dan Clade II. Keduanya dapat berakibat fatal, meski secara historis clade I memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi.
Sebuah cabang baru dari Clade I, Clade Ib, telah terdeteksi di bagian timur Kongo dan telah dikonfirmasi di Kenya, Rwanda dan Uganda.
Para ilmuwan percaya bahwa varian ini berperan dalam penyebaran cepat Mpox baru-baru ini.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi vaksin AstraZeneca mengandung virus MpoX adalah hoaks.
Sejumlah pakar virologi telah menegaskan bahwa adenovirus simpanse dalam vaksin AstraZeneca berbeda dengan virus penyebab Mpox.
Sejumlah pakar virologi telah menegaskan bahwa adenovirus simpanse dalam vaksin AstraZeneca berbeda dengan virus penyebab Mpox.
Rujukan
- https://www.facebook.com/gene.dumont.5/posts/pfbid0nfYDFA3F4c8nARiRdaJyjNsoQ7vyoEJCA4WcQW1jpEfsGMRJB84i24wD3PZLg31Yl
- https://www.facebook.com/christy.m.fellers/posts/pfbid02BDSRiJkBDTnrGXcXMicP64PbrJTNCNpXr4awFJCgf9AncZYmaiXbCysqhViWLMDfl
- https://www.facebook.com/groups/896553958308107/?multi_permalinks=1168579721105528&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.aap.com.au/factcheck/mpox-outbreak-falsely-linked-to-covid-vaccines/
- https://www.theguardian.com/world/article/2024/aug/16/what-do-we-know-mpox-outbreak-africa
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22069) [HOAKS] Foto Sungai di Chicago Berwarna Merah
Sumber:Tanggal publish: 22/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah foto menampilkan sungai di Chicago, Amerika Serikat (AS), berwarna merah.
Foto itu dikaitkan dengan kampanye Komite Nasional Partai Demokrat atau Democratic National Committee (DNC) mengenai aborsi.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Foto sungai di Chicago berwarna merah karena kampanye aborsi dari DNC disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (20/8/2042):
DNC Dyes Chicago River Red To Celebrate Abortion.
Foto itu dikaitkan dengan kampanye Komite Nasional Partai Demokrat atau Democratic National Committee (DNC) mengenai aborsi.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Foto sungai di Chicago berwarna merah karena kampanye aborsi dari DNC disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (20/8/2042):
DNC Dyes Chicago River Red To Celebrate Abortion.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse image search untuk mengetahui sumber foto yang beredar.
Hasil pencarian di Bing mengarahkan ke artikel NBC Chicago, 15 Maret 2024. Namun, warna sungai yang ditampilkan bukan merah, melainkan hijau.
Warna hijau di sungai tersebut merupakan bagian dari parade untuk memperingati St Patrick's Day atau Hari Santo Patrick.
Pemerintah kota setempat mengatakan, serikat tukang ledeng kota tersebut, Plumbers Union Local 130 menggunakan pewarna yang ramah lingkungan.
Pemandangan sungai Chicago berwarna hijau juga dilaporkan CBS News. Perayaan Hari Santo Patrick di Chicago tidak terkait dengan kontestasi politik AS.
Sementara, pantauan langsung sungai Chicago dapat dilihat melalui kamera pantauan Fox 10 Phoenix. Berdasarkan pengamatan per Rabu (21/8/2024), warna sungai terlihat normal.
Foto sungai Chicago berwarna merah beredar usai DNC mengadakan konvensi yang menghadirkan sejumlah pembicara dari Partai Demokrat.
Sementara, dilansir ABC News, aktivis pro-aborsi berkumpul di Chicago dengan harapan dapat menarik perhatian terhadap hak aborsi, ketidakadilan ekonomi, dan perang di Gaza.
Hasil pencarian di Bing mengarahkan ke artikel NBC Chicago, 15 Maret 2024. Namun, warna sungai yang ditampilkan bukan merah, melainkan hijau.
Warna hijau di sungai tersebut merupakan bagian dari parade untuk memperingati St Patrick's Day atau Hari Santo Patrick.
Pemerintah kota setempat mengatakan, serikat tukang ledeng kota tersebut, Plumbers Union Local 130 menggunakan pewarna yang ramah lingkungan.
Pemandangan sungai Chicago berwarna hijau juga dilaporkan CBS News. Perayaan Hari Santo Patrick di Chicago tidak terkait dengan kontestasi politik AS.
Sementara, pantauan langsung sungai Chicago dapat dilihat melalui kamera pantauan Fox 10 Phoenix. Berdasarkan pengamatan per Rabu (21/8/2024), warna sungai terlihat normal.
Foto sungai Chicago berwarna merah beredar usai DNC mengadakan konvensi yang menghadirkan sejumlah pembicara dari Partai Demokrat.
Sementara, dilansir ABC News, aktivis pro-aborsi berkumpul di Chicago dengan harapan dapat menarik perhatian terhadap hak aborsi, ketidakadilan ekonomi, dan perang di Gaza.
Kesimpulan
Foto sungai di Chicago berwarna merah karena kampanye aborsi dari DNC merupakan konten manipulatif.
Foto sungai Chicago berwarna hijau dari parade peringatan Hari Santo Patrick pada Maret 2024 disunting menjadi warna merah.
Foto sungai Chicago berwarna hijau dari parade peringatan Hari Santo Patrick pada Maret 2024 disunting menjadi warna merah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1046089330213945&set=a.228639738625579
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=422130530863972&set=a.128550460221982
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=8474296915955918&set=a.368105869908437
- https://www.bing.com/images/search?q=imgurl:
- https%3a%2f%2fscontent.fsub8-1.fna.fbcdn.net%2fv%2ft39.30808-6%2f456294454_8474296912622585_1286483763386822597_n.jpg%3f_nc_cat%3d100%26ccb%3d1-7%26_nc_sid%3d127cfc%26_nc_eui2%3dAeFq4p5i5FEL2Y4lyhaBU88v2J198sxqzP_YnX3yzGrM_wasGhOfONHOugEybTmvZmhQzScWS_Q17kcke0ZJ3xFL%26_nc_ohc%3dTn8dSBr2hloQ7kNvgFFDf-Y%26_nc_ht%3dscontent.fsub8-1.fna%26oh%3d00_AYBYy4qOOkfccc16qq1Gk44KsVrE8onglQJNt_GkWOe-Xw%26oe%3d66CB40AB&view=detailv2&selectedindex=0&iss=SBI&id=
- https%3A%2F%2Fscontent.fsub8-1.fna.fbcdn.net%2Fv%2Ft39.30808-6%2F456294454_8474296912622585_1286483763386822597_n.jpg%3F_nc_cat%3D100%26ccb%3D1-7%26_nc_sid%3D127cfc%26_nc_eui2%3DAeFq4p5i5FEL2Y4lyhaBU88v2J198sxqzP_YnX3yzGrM_wasGhOfONHOugEybTmvZmhQzScWS_Q17kcke0ZJ3xFL%26_nc_ohc%3DTn8dSBr2hloQ7kNvgFFDf-Y%26_nc_ht%3Dscontent.fsub8-1.fna%26oh%3D00_AYBYy4qOOkfccc16qq1Gk44KsVrE8onglQJNt_GkWOe-Xw%26oe%3D66CB40AB&ccid=Vau9cnwI&mediaurl=
- https%3A%2F%2Fscontent.fsub8-1.fna.fbcdn.net%2Fv%2Ft39.30808-6%2F456294454_8474296912622585_1286483763386822597_n.jpg%3F_nc_cat%3D100%26ccb%3D1-7%26_nc_sid%3D127cfc%26_nc_eui2%3DAeFq4p5i5FEL2Y4lyhaBU88v2J198sxqzP_YnX3yzGrM_wasGhOfONHOugEybTmvZmhQzScWS_Q17kcke0ZJ3xFL%26_nc_ohc%3DTn8dSBr2hloQ7kNvgFFDf-Y%26_nc_ht%3Dscontent.fsub8-1.fna%26oh%3D00_AYBYy4qOOkfccc16qq1Gk44KsVrE8onglQJNt_GkWOe-Xw%26oe%3D66CB40AB&exph=788&expw=1392&vt=2&sim=11
- https://www.nbcchicago.com/news/local/chicago-river-dyeing-2024-guide-when-it-takes-place-who-dyes-it-how-long-it-lasts-and-more/3383597/
- https://www.cbsnews.com/chicago/news/dyeing-chicago-river-st-patricks-day-parade-green/
- https://www.fox10phoenix.com/webcams-chicago-river
- https://abcnews.go.com/US/wireStory/thousands-activists-expected-chicago-democratic-convention-call-gaza-112924515
- https://www.wh
(GFD-2024-22070) [HOAKS] Dokumen Rahasia BPOM soal Bahaya Vaksin Polio Bocor
Sumber:Tanggal publish: 22/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai kebocoran dokumen rahasia milik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dokumen rahasia itu diklaim berisi penjelasan mengenai bahaya vaksin polio nOPV2 terhadap kesehatan publik.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi mengenai dokumen rahasia BPOM yang bocor disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada 1 Agustus 2024:
Dokumen Rahasia BPOM Bocor: Vaksin Polio nOPV2 Membahayakan Kesehatan PublikJuli 30, 2024https://investigasi.org/dokumen-rahasia-bpom-bocor.../...
Dokumen rahasia itu diklaim berisi penjelasan mengenai bahaya vaksin polio nOPV2 terhadap kesehatan publik.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi mengenai dokumen rahasia BPOM yang bocor disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada 1 Agustus 2024:
Dokumen Rahasia BPOM Bocor: Vaksin Polio nOPV2 Membahayakan Kesehatan PublikJuli 30, 2024https://investigasi.org/dokumen-rahasia-bpom-bocor.../...
Hasil Cek Fakta
BPOM telah membantah isu tersebut melalui pernyataan publik di situs resminya, pom.go.id, pada Minggu (2/8/2024).
Menurut BPOM, situs Investigasi.org menyertakan tautan dokumen yang dapat diakses bebas oleh publik dan bukan dokumen rahasia.
Dokumen tersebut berjudul “Public Assessment Report Vaksin nOPV2” yang berisi informasi produk vaksin Novel Oral Poliomyelitis Vaccine Type 2 (nOPV2).
Informasi yang disajikan, yakni mengenai mutu, khasiat dan keamanan, studi klinik dan non-klinik, serta evaluasi khasiat dan keamanan dari vaksin nOPV2.
"Tautan dokumen yang dicantumkan dalam pemberitaan tersebut merupakan informasi publik yang dapat diakses masyarakat dan bukan merupakan dokumen rahasia sehingga tidak terjadi kebocoran dokumen rahasia," tulis BPOM, dikutip pada Rabu (21/8/2024).
Vaksin nOPV2 diproduksi oleh PT Bio Farma telah melalui uji klinik fase 1, 2, dan 3 serta dievaluasi oleh BPOM bersama Komite Nasional (Komnas) Penilai Obat.
Berdasarkan hasil evaluasi, vaksin nOPV2 dinyatakan telah memenuhi syarat keamanan, khasiat, dan mutu. Maka, BPOM memberikan persetujuan izin edar pada 23 Desember 2023.
Vaksin ini pun dinyatakan aman digunakan dalam program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Indonesia.
Vaksin nOPV2 telah digunakan di banyak negara karena telah memenuhi standar prakualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BPOM terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap keamanan vaksin, bersama Kementerian Kesehatan dan Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI).
Masyarakat diimbau untuk melapor ke fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila mengalami efek samping setelah vaksinasi.
"BPOM mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan efek samping yang timbul setelah penggunaan vaksin dalam program imunisasi kepada tenaga kesehatan sebagai bagian dari pemantauan farmakovigilans," ujar BPOM.
Menurut BPOM, situs Investigasi.org menyertakan tautan dokumen yang dapat diakses bebas oleh publik dan bukan dokumen rahasia.
Dokumen tersebut berjudul “Public Assessment Report Vaksin nOPV2” yang berisi informasi produk vaksin Novel Oral Poliomyelitis Vaccine Type 2 (nOPV2).
Informasi yang disajikan, yakni mengenai mutu, khasiat dan keamanan, studi klinik dan non-klinik, serta evaluasi khasiat dan keamanan dari vaksin nOPV2.
"Tautan dokumen yang dicantumkan dalam pemberitaan tersebut merupakan informasi publik yang dapat diakses masyarakat dan bukan merupakan dokumen rahasia sehingga tidak terjadi kebocoran dokumen rahasia," tulis BPOM, dikutip pada Rabu (21/8/2024).
Vaksin nOPV2 diproduksi oleh PT Bio Farma telah melalui uji klinik fase 1, 2, dan 3 serta dievaluasi oleh BPOM bersama Komite Nasional (Komnas) Penilai Obat.
Berdasarkan hasil evaluasi, vaksin nOPV2 dinyatakan telah memenuhi syarat keamanan, khasiat, dan mutu. Maka, BPOM memberikan persetujuan izin edar pada 23 Desember 2023.
Vaksin ini pun dinyatakan aman digunakan dalam program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Indonesia.
Vaksin nOPV2 telah digunakan di banyak negara karena telah memenuhi standar prakualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BPOM terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap keamanan vaksin, bersama Kementerian Kesehatan dan Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI).
Masyarakat diimbau untuk melapor ke fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila mengalami efek samping setelah vaksinasi.
"BPOM mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan efek samping yang timbul setelah penggunaan vaksin dalam program imunisasi kepada tenaga kesehatan sebagai bagian dari pemantauan farmakovigilans," ujar BPOM.
Kesimpulan
Narasi mengenai dokumen rahasia BPOM yang mengungkap bahaya vaksin nOPV2 adalah hoaks. BPOM menyatakan vaksin nOPV2 aman dan tidak ada kebocoran dokumen rahasia.
Situs web Investigasi.org menyertakan dokumen “Public Assessment Report Vaksin nOPV2” yang memang tersedia bagi publik dan tidak bersifat rahasia.
Situs web Investigasi.org menyertakan dokumen “Public Assessment Report Vaksin nOPV2” yang memang tersedia bagi publik dan tidak bersifat rahasia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/nanangdjamaludin/posts/pfbid02nXZkq93XroJk7onvZAunThZwWGpBvFpoVUt3YzdB7D3BvBbsDhyidyDq5sYQazf2l
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0osS6Es51DXQ5hs9JppdQkuzzxVWi62D5Y21BbfQ8MYU2noZovYoxsdnKqUHWR8n3l&id=100085244105062
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0Ucej7cnmYvhCkU24oz3wMUG6ihVC6B2e1dLDu6saefjB9F8WLtPzWLLzc3qSurwbl&id=100080251802820
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02KDUQggFfhNWEaGHkm9LtQu9aerzEfGcnHh1whBvdexTCrWAnYk9wNrBjrpawhiTVl&id=100075313189888
- https://www.facebook.com/reel/444421751362199
- https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/penjelasan-publik-nomor-hm-01-1-2-08-24-47-tanggal-2-agustus-2024-tentang-dokumen-bpom-terkait-keamanan-vaksin-polio
- https://www.instagram.com/p/C-NDExozMdo/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22082) [HOAKS] Vaksin Covid-19 Sinovac Sebabkan Mpox
Sumber:Tanggal publish: 22/08/2024
Berita
KOMPAS.com - Vaksin Covid-19 merek Sinovac diklaim sebagai penyebab Mpox atau yang sebelumnya disebut cacar monyet.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Klaim mengenai vaksin Sinovac penyebab Mpox disebarkan oleh akun Facebook ini pada Selasa (20/8/2024). Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut narasinya:
Yang terkena jenis vaks ini,akan mengalami monkey poxNauzubillah tsumma NauzubillahmindalikSegera detox vaksKandungan dari jenis ini ada verocell yg menjadi kan penyebab monkeypox
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Klaim mengenai vaksin Sinovac penyebab Mpox disebarkan oleh akun Facebook ini pada Selasa (20/8/2024). Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut narasinya:
Yang terkena jenis vaks ini,akan mengalami monkey poxNauzubillah tsumma NauzubillahmindalikSegera detox vaksKandungan dari jenis ini ada verocell yg menjadi kan penyebab monkeypox
Hasil Cek Fakta
Mpox disebabkan oleh virus yang terdapat pada hewan liar dan dapat ditularkan melalui kontak langsung.
Mpox dapat dibawa oleh beberapa spesies monyet atau hewan pengerat, seperti tupai pohon. Namun, Mpox juga dapat menyebar melalui kontak dekat antarmanusia.
Dilansir situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mpox dapat menular dari kontak kulit ke kulit, mulut ke kulit, mulut ke mulut atau berdekatan dengan penderita Mpox dalam waktu yang cukup lama.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan, sumber penyakit ini masih belum diketahui.
Kasus Mpox pada manusia pertama tercatat pada 1970, di wilayah yang sekarang disebut Republik Demokratik Kongo.
Para ilmuwan menduga virus bersumber dari hewan pengerat Afrika dan primata non-manusia yang jadi pembawa virus dan menginfeksi manusia.
Kendati demikian, tidak ada penelitian, bukti ilmiah, atau kajian yang mengaitkan vaksin Covid-19 dengan Mpox.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyatakan vaksin Covid-19 merek Sinovac aman.
Saat pandemi Covid-19, BPOM memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac.
Hasil uji klinis menunjukkan, vaksin Covid-19 merek Sinovac memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutunya.
Sesuai panduan WHO, izin penggunaan darurat diberikan setelah memenuhi data hasil pemantauan keamanan dan khasiat/efikasi selama 3 bulan pada uji klinik fase 3, dengan efikasi vaksin minimal 50 persen.
Uji klinik fase 3 di Indonesia, Turkiye, dan Brazil menunjukkan, vaksin Sinovac tidak menunjukkan efek samping berat.
Ahli mikrobiologi dan imunologi Johns Hopkins, Kari Moore Debbink mengatakan, tidak ada kaitan antara vaksin Covid-19 dan Mpox.
"Vaksin Covid mRNA digunakan secara global, sementara kasus Mpox biasanya ditemukan di negara-negara tertentu di Afrika, dengan jumlah kasus yang rendah di luar wilayah tersebut. Oleh karena itu, tidak ada hubungan geografis antara penggunaan vaksin Covid mRNA dan kasus Mpox," kata Debbink, dilansir DW.
Pendapat senada disampaikan profesor penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, William Schaffner.
"Ini adalah dua virus yang sangat berbeda, dan tentu saja, vaksin untuk melawan Covid tidak ada hubungannya dengan Mpox," ujar Schaffner.
Mpox dapat dibawa oleh beberapa spesies monyet atau hewan pengerat, seperti tupai pohon. Namun, Mpox juga dapat menyebar melalui kontak dekat antarmanusia.
Dilansir situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mpox dapat menular dari kontak kulit ke kulit, mulut ke kulit, mulut ke mulut atau berdekatan dengan penderita Mpox dalam waktu yang cukup lama.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan, sumber penyakit ini masih belum diketahui.
Kasus Mpox pada manusia pertama tercatat pada 1970, di wilayah yang sekarang disebut Republik Demokratik Kongo.
Para ilmuwan menduga virus bersumber dari hewan pengerat Afrika dan primata non-manusia yang jadi pembawa virus dan menginfeksi manusia.
Kendati demikian, tidak ada penelitian, bukti ilmiah, atau kajian yang mengaitkan vaksin Covid-19 dengan Mpox.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyatakan vaksin Covid-19 merek Sinovac aman.
Saat pandemi Covid-19, BPOM memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac.
Hasil uji klinis menunjukkan, vaksin Covid-19 merek Sinovac memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutunya.
Sesuai panduan WHO, izin penggunaan darurat diberikan setelah memenuhi data hasil pemantauan keamanan dan khasiat/efikasi selama 3 bulan pada uji klinik fase 3, dengan efikasi vaksin minimal 50 persen.
Uji klinik fase 3 di Indonesia, Turkiye, dan Brazil menunjukkan, vaksin Sinovac tidak menunjukkan efek samping berat.
Ahli mikrobiologi dan imunologi Johns Hopkins, Kari Moore Debbink mengatakan, tidak ada kaitan antara vaksin Covid-19 dan Mpox.
"Vaksin Covid mRNA digunakan secara global, sementara kasus Mpox biasanya ditemukan di negara-negara tertentu di Afrika, dengan jumlah kasus yang rendah di luar wilayah tersebut. Oleh karena itu, tidak ada hubungan geografis antara penggunaan vaksin Covid mRNA dan kasus Mpox," kata Debbink, dilansir DW.
Pendapat senada disampaikan profesor penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, William Schaffner.
"Ini adalah dua virus yang sangat berbeda, dan tentu saja, vaksin untuk melawan Covid tidak ada hubungannya dengan Mpox," ujar Schaffner.
Kesimpulan
Narasi mengenai vaksin Sinovac merupakan penyebab Mpox adalah hoaks.
BPOM menyatakan vaksin Covid-19 merek Sinovac aman. Tidak ada efek samping berat yang ditimbulkan berdasarkan uji klinis dan evaluasi.
Sumber virus penyebab Mpox masih belum diketahui. Namun, para peneliti menduga virus bersumber dari hewan pengerat Afrika dan primata non-manusia.
BPOM menyatakan vaksin Covid-19 merek Sinovac aman. Tidak ada efek samping berat yang ditimbulkan berdasarkan uji klinis dan evaluasi.
Sumber virus penyebab Mpox masih belum diketahui. Namun, para peneliti menduga virus bersumber dari hewan pengerat Afrika dan primata non-manusia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/arga.janu.39/posts/pfbid023xeomRkYCv4S3ikHS8yTdHrcQRjqaCwRoAcWGrCYqj6AqufnKAUyirsxQmGrMLQ6l
- https://ghostarchive.org/archive/iZceE
- https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/mpox#:~:text=Mpox%20is%20an%20illness%20caused,by%20a%20person%20with%20mpox.
- https://www.cdc.gov/poxvirus/mpox/about/index.html#:~:text=Despite%20being%20named%20%E2%80%9Cmonkeypox%E2%80%9D%20originally,Democratic%20Republic%20of%20the%20Congo.
- https://www.pom.go.id/berita/badan-pom-terbitkan-eua-vaksin-coronavac-sinovac-siap-disuntikkan
- https://www.dw.com/en/fact-check-no-link-between-mpox-and-covid-vaccination/a-69977565
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 3016/7934