Terus nanti pake apa pake kain
untung aku make charm
(GFD-2024-22054) [SALAH] Perusahaan Softex Larang Muslim Pakai Produknya
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 22/08/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Artikel disadur dari Kompas
Beredar sebuah unggahan yang menyatakan bahwa salah satu perusahaan pembalut bernama Softex melarang umat muslim menggunakan produknya. Informasi ini diunggah oleh akun Facebook bernama @Resaterry pada 11 Agustus 2024.
Setelah dilakukan penelusuran ternyata tidak benar informasi tersebut. Akun di atas mengunggah pernyataan dengan menyertakan foto sebuah laman artikel yang mirip dengan tampilan halaman http://bisnis.com. Pemeriksa fakta Kompas mencoba mencari artikel yang diklaim di laman http://bisnis.com. Hasilnya, tidak ditemukan pernyataan mengenai perusahaan Softex yang melarang muslim memakai produknya.
Selain itu masih dilansir dari http://kompas.com, foto yang digunakan dalam klaim, tanggal artikel diunggah, dan nama penulis artikel memiliki kesamaan dengan artikel pada laman http://bisnis.com yang berjudul ‘Usai Akuisisi Softex US$ 1,2 Miliar, Ini Rencana Kimberly Clark’. Artikel ini membahas mengenai rencana Kimberly-Clark Corporation setelah mengakuisisi Softex Indonesia pada 2020. Dalam artikel ini juga tidak ada pernyataan mengenai larangan muslim memakai produk Softex. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim di atas tidak benar.
Beredar sebuah unggahan yang menyatakan bahwa salah satu perusahaan pembalut bernama Softex melarang umat muslim menggunakan produknya. Informasi ini diunggah oleh akun Facebook bernama @Resaterry pada 11 Agustus 2024.
Setelah dilakukan penelusuran ternyata tidak benar informasi tersebut. Akun di atas mengunggah pernyataan dengan menyertakan foto sebuah laman artikel yang mirip dengan tampilan halaman http://bisnis.com. Pemeriksa fakta Kompas mencoba mencari artikel yang diklaim di laman http://bisnis.com. Hasilnya, tidak ditemukan pernyataan mengenai perusahaan Softex yang melarang muslim memakai produknya.
Selain itu masih dilansir dari http://kompas.com, foto yang digunakan dalam klaim, tanggal artikel diunggah, dan nama penulis artikel memiliki kesamaan dengan artikel pada laman http://bisnis.com yang berjudul ‘Usai Akuisisi Softex US$ 1,2 Miliar, Ini Rencana Kimberly Clark’. Artikel ini membahas mengenai rencana Kimberly-Clark Corporation setelah mengakuisisi Softex Indonesia pada 2020. Dalam artikel ini juga tidak ada pernyataan mengenai larangan muslim memakai produk Softex. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim di atas tidak benar.
Kesimpulan
Unggahan di atas adalah hasil manipulasi. Tampilan laman, foto, dan nama penulis yang terdapat dalam klaim ditemukan dalam artikel http://bisnis.com yang membahas mengenai rencana Kimberly-Clark setelah mengakuisisi perusahaan Softex. Selain itu, dalam artikel juga tidak ada pernyataan mengenai larangan muslim memakai produk Softex.
Rujukan
(GFD-2024-22055) [PENIPUAN] Ashanty Bagikan Uang 10 Juta Dengan Merangkai Kata
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 22/08/2024
Berita
A-K-E-D-R-E-A-M
Yang bisa merangkai kata di atas dengan benar langsung bunda transfer 10 juta sekarang juga
Yang bisa merangkai kata di atas dengan benar langsung bunda transfer 10 juta sekarang juga
Hasil Cek Fakta
Sebuah unggahan di Facebook memperlihatkan selebriti Indonesia, Ashanty yang tengah membagikan uang 10 juta dengan syarat harus bisa merangkai suatu kata. Video ini diunggah oleh akun bernama @Ashanty Official fans.
Setelah dilakukan penelusuran ternyata akun yang mengunggah video di atas bukanlah milik Ashanty. Akun asli milik Ashanty bernama Ashanty Hermasnyah yang sudah bercentang biru. Selain itu, di akun asli Ashanty tidak ditemukan video seperti yang diunggah oleh akun di atas. Konten seperti ini juga sudah pernah dijelaskan ketidakbenarannya oleh pemeriksa fakta sebelumnya.
Dengan demikian, video yang mengatakan Ashanty membagikan uang dengan syarat tertentu tidaklah benar dan masyarakat diharapkan berhati-hati karena dapat diindikasikan sebagai penipuan.
Setelah dilakukan penelusuran ternyata akun yang mengunggah video di atas bukanlah milik Ashanty. Akun asli milik Ashanty bernama Ashanty Hermasnyah yang sudah bercentang biru. Selain itu, di akun asli Ashanty tidak ditemukan video seperti yang diunggah oleh akun di atas. Konten seperti ini juga sudah pernah dijelaskan ketidakbenarannya oleh pemeriksa fakta sebelumnya.
Dengan demikian, video yang mengatakan Ashanty membagikan uang dengan syarat tertentu tidaklah benar dan masyarakat diharapkan berhati-hati karena dapat diindikasikan sebagai penipuan.
Kesimpulan
Pernyataan tersebut tidaklah benar karena akun Facebook yang mengunggah konten di atas bukanlah milik Ashanty. Akun asli Ashanty bernama Ashanty Hermansyah dan bercentang biru.
Rujukan
(GFD-2024-22057) Keliru, Konten yang Diklaim Sebagai Pernyataan Warga Dayak tentang Paskibraka Lepas Hijab
Sumber:Tanggal publish: 22/08/2024
Berita
Potongan gambar yang memperlihatkan judul berita dengan klaim pernyataan warga Dayak tentang peserta Paskibraka lepas hijab, beredar di Threads [ arsip ] pada 20 Agustus 2024.
Tangkapan layar berita itu berjudul “Warga Dayak Sebut: Peserta Putri Paskibraka Hanya Melepas Jilbab, Bukan Lepas Celana, Jadi Tak Usah Diperdebatkan”, dilengkapi dengan foto dua perempuan mengenakan baju adat Dayak.
Sejak diunggah konten tersebut mendapat komentar 429 pengguna Threads, disukai 337 kali, 3 kali repost dan 13 kali di share ulang. Namun, benarkah warga Dayak mengeluarkan pernyataan soal Paskibraka yang lepas hijab?
Hasil Cek Fakta
Hasil penelusuran Tempo, tangkapan layar tersebut telah disunting pada bagian judul berita. Berita aslinya tidak berisi pernyataan warga Dayak tentang peserta Paskibraka lepas hijab.
Berita aslinya dipublikasikan pada 15 Juni 2014 silam, bukan 15 Agustus 2014 seperti yang tertera. Berita tersebut ditayangkan pada kolom Editorial Tribun News berjudul “Warga Dayak Dukung Jokowi-JK”, yang berisi kompilasi foto-foto pendukung Jokowi-JK memakai seragam tradisional, termasuk baju tradisional Dayak.
Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut: Perwakilan warga Dayak Kalimantan berpakaian tradisional menunjukkan keahliannya saat acara car free day di sekitar bundaran HI Jakarta Pusat untuk dukungan pasangan Jokowi-JK, Minggu (15/6/2014). Warga Dayak menilai pasangan Jokowi-JK dapat menjaga kebhinekaan yang ada di Indonesia.
Polemik Lepas Hijab
Pro dan kontra keharusan melepas hijab anggota Paskibraka terjadi menjelang upacara hari ulang tahun Kemerdekaan RI ke-79 yang akan digelar Sabtu, 17 Agustus 2024, di Ibu Kota Nusantara.
Dalam arsip Tempo dijelaskan, awal pro kontra ini menyeruak setelah Presiden Jokowi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2024 di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa, 13 Agustus 2024.
Setelah pengukuhan, Presiden dan anggota Paskibraka foto bersama. Belasan anggota perempuan yang biasa menggunakan hijab, tampak tak mengenakannya. Foto ini memunculkan kabar adanya larangan bagi anggota Paskibraka perempuan menggunakan hijab.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menjelaskan bahwasanya pelepasan hijab sejumlah anggota Paskibraka 2024 bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai keseragaman dalam pengibaran bendera.
Pada tahun-tahun sebelumnya, anggota Paskibraka diperbolehkan menggunakan hijab dalam upacara pengukuhan maupun pengibaran bendera pada 17 Agustus.
Namun keputusan BPIP itu menuai kecaman dari warganet dan pemerhati keberagaman. Setelah kritik publik tersebut kemudian, Paskibraka putri tetap menggunakan jilbab saat bertugas dalam upacara peringatan HUT Ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 17 Agustus 2024.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, klaim warga Dayak mengeluarkan pernyataan soal Paskibraka lepas hijab, adalah keliru.
Pasalnya, narasi pada potongan gambar yang diunggah itu adalah hasil editan, terutama judul dan bulan penerbitan berbeda. Berita ini sudah dipublikasikan pada 15 Juni 2014 silam, bukan 15 Agustus 2014.
Judul aslinya adalah warga Dayak mendukung Jokowi-JK.
Rujukan
- https://www.threads.net/@aqilahwood21/post/C-4WuRohqlh?fbclid=IwY2xjawEyUspleHRuA2FlbQIxMAABHZ8OA-ToHj9ytJwt-lDfAtanQl-ZZ_hCbiL8FDwd_6HHID2gDtz6x0-QKA_aem_ADC9h0oOYHkghK8-dslotQ
- https://web.archive.org/web/20240822103646/
- https://www.threads.net/@aqilahwood21/post/C-4WuRohqlh
- https://tribunnews.com/images/editorial/view/1204522/warga-dayak-dukung-jokowi-jk
- https://bisnis.tempo.co/read/1904194/kronologi-pro-kontra-anggota-paskibraka-dilarang-berjilbab-berakhir-dengan-pernyataan-jokowi
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-22058) Cek Fakta: Klarifikasi Poster Daftar Potensi Ancaman Tsunami di Kabupaten dan Kota
Sumber:Tanggal publish: 22/08/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan poster daftar potensi ancaman tsunami di tiap kabupaten dan kota. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 20 Agustus 2024.
Dalam postingannya terdapat poster beberapa kota yang berpotensi terancam tsunami lengkap dengan level, tinggi, hingga estimasi waktu.
Akun itu menambahkan narasi "Potensi Ancaman Tsunami di Kab/Kota Besar, untuk wilayah provinsi Lampung sangat Fatal"
Lalu benarkah postingan poster daftar potensi ancaman tsunami di tiap kabupaten dan kota?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka akun yang mengunggah pertama postingan tersebut yakni @gempa.dunia di Instagram. Poster tersebut pertama kali diunggah pada 18 Agustus 2024.
Dalam postingan asli terdapat penjelasan dengan narasi sebagai berikut:
"POST INI ADALAH KAJIAN POTENSI, BUKAN PREDIKSI APALAGI RAMALAN. GEMPA TIDAK BISA DIPREDIKSI WAKTU KEJADIANNYA.
Indonesia merupakan negara yang secara geodinamika sangat aktif. Terbukti dengan banyaknya ancaman gempa besar yang mengintai. Hari ini kita akan membahas mengenai ancaman gempa dan tsunami dari 2 zona megathrust paling terkenal di Indonesia, yakni Mentawai-Siberut dan Selat Sunda.
Walaupun ancaman gempa besar cukup menakutkan, namun masyarakat diharap untuk tidak panik dengan melakukan tindakan antisipasi dini seperti memperbaiki struktur rumah agar tahan gempa, mengatur ulang tata letak rumah agar barang mudah jatuh dan pecah belah tidak menganggu jalannya evakuasi saat gempa, serta mulai merencanakan jalur evakuasi tsunami saat terjadi gempa besar. Apa yang kita persiapkan di masa sekarang, akan sangat menentukan seberapa besar dampak gempa besar di masa yang akan datang."
Selain itu Cek Fakta Liputan6.com meminta penjelasan dari akun tersebut melalui pesan langsung atau DM.
"Informasi dalam postingan ini bukan prediksi waktu kejadian gempa karena memang gempa tidak pernah dapat diprediksi. Kami hanya membuat permodelan tsunami menggunakan Model Guncangan terbaru GEM 2023, Permodelan Guncangan Korban Jiwa Akibat Guncangan dengan InaSAFE dan Permodelan Tsunami menggunakan TsunAWI," bunyi pernyataan @gempa.dunia.
"Kami buat potensi ini agar masyarakat mempersiapkan diri (bukan mengungsi) seperti mengecek infrastruktur tsunami, mengecek struktur rumah, lingkungan sekitar, bahkan tanah dan batuan di bawah rumah tempat mereka tinggal."
Selain itu kami juga meminta penjelasan BMKG dari poster yang beredar viral tersebut.
"Kalau tinggi dan estimasi waktu tsunami memang bisa dibuat modelnya. Yang tidak bisa kita tahu adalah kapan waktu gempa itu terjadi," ujar Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG, Rahmat Triyono saat dihubungi Kamis (22/8/2024).
"Namun yang pasti informasi yang beredar tersebut bukan berasal dari BMKG," katanya menambahkan.
Sebelumnya Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan terkait rilis yang diunggah BMKG mengenai “Gempa di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut Tinggal Menunggu Waktu”.
Daryono menyampaikan, makna dari kalimat “tinggal menunggu waktu” muncul lantaran Selat Sunda dan Mentawai-Siberut memang dalam kondisi geografis yang dapat memicu gempa besar, namun belum juga terjadi dalam kurun waktu ratusan tahun.
"Tetapi bukan berarti segera akan terjadi gempa dalam waktu dekat. Dikatakan tinggal menunggu waktu disebabkan karena segmen-segmen sumber gempa di sekitarnya sudah rilis gempa besar semua, sementara Selat Sunda dan Mentawai-Siberut hingga saat ini belum terjadi,” tutur Daryono dalam artikel Liputan6.com berjudul "Soal Gempa Megathrust Tinggal Tunggu Waktu, BMKG: Bukan Berarti Dalam Waktu Dekat".
Daryono mengulas, pembahasan mengenai potensi gempa di Zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut sebenarnya bukan hal baru. Pasalnya, kondisi tersebut sudah lama dibicarakan, bahkan sejak sebelum terjadi gempa dan tsunami di Aceh pada 2004 lalu.
"Munculnya kembali pembahasan potensi gempa di zona megathrust saat ini bukanlah bentuk peringatan dini atau warning yang seolah-olah dalam waktu dekat akan segera terjadi gempa besar. Tidak demikian," ujarnya.
"Kita hanya mengingatkan kembali keberadaan Zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut sebagai sebuah potensi yang diduga oleh para ahli sebagai zona kekosongan gempa besar atau seismic gap, yang sudah berlangsung selama ratusan tahun. Seismic gap ini memang harus kita waspadai karena dapat melepaskan energi gempa signifikan yang dapat terjadi sewaktu-waktu," Daryono menambahkan.
Kesimpulan
Postingan poster daftar potensi ancaman tsunami di tiap kabupaten dan kota telah diklarifikasi.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/C-zav3YJrgB/?img_index=19
- https://www.liputan6.com/news/read/5674043/soal-gempa-megathrust-tinggal-tunggu-waktu-bmkg-bukan-berarti-dalam-waktu-dekat
- https://www.liputan6.com/regional/read/5679867/gempa-megathrust-berpotensi-guncang-indonesia-kepala-bmkg-dwikorita-ayo-segera-mitigasi
Halaman: 3015/7934




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4925118/original/045920400_1724329261-cek_fakta_model.jpg)