KOMPAS.com - Beredar informasi adanya bantuan pra-lansia bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang berusia di atas 60 tahun.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi bantuan pra-lansia bagi peserta BPJS yang berusia di atas 60 tahun dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada November 2024.
Berikut narasi yang dibagikan:
*Berita Gembira* ini baru PRESIDENKU Masa Depanku
Beruntungnya yang sudah berumur diatas 60 tahun, pengalihan program makan gratis ke santunan Pra-lansia.
BANTUAN PRA-LANSIA PROGRAM PEMERINTAH YG BARU UNTUK SELURUH MASYARAKAT PEMEGANG BPJS YANG BERUMUR DIATAS 60 TAHUN (Kategori Pra Lansia)
Sesuai dengan Kepres No. 212/Kepres/RI/I0/2024, bahwa semua Masyarakat yang sudah berumur 60 tahun keatas, akan menerima Tunjangan Lansia, langsung masuk Rekening ATM sebesar Rp. 1.250.000,- per bulannya per Kartu Keluarga (KK)
*dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari para Pra- Lansia sehingga tidak memberatkan kehidupan keluarga.
*SYARAT"
1. Foto Copy KK2. Foto Copy Kartu ATM / Buku Rekening3. Foto Copy KTP Kepala Keluarga4. Masing-masing rangkap 2.
5. Pendaftaran melalui Bank Bank terdekat sesuai Buku Rekening yg dimiliki. (BRI, MANDIRI, BNI, BPD, BCA, BUKOPIN dll )6. Bila data sudah teregistrasi maka akan di cairkan pada awal bulan berikutnya dan dikirimkan Notifikasi bahwa Dana telah masuk.7. Dana yang sudah ditransfer ke Rekening dapat dicairkan langsung.
Program ini akan dimulai per 01 April 2025.
Hal ini merupakan komitmen terbaru dari Menteri Keuangan, diperkuat oleh Pernyataan Presiden di depan semua Kepala Daerah se Indonesia.
Selain itu, beliau juga mempertegas akan memperbarui APBN 2025 untuk direvisi memberikan "*Bantuan Langsung*" kepada Masyarakat yg memasuki Usia Lanjut.
Mari kita semua senantiasa bersyukur atas Anugerah-Nya.....
Demikian mohon disampaikan para kerabat dan handai taulan.....Wassalam.
Screenshot Hoaks, bantuan pra-lansia untuk peserta BPJS di atas 50 tahun
(GFD-2024-23998) [HOAKS] Bantuan Pra-Lansia untuk Peserta BPJS di Atas 50 Tahun
Sumber:Tanggal publish: 14/11/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi informasi bantuan pra-lansia tersebut.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi bantuan pra-lansia tersebut adalah hoaks dan merupakan modus penipuan.
"Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky kepada Kompas.com, Kamis (14/11/2024).
Rizzky mengatakan, masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi apabila memiliki pertanyaan atau keluhan seputar BPJS Kesehatan.
Saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan dapat diakses melalui:
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi bantuan pra-lansia tersebut adalah hoaks dan merupakan modus penipuan.
"Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky kepada Kompas.com, Kamis (14/11/2024).
Rizzky mengatakan, masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi apabila memiliki pertanyaan atau keluhan seputar BPJS Kesehatan.
Saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan dapat diakses melalui:
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi bantuan pra-lansia bagi peserta BPJS yang berusia di atas 60 tahun adalah hoaks.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi bantuan pra-lansia tersebut adalah hoaks dan merupakan modus penipuan.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi bantuan pra-lansia tersebut adalah hoaks dan merupakan modus penipuan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1788500221954473&id=100023835375756&rdid=rMiZPe4S14tTo5d6
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2515364711987971&id=100005433998051&rdid=Ka8CVj0NjzZtoCho
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=9306612369367966&id=100000578862731&rdid=ChOond4R8C4PfoME
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-23999) [HOAKS] Label Halal pada Produk Kerupuk Babi
Sumber:Tanggal publish: 14/11/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai produk kerupuk babi berlabel halal di jagat maya. Narasi ini beredare luas melalui unggahan media sosial.
Narasi tersebut disertai foto produk babi yang dimaksud, dengan kemasan yang telah mendapat label "Halal".
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut merupakan konten manipulatif.
Informasi mengenai label halal pada produk kerupuk babi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 31 Oktober 2024:
Ini yg Dimau Bani 58.Mangkane Bangga dengan kebusukan..micek ae dengan kezhaliman
Narasi tersebut disertai foto produk babi yang dimaksud, dengan kemasan yang telah mendapat label "Halal".
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut merupakan konten manipulatif.
Informasi mengenai label halal pada produk kerupuk babi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 31 Oktober 2024:
Ini yg Dimau Bani 58.Mangkane Bangga dengan kebusukan..micek ae dengan kezhaliman
Hasil Cek Fakta
Isu mengenai produk kerupuk babi berlabel halal merupakan hoaks berulang yang beredar sejak 2019.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menelusuri produk "Krupuk Kulit Babi" yang dimaksud dan tidak ada label atau logo halal pada produk yang beredar.
"Berdasarkan penelusuran Badan POM, di pasaran tidak ditemukan produk Krupuk Kulit Babi berlogo halal seperti yang disebarkan di media sosial," tulis keterangan BPOM pada 16 Juli 2019.
Kemasan produk kerupuk kulit babi yang asli dapat dilihat di sini.
Foto kemasan yang beredar kemungkinan besar merupakan hasil suntingan, dengan menambahkan label halal.
Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melabeli sebaran konten manipulatif tersebut sebagai hoaks sejak 2019.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menelusuri produk "Krupuk Kulit Babi" yang dimaksud dan tidak ada label atau logo halal pada produk yang beredar.
"Berdasarkan penelusuran Badan POM, di pasaran tidak ditemukan produk Krupuk Kulit Babi berlogo halal seperti yang disebarkan di media sosial," tulis keterangan BPOM pada 16 Juli 2019.
Kemasan produk kerupuk kulit babi yang asli dapat dilihat di sini.
Foto kemasan yang beredar kemungkinan besar merupakan hasil suntingan, dengan menambahkan label halal.
Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melabeli sebaran konten manipulatif tersebut sebagai hoaks sejak 2019.
Kesimpulan
Narasi mengenai label halal pada produk kerupuk babi merupakan hoaks berulang sejak lima tahun lalu. Foto kemasan produk kerupuk babi disunting dengan ditempeli label halal.
BPOM memastikan tidak ada peredaran produk kerupuk babi dengan label halal.
BPOM memastikan tidak ada peredaran produk kerupuk babi dengan label halal.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1514094155972327&set=a.754230865291997
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=3808256046156096&set=a.1453368551644869
- https://www.facebook.com/photo?fbid=590215883566289&set=pcb.590215966899614
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=3809758272672540&set=a.1453368551644869
- https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/penjelasan-badan-pom-ri-tentang-isu-peredaran-produk-krupuk-kulit-babi-yang-berlogo-halal
- https://www.pom.go.id/storage/dat/20190716/Kerupuk_Babi.pdf
- https://www.komdigi.go.id/berita/pengumuman/detail/hoaks-krupuk-babi-halal
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24012) [HOAKS] Tautan Pendaftaran BPJS Kesehatan Gratis
Sumber:Tanggal publish: 14/11/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar tautan yang diklaim sebagai akses untuk mendaftar layanan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara gratis.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Waspada, kemungkinan konten ini merupakan modus penipuan.
Tautan pendaftaran layanan BPJS Kesehatan gratis muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan tautan dengan logo BPJS Kesehatan, kemudian disertai keterangan:
DAFTAR BPJS Gratis
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook tautan pendaftaran BPJS Kesehatan gratis
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Waspada, kemungkinan konten ini merupakan modus penipuan.
Tautan pendaftaran layanan BPJS Kesehatan gratis muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan tautan dengan logo BPJS Kesehatan, kemudian disertai keterangan:
DAFTAR BPJS Gratis
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook tautan pendaftaran BPJS Kesehatan gratis
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tautan tersebut menggunakan pelacak web Wheregoes.
Hasilnya, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi BPJS Kesehatan. Situs resmi BPJS Kesehatan yakni bpjs-kesehatan.go.id.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah mengatakan tautan itu bukan berasal dari pihaknya. Selain itu, juga tidak ada program BPJS Kesehatan gratis.
"Itu hoaks, masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky kepada Kompas.com, Rabu (13/11/2024).
Rizkky menyebut, pendaftaran BPJS Kesehatan bisa dilakukan secara online melalui Mobile JKN.
Berikut adalah cara mendaftar BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN:
Cara mendaftar BPJS Kesehatan tersebut dikhususkan bagi kategori pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau bukan pekerja (BP).
Adapun besaran iuran BPJS Kesehatan bagi PBPU dan BP yakni sebagai berikut:
Hasilnya, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi BPJS Kesehatan. Situs resmi BPJS Kesehatan yakni bpjs-kesehatan.go.id.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah mengatakan tautan itu bukan berasal dari pihaknya. Selain itu, juga tidak ada program BPJS Kesehatan gratis.
"Itu hoaks, masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky kepada Kompas.com, Rabu (13/11/2024).
Rizkky menyebut, pendaftaran BPJS Kesehatan bisa dilakukan secara online melalui Mobile JKN.
Berikut adalah cara mendaftar BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN:
Cara mendaftar BPJS Kesehatan tersebut dikhususkan bagi kategori pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau bukan pekerja (BP).
Adapun besaran iuran BPJS Kesehatan bagi PBPU dan BP yakni sebagai berikut:
Kesimpulan
Tautan pendaftaran layanan BPJS Kesehatan gratis yang beredar di media sosial tidak benar atau hoaks. Setelah ditelusuri tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi BPJS Kesehatan.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah juga memastikan tautan itu bukan berasal dari pihaknya. Selain itu tidak ada program BPJS Kesehatan gratis.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah juga memastikan tautan itu bukan berasal dari pihaknya. Selain itu tidak ada program BPJS Kesehatan gratis.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02Xcn78soJLEwPJdmJJGCs772qW9jbxAdRDyfb2Y8SAj9CUFEB5w72XSsyFMx9vRdcl&id=61567925930472
- https://bpjs-kesehatan.go.id/#/
- https://www.kompas.com/tren/read/2024/02/26/103000565/cara-daftar-bpjs-kesehatan-untuk-urus-skck-dan-layanan-publik-lain
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24013) [HOAKS] Warga Belanda Bertepuk Tangan Usai Kerusuhan di Amsterdam
Sumber:Tanggal publish: 14/11/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang menampilkan sekumpulan warga Belanda bertepuk tangan sambil membawa bendera Palestina.
Video itu disebutkan sebagai perayaan atas kerusuhan di Amsterdam, sebelum dan sesudah pertandingan Europa League antara Ajax Amsterdam dan Maccabi Tel Aviv di Stadion Johan Cruijff Arena pada Senin (11/11/2024).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan narasi keliru.
Video warga Belanda bertepuk tangan usai kerusuhan di Amsterdam, disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (8/11/0224):
8 November 2024
Orang-orang Belanda merayakan setelah memberikan pelajaran kepada orang-orang Yahudi Israel yang tidak akan pernah mereka lupakan.
Kronologi ; suporter Maccabi Tel Aviv melakukan perusakan toko, memukuli sopir taksi, merobek bendera Palestina dan merayakan Genosida di Gaza.
Video itu disebutkan sebagai perayaan atas kerusuhan di Amsterdam, sebelum dan sesudah pertandingan Europa League antara Ajax Amsterdam dan Maccabi Tel Aviv di Stadion Johan Cruijff Arena pada Senin (11/11/2024).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan narasi keliru.
Video warga Belanda bertepuk tangan usai kerusuhan di Amsterdam, disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (8/11/0224):
8 November 2024
Orang-orang Belanda merayakan setelah memberikan pelajaran kepada orang-orang Yahudi Israel yang tidak akan pernah mereka lupakan.
Kronologi ; suporter Maccabi Tel Aviv melakukan perusakan toko, memukuli sopir taksi, merobek bendera Palestina dan merayakan Genosida di Gaza.
Hasil Cek Fakta
Video yang beredar pertama kali diunggah oleh akun Instagram Motaz Azaiza pada 26 Mei 2024.
Sekelompok orang yang bertepuk tangan dalam video menghadiri acara World Press Photo, di De Nieuwe Kerk, Amsterdam, Belanda pada 25 Mei 2024.
Rangkaian acara tersebut dapat dilihat di sini.
Motaz Azaiza merupakan salah satu pembicara di acara World Press Photo.
"Video ini dibuat setelah berakhirnya ceramahnya tentang kebebasan pers dan pengalaman pribadinya di Gaza. Penonton memberikan tepuk tangan setelahnya. Itu yang Anda lihat di video itu," kata juru bicara De Nieuwe Kerk, dilansir Reuters.
Video yang beredar tidak terkait dengan kerusuhan yang terjadi di Amsterdam pekan ini.
Kerusuhan di Amsterdam merupakan puncak ketegangan yang terjadi akibat ulah pendukung Maccabi Tel Aviv.
Para suporter menolak untuk mengheningkan cipta terkait korban banjir di Valencia, Spanyol sebelum peluit kick off berbunyi.
Para suporter Maccabi Tel Aviv juga terekam kamera menyanyikan lagu-lagu rasis yang menyerukan pembantaian terhadap orang Arab dan Palestina, saat datang ke stadion hingga pulang.
Dilansir Al Jazeera, situasi semakin panas usai pertandingan yang dimenangkan tuan rumah Ajax Amsterdam dengan skor telak 5-0. Pendukung Maccabi terlihat menurunkan bendera Palestina yang dipasang di depan rumah-rumah warga di Amsterdam.
Para suporter Maccabi kemudian mendapatkan perlawanan dari masyarakat lokal, terutama dari warga keturunan Afrika bagian utara dan Arab.
Sekitar 600 polisi dikerahkan untuk menangani kerusuhan. Sebanyak 62 orang ditangkap dan lima orang dilarikan ke rumah sakit karena luka ringan.
Sekelompok orang yang bertepuk tangan dalam video menghadiri acara World Press Photo, di De Nieuwe Kerk, Amsterdam, Belanda pada 25 Mei 2024.
Rangkaian acara tersebut dapat dilihat di sini.
Motaz Azaiza merupakan salah satu pembicara di acara World Press Photo.
"Video ini dibuat setelah berakhirnya ceramahnya tentang kebebasan pers dan pengalaman pribadinya di Gaza. Penonton memberikan tepuk tangan setelahnya. Itu yang Anda lihat di video itu," kata juru bicara De Nieuwe Kerk, dilansir Reuters.
Video yang beredar tidak terkait dengan kerusuhan yang terjadi di Amsterdam pekan ini.
Kerusuhan di Amsterdam merupakan puncak ketegangan yang terjadi akibat ulah pendukung Maccabi Tel Aviv.
Para suporter menolak untuk mengheningkan cipta terkait korban banjir di Valencia, Spanyol sebelum peluit kick off berbunyi.
Para suporter Maccabi Tel Aviv juga terekam kamera menyanyikan lagu-lagu rasis yang menyerukan pembantaian terhadap orang Arab dan Palestina, saat datang ke stadion hingga pulang.
Dilansir Al Jazeera, situasi semakin panas usai pertandingan yang dimenangkan tuan rumah Ajax Amsterdam dengan skor telak 5-0. Pendukung Maccabi terlihat menurunkan bendera Palestina yang dipasang di depan rumah-rumah warga di Amsterdam.
Para suporter Maccabi kemudian mendapatkan perlawanan dari masyarakat lokal, terutama dari warga keturunan Afrika bagian utara dan Arab.
Sekitar 600 polisi dikerahkan untuk menangani kerusuhan. Sebanyak 62 orang ditangkap dan lima orang dilarikan ke rumah sakit karena luka ringan.
Kesimpulan
Video sekelompok orang menghadiri acara World Press Photo, di De Nieuwe Kerk, Amsterdam pada 25 Mei 2024 disebarkan dengan konteks keliru.
Video tersebut tidak terkait kerusuhan di Amsterdam usai pertandingan Liga Europa Senin (11/11/2024).
Video tersebut tidak terkait kerusuhan di Amsterdam usai pertandingan Liga Europa Senin (11/11/2024).
Rujukan
- https://www.facebook.com/61567491477280/videos/8725658084215613/
- https://www.facebook.com/61566533470982/videos/2002498983598199/
- https://www.facebook.com/reel/409294085448370
- https://www.facebook.com/reel/585864340795550
- https://www.instagram.com/p/C7ZpCRPMhUt/
- https://www.worldpressphoto.org/calendar/2024/the-stories-that-matter
- https://www.reuters.com/fact-check/video-shows-applause-palestinian-photojournalist-not-celebration-attacks-israeli-2024-11-13/
- https://www.instagram.com/reel/C7ZpCRPMhUt/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://www.aljazeera.com/news/2024/11/8/israeli-football-fans-clash-with-protesters-in-amsterdam
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2512/7906