KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berupa poster berisi analisis debat ketiga Pilkada Kabupaten Sleman 2024. Unggahan beredar sejak Selasa (12/11/2024).
Poster tersebut mencatut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman serta lembaga survei Vox Populi.
Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.
Poster berisi hasil analisis debat ketiga Pilkada Kabupaten Sleman 2024 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan poster berisi analisis debat Pilkada Sleman yang mengungulkan salah satu pasangan calon.
Poster itu juga mencantumkan logo KPU Kabupaten Sleman dan lembaga survei Vox Populi.
(GFD-2024-24096) [HOAKS] KPU Sleman Keluarkan Poster Hasil Analisis Debat Pilkada 2024
Sumber:Tanggal publish: 20/11/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari Tribun Jogja, Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan bahwa poster tersebut informasinya tidak benar.
KPU Kabupaten Sleman tidak pernah mengeluarkan analisis maupun penilaian terhadap debat calon bupati dan wakil bupati.
"Dan juga tidak bekerja sama dengan lembaga mana pun dalam hal itu karena memang tidak melakukan apa-apa, kecuali fasilitasi debat," kata Baehaqi, Rabu (13/11/2024).
Menurut dia, logo KPU Kabupaten Sleman dicatut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dalam poster yang beredar tersebut.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyebarkan informasi keliru di media sosial.
"KPU Kabupaten Sleman mengharapkan semua pihak agar bijak dalam membuat dan menyebarkan informasi," ujarnya.
Seperti diketahui Pilkada Sleman 2024 diikuti dua pasangan calon. Peserta Pilkada Sleman 2024 adalah pasangan nomor urut 1 Kustini Sri Purnomo-Sukamto, serta pasangan nomor urut 2 Harda Kiswaya-Danang Maharsa.
KPU Kabupaten Sleman tidak pernah mengeluarkan analisis maupun penilaian terhadap debat calon bupati dan wakil bupati.
"Dan juga tidak bekerja sama dengan lembaga mana pun dalam hal itu karena memang tidak melakukan apa-apa, kecuali fasilitasi debat," kata Baehaqi, Rabu (13/11/2024).
Menurut dia, logo KPU Kabupaten Sleman dicatut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dalam poster yang beredar tersebut.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyebarkan informasi keliru di media sosial.
"KPU Kabupaten Sleman mengharapkan semua pihak agar bijak dalam membuat dan menyebarkan informasi," ujarnya.
Seperti diketahui Pilkada Sleman 2024 diikuti dua pasangan calon. Peserta Pilkada Sleman 2024 adalah pasangan nomor urut 1 Kustini Sri Purnomo-Sukamto, serta pasangan nomor urut 2 Harda Kiswaya-Danang Maharsa.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim KPU mengeluarkan poster berisi hasil analisis debat ketiga Pilkada Kabupaten Sleman tidak benar atau hoaks.
Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Baehaqi menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan analisis maupun penilaian terhadap debat calon bupati dan wakil bupati.
Logo KPU Kabupaten Sleman dicatut oleh pihak tidak bertanggung jawab dalam poster tersebut.
Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Baehaqi menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan analisis maupun penilaian terhadap debat calon bupati dan wakil bupati.
Logo KPU Kabupaten Sleman dicatut oleh pihak tidak bertanggung jawab dalam poster tersebut.
Rujukan
- https://web.facebook.com/photo.php?fbid=8696147760499608&id=100003134100961&set=a.220248124756323&rdid=sgmC3msuotcYBZsA&share_url=
- https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2Fshare%2F1WSfrJT5bQ%2F%3F_rdc%3D1%26_rdr
- https://jogja.tribunnews.com/2024/11/13/ramai-beredar-flyer-hasil-penilaian-debat-pilkada-2024-kpu-sleman-itu-tidak-benar
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24100) [KLARIFIKASI] Foto Kecelakaan Beruntun Libatkan 200 Kendaraan di China pada 2022
Sumber:Tanggal publish: 20/11/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah foto yang diklaim memperlihatkan tabrakan beruntun 200 kendaraan beredar di media sosial. Foto itu tidak disertai keterangan lokasi dan waktu kejadian.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konteks dalam foto perlu diperjelas.
Foto yang diklaim menunjukkan tabrakan beruntun 200 kendaraan dibagikan oleh akun Facebook ini pada Senin (18/11/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Mencekam!! 200 Kendaraan Tabrakan Beruntun, Mobil sampai Bertumpuk-tumpuk. Begini Kondisi Korban, ada yang Men!nggal
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konteks dalam foto perlu diperjelas.
Foto yang diklaim menunjukkan tabrakan beruntun 200 kendaraan dibagikan oleh akun Facebook ini pada Senin (18/11/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Mencekam!! 200 Kendaraan Tabrakan Beruntun, Mobil sampai Bertumpuk-tumpuk. Begini Kondisi Korban, ada yang Men!nggal
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, foto yang sama ditemukan dalam artikel The Telegraph, 28 Desember 2022.
Menurut artikel tersebut, foto itu menunjukkan kecelakaan beruntun di jembatan Zhengxin Yellow River di kota Zhengzhou, China.
Satu orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan 200 kendaraan tersebut. Banyak dari korban luka terjebak di dalam kendaraan mereka.
Kantor berita China menyebutkan, sebanyak 11 mobil pemadam kebakaran dan 66 petugas pemadam kebakaran dikirim ke tempat kejadian.
Gambar yang sama juga ditemukan dalam video yang diunggah kanal YouTube Guardian News, pada 29 Desember 2022.
Dalam pemberitaan Reuters, kecelakaan itu menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Menurut artikel tersebut, foto itu menunjukkan kecelakaan beruntun di jembatan Zhengxin Yellow River di kota Zhengzhou, China.
Satu orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan 200 kendaraan tersebut. Banyak dari korban luka terjebak di dalam kendaraan mereka.
Kantor berita China menyebutkan, sebanyak 11 mobil pemadam kebakaran dan 66 petugas pemadam kebakaran dikirim ke tempat kejadian.
Gambar yang sama juga ditemukan dalam video yang diunggah kanal YouTube Guardian News, pada 29 Desember 2022.
Dalam pemberitaan Reuters, kecelakaan itu menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto itu memang benar menunjukkan kecelakaan beruntun yang melibatkan 200 kendaraan.
Namun, foto itu tidak disertai keterangan lokasi dan waktu kejadian, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan misinformasi.
Foto itu menunjukkan kecelakaan beruntun di Jembatan Zhengxin Yellow River di kota Zhengzhou, China, pada 28 Desember 2022.
Namun, foto itu tidak disertai keterangan lokasi dan waktu kejadian, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan misinformasi.
Foto itu menunjukkan kecelakaan beruntun di Jembatan Zhengxin Yellow River di kota Zhengzhou, China, pada 28 Desember 2022.
Rujukan
- https://www.facebook.com/Resepsahabtku/posts/pfbid02xHS9Mhwih2UR8W4ERSPArvXjK2xDgGSPbGGCPqDLU56q7y7MoAN7pKTvdho454prl
- https://www.telegraph.co.uk/world-news/2022/12/28/watch-200-cars-trapped-huge-pile-up-chinese-bridge-shrouded/
- https://www.youtube.com/watch?v=wJR2W7iToK4
- https://www.reuters.com/world/china/fog-causes-major-car-crash-bridge-chinas-zhengzhou-state-media-2022-12-28/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24101) [HOAKS] Pemegang Kartu Indonesia Sehat Dapat Bansos Rp 2,4 Juta
Sumber:Tanggal publish: 20/11/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar informasi yang menyebutkan pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) mendapatkan bantuan sosial sebesar Rp 2,4 juta.
Informasi ini beredar luas di media sosial, terutama Facebook. Unggahan beredar pada pertengahan November 2024.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi pemegang KIS mendapatkan bansos Rp 2,4 juta dibagikan oleh akun Facebook ini pada Senin (18/11/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Pemilik Kartu KIS Dapat Bansos Rp 2,4 Juta, Cek Sekarang Juga
Informasi ini beredar luas di media sosial, terutama Facebook. Unggahan beredar pada pertengahan November 2024.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi pemegang KIS mendapatkan bansos Rp 2,4 juta dibagikan oleh akun Facebook ini pada Senin (18/11/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Pemilik Kartu KIS Dapat Bansos Rp 2,4 Juta, Cek Sekarang Juga
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi pemegang KIS mendapatkan bansos Rp 2,4 juta adalah hoaks.
"Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/11/2024).
Rizzky mengatakan, masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan apabila memiliki pertanyaan atau keluhan.
Saluran komunikasi tersebut dapat diakses melalui:
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi pemegang KIS mendapatkan bansos Rp 2,4 juta adalah hoaks.
"Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/11/2024).
Rizzky mengatakan, masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan apabila memiliki pertanyaan atau keluhan.
Saluran komunikasi tersebut dapat diakses melalui:
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi pemegang KIS mendapatkan bansos Rp 2,4 juta adalah hoaks.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, tidak ada program bantuan seperti informasi tersebut.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, tidak ada program bantuan seperti informasi tersebut.
Rujukan
(GFD-2024-24102) [HOAKS] BPJS Kesehatan Salurkan Bantuan Dana Rp 125 Juta
Sumber:Tanggal publish: 20/11/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar informasi yang menyebutkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyalurkan bantuan dana untuk masyarakat.
Menurut informasi tersebut, dari setiap provinsi akan dipilih 10 orang yang masing-masing akan menerima bantuan sebesar Rp 125 juta.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi bantuan dana Rp 125 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini pada Rabu (20/11/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
PROGRAM BANTUAN BPJS 2024
PEMERINTAH RI. MENGELUARKAN DANA BANTUAN BPJS SENILAI 25 TRILIUN UNTUK BANTUAN KEPADA SELURUH MASYARAKAT INDONESIA
INFO RESMI
Penerima Dana Bantuan Terbatas Hanya 10 Orang/Provinsi & Penerima Dana Bantuan Berhak Menerima Rp.125.000.000
Bagi masyarakat yang belum menerima dana bantuan BPJS KESEHATAN Silakan Cek data anda apakah sudah tetdaftar dengan cara klik link dibawah ini
Penanggung Jawab: BPJS KESEHATAN
Screenshot Hoaks, informasi bantuan dana Rp 125 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan
Menurut informasi tersebut, dari setiap provinsi akan dipilih 10 orang yang masing-masing akan menerima bantuan sebesar Rp 125 juta.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi bantuan dana Rp 125 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini pada Rabu (20/11/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
PROGRAM BANTUAN BPJS 2024
PEMERINTAH RI. MENGELUARKAN DANA BANTUAN BPJS SENILAI 25 TRILIUN UNTUK BANTUAN KEPADA SELURUH MASYARAKAT INDONESIA
INFO RESMI
Penerima Dana Bantuan Terbatas Hanya 10 Orang/Provinsi & Penerima Dana Bantuan Berhak Menerima Rp.125.000.000
Bagi masyarakat yang belum menerima dana bantuan BPJS KESEHATAN Silakan Cek data anda apakah sudah tetdaftar dengan cara klik link dibawah ini
Penanggung Jawab: BPJS KESEHATAN
Screenshot Hoaks, informasi bantuan dana Rp 125 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, tidak ada penyaluran bantuan dana Rp 125 juta kepada 10 orang dari setiap provinsi.
"Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/11/2024).
Rizzky mengatakan, masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan apabila memiliki pertanyaan atau keluhan.
Saluran komunikasi tersebut dapat diakses melalui:
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, tidak ada penyaluran bantuan dana Rp 125 juta kepada 10 orang dari setiap provinsi.
"Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/11/2024).
Rizzky mengatakan, masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan apabila memiliki pertanyaan atau keluhan.
Saluran komunikasi tersebut dapat diakses melalui:
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi bantuan dana Rp 125 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan adalah hoaks.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, tidak ada program bantuan seperti informasi tersebut.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, tidak ada program bantuan seperti informasi tersebut.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0w9uh9L176vktSQitZeHU9Mne7KDJdf7jP8PFACGb1f9oefLneU4kxvdcAivGiALPl&id=61569155573905
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0Bim1zPXnQBeWi6zzKXWfSdwgh2JT32rUxTtoUpEEGo2hSyB6HEMcFfNJF57KYaG1l&id=61569130527777
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2487/7907