• (GFD-2025-26514) CEK FAKTA: Gagal Penjarakan Hasto, Seluruh Pimpinan KPK Dipecat

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/01/2025

    Berita



    Murianews, Kudus – Tim Cek Fakta Murianews.com menemukan sebuah video yang menarasikan Presiden memecat seluruh pimpinan KPK karena gagal penjarakan Sekjen PDIP Hasto Kristianto.



    Video yang menarasikan itu diunggah di kanal YouTube bernama ”Kajian Online”, Selasa (14/1/2025). Tayangan berdurasi 8 menit 7 detik itu berjudul ”Seluruh Pimpinan KPK Dipecat Presiden! Gagal Penjarakan Hasto, KPK Kalah Oleh Intimidasi Partai!”.



    Sejak diunggah, video tersebut sudah ditonton lebih dari 24 ribu kali dan sudah disukai oleh hampir 300 pengguna.



    Klik tautan ini untuk menyaksikan video tersebut.



    Dalam video itu, narator juga menjelaskan pemberitaan Kompas TV berjudul ”Full keterangan Sekjen PDIP Hasto Kristianto Penuhi Pemeriksaan KPK soal tersangka Harus Masiku.”



    Lantas benarkah seluruh Pimpinan KPK dipecat gegara batal penjarakan Hasto?



    Penelusuran...

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menyaksikan video dinarasikan ”Presiden memecat seluruh pimpinan KPK karena gagal penjarakan Sekjen PDIP Hasto Kristianto”.



    Hasilnya di keseluruhan video tidak menyinggung soal pemecatan seluruh pimpinan KPK karena gagal memenjarakan Sekjen PDIP Hasto Kristianto.



    Dalam video, narator juga memutar video milik Kompas TV berjudul ”Full keterangan Sekjen PDIP Hasto Kristianto Penuhi Pemeriksaan KPK soal tersangka Harus Masiku.”



    Di video itu juga tak ada narasi tentang seluruh pimpinan KPK dipecat karena gagal penjarakan Hasto.



    Video yang beredar justru menarasikan Hasto siap untuk memenuhi panggilan KPK dan narator juga menjelaskan Jubir KPK Tessa Mahardika yang sempat menyatakan segera menahan Hasto.



    Dalam penelusuran di mesin pencarian Google dengan kata kunci ”Seluruh Pimpinan KPK Dipecat”. Hasilnya tidak ditemukan artikel maupun informasi yang menguatkan kebenaran narasi itu.

    Kesimpulan







    Ada satu artikel dari Tempo.co yang memberitakan soal ”Kejanggalan TWK Penyebab 58 Pegawai KPK Dipecat Tiga Tahun Lalu”. Namun, berita itu tayang 1 Oktober 2024 jauh sebelum Hasto ditangkap.



    Ketika ditelusuri kembali dengan kata kunci “Kenapa Hasto belum ditahan KPK?”, didapati hasil berupa artikel dari detik.com berjudul “KPK soal Hasto Belum Ditahan: Masih Banyak Saksi yang Dimintai Keterangan”.



    Dalam artikel yang terbit pada Jumat (17/1/2025), termuat informasi bahwa KPK masih perlu memeriksa beberapa saksi terhadap perkara Hasto yang masih diproses oleh tim penyidik.





    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, unggahan dengan narasi ”gagal penjarakan Hasto, dewas dan pimpinan KPK dipecat Presiden” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
  • (GFD-2025-25294) Cek Fakta: Seluruh Petinggi KPK Dipecat karena Gagal Penjarakan Hasto

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/01/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video bernarasikan pemecatan pemimpin KPK klarena gagal memenjarakan sekjen PDIP Hasto Kristianto.

    Video tersebut diunggah di Kanal YouTube “KajianOnline” pada Selasa (14/1/2025) dengan judul “Seluruh Pimpinan KPK Dipecat Presiden! Gagal Penjarakan Hasto, KPK Kalah Oleh Intimidasi Partai!”.

    Ditemukan juga narasi dalam unggahan tersebut:

    “KajianOnline News. Seluruh Dewan Pengawas & Pimpinan KPK Dipecat! Gagal Penjarakan Sekjen PDIP! Prabowo Bakal Panggil Semua Pimpinan KPK.”

    Terpantau pada Rabu (22/1/2025) video tersebut sudah disukai oleh hampir 300 pengguna dan ditonton lebih dari 23.000 kali.

    Lantas benarkah narasi yang disampaikan?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Suara.com, berusaha menelusuri kebenaran dari narasi tersebut lewat Google dengan memasukkan kata kunci “Presiden Prabowo pecat pimpinan KPK”. Hasilnya, tak ditemukan artikel maupun informasi tepercaya yang menguatkan kebenaran dari narasi tersebut.

    Ketika ditelusuri kembali dengan kata kunci “Kenapa Hasto belum ditahan KPK?”, didapati hasil berupa artikel dari detik.com berjudul “KPK soal Hasto Belum Ditahan: Masih Banyak Saksi yang Dimintai Keterangan”.

    Dalam artikel yang terbit pada Jumat (17/1/2025), termuat informasi bahwa KPK masih perlu memeriksa beberapa saksi terhadap perkara Hasto yang masih diproses oleh tim penyidik.

    Sementara itu, video unggahan kanal YouTube “KajianOnline”, tak disebutkan sama sekali kalau “Presiden Prabowo memecat seluruh pimpinan KPK setelah gagal memenjarakan Hasto”.

    Yang terdapat di sana hanyalah informasi yang disebutnya diambil dari kanal YouTube KompasTV mengenai keterangan pers dari Hasto usai diperiksa KPK pada Senin (13/1/2025).

    Mengutip Tempo.co, Senin (23/12/2024) KPK menetapkan Hasto sebagai tersangka kasus suap terhadap Komisioner KPU 2017–2022, Wahyu Setiawan. Suap tersebut ditujukan untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR RI menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

    Seperti dilansir dari BBC Indonesia, kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan. Hasto sendiri telah menjalani pemeriksaan pada Senin (13/1/2025), meski begitu tim penyidik belum bisa menahan Hasto karena masih menunggu pemeriksaan sejumlah saksi.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, unggahan dengan narasi ”gagal penjarakan Hasto, dewas dan pimpinan KPK dipecat Presiden” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
  • (GFD-2025-25301) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Situs Resmi PLN untuk Mendaftar Diskon Tarif Listrik 50 Persen

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/01/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim situs resmi PLN untuk mendaftar diskon tarif listrik 50 persen, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 20 Januari 2024.
    Klaim situs resmi PLN untuk mendaftar diskon tarif listrik 50 persen berupa tulisan sebagai berikut.
    "PLN Peduli hadirkan gratis voucher listrik bagi pengguna dengan KWh 2200 kebawah
    Daftar sekarang sebelum batas yang ditentukan melalui website resmi PLN Peduli di bawah 👇👇👇"
    Tulisan tersebut disertai dengan tautan yang diklaim sebagai situs resmi untuk mendaftar diskon listrik 50 persen, berikut tautannya.
    "https://pendaftaran2025.info/plnsubsidi/?fbclid=IwY2xjawH_wxlleHRuA2FlbQIxMQABHe9gjQ0BKDmGxMwMFkM0YrppdnLt8QseA70Zml2hrDfjuxWGbWD__zDdvw_aem_5orGVv6nO_tP2deXqJ7_ag"
    Jika tautan tersebut diklik, mengarah pada halaman situs yang menyajikan logo PLN disertai tulisan sebagai berikut.
    "PENDAFTARAN PELANGGAN LISTRIK DISKON 50%
    Pemerintah memberikan diskon 50 persen kepada pelanggan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) sampai 2.200 VA pada Januari-Februari 2025. Ini merupakan bagian dari insentif imbas kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tahun depan
    Silahkan untuk melengkapi form Pendaftaran dibawah ini dengan benar"
    Dalam tulisan ini juga terdapat formulir digital yang meminta sejumlah identitas, seperti nama, ID pelanggan, golongan daya dan nomor telegram aktif.
    Benarkah klaim situs resmi PLN untuk mendaftar diskon tarif listrik 50 persen? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim situs resmi PLN untuk mendaftar diskon tarif listrik 50 persen, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Beredar Hoaks Pendaftaran Diskon Tarif Listrik 50 Persen, Begini Cara PLN Bagikannya" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 27 Desember 2024.
    Artikel Liputan6.com menyebutkan, PT PLN (Persero) memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen periode Januari dan Februari 2025, untuk pelanggan dengan daya dengan daya 2.200 volt ampere (VA) ke bawah, keringanan ini dimanfaatkan sejumlah oknum untuk menyebar hoaks.
    Hoaks yang muncul terkait diskon tarif listrik sebesar 50 persen periode Januari dan Februari 2025, berupa pendaftaran mengikuti program keringanan tersebut.
    Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto mengatakan, terkait dengan kebijakan tarif listrik, PLN memang memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen periode Januari dan Februari 2025, untuk pelanggan dengan daya dengan daya 2.200 volt ampere (VA) ke bawah.
    Gregorius mengungkapkan, diskon tarif listrik tersebut langsung bisa dinikmati masyarakat tanpa melakukan regitrasi baik untuk pelanggan pascabayar dan prabayar.
    "Diskon 50 persen bagi pelanggan pascabayar akan dinikmati secara otomatis dan tanpa perlu mendaftar dan tanpa biaya. Pelanggan tidak perlu melakukan registrasi," kata Gregorius, saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip Jumat (27/9/2024).
    Gregorius menjelaskan, untuk pelanggan pascabayar potongan 50 persen akan langsung didapat ketika pelanggan melakukan pembayaran tagihan listrik untuk periode bulan Januari dan Februari 2025.
    Sementara bagi pelanggan prabayar cukup membeli setengah 50 persen dari biasanya untuk mendapatkan energi (kWh) yang sama di manapun, baik itu di PLN Mobile, di ritel-ritel, atau pun di agen-agen.
    Terkait dengan pendaftaran promo token listrik gratis yang ada di media sosial, PLN memastikan informasi yang beredar adalah hoaks atau bahkan mungkin bersifat scam.
    "PLN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan PLN," tutup Gregorius.
     
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim situs resmi PLN untuk mendaftar diskon tarif listrik 50 persen tidak benar.Diskon tarif listrik tersebut langsung bisa dinikmati masyarakat tanpa melakukan regitrasi baik untuk pelanggan pascabayar dan prabayar.
  • (GFD-2025-25305) Hoaks Shin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Timnas Brunei Darussalam

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/01/2025

    Berita

    tirto.id - Nama Shin Tae-yong (STY) masih jadi perbincangan hangat, khususnya di kalangan pecinta sepak bola tanah air. Narasi soal STY, mulai dari pro dan kontra pemecatan dirinya dari posisi pelatih kepala Timnas Indonesia, hingga spekulasi masa depan pelatih asal Korea Selatan tersebut, masih menjadi topik perbincangan.

    Baru-baru ini, misalnya, beredar narasi yang menyebut bahwa STY resmi menangani tim nasional (Timnas) sepak bola Brunei Darussalam, usai dipecat dari Timnas Indonesia. Klaim tersebut diunggah oleh beberapa akun Facebook, di antaranya “Tua Sihombing”(arsip), “Ilham Syahputra” (arsip) dan “Ras Football”(arsip).

    “selamat untuk sty yang sudah mendapat tim baru. sty resmi menjadi pelatih salah satu tim kuat asia yaitu brunei. thailand, vietnam, Indonesia, malaysia, jepang, iran, irak, qatar, korsel, uzbekistan, australia, arab saudi, jordan, ketar ketir ketakutan melihat brunei di latih sty yang punya sejuta taktik dan permainan yang sulit di baca lawan maupun pemain nya sendiri,” tulis salah satu akun tersebut pada Rabu (15/1/2025).

    Sepanjang Rabu (15/1/2025) hingga Selasa (21/1/2025), atau selama enam hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan itu telah memperoleh 192 tanda suka dan 29 komentar. Lantas, benarkah narasi yang menyebut bahwa STY resmi menjadi pelatih Timnas Brunei Darussalam?

    Hasil Cek Fakta

    Sebagai konteks, Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memberhentikan STY dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia, Senin (6/1/2025). Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut, wacana memberhentikan STY sudah muncul sejak lama, sebelum pertandingan Indonesia vs Cina dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde 3 zona Asia, pada Oktober 2024 lalu.

    "Memang dinamika ini cukup kompleks. Kalau saja waktu itu kita mengambil keputusan yang tergesa-gesa, mungkin kurang baik juga. Tetapi kita sudah ada [yang] dirasakan sejak pertandingan, bahkan sebelum, pertandingan Indonesia melawan Cina," ujar Erick Thohir, dalam konferensi pers yang digelar di Aryanusa Ballroom, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2025).

    Kembali ke klaim yang menyebut bahwa saat ini STY telah resmi menjadi pelatih Timnas Brunei Darussalam.

    Untuk memverifikasi kebenaran isu itu, kami mengunjungi situs resmi Football Association of Brunei Darussalam (FABD) yang merupakan induk organisasi sepak bola negara tersebut. Hasilnya, kami tidak menemukan satupun informasi soal penunjukan STY menjadi pelatih Timnas Brunei Darussalam. Senada, penelusuran Tirto ke akun Instagram resmi FABD juga tak menemukan informasi serupa yang menyebut bahwa STY resmi menjadi pelatih Timnas Brunei Darussalam.

    Selanjutnya, hasil penelusuran kami di instagram pribadi milik STY pun menunjukan tak ada satupun unggahan yang membenarkan bahwa pelatih yang menangani Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu kini resmi menjadi pelatih Timnas Brunei Darussalam.

    Kami juga melakukan penelusuran dengan menggunakan kata kunci “STY resmi menjadi pelatih Timnas Brunei Darussalam” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ada satupun informasi resmi dan pemberitaan kredibel yang membenarkan hal tersebut.

    Sebagai informasi, berdasarkan data dalam situs Transfermarkt saat ini Timnas Brunei Darussalam masih dilatih pelatih asal Brazil, Vinicius Eutropio, yang telah melatih tim tersebut sejak Oktober 2024 lalu.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, tidak ditemukan bukti yang membenarkan klaim bahwa mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, resmi menjadi pelatih Timnas Brunei Darussalam.

    Tidak ada satupun keterangan resmi dan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Jadi, informasi yang menyebut bahwa STY resmi menjadi pelatih Timnas Brunei Darussalam bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan