• (GFD-2025-25310) Cek Fakta: Hoaks Artikel Karier Bahlil Lahadalia Dalam Bahaya karena Dituntut Bank Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/01/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Menteri Energi dan ESDM Bahlil Lahadalia sedang digugat Bank Indonesia. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 22 Januari 2025.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari Detik.com dengan judul sebagai berikut:
    "Karier Bahlil Lahadalia dalam bahaya! Bank Indonesia Menggugat Bahlil Lahadalia"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "BI Mengunggat sibahlul siotak bi4dab dn sangat jahat Dari titipan mulyono🙄Menteri dipakai model beginian jdi Rusak negara dn Tengelamkan Gk pakai lama gw rasa lbih cepat👍"
    Lalu benarkah postingan artikel Menteri Energi dan ESDM Bahlil Lahadalia sedang digugat Bank Indonesia?
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi laman Detik.com. Di kolom pencarian kami memasukkan kata kunci "Bahlil Lahadalia".
    Namun tidak ada artikel yang sesuai dengan postingan. Artikel terakhir yang diunggah laman Detik.com berjudul "Ace Sebut Ketum Golkar Bahlil Sangat Dipercaya Prabowo Pimpin Hilirisasi" yang tayang pada 22 Januari 2025.
    Pencarian dilanjutkan dengan memasukkan kata kunci "BNI" dalam kolom pencarian. Hasilnya terdapat foto yang identik dengan postingan. Tetapi dalam artikel tersebut juga tidak terdapat foto Bahlil Lahadalia.
    Namun dalam artikel asli berjudul "BNI Sebut Aturan DHE Bakal Tingkatkan Likuiditas Perbankan". Artikel itu tayang pada 22 Januari 2025.
    Selain itu tidak ada informasi yang valid terkait gugatan Bank Indonesia pada Bahlil Lahadalia.

    Kesimpulan


    Postingan artikel Menteri Energi dan ESDM Bahlil Lahadalia sedang digugat Bank Indonesia adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25311) Cek Fakta: Hoaks Informasi RS Permata Cibubur Sedang Dijual

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/01/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan informasi RS Permata Cibubur sedang dijual. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 21 Januari 2025.
    Berikut isi postingannya:
    *DIJUAL RS.PERMATA CIBUBUR* ( *RS. TYPE B* )✓ *HARGA JUAL RP. 1,2 T* *LOKASI : Jl. ALTERNATIF CIBUBUR-CILEUNGSI, KOTA BEKASI* 🌟🌟🌟🌟🌟*SPESIFIKASI 😘
     RS.PERMATA Cibubur Sudah beroperasi sejak 10 Oktober 2003 s/d sekarang
     Kelas RS : Type B
     Luas Tanah : ± 1,5 Ha
     Gedung Utama : 4 Lantai + ada 1 Basement
     Gedung Women’s - Wing : 4 Lantai
     167 Rawat Inap
     Kelas VVIP s/d Kelas 3
    Fasilitas & Pelayanan yang diberikan oleh Unit Gawat Darurat sebagai berikut :  Memiliki kapasitas bed yang sesuai dengan kebutuhan pasien (Bed Anak, Bed Dewasa).  Ambulance Stand by 24 jam dalam penjemputan atau tempat kejadian dengan perawat & dokter pendamping.  Pemeriksaan penunjang 24 jam (Laboratorium, Radiologi, EKG) Layanan Farmasi 24 jam.  Pelayanan Medis 24 jam. Rawat Jalan terdiri dari :  Klinik Spesialis Kandungan dan Kebidanan  Klinik Spesialis Anak  Klinik Spesialis Gigi dan Mulut  Klinik Spesialis Gizi  Klinik Spesialis Penyakit Dalam  Klinik Spesialis Kulit, Kelamin dan Kosmetik"
    Lalu benarkah postingan informasi RS Permata Cibubur sedang dijual?
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari RS Permata Cibubur. Bantahan itu diunggah dalam akun Instagramnya, @rs.permatacibubur pada 22 Januari 2025.
    Berikut isi postingannya:
    "Stop HOAX Penjualan RS Permata Cibubur"
    Sehubungan dengan banyaknya berita-berita di Media Sosial akhir-akhir ini yang menawarkan rencana penjualan RS Permata Cibubur dimana dalam berita yang beredar juga menyebutkan harga jual, nominal komisi dan contact person yang dapat dihubungi sehingga olah olah penawaran penjualan tersebut benar dan resmi dari pihak managent RS, maka kami mengklarifikasi dan menyatakan bahwa berita penawaran penjualan RS Permata Cibubur adalah TIDAK BENAR (HOAX).
    Untuk itu kami meminta kepada para Netizen di grup WA, FB, IG, LINE agar tidak terpengaruh dengan berita tidak benar tersebut dan tidak terpancing untuk menyebarkan berita Hoax tersebut.
    Kami mengingatkan bahwa pihak yang membuat dan atau menyebarkan berita tidak benar (Hoax) dapat dikenakan sangsi hukum pasal 28 (1) UU ITE No.11 th 2008 dg perubahan No.19 th 2016.
    Demikian masalahnya ini agar para Netizen mengetahui kebenarannya, dan jika setelah klarifıkasi ini masih tersebar berita hoax tersebut maka bukan menjadi tanggung jawab kami.
    Terima kasih.
    -Manajemen RS Permata Cibubur"

    Kesimpulan


    Postingan informasi RS Permata Cibubur sedang dijual adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25314) [HOAKS] Pendaftaran Bantuan Dana BPJS Kesehatan Pakai Akun Telegram

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar tautan pendaftaran bantuan dana mengatasnamakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

    Tautan itu mengarah ke sebuah situs yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor akun Telegram aktif.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks. Unggahan itu diindikasi sebagai aksi penipuan.

    Tautan pendaftaran bantuan dana mengatasnamakan BPJS Kesehatan dibagikan akun Facebook ini pada Kamis (23/1/2025).

    Adapun, gambar thumbnail tautan tersebut memuat poster bantuan dana BPJS Kesehatan sebesar Rp 3.550.000.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Daftarkan akun telegram anda segera hxxx://bit.ly/xxxx Untuk daftar silahkan klik

    Screenshot Hoaks, pendaftaran bantuan dana BPJS Kesehatan menggunakan akun Telegram

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi kebenaran tautan bantuan tersebut.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzy Anugerah mengatakan, tautan bantuan dana yang beredar di Facebook itu merupakan hoaks dan modus penipuan.

    "Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/1/2025).

    Masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi apabila memiliki pertanyaan atau keluhan terkait BPJS Kesehatan.

    Berikut saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan:

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, Tautan pendaftaran bantuan dana mengatasnamakan BPJS Kesehatan yang beredar di Facebook adalah hoaks.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzy Anugerah mengatakan, BPJS Kesehatan tidak mengadakan bantuan atau program seperti dalam unggahan tersebut, dengan metode pendaftaran menggunakan akun Telegram.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25315) [HOAKS] Tautan Pencairan Bansos Rp 2 Juta Menggunakan Akun Telegram

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan disertai tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan sosial tunai senilai Rp 2 juta.

    Menurut narasi dalam unggahan, bansos itu bisa diperoleh segera dengan cara mengeklik tautan itu untuk pendaftaran.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.

    Tautan yang diklaim untuk mendapatkan bansos tunai Rp 2 juta dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Selasa (21/1/2025).

    Gambar thumbnail tautan tersebut menyertakan logo Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola Kementerian Sosial (Kemensos).

    DTKS adalah data induk yang berfungsi sebagai acuan lembaga-lembaga untuk memberikan bantuan sosial, seperti PKH, sembako, PBI JK, dan sebagainya.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    DAPATKAN BANSOS 2025 RP.2.000.000 DAFTAR SEGERA

    hxxxx://b4nsos-pkh-terkini-c025fiplkiprtl.xxxxx.xxx/

    Screenshot Hoaks, tautan pencairan bansos tunai Rp 2 juta

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tautan tersebut dan menemukan bahwa tautan itu tidak mengarah ke situs DTKS, cekbansos.kemensos.go.id.

    Tautan tersebut mengarah ke sebuah situs yang meminta pengunjung memasukkan nomor Telegram aktif dan nama lengkap.

    Sedangkan situs DTKS berfungsi untuk mengecek data penerima bantuan sosial, dengan memasukkan alamat dan nama lengkap sesuai KTP.

    Tautan yang beredar di Facebook kemungkinan adalah modush phishing atau pencurian data untuk mengambil alih akun Telegram.

    Menurut perusahaan keamanan siber Kaspersky, pembajakan akun di Telegram telah menjadi masalah serius. Para peretas menggunakan beragam metode untuk mencuri akses ke akun.

    Peretas umumnya mengirim pesan dengan tautan phishing yang seolah resmi, misalnya https://t.me/premium, tetapi sebenarnya mengarahkan ke situs web palsu.

    Jika pengguna mengeklik tautan dan memasukkan informasi login di situs tersebut, kemungkinan akses ke akun Telegram akan diambil alih.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang beredar di Facebook dan diklaim untuk mendapatkan bansos tunai Rp 2 juta adalah hoaks.

    Tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi DTKS yang dikelola Kemensos, melainkan ke situs yang meminta pengunjung memasukkan nomor Telegram aktif dan nama lengkap.

    Tautan yang beredar di Facebook kemungkinan adalah modush phishing atau pencurian data untuk mengambil alih akun Telegram.

    Rujukan