Suara.com - Pihak BPJS Kesehatan menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan adanya bantuan sosial (bansos) dalam kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah tidak benar.
Klaim tersebut belakangan ini beredar luas di media sosial, khususnya melalui unggahan akun TikTok “info.rakyat2” pada Minggu (24/11/2024).
Unggahan tersebut menampilkan narasi yang menyatakan bahwa pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) berhak mendapatkan bantuan sosial tunai senilai Rp1,2 juta hingga Rp2,5 juta.
Namun, BPJS Kesehatan memastikan bahwa informasi ini merupakan konten menyesatkan (misleading content).
Fakta Klarifikasi BPJS Kesehatan
Asisten Deputi Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menegaskan bahwa tidak ada program bansos terkait kartu BPJS Kesehatan atau KIS.
“Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut,” ujar Rizzky, saat dihubungi oleh Kompas.com pada Minggu (17/11/2024).
Selain itu, berdasarkan penelusuran dengan kata kunci "di dalam Kartu KIS BPJS Kesehatan ada bansosnya," ditemukan bahwa informasi tersebut tidak berdasar.
(GFD-2024-24455) Cek Fakta: Ada Bansos Jutaan Rupiah di dalam Kartu BPJS Kesehatan dan KIS
Sumber:Tanggal publish: 06/12/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Klaim tentang adanya bansos jutaan rupiah di dalam Kartu BPJS Kesehatan dan KIS adalah tidak benar. Informasi tersebut menyesatkan dan dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat.
BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi dari sumber resmi dan terpercaya sebelum menyebarkannya lebih lanjut.
BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi dari sumber resmi dan terpercaya sebelum menyebarkannya lebih lanjut.
(GFD-2024-24461) [PENIPUAN] Sri Mulyani Berikan Bantuan Modal Usaha
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 06/12/2024
Berita
“Tolong jawab dengan jujur, teruntuk warga Indonesia yang selama ini belum dapat bantuan dari pemerintah komentar sekarang. Saya Sri Mulyani selaku Mentri Keuangan mendapat pesan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, untuk memberikan bantuan modal usaha. Bantuan akan benar-benar saya transfer dalam waktu 1 jam, jadi silahkan follow dan tekan tanda love serta share videonya. Bantuan ini benar langsung dari pemerintah Bapak Prabowo Subianto”
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pernah mengulas klaim serupa yang mengaitkan Sri Mulyani memberikan bantuan modal usaha, di antaranya:
[PENIPUAN] Sri Mulyani Mau Transfer Rp50 Juta untuk Modal Usaha, tayang Senin (21/10/2024).
[PENIPUAN] Akun TikTok Menteri Keuangan, @srimulindrawati, Bagikan 50 Juta Bagi yang Menonton Video TikTok, tayang Rabu (4/9/2024).
Lewat penelusuran di Google Image Search, diketahui video asli berasal dari konten akun Instagram resmi Sri Mulyani “smindrawati” yang diunggah Juli 2024. Faktanya, dokumentasi yang beredar merupakan potongan momen Sri Mulyani dalam pertemuan G20 di Brasil yang sedang memaparkan kondisi perekonomian global.
Usai dicek melalui laman Resemble.ai, unggahan akun “dr.sri.mulyani243” dan “bantuan_bansos42” merupakan rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai lebih dari 90%.
[PENIPUAN] Sri Mulyani Mau Transfer Rp50 Juta untuk Modal Usaha, tayang Senin (21/10/2024).
[PENIPUAN] Akun TikTok Menteri Keuangan, @srimulindrawati, Bagikan 50 Juta Bagi yang Menonton Video TikTok, tayang Rabu (4/9/2024).
Lewat penelusuran di Google Image Search, diketahui video asli berasal dari konten akun Instagram resmi Sri Mulyani “smindrawati” yang diunggah Juli 2024. Faktanya, dokumentasi yang beredar merupakan potongan momen Sri Mulyani dalam pertemuan G20 di Brasil yang sedang memaparkan kondisi perekonomian global.
Usai dicek melalui laman Resemble.ai, unggahan akun “dr.sri.mulyani243” dan “bantuan_bansos42” merupakan rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai lebih dari 90%.
Kesimpulan
Video berisi klaim “Sri Mulyani berikan bantuan modal usaha” merupakan konten tiruan (impostor content).
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/12/06/penipuan-sri-mulyani-berikan-bantuan-modal-usaha/ [Instagram] Akun Instagram resmi Sri Mulyani “smindrawati” [Resemble.ai] Hasil deteksi Ai
- https://www.instagram.com/smindrawati/reel/C946FEryGxh
- https://detect.resemble.ai/results/5608cd9ebb69a042b5f1c30316b185b5
- https://www.tiktok.com/@dr.sri.mulyani243/video/7440728138968993079 (unggahan akun TikTok “dr.sri.mulyani243”)
- https://www.tiktok.com/@bantuan_bansos42/video/7441411906734198072 (unggahan akun TikTok “bantuan_bansos42”)
- https://archive.ph/wip/vWudW (arsip unggahan akun TikTok “bantuan_bansos42”)
- https://archive.ph/wip/DpOMx (arsip unggahan akun TikTok “dr.sri.mulyani243”)
(GFD-2024-24462) [SALAH] KPU Umumkan Putaran Kedua Pilkada Jakarta
Sumber: TikTok.comTanggal publish: 06/12/2024
Berita
Akun TikTok “joey64337” pada Minggu (1/12/2024) membagikan video [arsip], di dalamnya terdapat narasi: “KPU mengumumkan hasil real count pilkada jakarta dan putaran ke dua".
Hasil Cek Fakta
Dari pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), dalam video terdapat keterangan tertulis “KPU RI menjelaskan tahapan proses rekap suara hingga pengumuman hasil real count Pilkada Serentak 2024, Jumat (29/11/2024)”. TurnBackHoax kemudian memasukkan potongan kalimat itu ke kolom pencarian YouTube.
Hasilnya, ditemukan video serupa di kanal YouTube Kompas.com “Jadwal Pengumuman Hasil Real Count Pilkada Jakarta dan Putaran Kedua” yang tayang Jumat (29/11/2024).
Faktanya, dalam video asli, KPU tidak sedang mengumumkan hasil real count atau memutuskan Pilkada Jakarta dua putaran. Kreator konten yang diunggah akun TikTok “joey64337” menghilangkan konteks asli video dengan menambahkan narasi dan menghapus audio.
TurnBackHoax lalu menelusuri Instagram resmi KPU Jakarta “kpu_dki”. Berdasarkan unggahan yang dibagikan pada Rabu (4/12/2024), KPU Jakarta masih melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten/kota. Belum ada pengumuman resmi tentang hasil real count Pilkada Jakarta 2024.
Hasilnya, ditemukan video serupa di kanal YouTube Kompas.com “Jadwal Pengumuman Hasil Real Count Pilkada Jakarta dan Putaran Kedua” yang tayang Jumat (29/11/2024).
Faktanya, dalam video asli, KPU tidak sedang mengumumkan hasil real count atau memutuskan Pilkada Jakarta dua putaran. Kreator konten yang diunggah akun TikTok “joey64337” menghilangkan konteks asli video dengan menambahkan narasi dan menghapus audio.
TurnBackHoax lalu menelusuri Instagram resmi KPU Jakarta “kpu_dki”. Berdasarkan unggahan yang dibagikan pada Rabu (4/12/2024), KPU Jakarta masih melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten/kota. Belum ada pengumuman resmi tentang hasil real count Pilkada Jakarta 2024.
Kesimpulan
Klaim “KPU mengumumkan putaran kedua Pilkada Jakarta” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)
(Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)
Rujukan
- http[YouTube] Hasil penelusuran pada kolom pencarian YouTube [YouTube] Kompas.com_Jadwal Pengumuman Hasil Real Count Pilkada Jakarta dan Putaran Kedua [Instagram] Instagram resmi KPU Provinsi DKI Jakarta “kpu_dki”
- https://www.tiktok.com/@joey64337/video/7443320892232371512 (tautan unggahan akun TikTok “joey64337””)
- https://archive.ph/N64GH (arsip unggahan akun TikTok “joey64337””)
- https://www.youtube.com/results?search_query=KPU+RI+menjelaskan+tahapan+proses+rekap+suara+hingga+pengumuman+hasil+real+count+Pilkada+Serentak+2024%2C+Jumat+(29%2F11%2F2024)
- https://www.youtube.com/watch?v=G4XAVKOXk1s
- https://www.instagram.com/p/DDJPozLpw00/
(GFD-2024-24463) [SALAH] Vaksin Mpox Adalah Produk Eksperimental
Sumber: facebook.comTanggal publish: 06/12/2024
Berita
Akun Facebook “Suara Rakyat Kebumen” pada Kamis (15/8/2024) mengunggah foto [arsip]. Isinya memperlihatkan infografik tiga jenis vaksin Mpox (IMVAMUNE, LC16M8, dan ACAM 2000) yang disebut sebagai produk eksperimental.
Unggahan disertai narasi:
“Bersiaplah untuk omong kosong vaksin berikutnya, rezim sudah menyiapkan vaksin eksperimental, sama seperti dulu Covid, untuk penyakit LGBT Cacar Monyet / Monkeypox.Satu kata: TOLAK‼️”
Unggahan disertai narasi:
“Bersiaplah untuk omong kosong vaksin berikutnya, rezim sudah menyiapkan vaksin eksperimental, sama seperti dulu Covid, untuk penyakit LGBT Cacar Monyet / Monkeypox.Satu kata: TOLAK‼️”
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) sebelumnya sudah mengusut kebenaran klaim serupa lewat artikel “[SALAH] Pemerintah Menggunakan Vaksin Eksperimental untuk Mencegah Mpox” yang tayang September 2024.
Dari penelusuran TurnBackHoax, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membantah narasi yang mengeklaim vaksin Mpox dipersiapkan untuk vaksin eksperimental.
“Vaksin Mpox sudah menerima Emergency Use Listing (EUL) dari WHO dan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM, yang berarti vaksin ini boleh digunakan dalam kondisi darurat,” kata Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, dikutip dari artikel kemkes.go.id yang tayang September 2024.
Dari penelusuran TurnBackHoax, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membantah narasi yang mengeklaim vaksin Mpox dipersiapkan untuk vaksin eksperimental.
“Vaksin Mpox sudah menerima Emergency Use Listing (EUL) dari WHO dan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM, yang berarti vaksin ini boleh digunakan dalam kondisi darurat,” kata Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, dikutip dari artikel kemkes.go.id yang tayang September 2024.
Kesimpulan
Unggahan berisi narasi “vaksin Mpox adalah produk eksperimental” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2024/12/06/salah-vaksin-mpox-adalah-produk-eksperimental/ [kemkes.go.id] Vaksin MPOX Sudah Disetujui WHO dan BPOM [turnbackhoax.id] [SALAH] Pemerintah Menggunakan Vaksin Eksperimental untuk Mencegah Mpox
- https://kemkes.go.id/id/vaksin-mpox-sudah-disetujui-who-dan-bpom
- https://turnbackhoax.id/2024/09/04/salah-pemerintah-menggunakan-vaksin-eksperimental-untuk-mencegah-mpox/
- https://www.facebook.com/SuaraRakyatKebumen/posts/532172119375065 (tautan unggahan akun Facebook “Suara Rakyat Kebumen”)
- https://arsip.cekfakta.com/archive/1732275083.037712/index.html (unggahan akun Facebook “Suara Rakyat Kebumen”)
Halaman: 2394/7915



