Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video foto yang memuat narasi tentang pendaftaran BPJS Kesehatan secara gratis atau tidak berbayar. Dalam unggahan tersebut juga disertakan link atau tautan untuk mendaftar program tersebut.
Di dalam video yang diunggah di Facebook itu, disebut bahwa warga yang memiliki tunggakan bertahun-tahun dapat beralih ke BPJS gratis dengan mendaftar pada tautan yang mengarah ke situs https://programbpjsgratis.cekdetails.my.id.
Lantas benarkah narais tersebut?
(GFD-2025-25327) Cek Fakta: Pendaftaran BPJS Kesehatan Gratis
Sumber:Tanggal publish: 25/01/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Mengutip hasil penelusuran fakta oleh Tempo, diketahui bahwa tautan tersebut bukan tautan pendaftaran BPJS Kesehatan yang resmi.
Tempo juga melakukan pengecekan langsung dengan menghubungi Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizky Anugrah. Dijelaskan bahwa informasi yang disebarkan tersebut hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti itu di tahun 2025.
“Masyarakat harap berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Apabila terdapat pertanyaan dan keluhan terkait BPJS Kesehatan, dapat menghubungi Care Center 165, Mobile JKN dan Pandawa (Pelayanan Melalui WA) di nomor 08118165165,” ujar Rizzky kepada Tempo, Jumat, 24 Januari 2025.
Rizzky kemudian membagikan link media sosial milik BPJS Kesehatan yang memuat memuat konten bantahan narasi-narasi bohong tersebut di media di sini.
Disampaikan bahwa informasi resmi tentang BPJS Kesehatan hanya ada di website resmi BPJS Kesehatan. Selain link tersebut berarti bukan pengumuman resmi dari BPJS Kesehatan.
Tempo juga melakukan pengecekan langsung dengan menghubungi Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizky Anugrah. Dijelaskan bahwa informasi yang disebarkan tersebut hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti itu di tahun 2025.
“Masyarakat harap berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Apabila terdapat pertanyaan dan keluhan terkait BPJS Kesehatan, dapat menghubungi Care Center 165, Mobile JKN dan Pandawa (Pelayanan Melalui WA) di nomor 08118165165,” ujar Rizzky kepada Tempo, Jumat, 24 Januari 2025.
Rizzky kemudian membagikan link media sosial milik BPJS Kesehatan yang memuat memuat konten bantahan narasi-narasi bohong tersebut di media di sini.
Disampaikan bahwa informasi resmi tentang BPJS Kesehatan hanya ada di website resmi BPJS Kesehatan. Selain link tersebut berarti bukan pengumuman resmi dari BPJS Kesehatan.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi tentang pendaftaran BPJS Kesehatan gratis 2025 di situs https://programbpjsgratis.cekdetails.my.id adalah keliru.
(GFD-2025-25328) Cek Fakta: Ribuan Warga LA Jadi Mualaf usai Lihat Lafadz Allah di Langit
Sumber:Tanggal publish: 25/01/2025
Berita
Suara.com - Beredar di media sosial sebuah narasi yang menyebut ribuan warga Los Angeles menjadi mualaf setelah melihat lafadz Allah di langit.
Video tersebut diunggah di Kanal YouTube “AUDI OFFICIAL” pada Selasa (14/1/2025) dengan narasi sebagai berikut:
“TRENDING! AMERIKA HEBOH LAGI ! Ribuan Warga Los Angeeles Masuk Islam Setelah Melihat Fenomena Langit”
“Viral!!! Ribuan Warga Melihat Keajaiban Langit di Los Angeles yang mengubah segalanya.”
Terpantau pada Kamis (23/1/2025) video tersebut telah disukai oleh hampir 6.000 pengguna dan menuai 1.400-an komentar.
Lantas benarkah klaim tersebut?
Video tersebut diunggah di Kanal YouTube “AUDI OFFICIAL” pada Selasa (14/1/2025) dengan narasi sebagai berikut:
“TRENDING! AMERIKA HEBOH LAGI ! Ribuan Warga Los Angeeles Masuk Islam Setelah Melihat Fenomena Langit”
“Viral!!! Ribuan Warga Melihat Keajaiban Langit di Los Angeles yang mengubah segalanya.”
Terpantau pada Kamis (23/1/2025) video tersebut telah disukai oleh hampir 6.000 pengguna dan menuai 1.400-an komentar.
Lantas benarkah klaim tersebut?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil verifikasi Tempo terlihat bahwa video yang memperlihatkan lafadz “Allah” itu hasil rekayasa dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dalam proses verifikasi, Tempo menemukan sejumlah kejanggalan dari video itu antara lain langit berwarna biru yang bersih. Padahal di dalam narasi ditulis bahwa lafadz tersebut terbentuk dari kepulan asap kebakaran.
Terlihat pula bahwa pencipta konten tidak konsisten dalam menuliskan narasi. Pada bagian judul tertulis “ribuan warga LA yang mualaf” namun di dalam kalimat berikutnya disebut bahwa peristiwa itu mengubah hidup “ratusan warga LA”.
Pembuat video ternyata telah memberikan keterangan bahwa konten itu mungkin berisi unsur fiksi, dramatisasi, atau interpretasi kreatif. Konten dibuat untuk berbagi informasi dan menghibur audiens, sehingga warganet diharapkan bersikap bijaksana.
Ketika diverifikasi menggunakan aplikasi pendeteksi deepfake, True Media, menyebutkan bahwa konten tersebut 99,9 hingga 100 persen kemungkinan dibuat menggunakan AI. Demikian juga pemindaian menggunakan Hivemoderation.com yang menyatakan audio dalam video yang beredar, dibuat menggunakan AI.
Dalam proses verifikasi, Tempo menemukan sejumlah kejanggalan dari video itu antara lain langit berwarna biru yang bersih. Padahal di dalam narasi ditulis bahwa lafadz tersebut terbentuk dari kepulan asap kebakaran.
Terlihat pula bahwa pencipta konten tidak konsisten dalam menuliskan narasi. Pada bagian judul tertulis “ribuan warga LA yang mualaf” namun di dalam kalimat berikutnya disebut bahwa peristiwa itu mengubah hidup “ratusan warga LA”.
Pembuat video ternyata telah memberikan keterangan bahwa konten itu mungkin berisi unsur fiksi, dramatisasi, atau interpretasi kreatif. Konten dibuat untuk berbagi informasi dan menghibur audiens, sehingga warganet diharapkan bersikap bijaksana.
Ketika diverifikasi menggunakan aplikasi pendeteksi deepfake, True Media, menyebutkan bahwa konten tersebut 99,9 hingga 100 persen kemungkinan dibuat menggunakan AI. Demikian juga pemindaian menggunakan Hivemoderation.com yang menyatakan audio dalam video yang beredar, dibuat menggunakan AI.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan berisi narasi ”ribuan warga LA jadi mualaf usai lihat lafadz Allah di langit ” merupakan konten palsu (fabricated content).
(GFD-2025-25348) [HOAKS] Akun Facebook Bagikan Undian Berhadiah Awal Tahun Bank Mandiri
Sumber:Tanggal publish: 24/01/2025
Berita
KOMPAS.com - Akun-akun Facebook mengatasnamakan Bank Mandiri menyebarkan tautan undian berhadiah awal tahun.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tawaran tersebut tidak benar atau merupakan hoaks.
Tautan undian berhadiah awal tahun dari Bank Mandiri disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (23/1/2025):
Undian LIVIN BY MANDIRI Spesial Awal Tahun kesempatan baru!
Khusus nasabah yang sudah Aktif menggunakan aplikasi LIVIN BY MANDIRI
Sebagai nasabah MANDIRI Anda berkesempatan memenangkan hadiah-hadiah fantastis dalam Undian Awal Tahun!
Cara Mengikuti:1. Untuk mendapatkan kupon undian silahkan tekan tombol "DAFTAR".2. Ikuti panduan dari Customer Service (CS) MANDIRI untuk melengkapi pendaftaran.
Hadiah Fantastis:Mobil ImpianUang Tunai 1 Miliar
Paket Liburan MewahHadiah Elektronik TerkiniMotor Sport
Emas Batangan... dan masih banyak lagi!
Buruan daftar sekarang (GRATIS)..
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Kamis (23/1/2025), mengenai tautan undian berhadiah awal tahun dari Bank Mandiri.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tawaran tersebut tidak benar atau merupakan hoaks.
Tautan undian berhadiah awal tahun dari Bank Mandiri disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (23/1/2025):
Undian LIVIN BY MANDIRI Spesial Awal Tahun kesempatan baru!
Khusus nasabah yang sudah Aktif menggunakan aplikasi LIVIN BY MANDIRI
Sebagai nasabah MANDIRI Anda berkesempatan memenangkan hadiah-hadiah fantastis dalam Undian Awal Tahun!
Cara Mengikuti:1. Untuk mendapatkan kupon undian silahkan tekan tombol "DAFTAR".2. Ikuti panduan dari Customer Service (CS) MANDIRI untuk melengkapi pendaftaran.
Hadiah Fantastis:Mobil ImpianUang Tunai 1 Miliar
Paket Liburan MewahHadiah Elektronik TerkiniMotor Sport
Emas Batangan... dan masih banyak lagi!
Buruan daftar sekarang (GRATIS)..
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Kamis (23/1/2025), mengenai tautan undian berhadiah awal tahun dari Bank Mandiri.
Hasil Cek Fakta
Akun-akun tersebut masing-masing menyebarkan lima tautan yang berbeda.
Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan bantuan dari tools pelacak domain URL Scan dan Where Goes.
Berikut hasil pelacakan dari kelima tautan yang beredar di Facebook:
Empat tutan mengarah ke laman eror atau tidak tersedia. Sementara salah satu tautan mengarah ke laman berisi poster undian dari Bank Mandiri.
Kendati demikian, tidak satu pun dari tautan tersebut yang mengarah ke situs resmi Bank Mandiri.
Tautan yang disebarkan akun-akun tersebut kemungkinan besar merupakan upaya phishing.
Situs resmi bank mandiri hanya diakses melalui www.bankmandiri.co.id. Sementara, akun-akun Facebook yang menyebarkan tautan juga bukan akun resmi.
Akun Facebook Bank Mandiri memiliki centang biru tanda telah terverifikasi.
Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan bantuan dari tools pelacak domain URL Scan dan Where Goes.
Berikut hasil pelacakan dari kelima tautan yang beredar di Facebook:
Empat tutan mengarah ke laman eror atau tidak tersedia. Sementara salah satu tautan mengarah ke laman berisi poster undian dari Bank Mandiri.
Kendati demikian, tidak satu pun dari tautan tersebut yang mengarah ke situs resmi Bank Mandiri.
Tautan yang disebarkan akun-akun tersebut kemungkinan besar merupakan upaya phishing.
Situs resmi bank mandiri hanya diakses melalui www.bankmandiri.co.id. Sementara, akun-akun Facebook yang menyebarkan tautan juga bukan akun resmi.
Akun Facebook Bank Mandiri memiliki centang biru tanda telah terverifikasi.
Kesimpulan
Tautan undian berhadiah awal tahun dari Bank Mandiri yang disebarkan sejumlah akun Facebook merupakan hoaks.
Tautan yang disebarkan tidak mengarah ke situs resmi Bank Mandiri.
Akun-akun Facebook yang menyebarkan tautan tersebut juga bukan akun resmi yang dikelola Bank Mandiri.
Tautan yang disebarkan tidak mengarah ke situs resmi Bank Mandiri.
Akun-akun Facebook yang menyebarkan tautan tersebut juga bukan akun resmi yang dikelola Bank Mandiri.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0bdKx4T21LtrWUMix2jhtbF3Y41PUf5zJa2xoAXocgNkycAKRvcFCmBnhUjG6PkQJl&id=61571949616378
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0iY271GnDNTUJZTYy8BJVBF3Em6NGWhBVN3fgkwS6XpuB4ha3gtk9FnJ6eBF62LEyl&id=61572411811992
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02AkzKKpySmnRbQhMcfM7vRcSS47sEwRgT3HjArKieJEGqiGH2vsWifzzFWxg2emsDl&id=61572184720691
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0261zqRWYw95fs2LzxnMrMGpjAJZpbLP43NAHJUunsYZ6U9NcDTiXAAwjQVnFhZzhBl&id=61571902246359
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0UWqkeD2LjSJmM1VmtGfJutxu8xdZr8KTqyA2f363mSFTUK8MLFum69SNENWH46rsl&id=61550086780061
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02zFpAa8AQu4JeDbBWGXLAFmx9YWvqccaQfH9cS4hPYKvc3qTvZbwnKKS2cEanvndDl&id=61572543173039
- https://wheregoes.com/trace/2025569879/
- https://urlscan.io/result/3e92efa4-5ba1-419b-9f70-4e45f46a3e1f/
- https://urlscan.io/result/bdeb8a41-5f3b-41f0-afd9-fbd828ddbe5b/
- https://urlscan.io/result/c8b7a4d9-560d-4967-a1a4-86804a71b847/
- https://urlscan.io/result/a33cf5d0-b56a-4b62-94f8-d02323ed7c2f/
- https://www.bankmandiri.co.id/en/web/guest
- https://www.facebook.com/bankmandiri/?locale=id_ID
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25349) [KLARIFIKASI] Video Trump Mendengarkan Azan Bukan Saat Pelantikan Presiden AS
Sumber:Tanggal publish: 24/01/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video beredar di media sosial dengan klaim Donald Trump mendengarkan azan saat dilantik menjadi Presiden ke-47 Amerika Serikat pada Senin (20/1/2025).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi video perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan Trump mendengarkan azan saat dilantik menjadi Presiden AS dibagikan oleh akun Facebook ini pada Jumat (24/1/2025)
Berikut narasi yang dibagikan:
Trump mendengarkan azan saat pelantikan menjadi presiden
Screenshot Klarifikasi, video Trump mendengarkan azan bukan saat pelantikan Presiden AS
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi video perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan Trump mendengarkan azan saat dilantik menjadi Presiden AS dibagikan oleh akun Facebook ini pada Jumat (24/1/2025)
Berikut narasi yang dibagikan:
Trump mendengarkan azan saat pelantikan menjadi presiden
Screenshot Klarifikasi, video Trump mendengarkan azan bukan saat pelantikan Presiden AS
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dan menemukan visual yang sama di unggahan kanal YouTube Times of India, Selasa (21/1/2025).
Video tersebut berjudul "Trump Joins Christian, Muslim, Jewish Prayer Leaders At Washington National Cathedral".
Video itu menampilkan Trump menghadiri acara "Kebaktian Doa Lintas Agama untuk Bangsa" yang diselenggarakan di Katedral Nasional Washington, pada Selasa (21/1/2025).
Trump tampak duduk di deretan depan bersama istrinya, Melania Trump, serta Wakil Presiden JD Vance dan istrinya.
Mereka menyimak penyampaian doa dalam tradisi Yahudi, Kristen, serta azan yang merupakan panggilan shalat bagi umat Islam.
Video tersebut berjudul "Trump Joins Christian, Muslim, Jewish Prayer Leaders At Washington National Cathedral".
Video itu menampilkan Trump menghadiri acara "Kebaktian Doa Lintas Agama untuk Bangsa" yang diselenggarakan di Katedral Nasional Washington, pada Selasa (21/1/2025).
Trump tampak duduk di deretan depan bersama istrinya, Melania Trump, serta Wakil Presiden JD Vance dan istrinya.
Mereka menyimak penyampaian doa dalam tradisi Yahudi, Kristen, serta azan yang merupakan panggilan shalat bagi umat Islam.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan Donald Trump mendengarkan azan saat dilantik menjadi Presiden AS perlu diluruskan.
Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Video itu menampilkan momen Trump menghadiri acara "Kebaktian Doa Lintas Agama untuk Bangsa".
Acara tersebut diselenggarakan di Katedral Nasional Washington pada Selasa (21/1/2025) atau sehari setelah Trump dilantik menjadi Presiden ke-47 Amerika Serikat.
Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Video itu menampilkan momen Trump menghadiri acara "Kebaktian Doa Lintas Agama untuk Bangsa".
Acara tersebut diselenggarakan di Katedral Nasional Washington pada Selasa (21/1/2025) atau sehari setelah Trump dilantik menjadi Presiden ke-47 Amerika Serikat.
Rujukan
Halaman: 2390/8118

