• (GFD-2024-24662) [HOAKS] Video Soimah Bagikan Rp 50 Juta Melalui WhatsApp

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video mengeklaim pembawa acara dan komedian, Soimah membagikan uang Rp 50 juta melalui nomor WhatsApp.

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Video yang mengeklaim Soimah membagikan Rp 50 juta melalui nomor WhatsApp salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Dalam video, Soimah seolah-olah mengatakan bahwa uang Rp 50 juta akan diberikan kepada warganet yang sudah mengikuti, menyukai, dan membagikan unggahan tersebut.

    Selain itu warganet juga diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan.

    Hasil Cek Fakta

    Ketika dicermati gerakan bibir Soimah dengan perkataannya dalam video tidak sinkron.

    Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengambil tangkapan layar video dan menelusurinya menggunakan Yandex.

    Hasilnya, video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube ini.

    Dalam video aslinya Soimah membagikan momen ketika ia akan menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada November 2024.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek suara Soimah menjanjikan uang Rp 50 juta menggunakan TruMedia.

    Hasilnya suara dalam video terbukti secara subtansial merupakan hasil manipulasi yang dihasilkan oleh artificial intelligence (AI).

    Video yang mengeklaim Soimah membagikan Rp 50 juta melalui nomor WhatsApp merupakan hasil manipulasi.

    Dalam video aslinya Soimah menyampaikan bahwa ia menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. 

    Setelah dicek menggunakan TruMedia, suara Soimah membagikan Rp 50 juta terdeteksi dihasilkan AI. Suara hasil manipulasi itu kemudian disematkan dan diedit pada video lama hingga menjadi konten hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24663) [HOAKS] Gereja di Suriah Dilarang Merayakan Natal

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar informasi yang menyebutkan gereja di Suriah dilarang untuk merayakan Natal, parade, bahkan perayaan Santo Nicholas.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Informasi yang mengeklaim gereja di Suriah dilarang merayakan Natal disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Setiap pengunggah menyertakan foto ibadah di sebuah gereja.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (14/12/2024):

    Apa yang terjadi di Suriah dibawah penguasaan teroris Khowarij takfiri ?????!

    Saat ini, gereja-gereja Suriah diperintahkan untuk tidak mengadakan perayaan Natal, parade, dan bahkan kontes St. Nicholas.

    Situasi umat Kristen di Suriah semakin memburuk ...

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Sabtu (14/12/2024), yang mengeklaim gereja di Suriah dilarang merayakan Natal.

    Hasil Cek Fakta

    Foto yang dipakai dalam konten yang beredar merupakan foto lama.

    Hasil pencarian reverse image dengan Google Lens mengarahkan ke sebuah foto di iStock Photo.

    Foto tersebut dipotret oleh Joel Carillet pada 25 Juli 2012. Keterangan foto menjelaskan foto tersebut merupakan prosesi ibadah di sebuah gereja bernama Armenische Kirche di Damaskus, Suriah.

    Setelah pemerintahan Presiden Bashar al-Assad digulingkan oleh pihak oposisi, sejauh ini tidak ada perintah atau larangan untuk merayakan Natal di Suriah.

    Dilansir France24, warga Katolik di Aleppo, Suriah tengah mempersiapkan perayaan Natal.

    Perwakilan kelompok oposisi dan perwakilan umat Kristen dan Katolik setempat telah mengadakan pertemuan terkait perayaan Natal.

    Sejauh ini, tidak ada perubahan  atau larangan yang secara resmi dikeluarkan di Suriah terkait perayaan Natal.

    Informasi serupa juga diwartakan TRT World dan Al-Monitor.

    Akibat perang saudara kelompok Kristen dan Katolik di Suriah memang sempat terdampak.

    Namun sejauh ini, hari libur Natal dan Paskah selalu diperingati.

    Selain itu, Patriarkat Ortodoks Yunani di Antiokhia dan Seluruh Timur baru-baru ini mengeluarkan peringatan terkait informasi keliru.

    "Media sosial dan halaman-halaman yang baru dibuat menyebarkan banyak berita, terutama mengenai situasi gereja di Suriah. Kami menyerukan kepada jemaat kami untuk mengambil berita dari sumber resminya," tulisnya.

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim gereja di Suriah dilarang merayakan Natal merupakan hoaks.

    Pasca kejatuhan al-Assad, kelompok oposisi telah mengadakan pertemuan dengan kelompok Kristen dan Katolik terkait Natal.

    Perayaan Natal di Suriah dijalankan seperti biasa dan tidak ada larangan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24616) [SALAH] Prabowo Kendalikan Pemerintahan dari Luar Negeri, Gibran Main Game

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 16/12/2024

    Berita

    Akun Facebook “Ardhi Ardhaz” pada Kamis (12/11/2024) mengunggah video [arsip] disertai narasi:
    "Indahnya dunia main game biar Prabowo yg kerja. gaji utuh apa2 ada.
    Prabowo Tetap Mengendalikan Pemerintahan Dari Luar Negeri, Gibran Bebas Main Game"
    Per Senin (16/12/2024), konten tersebut sudah dilihat hampir 900 kali dan dikomentari belasan warganet.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri unggahan itu lewat Google Lens. Penelusuran teratas mengarah ke artikel indoraya.news yang tayang Januari 2024. Diketahui, konteks asli unggahan adalah momen saat Gibran (saat itu masih merupakan calon wakil presiden) menghadiri Mentari E-Sport Mobile Legends di kawasan Senayan pada Januari 2024.
    TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram resmi Gibran (gibran_rakabuming). Diketahui, Gibran—sebagai wakil presiden—menjalankan berbagai tugas, mulai dari menghadiri rapat koordinasi evaluasi pendidikan dasar dan menengah, hingga mengunjungi Pasar Rakyat Butta Salewangan di Sulawesi Selatan.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Prabowo kendalikan pemerintahan dari luar negeri, Gibran main game” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2024-24617) [SALAH] Dirut BRI Lakukan Pencucian Uang Puluhan Triliun Rupiah

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 16/12/2024

    Berita

    Akun TikTok “rak.2024.indonesia” pada Kamis (12/12/2024) mengunggah video [arsip] berisi klaim “Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) melakukan pencucian uang hingga puluhan triliun”.

    Berikut narasi lengkapnya:

    “Diduga Pencucian Uang DIRUT BANK BRI Pada Oktober 2023 Saat Pilpres 2024,Pencucian Uang di Bank BRI mencapai PULUHAN TRILIUN dengan bertahap. Pak Menteri Erick Thohir Segera PECAT DIRUT BANK BRI ”

    Per Senin (16/12/2024), unggahan telah dibagikan ulang lebih dari 450 kali dan disukai 2.300-an pengguna TikTok lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Merespons unggahan yang beredar, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan perusahaan selalu berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai good corporate governance (GCG) dalam menjalankan operasional.

    “BRI memastikan hal yang disampaikan dalam video atau konten yang diunggah di sosial media TikTok tersebut tidak benar dan tidak berdasar,” kata Agustya dalam keterangan tertulis yang diterima Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) pada Kamis (12/12/2024).

    BRI menghimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan sosial media secara positif dan tidak mudah termakan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

    Kesimpulan

    BRI memastikan hal yang disampaikan dalam video atau konten yang diunggah di sosial media TikTok tersebut tidak benar dan tidak berdasar.

    Video berisi narasi “Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) melakukan pencucian uang hingga puluhan triliun” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan