• (GFD-2025-25497) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Air Rebusan Daun Jeruk dan Garam Sembuhkan Sakit Gigi Seumur Hidup

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan yang mengeklaim berkumur air rebusan daun jeruk nipis dan garam dapat menyembuhkan sakit gigi seumur hidup.

    Setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar, informasinya keliru dan perlu diluruskan.

    Narasi yang mengeklaim berkumur air rebusan daun jeruk dan garam dapat menyembuhkan sakit gigi seumur hidup, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Dalam video itu narator menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan yakni dengan merebus beberapa lembar daun jeruk nipis.

    Kemudian, air itu dituangkan ke gelas dan diberi garam. Setelah itu, air digunakan untuk berkumur.

    Dokter gigi di Puskesmas Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Belinda Chandra Hapsari menjelaskan, narasi yang menyebut berkumur air rebusan daun jeruk dan garam bisa menyembuhkan sakit gigi seumur hidup tidak benar.

    Ia mengatakan, ramuan itu hanya sekadar meredakan rasa sakit pada gigi. Menurut Belinda,  penyakit gigi dan mulut bermacam-macam, sehingga penanganannya berbeda. 

    "Yang namanya rasa sakit dengan penyakit itu berbeda. Nah memang kalau air garam itu antiseptik. Bunuh bakteri ringan-ringan, gitu. Makanya ada sensasi rasa sakitnya itu hilang," ujar Belinda kepada Kompas.com, Rabu (5/2/2025).

    Namun ia mengatakan, selama penyakit gigi tidak ditangani dengan tepat, rasa sakitnya bisa muncul kapan saja. 

    "Penyakit gigi, misalnya gigi berlubang atau gusi bernanah, jika tidak ditangani dan diperbaiki dokter gigi, suatu saat rasa sakitnya bisa muncul lagi, bahkan bisa mengakibatkan infeksi," kata Belinda.

    Dikutip dari pemberitaan sebelumnya di Kompas.com,  Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia,  Inggrid Tania mengatakan, daun jeruk memang memiliki kandungan minyak atsiri yang bersifat mengurangi nyeri.

    Namun menurutnya, memakai daun jeruk untuk obat sakit gigi hanya bisa digunakan untuk nyeri yang bersifat ringan, dan tidak untuk sakit gigi yang membutuhkan tindakan dokter gigi.

    "Daun jeruk memang mengandung minyak atsiri atau esensial yang bersifat anti peradangan atau pereda nyeri. Memang bisa daun jeruk tambah garam (mengurangi sakit gigi)," kata Inggrid. 

    Kendati begitu ia mengingatkan, sebaiknya perlu melakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk menghilangkan penyebab sakit gigi. 

    "Kalau tiga hari tak ada perbaikan, berati sakit gigi ada penyebab serius yang memang harus memeriksakan gigi ke dokter gigi untuk penanganan hingga akar penyebabnya," ujar Inggrid.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim berkumur air rebusan daun jeruk nipis dan garam dapat menyembuhkan sakit gigi seumur hidup merupakan informasi yang tidak benar dan perlu diluruskan.

    Ramuan itu hanya sekadar mengurangi rasa nyeri pada gigi dan tidak dapat menyembuhkan sakit gigi seumur hidup. Penyakit gigi dan mulut bermacam-macam sehingga penanganannya berbeda-beda. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-25498) [HOAKS] Bantuan Dana Rp 3.550.000 atas Nama BPJS Kesehatan

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan yang disertai tautan yang diklaim sebagai akses untuk mendapatkan bantuan dana Rp 3.550.000 mengatasnamakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut adalah hoaks dan telah berulang kali beredar.

    Tautan bantuan dana Rp 3.550.000 mengatasnamakan BPJS Kesehatan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada Januari-Februari 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    BANSOS BPJS 2025Bantuan Kesehatan Rp.3.550.000.Cek Anda Terdaftar Atau Tidak Disini

    Gambar thumbnail tautan tersebut menampilkan poster dengan narasi, "Cukup Pake Gadget, Dapatkan Bantuan Sosial Rp 3.550.000".

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, ditemukan bahwa thumbnail tautan tersebut merupakan hasil manipulasi dari konten Instagram @bpjskesehatan_ri, pada 15 Oktober 2024.

    Poster asli yang diunggah akun Instagram resmi BPJS Kesehatan tersebut memuat narasi "Cukup Pake Gadget, Urus BPJS Kesehatan Jadi Makin Sat Set!".

    Sementara itu, informasi soal bantuan dana Rp 3,5 juta mengatasnamakan BPJS Kesehatan adalah hoaks telah dibantah. Narasi itu kembali beredar saat ini.

    Hoaks tersebut telah dibantah oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah dalam konfirmasinya kepada Tim Cek Fakta Kompas.com pada 9 Januari 2025.

    "Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut," kata Rizzky.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan bantuan dana Rp 3.550.000 mengatasnamakan BPJS Kesehatan yang beredar di Facebook adalah hoaks.

    Gambar thumbnail tautan tersebut merupakan hasil manipulasi dari konten Instagram @bpjskesehatan_ri, 15 Oktober 2024.

    Hoaks tersebut juga telah dibantah oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah dalam konfirmasinya kepada Tim Cek Fakta Kompas.com pada 9 Januari 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25503) [KLARIFIKASI] Konten Satire Elpiji Kemasan Saset

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Warga tengah kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram (kg) akibat kebijakan pemerintah melarang pengecer menjual elpiji 3 kg mulai 1 Februari 2025.

    Meski keputusan itu telah dicabut, tetapi narasi keliru seputar elpiji 3 kg masih beredar. Misalnya, gambar elpiji kemasan saset seberat 3 miligram.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut merupakan satire.

    Gambar elpiji kemasan saset disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (6/2/2025):

    Tersedia gas kemasan saset

    Hasil Cek Fakta

    PT Pertamina Patra Niaga tidak pernah memproduksi dan mendistribusikan gas dalam kemasan saset.

    Berdasarkan informasi di situs webnya, berikut produk elpiji yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut:

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek gambar eliji kemasan saset menggunakan Hive Moderation dan Was It AI.

    Was It AI mengidentifikasi gambar gas kemasan saset sebagai gambar yang dibuat oleh artificial intelligence (AI).

    Hive Moderation juga mengidentifikasi gambar tersebut memiliki probabilitas 93,6 persen dihasilkan AI.

    Narasi yang beredar merupakan satire sebagai respons atas sulitnya mendapat elpiji 3 kg.

    Konten itu merupakan bentuk kritik atas kebijakan pemerintah melalui unggahan guyonan. Meski begitu, perlu diluruskan bahwa PT Pertamina tidak memproduksi produk itu.

    Kesimpulan

    Gambar elpiji kemasan saset 3 miligram merupakan konten satire. Adapun gambar yang beredar dibuat dengan AI.

    PT Pertamina Patra Niaga tidak pernah memproduksi elpiji dalam kemasan saset. Konten itu merupakan satire, hasil kreativitas masyarakat untuk mengkritik kebijakan terkait gas.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25504) [HOAKS] Elon Musk Ancam Tangguhkan Akun X Pengkritik Donald Trump

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Pemilik X (Twitter) Elon Musk disebut akan menangguhkan akun-akun yang mengkritik Presiden ke-47 Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Narasi itu menyertakan tangkapan layar unggahan akun X Elon Musk @elonmusk. Dalam unggahan itu, Musk mengatakan akan menangguhkan akun X yang mengkritik Trump.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut hoaks.

    Narasi yang mengeklaim Elon Musk akan menangguhkan akun X pengkritik Trump dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini, serta akun Threads ini.

    Akun-akun tersebut membagikan tangkapan layar unggahan akun X @elonmusk, yang mengatakan akan menangguhkan akun pengkritik Trump.

    Berikut isi tangkapan layar tersebut:

    Siapa pun yang memprotes Pemerintahan Trump akan ditangguhkan dari X.

    Semua keributan anti-Trump dapat disebarkan ke platform liberal seperti Threads, Reddit, BlueSky, Instagram, dan Facebook.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek akun X Elon Musk dan tidak menemukan unggahan seperti dalam tangkapan layar yang dibagikan di Facebook dan Threads.

    Selain itu, tidak ada pemberitaan dari media kredibel tentang ancaman Musk menangguhkan akun X yang mengkritik Trump, walaupun itu adalah isu yang sangat serius.

    Menurut pemeriksa fakta USA Today, unggahan tersebut terindikasi hasil fabrikasi.

    Ini terlihat dari tangkapan layar yang beredar hanya menampilkan gambar yang sama dan tidak disertai dengan penanda waktu atau metrik engagement. 

    Sementara itu, pemeriksa fakta Snopes hanya menemukan satu tangkapan layar yang memuat penanda waktu, yaitu tertanggal 29 Januari 2025 pukul 12.02.

    Namun, pencarian arsip tangkapan layar halaman X Musk antara 28 Januari-30 Januari tidak menemukan bukti bahwa ia pernah posting tentang penangguhan akun anti-Trump.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim Elon Musk akan menangguhkan akun X pengkritik Trump adalah hoaks.

    Tidak ditemukan unggahan semacam itu di akun X asli Elon Musk @elonmusk. Selain itu, tidak ada pemberitaan kredibel tentang ancaman Musk menangguhkan akun X pengkritkik Trump.

    Rujukan