tirto.id - Narasi miring menyangkut isu kesehatan masih kerap dijumpai di jagat maya. Selain dalam bentuk klaim obat-obatan yang berlebihan, ada juga iklan obat penyakit tertentu yang diberi keterangan kurang sesuai.
Pada Rabu (11/12/2024) misalnya, muncul unggahan Instagram tentang obat Tuberkulosis (TBC atau TB) oleh akun bernama “distributor_propolis_hepro” (arsip). Akun itu menyertakan video promosi produk propolis yang menampilkan seorang artis, Teuku Wisnu.
Dalam keterangan videonya disebutkan, produk ini bisa mengatasi berbagai penyakit, mulai dari sesak napas, paru-paru basah, hingga TBC. Unggahan ini seolah menarasikan bahwa propolis bisa menyembuhkan penyakit TBC.
“𝐏𝐄𝐍𝐆𝐎𝐁𝐀𝐓𝐀𝐍 𝐓𝐁𝐂 𝐓𝐀𝐍𝐏𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐘𝐀𝐊𝐈𝐓𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐀𝐍𝐘𝐀 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐏𝐑𝐎𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒 𝐇𝐄𝐏𝐑𝐎. Hanya Booster Propolis Hepro yang bersifat Imunomodulator yang dapat menjaga imunitas tubuh dan Bersifat Hepatoprotektor yang mampu mengurangi efek samping penggunaan obat,” begitu bunyi takarir unggahannya.
Sampai Senin (16/12/2024), video ini sudah dilihat sebanyak 2 ribu kali. Klip dengan klaim identik juga ditemukan di TikTok, seperti bisa dilihat di sini.
Namun, bagaimana kebenaran klaim yang disebutkan?
(GFD-2024-24634) Benarkah Propolis Bisa Atasi Penyakit Tuberkulosis?
Sumber:Tanggal publish: 17/12/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Perlu diketahui mula-mula bahwa propolis merupakan bahan alami dari getah pohon atau tumbuhan yang digunakan oleh lebah untuk menutupi celah di sarangnya.
Menukil artikel Halodoc yang sudah ditinjau Dokter Rizal Fadli, propolis adalah zat resin yang dihasilkan oleh lebah, dari bahan dasar yang diambil dari pucuk tumbuhan. Zat ini disebut kaya kandungan flavonoid yang baik sebagai antioksidan, sehingga kerap dimanfaatkan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan.
Sementara itu, TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dilansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit ini dikatakan dapat menyerang siapa saja dan organ tubuh yang diserang biasanya adalah paru-paru, tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, dan jantung.
Penularan atau infeksi terjadi saat kuman TB yang berada dan bertebaran di udara terhirup oleh orang lain. Saat penderita TB batuk atau bersin tanpa menutup mulut, bakteri akan tersebar ke udara dalam bentuk percikan dahak atau droplet.
Gejala utama TBC bervariasi, antara lain batuk terus-menerus (berdahak maupun tidak berdahak), demam dan meriang dalam jangka waktu yang panjang, sesak nafas dan nyeri dada, serta berat badan menurun. Gejala lainnya juga mencakup munculnya darah bercampur dahak ketika batuk, menurunnya nafsu makan, dan berkeringat di malam hari meski tanpa melakukan kegiatan.
Lantas, apakah propolis bisa mengatasi penyakit TBC yang disebabkan oleh infeksi bakteri?
Untuk menjawab pertanyaan itu, Tim Riset Tirto menghubungi dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa, dari Praktek Mandiri Dokter Nurul, di Rangkasbitung, Banten. Dokter Nurul menyatakan bahwa penanganan utama penyakit TB adalah obat anti tuberkulosis, atau disebut juga OAT, yang saat ini menjadi obat program bagi pasien yang didiagnosis TB paru ataupun ekstra paru.
“Dosisnya telah ditentukan dan wajib dipatuhi aturan minumnya oleh pasien yang didiagnosis TB untuk mencapai kesembuhan total. Tingginya kasus TB di Indonesia sering dikaitkan dengan tidak teraturnya pengobatan TB yang berakibat pasien resisten atau bakteri M. Tb tidak mempan dengan OAT, itulah sebabnya perlu kepatuhan dalam meminum obat TB,” ujar dr. Nurul kepada Tirto, Senin (16/12/2024).
Adapun propolis yang mengandung senyawa baik, menurut dr. Nurul, fungsinya berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sifatnya hanya melengkapi atau suplementasi, bukan terapi utama.
“Jadi tidak bisa hanya mengandalkan propolis untuk menangani TB, obat OAT utama adalah pilihan pengobatannya, akan tetapi penggunaan propolis terbatas untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh atau sebagai suplementasi saja bukan pengganti obat utama TB yaitu OAT yang berisikan antibiotika spesifik untuk TB,” lanjut dr. Nurul.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Ina Agustina Isturini, pun mengungkap hal senada. Ia menegaskan bahwa pengobatan TBC yang adekuat harus memenuhi empat prinsip, termasuk pengobatan diberikan dalam bentuk paduan OAT yang tepat dan mengandung minimal 4 macam obat untuk mencegah terjadinya resistensi, serta diberikan dalam dosis yang tepat.
“Pengobatan TBC yang tidak sesuai standar berisiko tidak efektif dan dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan TBC resisten obat (TBC RO). Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien TBC untuk mengikuti pengobatan dengan OAT yang telah direkomendasikan oleh tenaga medis, dan tidak menggantikan pengobatan tersebut dengan pengobatan herbal,” kata Ina lewat keterangan yang diterima Tirto, Senin (16/12/2024).
Propolis yang dimanfaatkan sebagai obat herbal pendamping penderita TBC memang pernah diungkap oleh sebuah studi yang dimuat di Jurnal Gizi Pangan (2018). Namun demikian, sekali lagi propolis dalam hal ini hanya digunakan sebagai pelengkap obat utama.
Penelitian oleh Mahani, dkk itu menyimpulkan bahwa suplementasi 20 tetes propolis dengan konsentrasi 30 persen sebagai adjuvan (pembantu/penunjang) terhadap obat anti tuberkulosis (ATD) standar untuk pengobatan pasien TBC paru, bermanfaat untuk mempercepat efek pengobatan dan pemulihan berat badan.
Seperti yang telah disampaikan Ina dari Kemenkes, pengobatan TBC yakni dengan patuh minum obat selama jangka waktu yang dianjurkan oleh dokter.
Dilansir Alodokter yang telah ditinjau oleh dr. Pittara, empat obat TBC yang umumnya diminum di antaranya Isoniazid, Rifampicin, Pyrazinamide, dan Ethambutol. Obat tersebut harus dikonsumsi secara rutin selama 6–9 bulan.
Jika pasien berhenti minum obat sebelum waktu yang disarankan, maka bakteri TBC berpotensi kebal terhadap obat yang biasa diberikan. Akibatnya, TBC menjadi lebih berbahaya dan akan lebih sulit diobati.
Penyakit TBC sendiri bisa dicegah dengan beberapa upaya, antara lain makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga sirkulasi udara yang baik dengan cara membuka pintu dan jendela tiap pagi supaya rumah mendapatkan cukup sinar matahari dan udara segar, dan mendapatkan suntik vaksin BCG bagi anak usia di bawah 5 tahun untuk menghindari TB berat (meningitis dan milier).
Menukil artikel Halodoc yang sudah ditinjau Dokter Rizal Fadli, propolis adalah zat resin yang dihasilkan oleh lebah, dari bahan dasar yang diambil dari pucuk tumbuhan. Zat ini disebut kaya kandungan flavonoid yang baik sebagai antioksidan, sehingga kerap dimanfaatkan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan.
Sementara itu, TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dilansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit ini dikatakan dapat menyerang siapa saja dan organ tubuh yang diserang biasanya adalah paru-paru, tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, dan jantung.
Penularan atau infeksi terjadi saat kuman TB yang berada dan bertebaran di udara terhirup oleh orang lain. Saat penderita TB batuk atau bersin tanpa menutup mulut, bakteri akan tersebar ke udara dalam bentuk percikan dahak atau droplet.
Gejala utama TBC bervariasi, antara lain batuk terus-menerus (berdahak maupun tidak berdahak), demam dan meriang dalam jangka waktu yang panjang, sesak nafas dan nyeri dada, serta berat badan menurun. Gejala lainnya juga mencakup munculnya darah bercampur dahak ketika batuk, menurunnya nafsu makan, dan berkeringat di malam hari meski tanpa melakukan kegiatan.
Lantas, apakah propolis bisa mengatasi penyakit TBC yang disebabkan oleh infeksi bakteri?
Untuk menjawab pertanyaan itu, Tim Riset Tirto menghubungi dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa, dari Praktek Mandiri Dokter Nurul, di Rangkasbitung, Banten. Dokter Nurul menyatakan bahwa penanganan utama penyakit TB adalah obat anti tuberkulosis, atau disebut juga OAT, yang saat ini menjadi obat program bagi pasien yang didiagnosis TB paru ataupun ekstra paru.
“Dosisnya telah ditentukan dan wajib dipatuhi aturan minumnya oleh pasien yang didiagnosis TB untuk mencapai kesembuhan total. Tingginya kasus TB di Indonesia sering dikaitkan dengan tidak teraturnya pengobatan TB yang berakibat pasien resisten atau bakteri M. Tb tidak mempan dengan OAT, itulah sebabnya perlu kepatuhan dalam meminum obat TB,” ujar dr. Nurul kepada Tirto, Senin (16/12/2024).
Adapun propolis yang mengandung senyawa baik, menurut dr. Nurul, fungsinya berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sifatnya hanya melengkapi atau suplementasi, bukan terapi utama.
“Jadi tidak bisa hanya mengandalkan propolis untuk menangani TB, obat OAT utama adalah pilihan pengobatannya, akan tetapi penggunaan propolis terbatas untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh atau sebagai suplementasi saja bukan pengganti obat utama TB yaitu OAT yang berisikan antibiotika spesifik untuk TB,” lanjut dr. Nurul.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Ina Agustina Isturini, pun mengungkap hal senada. Ia menegaskan bahwa pengobatan TBC yang adekuat harus memenuhi empat prinsip, termasuk pengobatan diberikan dalam bentuk paduan OAT yang tepat dan mengandung minimal 4 macam obat untuk mencegah terjadinya resistensi, serta diberikan dalam dosis yang tepat.
“Pengobatan TBC yang tidak sesuai standar berisiko tidak efektif dan dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan TBC resisten obat (TBC RO). Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien TBC untuk mengikuti pengobatan dengan OAT yang telah direkomendasikan oleh tenaga medis, dan tidak menggantikan pengobatan tersebut dengan pengobatan herbal,” kata Ina lewat keterangan yang diterima Tirto, Senin (16/12/2024).
Propolis yang dimanfaatkan sebagai obat herbal pendamping penderita TBC memang pernah diungkap oleh sebuah studi yang dimuat di Jurnal Gizi Pangan (2018). Namun demikian, sekali lagi propolis dalam hal ini hanya digunakan sebagai pelengkap obat utama.
Penelitian oleh Mahani, dkk itu menyimpulkan bahwa suplementasi 20 tetes propolis dengan konsentrasi 30 persen sebagai adjuvan (pembantu/penunjang) terhadap obat anti tuberkulosis (ATD) standar untuk pengobatan pasien TBC paru, bermanfaat untuk mempercepat efek pengobatan dan pemulihan berat badan.
Seperti yang telah disampaikan Ina dari Kemenkes, pengobatan TBC yakni dengan patuh minum obat selama jangka waktu yang dianjurkan oleh dokter.
Dilansir Alodokter yang telah ditinjau oleh dr. Pittara, empat obat TBC yang umumnya diminum di antaranya Isoniazid, Rifampicin, Pyrazinamide, dan Ethambutol. Obat tersebut harus dikonsumsi secara rutin selama 6–9 bulan.
Jika pasien berhenti minum obat sebelum waktu yang disarankan, maka bakteri TBC berpotensi kebal terhadap obat yang biasa diberikan. Akibatnya, TBC menjadi lebih berbahaya dan akan lebih sulit diobati.
Penyakit TBC sendiri bisa dicegah dengan beberapa upaya, antara lain makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga sirkulasi udara yang baik dengan cara membuka pintu dan jendela tiap pagi supaya rumah mendapatkan cukup sinar matahari dan udara segar, dan mendapatkan suntik vaksin BCG bagi anak usia di bawah 5 tahun untuk menghindari TB berat (meningitis dan milier).
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, propolis tidak bisa digunakan sebagai obat utama bagi penderita Tuberkulosis atau TBC. Obat herbal ini hanya berfungsi sebagai pelengkap obat utama.
Dokter Nurul Fajriah Afiatunnisa, dari Praktek Mandiri Dokter Nurul, di Rangkasbitung, Banten menjelaskan bahwa OAT atau obat antituberkulosis adalah terapi utama pasien TB. Sementara propolis sifatnya adalah suplementasi atau pelengkap dan tidak bisa digunakan sebagai terapi utama karena belum adanya bukti ilmiah kuat terkait hal ini.
Kepatuhan pasien TB mengkonsumsi OAT sangat diperlukan untuk mencapai kesembuhan total dari penyakit TB. Selain itu juga perlu dilakukannya kontrol rutin ke dokter untuk pasien yang telah terdiagnosis TB.
Dengan demikian, klaim soal produk propolis untuk menyembuhkan penyakit TBC bersifat missing context (menyesatkan tanpa tambahan keterangan).
Dokter Nurul Fajriah Afiatunnisa, dari Praktek Mandiri Dokter Nurul, di Rangkasbitung, Banten menjelaskan bahwa OAT atau obat antituberkulosis adalah terapi utama pasien TB. Sementara propolis sifatnya adalah suplementasi atau pelengkap dan tidak bisa digunakan sebagai terapi utama karena belum adanya bukti ilmiah kuat terkait hal ini.
Kepatuhan pasien TB mengkonsumsi OAT sangat diperlukan untuk mencapai kesembuhan total dari penyakit TB. Selain itu juga perlu dilakukannya kontrol rutin ke dokter untuk pasien yang telah terdiagnosis TB.
Dengan demikian, klaim soal produk propolis untuk menyembuhkan penyakit TBC bersifat missing context (menyesatkan tanpa tambahan keterangan).
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/DDa6UN8sdWB/
- https://archive.ph/PKtR0
- https://www.tiktok.com/@wisnumart/video/7087079656414776602
- https://www.halodoc.com/artikel/ragam-manfaat-propolis-untuk-kesehatan-keluarga?srsltid=AfmBOoqTMlLlvR4KCrzNxFpWzndJ5hRVHm2c0E7BfAoa7syyJvGF3wkw
- https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/pencegahan-infeksi-bagi-bayi-dan-balita/tuberkulosis#:~:text=Pengobatan%20TB-,Apa%20yang%20dimaksud%20Tuberkulosis%3F,kelenjar%20getah%20bening%2C%20dan%20jantung.
- https://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan/article/view/17062/14277
- https://www.alodokter.com/tuberkulosis/pengobatan
(GFD-2024-24635) Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Sri Mulyani Berbagi Rezeki
Sumber:Tanggal publish: 17/12/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Sri Mulyani berbagi rezeki untuk yang mengalami kesulitan ekonomi dari bayar utang sampai biaya sekolah, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Desember 2024.
Unggahan klaim video Sri Mulyani berbagi rezeki untuk yang mengalami kesulitan ekonomi dari bayar utang sampai biaya sekolah menampilkan Sri Mulyani sedang berbicara berikut transkripnya.
"Siapapun dari kalian yang melihat video ini dan sedang mengalami kesulitan ekonomi, termasuk biaya untuk modal usaha, untuk bayar utang, biaya sekolah dan lain-lain, tolong segera hubungi saya ya.
Karena saya sedang mengadakan program berbagi rezeki, acara ini benar dan resmi ya. Dan beralu untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan."
Dalam video tersebut terdapat tulisan berikut.
"SEBUTKAN ASAL PROVINSI KALIAN SEKARANG"
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Bagi Bagi rejeki Sri mulyani 2024"
Benarkah klaim video Sri Mulyani berbagi rezeki untuk yang mengalami kesulitan ekonomi dari bayar utang sampai biaya sekolah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Sri Mulyani berbagi rezeki untuk yang mengalami kesulitan ekonomi dari bayar utang sampai biaya sekolah, dengan menangkap layar untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.
Penelusuran mengarah pada sejumlah situs, di antaranya artikel berjudul "Sri Mulyani: Defisit APBN Sentuh Rp 21,8 Triliun di Mei 2024" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 27 Juni 2024.
Situ Liputan6.com memuat foto Sri Mulyani yang identik dengan klaim video, kesemaan terletak pada baju yang dikenakan dan latar belakang Sri Mulyani.
Foto tersbeut diberi keterangan sebagai berikut.
"Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2024 di Jakarta, Kamis (27/6/2024)"
Dari keterangan foto yang dimuat artikel Liputan6.com tersebut dijadikan bahan penelusuran berikutnya, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'Sri Mulyani Indrawatikonferensi pers kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2024'.
Penelusuran mengarah pada akun YouTube resmi Metro Tv, akun YouTube tersebut mengunggah video berjudul "BREAKING NEWS: KONPERS SRI MULYANI TENTANG APBN KITA EDISI JUNI 2024" yang diunggah pada 27 Juni 2024.
Dalam tayangan video tersebut, terdapat cuplikan video Sri Mulyani seperti dengan video yang ditayangan klaim.
Dalam video tersebut, Sri Mulyani berbicaran terkait kondisi keuangan dan perekonomian negara, tidak ada pernyataan Sri Mulyani terkait pemberian bantuan atau pembagian uang.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Sri Mulyani berbagi rezeki untuk yang mengalami kesulitan ekonomi dari bayar utang sampai biaya sekolah tidak benar.
Dalam video aslinya, Sri Mulyani berbicaran terkait kondisi keuangan dan perekonomian negara, tidak ada pernyataan Sri Mulyani terkait pemberian bantuan atau pembagian uang.
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 at
Rujukan
(GFD-2024-24638) Hoaks, Program Pemberlakuan SIM Gratis dan Seumur Hidup
Sumber:Tanggal publish: 17/12/2024
Berita
tirto.id - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding mengusulkan, agar masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) berlaku seumur hidup. Sarifuddin menyampaikan itu dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol. Aan Suhanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (4/12/2024).
Di media sosial, isu ini kemudian menjadi perbincangan. Salah satunya, sebuah video TikTok yang mengklaim memuat informasi tutorial untuk membuat SIM gratis dan seumur hidup. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok yang bernama @polisi.indonesia57 (arsip) pada Kamis (12/12/2024).
Video singkat tersebut berisikan pesan soal pembuatan SIM gratis dengan ilustrasi perpanjang SIM secara daring dengan mengatasnamakan sebuah media nasional.
“Tutorial buat SIM gratis khusus bulan ini sampai akhir tahun, untuk buat SIM dan perpanjang SIM sekarang lebih mudah dan aman, caranya silahkan klik link di bio,” begitu bunyi narasi dan pesan yang tersemat di dalam video.
Video di atas juga dibubuhi dengan teks bernada ajakan, “Ayo Daftar Sekarang Juga”. Sementara pada latar unggahan terdapat video yang menggambarkan sedang duduk dalam antrean.
Sejak pertama kali dipublikasikan, hingga Senin (16/12/2024) atau sekitar empat hari tersebar di TikTok, unggahan ini telah mengumpulkan puluhan ribu penonton. Unggahan ini telah memperoleh 511 tanda suka, 114 komentar, dan 167 kali dibagikan ualang. Kolom komentar unggahan tersebut diramaikan oleh warganet yang ingin memperpanjang SIM. Meski begitu, tak sedikit pula warganet yang kurang percaya akan kredibilitas informasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Akun @polisi.indonesia57 juga membuat beberapa unggahan serupa dengan narasi yang sama. Kami juga menemukan konten dengan narasi pembuatan SIM gratis yang tersebar di Facebook. Kami menemukan unggahan akun "Syifa adam" (arsip), serta "Intan Febry Yanti" (arsip) berikut dengan narasi yang sama. Unggahan yang disebut terakhir bahkan menyebut kalau program SIM gratis sudah diumumkan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Lantas, bagaimana faktanya?
Di media sosial, isu ini kemudian menjadi perbincangan. Salah satunya, sebuah video TikTok yang mengklaim memuat informasi tutorial untuk membuat SIM gratis dan seumur hidup. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok yang bernama @polisi.indonesia57 (arsip) pada Kamis (12/12/2024).
Video singkat tersebut berisikan pesan soal pembuatan SIM gratis dengan ilustrasi perpanjang SIM secara daring dengan mengatasnamakan sebuah media nasional.
“Tutorial buat SIM gratis khusus bulan ini sampai akhir tahun, untuk buat SIM dan perpanjang SIM sekarang lebih mudah dan aman, caranya silahkan klik link di bio,” begitu bunyi narasi dan pesan yang tersemat di dalam video.
Video di atas juga dibubuhi dengan teks bernada ajakan, “Ayo Daftar Sekarang Juga”. Sementara pada latar unggahan terdapat video yang menggambarkan sedang duduk dalam antrean.
Sejak pertama kali dipublikasikan, hingga Senin (16/12/2024) atau sekitar empat hari tersebar di TikTok, unggahan ini telah mengumpulkan puluhan ribu penonton. Unggahan ini telah memperoleh 511 tanda suka, 114 komentar, dan 167 kali dibagikan ualang. Kolom komentar unggahan tersebut diramaikan oleh warganet yang ingin memperpanjang SIM. Meski begitu, tak sedikit pula warganet yang kurang percaya akan kredibilitas informasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Akun @polisi.indonesia57 juga membuat beberapa unggahan serupa dengan narasi yang sama. Kami juga menemukan konten dengan narasi pembuatan SIM gratis yang tersebar di Facebook. Kami menemukan unggahan akun "Syifa adam" (arsip), serta "Intan Febry Yanti" (arsip) berikut dengan narasi yang sama. Unggahan yang disebut terakhir bahkan menyebut kalau program SIM gratis sudah diumumkan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Lantas, bagaimana faktanya?
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto mula-mula mencoba mengakses informasi yang ada di bio akun @polisi.indonesia57 seperti yang disebut dalam video. Saat mencoba mengklik tautan tersebut, kami justru diarahkan ke tautan untuk masuk grup Telegram yang bernama “Samsat Digital Nasional,” tanpa keterangan lebih lanjut.
Modus seperti ini banyak tersebar di internet. Upaya mempromosikan sesuatu yang kemudian diarahkan ke aplikasi pesan cepat seperti Telegram atau WhatsApp. Model seperti ini patut dicurigai, apalagi akun Telegram yang dicantumkan juga bukan akun resmi instansi tertentu.
Tirto juga mengidentifikasi akun TikTok serta Facebook yang menyebarkan informasi soal SIM gratis bukan akun resmi dari Korlantas ataupun Samsat manapun.
Lantas, kami menelusuri akun Instagram resmi milik Korlantas Polri guna memastikan kebenaran terkait informasi program SIM gratis dan seumur hidup. Kami menemukan unggahan dari Korlantas Polri, pada 13 Desember 2024, yang menyatakan bahwa beredarnya informasi pembuatan SIM gratis dan seumur hidup adalah hoaks.
“Sahabat Lantas, terkait berita yang beredar bahwa ada pembuatan SIM gratis dan seumur hidup, itu HOAX ya. Kenapa sih, SIM tidak gratis dan tidak seumur hidup? karena sudah tertulis di undang-undang ya sahabat lantas,” begitu klarifikasi yang disampaikan oleh Korlantas Polri lewat akun Instagram resminya.
Mereka juga mencantumkan detail aturan soal SIM dalam Undang-undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Hal ini tertuang di Pasal 86 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) yang berbunyi;
“(1) Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai bukti kompetensi mengemudi.
(2) Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai registrasi Pengemudi Kendaraan bermotor yang memuat keterangan identitas lengkap Pengemudi.
(3) Data pada registrasi Pengemudi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyelidikan, penyidikan, dan identifikasi forensik kepolisian.”
Untuk memverifikasi lebih lanjut terkait konten program pembuatan SIM gratis dan seumur hidup, Tirto menelusuri lewat mesin pencari Google dengan memasukkan kata kunci “Program SIM gratis dan seumur hidup” hasilnya kami menemukan artikel dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang menyebut narasi yang beredar di media sosial adalah hoaks.
Kami juga menemukan artikel bantahan terkait isu ini dari Tempo. Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korp Lalu Lintas Lantas Polri, Brigjen Yusri Yunus mengatakan bahwa Polri tidak pernah membuat program kebijakan baru yang memberikan SIM tanpa biaya apalagi berlaku seumur hidup.
“Informasi yang beredar tentang program tersebut tidak benar,” ucap Brigjen Yusri dalam keterangannya, mengutip Tempo, pada Sabtu (14/12/2024).
Tim Riset Tirto juga menelusuri grafis yang digunakan pada unggahan di TikTok lewat Google Lens. Alih-alih mendapatkan informasi terkait SIM gratis, kami diarahkan ke sebuah artikel soal cara perpanjang SIM secara online dari Sindonews. Tidak ada keterangan apapun baik program SIM gratis dan seumur hidup maupun langkah-langkah pendaftarannya.
Sementara terkait unggahan di Facebook, yang menyebut Prabowo resmi mengumumkan pembuatan dan perpanjangan SIM secara gratis, juga tidak tepat. Hasil penelusuran gambar menunjukkan gambar yang digunakan adalah foto saat sumpah jabatan presiden.
Selebihnya, Tirto tidak menemukan adanya media kredibel yang memberitakan tentang terlaksananya program SIM gratis dan seumur hidup ini.
Modus seperti ini banyak tersebar di internet. Upaya mempromosikan sesuatu yang kemudian diarahkan ke aplikasi pesan cepat seperti Telegram atau WhatsApp. Model seperti ini patut dicurigai, apalagi akun Telegram yang dicantumkan juga bukan akun resmi instansi tertentu.
Tirto juga mengidentifikasi akun TikTok serta Facebook yang menyebarkan informasi soal SIM gratis bukan akun resmi dari Korlantas ataupun Samsat manapun.
Lantas, kami menelusuri akun Instagram resmi milik Korlantas Polri guna memastikan kebenaran terkait informasi program SIM gratis dan seumur hidup. Kami menemukan unggahan dari Korlantas Polri, pada 13 Desember 2024, yang menyatakan bahwa beredarnya informasi pembuatan SIM gratis dan seumur hidup adalah hoaks.
“Sahabat Lantas, terkait berita yang beredar bahwa ada pembuatan SIM gratis dan seumur hidup, itu HOAX ya. Kenapa sih, SIM tidak gratis dan tidak seumur hidup? karena sudah tertulis di undang-undang ya sahabat lantas,” begitu klarifikasi yang disampaikan oleh Korlantas Polri lewat akun Instagram resminya.
Mereka juga mencantumkan detail aturan soal SIM dalam Undang-undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Hal ini tertuang di Pasal 86 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) yang berbunyi;
“(1) Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai bukti kompetensi mengemudi.
(2) Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai registrasi Pengemudi Kendaraan bermotor yang memuat keterangan identitas lengkap Pengemudi.
(3) Data pada registrasi Pengemudi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyelidikan, penyidikan, dan identifikasi forensik kepolisian.”
Untuk memverifikasi lebih lanjut terkait konten program pembuatan SIM gratis dan seumur hidup, Tirto menelusuri lewat mesin pencari Google dengan memasukkan kata kunci “Program SIM gratis dan seumur hidup” hasilnya kami menemukan artikel dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang menyebut narasi yang beredar di media sosial adalah hoaks.
Kami juga menemukan artikel bantahan terkait isu ini dari Tempo. Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korp Lalu Lintas Lantas Polri, Brigjen Yusri Yunus mengatakan bahwa Polri tidak pernah membuat program kebijakan baru yang memberikan SIM tanpa biaya apalagi berlaku seumur hidup.
“Informasi yang beredar tentang program tersebut tidak benar,” ucap Brigjen Yusri dalam keterangannya, mengutip Tempo, pada Sabtu (14/12/2024).
Tim Riset Tirto juga menelusuri grafis yang digunakan pada unggahan di TikTok lewat Google Lens. Alih-alih mendapatkan informasi terkait SIM gratis, kami diarahkan ke sebuah artikel soal cara perpanjang SIM secara online dari Sindonews. Tidak ada keterangan apapun baik program SIM gratis dan seumur hidup maupun langkah-langkah pendaftarannya.
Sementara terkait unggahan di Facebook, yang menyebut Prabowo resmi mengumumkan pembuatan dan perpanjangan SIM secara gratis, juga tidak tepat. Hasil penelusuran gambar menunjukkan gambar yang digunakan adalah foto saat sumpah jabatan presiden.
Selebihnya, Tirto tidak menemukan adanya media kredibel yang memberitakan tentang terlaksananya program SIM gratis dan seumur hidup ini.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, video dengan narasi tutorial buat SIM gratis dan seumur hidup tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Video tersebut tidak didukung oleh kredibilitas fakta dan informasi oleh pihak-pihak terkait. Pihak Korlantas Polri juga telah dengan tegas menekankan kalau informasi ini adalah hoaks.
Dengan demikian, video tutorial pembuatan SIM gratis dan seumur hidup yang tengah beredar di media sosial adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video tersebut tidak didukung oleh kredibilitas fakta dan informasi oleh pihak-pihak terkait. Pihak Korlantas Polri juga telah dengan tegas menekankan kalau informasi ini adalah hoaks.
Dengan demikian, video tutorial pembuatan SIM gratis dan seumur hidup yang tengah beredar di media sosial adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Rujukan
- https://emedia.dpr.go.id/2024/12/05/dinilai-memberatkan-sarifuddin-sudding-usulkan-penghapusan-kewajiban-perpanjangan-sim-stnk-dan-tnkb/
- https://vt.tiktok.com/ZS6dMQShy/
- https://archive.ph/2024.12.16-082835/
- https://www.tiktok.com/@polisi.indonesia57/video/7447139149913574661?_r=1&_t=8sFy1onDWSO
- https://www.facebook.com/watch/?v=552848407656882
- https://archive.ph/wip/ORabA
- https://www.facebook.com/reel/27840012222279904
- https://archive.ph/wip/21dtj
- https://www.instagram.com/korlantaspolri.ntmc/
- https://www.instagram.com/p/DDg1-fjJMn8/?igsh=bGlxNzJtZHhqdHF0
- https://peraturan.bpk.go.id/Details/38654/uu-no-22-tahun-2009
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-program-baru-pembuatan-sim-gratis-dan-seumur-hidup
- https://www.tempo.co/hukum/polri-bantah-isu-soal-pembuatan-sim-gratis-dan-berlaku-seumur-hidup-1181808
- https://www.google.com/search?vsrid=CO2OqIoCEAIYASIkYmM4MzJjYWUtYjMzNS00NzllLWE5MjUtNzllNTk4ZmI0Mzgx&gsessionid=ydWVAl6rQ16VYWHd65s9nOihAUIFPpSLf2E-trx1kd-j0dxi08mxrQ&lsessionid=_63MLhssiWPQ4z267X9ZLqwkA5thoieG4zqpgLNgHHxr_AD5ZwJeWA&vsdim=788,520&vsint=CAIqDAoCCAcSAggKGAEgATojChYNAAAAPxUAAAA_HQAAgD8lAACAPzABEJQGGIgEJQAAgD8&lns_mode=un&source=lns.web.gsbubb&udm=26&lns_vfs=e&qsubts=1734393176365&biw=1378&bih=795&hl=id
- https://infografis.sindonews.com/photo/4800/ini-langkah-perpanjang-sim-online-jangan-alasan-tak-punya-waktu-1610325432
- https://images.app.goo.gl/AQs6jdAVxU7B6tbw6
- https://www.google.com/search?sca_esv=59d83465afa8625f&hl=id&cs=0&udm=48&si=ACC90nw1mlnocuuc41hUVcX2YcRtSV-vCIHkhL82LkmBHqZkxc77_KRiUbmpU6cwRCbaf2BXoeuSTM2rnvDFfyL2Ygrf8UKxoxwZJD7C8I3H3qd2ClPTnT8y3ill7WEOLcM-YXmnR8y2rT6SyWwpKE9pPpp2UuS7VG6NiW2WXS3Lx-lcmuNQjsKRwc2y7hceJ8s8HppeR6_Q&vsint=CAQqDAoCCAcSAggiGAAgATojChYNAAAAPxUAAAA_HQAAgD8lAACAPzABELIDGLgDJQAAgD8&gsessionid=wINcSS6HwsFbFg8h8GAz098iEwz2NKF7VmU11K5OPU8dhc-H7QxjCg&lsessionid=3Xm39o0wbMl-IyTHfTQh9R3HChf5ZP_3S9UjLsxaQQK4G2fQDdMO_A&vsdim=434,440&source=lns.web.gsbubb&vsrid=CLGItP8EEAYYASIkQjg0M0NGQjAtNjI0Qy00RkNCLUJGMEMtNkEwNTM2MkY0MzZG&lns_mode=un&sa=X&ved=2ahUKEwjh
(GFD-2024-24639) [SALAH] KPK Panggil Keluarga Jokowi
Sumber: youtube.comTanggal publish: 17/12/2024
Berita
Beredar video dari kanal YouTube “Kabar Akurat” berisi narasi:
Kpk Temukan Bukti Baru, Keluarga Mulyono Ketar-Ketir, KABAR AKURAT
BREAKING NEWS
TERBONGKAR BUKTI BARU !!
KELUARGA MULYONO DIPANGGIL KPK
Klaim diperkuat dengan sampul foto (thumbnail) yang menampilkan Jokowi bersama petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan barang bukti kardus berisi uang.
Sejak diunggah Rabu (11/12/2024), video itu telah ditonton lebih dari 32.000 kali per Selasa (17/12/2024).
Kpk Temukan Bukti Baru, Keluarga Mulyono Ketar-Ketir, KABAR AKURAT
BREAKING NEWS
TERBONGKAR BUKTI BARU !!
KELUARGA MULYONO DIPANGGIL KPK
Klaim diperkuat dengan sampul foto (thumbnail) yang menampilkan Jokowi bersama petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan barang bukti kardus berisi uang.
Sejak diunggah Rabu (11/12/2024), video itu telah ditonton lebih dari 32.000 kali per Selasa (17/12/2024).
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “keluarga Jokowi dipanggil KPK” ke mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
TurnBackHoax kemudian menelusuri sampul foto video lewat Google Lens. Diketahui, foto berasal dari momen petugas KPK disaksikan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menunjukkan barang bukti yang diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Lampung Tengah di gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/2/2018).
Gambar asli dimuat dalam tribunnews.com “KPK Tahan Tiga Tersangka yang Terjaring OTT Lampung Tengah”.
Video berdurasi 12 menit 35 detik tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan. Narator dalam video membacakan ulang berita rmol.id “Investasi IKN Pepesan Kosong, KPK Harus Periksa Jokowi”. Berita yang tayang Selasa (10/12/2024) itu membahas polemik Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Narator dalam video juga membacakan ulang berita rmol.id “Perpres Pindah Ibukota Tak Diteken, Prabowo Gamang di IKN?”. Artikel yang tayang Minggu (8/12/2024) tersebut membahas belum ditandatanganinya Keputusan Presiden (Keppres) soal IKN.
TurnBackHoax kemudian menelusuri sampul foto video lewat Google Lens. Diketahui, foto berasal dari momen petugas KPK disaksikan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menunjukkan barang bukti yang diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Lampung Tengah di gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/2/2018).
Gambar asli dimuat dalam tribunnews.com “KPK Tahan Tiga Tersangka yang Terjaring OTT Lampung Tengah”.
Video berdurasi 12 menit 35 detik tersebut hanya menampilkan cuplikan dari beberapa peristiwa berbeda yang tidak berkaitan. Narator dalam video membacakan ulang berita rmol.id “Investasi IKN Pepesan Kosong, KPK Harus Periksa Jokowi”. Berita yang tayang Selasa (10/12/2024) itu membahas polemik Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Narator dalam video juga membacakan ulang berita rmol.id “Perpres Pindah Ibukota Tak Diteken, Prabowo Gamang di IKN?”. Artikel yang tayang Minggu (8/12/2024) tersebut membahas belum ditandatanganinya Keputusan Presiden (Keppres) soal IKN.
Kesimpulan
Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
Rujukan
- https://www.tribunnews.com/nasional/2018/02/16/kpk-tahan-tiga-tersangka-yang-terjaring-ott-lampung-tengah
- https://rmol.id/politik/read/2024/12/10/648053/investasi-ikn-pepesan-kosong-kpk-harus-periksa-jokowi
- https://rmol.id/politik/read/2024/12/08/647824/perpres-pindah-ibukota-tak-diteken-prabowo-gamang-di-ikn
Halaman: 2349/7911


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5053724/original/038549200_1734348317-sri_mulyani.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054282/original/079371700_1734400505-sri_mulyani_google_image.jpg)


